Skip to content

SATU HATI BERZIARAH BERSAMA

27 September 2009
tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

“SATU HATI BERZIARAH BERSAMA”

Gebyar-gebyar merah menyala warna kaos yang dikenakan para Pembina dan anak-anak Bina Iman memenuhi lapangan parkir gereja St Thomas Rasul. Sejak dini hari sudah banyak yang datang, bahkan para pembinapun datang lebih awal, mereka siap jam 05.00, meskipun malam sebelumnya mereka rapat dan dilanjutkan persiapan acara untuk esok harinya, hingga larut malam, meski demikian pagi itu para Pembina kelihatan segar enegik serta lincah dalam mengatur anak anak saat regristasi. Apa yang menggerakkan mereka?. Tak lain adalah Cinta Kristus, yang mempersatukan semua untuk satu hati, satu semangat untuk membawa dan membina anak-anak untuk mengadakan perziarahan bersama.
Mereka bukan akan berkampaye memperingati 100 Hari Kebangkitan Nasional yang memang diperingati pada hari itu, namun jauh dari itu mereka hendak merayakan hari kesadaran iman akan Cinta Kristus pada Umat- Nya sehingga rela wafat dikayu salib, menebus jiwa kita dengan Darah-Nya yang Maha Kudus. Kesadaran akan pertumbuhan dan perkembangan iman Anak itulah yang menjadi tanggung jawab para Pembina dan Orang tua untuk mendekatkan hati bocah-bocah kecil untuk sejak dini mengenal & menyadari Cinta Kristus yang begitu besar, serta siap sedia terlibat akan kegiatan menggereja.
Oleh karena itu Peziarahan ini diadakan dengan tujuan “ Membina anak-anak untuk semakin mengenal Tuhan Yesus. Dengan lebih mengkhususkan pada tujuan umum bersama yang hendak dicapai yakni
1. Iman anak semakin dikuatkan
2. Anak-anak semakin mengenal anak-anakk separoki untuk saling menguatkan.
3. Anak –anak semakin bersemangat untuk melakukan pelayanan terhadap sesama.
4. Mengenalkan kepada anak-anak dan mendalami kisah sengsara Tuhan Yesus.
5. Menanamkan nilai Ekaristi sejak dini kepada anak-anak.
Nah tujuan itulah yang dikemas oleh Para Pembina untuk mengajak anak – anak berziarek di “ Lembah Karmel “ Cikanyere.
Tanggapan anak-anak sungguh luar biasa 150 anak dari berbagai wilayah ikut dalam ziarek ini, memang sih kalau dituruti tentu anak yang mendaftar bisa 2 atau 3 kali lipat dari jumlah itu tapi untuk saat ini baru 150 anakyang ditanggi oleh 50 pembina yang terdiri dari para Pembina Bia & Bir, 2 Suster SND, Frater, Romo Treka.
Acara ini diketuai oleh saudari Christin dan didampingi oleh Ibu Metty yang selalu setia mendorong, membimbing, memberi spirit dan menjadi mami bagi para Pembina BIA &BIR di Paroki St Thomas rasul selama ini.
Pukul 6.30 pagi 7 bus melaju dari lapangan parker greja St Thomas Rasul menuju lembah Karmel. Selama dalam perjalan diisi dengan doa Rosario berrsama, setelah itu dilanjutkan dengan menyanyi lagu-lagu rohani dan permainan yang menggembirakan hati bocah-bocah kecil. Meskipun bus 5 mengalami kendala ban kempes, tepat setelah mereka mendoakan Rosario sehingga dating terlambat, meski demikian segala halangan yang terjadi dimaknai sebagai sesuatu yang berarti untuk direnungkan dan dicari maknanya.
Sampai di Lembah Karmel rombongan setia menunggu di Kapela kecil untuk menanti rombongan bus 5 yang dalam perjalanan. Sambil berlatih lagu-lagu yang akan dinyanyikan dalam Ekaristi Kudus.Setelah Rombongan Bus 5 datang, acara dilanjutkan dengan Misa yang dipimpin oleh Rm Theodora Treka Permonosidi Pr.dalam kotbahnya, romo memuji sikap anak-anak yang tenang dan penuh perhatian mengikuti Misa hal ini sungguh menggumkan, romo. Rm Treka juga menekankan pembinaan iman anak sejak dini, semua itu menjadi tanggung jawab orang tua & Para Pendamping Bina Iman anak.
Seusai Misa, sedianya akan dilanjutkan “JALAN SALIB” namun hujan turun , acara dilanjutkan berbagai permainan Dinamika Kelompok di indoor, anak-anakpun bersemangat mengikutinya, disinilah kesempatan mereka untuk saling kenal dan menjalin persaudaraan antar Bina Iman separoki.Rupanya Tuhan tidak ingin membiarkan anak-anak tidak memaknai Cinta & Penderitaan Kristus dalam karya penebusan, hujanpun reda sehingga jalan salib dapat dilaksanakan sampai tuntas, jalan yang berliku-liku, turun naik, tidak mematahkan para peserta untuk menyusuri dan merenungkan Cinta Yesus Kristus dalam karya penebusan-Nya ,dalam perjalanan salib, para Frater CICM mendramatisasikannya dalam fragmen kecil yang memberi nuansa kehidupan nyata sehingga jalan salib lebih hidup & semakin bermakna. Jalan Salib terlaksana sampai tuntas, dimakam kosong Yesus. Yesus telah bangkit untuk mempersiapkan diri bagi kita dan Roh Kudus yang dijanjikan membimbing kita semua gereja yang berjuang untuk meniti peziarahan hidup menuju “Pelukan Cinta Allah Bapa

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: