Skip to content

14 Nov – Keb 18:14-16; 19:6-9; Luk 18:1-8

13 November 2009

“Adakah Ia mendapati iman di bumi?"

(Keb 18:14-16; 19:6-9; Luk 18:1-8)

“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"(Luk 18:1-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Hidup beriman atau beragama tanpa doa bagaikan makanan tanpa rasa alias hambar. Doa merupakan dimensi hidup beriman atau beragama yang tak dapat dilupakan atau diabaikan. Di dalam warta gembira hari ini kita diingatkan pentingnya hidup doa. Berdoa berarti berwawancara atau berdialog dengan Allah dalam dan oleh kasih. Karena Allah adalah kasih yang sempurna dan kita adalah hina dina, maka dari pihak kita berdoa berarti lebih banyak membuka diri dan mendengarkan daripada berbicara atau omong. Dengan kata lain agar kita dapat berdoa dengan baik dan benar, kita harus hidup dan bertindak dalam dan dengan rendah hati. Untuk itu kiranya sabda-sabda Allah sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci dapat membantu kita berdoa, karena “segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”(2Tim 3:16). Mendengarkan, merenungkan dan melaksanakan sabda-sabda Allah merupakan salah satu cirikhas hidup beriman atau beragama. Selain apa yang tertulis di dalam Kitab Suci kita juga dapat menggunakan teks-teks doa terpilih yang telah dicetak dalam bentuk buku-buku doa. Bacakan untuk diri anda sendiri dan dengarkan isi doa tersebut, kemudian resapkan dalam hati. Dengan kata lain hendaknya doa-doa tidak hanya manis dan merdu di mulut saja, melainkan terutama dan pertama-tama manis dan merdu di hati dan jiwa sehingga menjiwai seluruh pribadi kita. Warta Gembira hari ini mengajak dan mengingatkan kita untuk menghayati nasehat ini: ”menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah”.

· “Sungguh seluruh ciptaan dalam jenisnya dirubah kembali sama sekali oleh karena taat kepada perintah-perintah-Mu, supaya anak-anak-Mu jangan sampai mendapat celaka” (Keb 19:6). Ada seorang filsuf yang mengatakan bahwa ‘yang abadi di dunia ini adalah perubahan’, artinya apa-apa yang ada di dunia ini senantiasa berubah, maka barangsiapa tidak siap sedia untuk berubah akan celaka atau menderita. Kita semua dipanggil untuk berubah, tidak hanya tubuh dan anggotanya yang berubah, tetapi juga hati, jiwa dan akal budi; perubahan yang diharapkan adalah yang mengarah semakin taat kepada perintah-perintah Allah, sehingga kita semakin layak disebut sebagai anak-anak Allah, artinya orang yang senantiasa melaksanakan kehendak dan perintah Allah di dalam hidup dan kerja serta kesibukan sehari-hari. Kita hendaknya tidak hidup dan bertindak hanya mengikuti selera atau keinginan pribadi agar tidak celaka dan menderita. Kehendak dan perintah Allah dapat kita hayati dengan setia dan taat pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Suami-isteri hendaknya setia dan taat dalam saling mengasihi baik dalam untuk maupun malang, sehat maupun sakit, agar hidup bersama dalam keluarga selamat dan damai sejahtera; para pelajar maupun mahasiswa hendaknya setia dalam belajar, sehingga sukses dalam tugas belajar, selesai pada waktunya; para pekerja hendaknya setia dalam bekerja sehingga terampil dalam kerja dan dengan demikian berguna bagi kehidupan bersama dan dapat membahagiakan sesama, dan kita sendiri pasti akan selamat, bahagia dan damai sejahtera. Taat pada perintah, disiplin dalam melaksanakan aneka tatanan dan aturan hidup bersama merupakan cara agar kita tidak mendapat celaka dan dengan demikian kita selamat, damai sejahtera dan bahagia.

“Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!”

(Mzm 105:2-3)

Jakarta, 14 November 2009

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: