<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Iman Katolik dalam Agama &#38; Gereja Katolik</title>
	<atom:link href="http://agamakatolik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agamakatolik.wordpress.com</link>
	<description>Media Informasi dan Sarana katekese</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Mar 2011 15:21:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='agamakatolik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/df78a07ca65ed7b10fac6173f4b4c020?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Iman Katolik dalam Agama &#38; Gereja Katolik</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agamakatolik.wordpress.com/osd.xml" title="Iman Katolik dalam Agama &#38; Gereja Katolik" />
	<atom:link rel='hub' href='http://agamakatolik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>18 Maret 2011 &#8211; Yeh 18:21-28; Mat 5:20-26</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2011/03/17/18-maret-2011-yeh-1821-28-mat-520-26/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2011/03/17/18-maret-2011-yeh-1821-28-mat-520-26/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 11:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[homili]]></category>
		<category><![CDATA[renungan harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli Taurat dan orang Farisi” (Yeh 18:21-28; Mat 5:20-26) “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=200&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">“<strong>Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli Taurat dan orang Farisi”</strong><br />
<strong> (Yeh 18:21-28; Mat 5:20-26)</strong></p>
<h3 style="text-align:justify;">“Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar  dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,  sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah  mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh;  siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap  orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata  kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa  yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang  menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di  atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati  saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah  itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk  mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu  selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu<br />
itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan  engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku  berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana,  sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas” (Mat 5:20-26), demikian  kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
•    Di dalam hidup beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara  diberlakukan aneka tata tertib atau aturan tertulis. Apa yang tertulis  pada umumnya cukup terbatas jika dibandingkan dengan maksud atau tujuan  apa yang tertulis tersebut, dan menghayati apa yang tertulis saja sulit,  apalagi yang menjadi maksud atau tujuan utama. Memang ketika kita mampu  menghayati apa yang tertulis dengan baik, maka ada kemungkinan kita  sampai pada penghayatan maksud atau tujuan utama. Sabda Yesus hari ini  mengajak dan mengingatkan kita semua untuk menghayati maksud atau tujuan  utama aneka tata tertib atau aturan. Hemat saya maksud atau tujuan  utama aneka tata tertib atau aturan adalah agar orang hidup saling  mengasihi satu sama lain. Orang yang marah, menjelek-jelekkan orang  lain, memiliki musuh dst, adalah orang yang tidak hidup saling  mengasihi. Semua agama hemat  saya mengajarkan agar semua penganutnya  hidup dan bertindak saling mengasihi, maka marilah kita<br />
yang<br />
mengaku diri beragama hidup dan bertindak saling mengasihi. Aneka  perbedaan yang ada di antara kita hendaknya menjadi daya tarik untuk  saling mengenal, mendekat dan bersahabat, bukan menjadi alasan untuk  saling menjelekkan atau melecehkan. Maka baiklah kita hayati secara  mendalam apa yang sama di antara kita, agar apa yang berbeda fungsional  untuk memperkuat persahabatan antar kita: yang sama di antara kita  antara lain sama-sama beriman, sama-sama manusia ciptaan Allah, dst..<br />
•    “Kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia  melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia  insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup,  ia tidak akan mati” (Yeh 18:27-28), demikian peringatan Nabi Yeheskiel  kepada umatnya, kepada kita semua orang beriman. Kita semua dipanggil  untuk bertobat, menyesali dosa-dosa yang telah kita lakukan dan kemudian  tidak melakukan lagi dosa-dosa yang sama, serta kemudian ‘melakukan  keadilan dan kebenaran’. Kita akan dapat melakukan keadilan dan  kebenaran yang baik jika kita menghormati dan menjunjung tinggi harkat  martabat manusia, menghargai dan menyikapi sesama manusia sebagai gambar  atau citra Allah. Marilah kita lihat, temukan dan imani karya Allah  dalam diri manusia, yang antara lain “memberi aku ada, hidup,  berdayarasa dan berpikiran” (St.Ignatius Loyola, LR no 235). Hidup dan  segala sesuatu yang dimiliki, dikuasai dan<br />
dinikmatui<br />
manusia adalah anugerah Allah. Kecantikan, ketampanan, kepandaian,  kecerdasan, harta benda, uang dst. adalah anugerah Allah. Jika kita  mampu menghargai dan menjunjung tinggi harkat martabat manusia, maka  hemat saya kita akan mampu menciptakan lingkungan hidup bersama yang  enak, nikmat dan menarik serta mempesona, hidup bersama yang dijiwai  oleh keadilan dan kebenaran. Keadilan secara konkret dapat diwujudkan  oleh para pengusaha atau pemberi kerja dengan memberi imbal jasa atau  gaji yang layak kepada para pegawai atau buruhnya. Maka kami berharap  kepada para pengusaha atau pemberi kerja untuk sungguh adil dalam  memperlakukan para pegawai atau buruhnya.</p>
<p>“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan,  dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara  permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat  kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu  ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.” (Mzm 130:1-4)</p>
<p>Jakarta, 18 Maret 2011</h3>
<br />Filed under: <a href='http://agamakatolik.wordpress.com/category/renungan-harian/'>Renungan Harian</a> Tagged: <a href='http://agamakatolik.wordpress.com/tag/homili/'>homili</a>, <a href='http://agamakatolik.wordpress.com/tag/renungan-harian-2/'>renungan harian</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=200&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2011/03/17/18-maret-2011-yeh-1821-28-mat-520-26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Des – Yes 40:25-31; Mat 11:28-30</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/08/9-des-yes-4025-31-mat-1128-30/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/08/9-des-yes-4025-31-mat-1128-30/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 06:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu” (Yes 40:25-31; Mat 11:28-30) “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.&#34; (Mat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=192&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu”</strong></p>
<p>(Yes 40:25-31; Mat 11:28-30)</p>
<p><em>“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan</em>.&quot; (Mat 11:28-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Ketika orang hanya mengikuti keinginan atau kehendak sendiri, pada umumnya di awal langkah hidup atau kerja sangat bergairah, tetapi seiring dengan jalannya waktu akan menjadi letih lesu dan tak bergairah, atau bahkan frustrasi. Orang yang demikian itu adalah orang sombong. Sabda Yesus hari ini mengajak dan mengingatkan kita semua untuk ‘memikul kuk yang dipasang Tuhan’ melalui atasan atau pemimpin kita serta mengerjakan dengan lemah lembut dan rendah hati. Untuk itu marilah kita lihat, baca dan fahami kembali aneka tatanan atau aturan yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, dan kemudian kita hayati dalam hidup sehari-hari, atau kita kenangkan janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Sebagai orang yang telah dibaptis, marilah kita kenangkan janji baptis serta beberapa aturan yang terkait dengan hidup iman atau kekristenan/kekatolikan kita. Ketika dibaptis kita berjanji hanya mau mengabdi Tuhan saja dan menolak semua godaan setan, dan untuk menghayati janji tersebut antara lain ada 10 (sepuluh) perintah Allah dan 5 (lima) aturan atau tuntunan Gereja. Dari 10 (sepuluh) perintah Allah yang konkret antara lain: <em>“Hormatilah ibu-bapamu, Jangan membunuh,. Jangan berbuat cabul,. Jangan mencuri, Jangan bersaksi dusta pada sesamamu manusia, Jangan ingin akan milik sesamamu</em>“. Sedangkan 5 (lima perintah) Gereja adalah : <em>“ Rayakanlah hari raya yang disamakan dengan hari Minggu, Ikutlah Perayaan ekaristi pada hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan, dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu., Berpuasalah dan berpantanglah pada hari yang ditentukan., Mengaku-dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun, Sambutlah Tubuh Tuhan pada Masa Paskah. “</em> (PS no 7). Marilah kita mawas diri sejauh mana kita setia dan melaksanakan perintah-perintah atau aturan tersebut? Jika kita setia menghayati perintah atau aturan tersebut, maka jiwa kita akan senantiasa tenang adanya.</p>
<p>· “<em>Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah</em>” (Yes 40:29-31), demikian kata-kata penghiburan Yesaya yang penuh pengharapan kepada saudara-saudarinya, kepada kita semua. Kita sedang menantikan Hari Raya Natal, Kenangan akan Kelahiran Penyelamat Dunia; apakah kita mendapat kekuatan baru, bersemangat baru? Orang yang sedang menanti-nantikan pada umumnya butuh kesabaran, daya tahan dan kegairahan hidup serta dengan rendah hati mentaati aneka aturan dan tatanan yang terkait, meskpun demikian ia ‘<em>tidak menjadi lesu dan tidak menjadi lelah’. </em>Dengan kata menanti-nantikan juga butuh matiraga atau lakutapa. Maka marilah kita mawas diri apakah diri kita layak disebut sebagai yang sedang menanti-nantikan pesta Hari Natal, Kenangan akan Kelahiran Penyelamat Dunia. Matiraga secara harafiah berarti mematikan gairah/nafsu raga, dan maksudnya tidak lain adalah mengendalikan raga atau anggota tubuh sedemikian rupa sehingga tidak melakukan dosa atau berbuat jahat. Mengendalikan raga atau anggota tubuh kita sendiri kiranya lebih sulit daripada mengendalikan orang lain. Raga atau anggota tubuh yang mungkin baik kita refleksikan adalah mata, telinga, kepala/otak dan kaki maupun tangan: sejauh mana anggota tubuh ini berfungsi semakin mendekatkan saya dengan Tuhan maupun saudara-saudari kita? Ketika kita dapat mengendalikan diri dengan baik, maka dalam rangka menanti-nantikan kita tetap bergairah serta tidak akan melakukan dosa atau perbuatan jahat. Ketika kita terbiasa dapat mengendalikan diri dengan baik, maka kita juga tidak mudah menjadi lelah dan lesu. Ada kemungkinan ketika sedang menanti-nantikan orang merasa kelebihan waktu, maka manfaatkan waktu tersebut untuk berdoa atau membaca apa-apa yang baik dan berguna.</p>
<p><em>“Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat</em>,” (Mzm 103:1-4)</p>
<p>Jakarta, 9 Desember 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=192&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/08/9-des-yes-4025-31-mat-1128-30/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/ambrosius-uskup-dan-pujangga-gereja/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/ambrosius-uskup-dan-pujangga-gereja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/ambrosius-uskup-dan-pujangga-gereja/</guid>
		<description><![CDATA[Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kristen. Ayahnya menjabat Gubernur Gaul, dengan wilayah kekuasaannya meliputi: Prancis, Inggris, Spanyol, Belgia, Jerman, dan Afrika. Ia mendapat pendidikan yang baik dalam bahasa Latin, Yunani dan ilmu hukum. Di kemudian hari ia terkenal sebagai seorang ahli hukum yang disegani. Keberhasilannya di bidang hukum menarik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=189&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kristen. Ayahnya menjabat Gubernur Gaul, dengan wilayah kekuasaannya meliputi: Prancis, Inggris, Spanyol, Belgia, Jerman, dan Afrika. Ia mendapat pendidikan yang baik dalam bahasa Latin, Yunani dan ilmu hukum. Di kemudian hari ia terkenal sebagai seorang ahli hukum yang disegani. Keberhasilannya di bidang hukum menarik perhatian Kaisar Valentinianus; ia kemudian dinobatkan menjadi Gubernur Liguria dan Aemilia, yang berkedudukan di Milano, Italia Utara.</p>
<p>Ketika Auxentius, Uskup kota Milan meninggal dunia, terjadilah pertikaian antara kelompok Kristen dan kelompok penganut ajaran sesat Arianisme. Mereka berselisih tentang siapa yang akan menjadi uskup yang sekaligus menjadi pemimpin dan pengawas kota dan keuskupan Milano. Para Arian berusaha melibatkan Kaisar Valentinianus untuk menentukan bagi mereka calon uskup yang tepat. Kaisar menolak permohonan itu dan meminta supaya pemilihan itu dilangsungkan sesuai dengan kebiasaan yang sudah lazim yaitu pemilihan dilakukan oleh para imam bersama seluruh umat. Ketika mereka berkumpul untuk memilih uskup baru, Ambrosius dalam kedudukannya sebagai gubernur datang ke basilika itu untuk meredakan perselisihan antara <a href="http://mereka.la/">mereka. Ia</a> memberikan pidato pembukaan yang berisi uraian tentang tata tertib yang harus diikuti. Tiba-tiba terdengar teriakan seorang anak kecil: &#8220;Uskup Ambrosius, Uskup Ambrosius!&#8221; Teriakan anak kecil itu serta-merta meredakan ketegangan mereka. Lalu mereka secara aklamasi memilih Ambrosius menjadi Uskup Milano. Ambrosius enggan menerimanya karena ia belum dibaptis. Selain itu ia merasa jabatan uskup itu terlalu mulia dan meminta pertanggungjawaban yang berat. Tetapi akhirnya atas desakan umat, ia bersedia juga menerima jabatan uskup itu.</p>
<p>Enam hari berturut-turut ia menerima semua sakramen yang harus diterima oleh seorang uskup. Setelah itu ia ditahbiskan menjadi uskup. Seluruh hidupnya diabdikan kepada kepentingan umatnya; ia mempelajari Kitab Suci di bawah bimbingan imam Simplisianus; memberikan kotbah setiap hari minggu dan hari raya dan menjaga persatuan dan kemurnian ajaran iman yang diwariskan oleh para Rasul. Dengan bijaksana ia membimbing hidup rohani umatnya. Ia mengatur ibadat hari minggu dengan tata cara yang menarik, sehingga seluruh umat dapat ikut serta dengan gembira dan aktif; mengatur dan mengusahakan bantuan bagi pemeliharaan kaum miskin dan mentobatkan orang-orang berdosa. Ambrosius, seorang uskup yang baik hati dalam melayani umatnya. Selama 10 tahun, ia menjadi pembela ulung ajaran iman yang benar menghadapi para penganut Arian. Pertikaian antara dia dan kaum Arian mencapai klimaksnya pada tahun 385, ketika ia melarang keluarga kaisar memasuki basilik untuk merayakan upacara sesuai dengan aturan mereka. Seluruh umat mendukung dia selama krisis itu. Ia dengan tegas menolak permintaan Yustina, permaisuri kaisar yang menginginkan penyerahan satu gereja Katolik kepada para penganut <a href="http://arian.la/">Arian. Ia</a> berhasil membendung pengaruh buruk ajaran Arianisme.</p>
<p>Terhadap Kaisar Theodosius yang menumpas pemberontakan dan melakukan pembantaian besar-besaran, Ambrosius tak segan-segan mengucilkannya dan tidak memperkenankan dia masuk <a href="http://gereja.la/">Gereja. Ia</a> menegaskan bahwa pertobatan di hadapan seluruh umat merupakan syarat mutlak bagi Theodosius untuk bisa diterima kembali di dalam pangkuan Bunda Gereja. Katanya: &#8220;Kalau Yang Mulia mau meneladani perbuatan buruk Raja Daud dalam berdosa, Yang Mulia juga harus mencontohi dia dengan bertobat&#8221; &#8211; &#8220;Kepala Negara adalah anggota Gereja, tetapi bukan tuannya.&#8221; Theodosius, yang dengan jujur mengakui dosa dan kesalahannya, tak berdaya di hadapan kewibawaan Uskup Ambrosius. Ia mengatakan: &#8220;Ambrosius adalah satu-satunya uskup yang menurut pendapatku layak memangku jabatan yang mulia ini&#8221;.</p>
<p>Ambrosius, seorang uskup yang berjiwa praktis. Meskipun kepentingan politik sangat menyita perhatiannya, namun ia tetap berusaha mencari waktu untuk berdoa dan menulis tentang kebenaran-kebenaran Kristen. Kotbah-kotbahnya sangat menarik dan kemudian diterbitkan menjadi bacaan umat. Salah satu kemenangannya yang terbesar ialah keberhasilannya mempertobatkan Santo Agustinus. Ambrosius meninggal dunia pada tahun 397 dan digelari Pujangga <a href="http://gereja.la/">Gereja. Ia</a> termasuk salah seorang dari 4 orang Pujangga Gereja yang terkenal di lingkungan Gereja Barat.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: alkitab, alkitab online, bapa suci, doa, ekaristi, gereja katolik, jadwal misa, kanon alkitab, katekese, pencarian kata katekismus gereja katolik, peta alkitab, purgatory, sakramen <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=189&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/ambrosius-uskup-dan-pujangga-gereja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikolas dari Myra, Uskup dan Pengaku Iman</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/nikolas-dari-myra-uskup-dan-pengaku-iman/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/nikolas-dari-myra-uskup-dan-pengaku-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Nikolas lahir di Parara, Asia Kecil dari sebuah keluarga yang kaya raya. Sejak masa mudanya ia sangat menyukai cara hidup bertapa dan melayani umat. Ia kemudian menjadi seorang imam yang sangat disukai umat. Harta warisan dari orangtuanya dimanfaatkan untuk pekerjaan-pekerjaan amal, terutama untuk menolong orang-orang miskin. Sebagai imam ia pernah berziarah ke Tanah Suci. Sekembalinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=187&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nikolas lahir di Parara, Asia Kecil dari sebuah keluarga yang kaya raya. Sejak masa mudanya ia sangat menyukai cara hidup bertapa dan melayani umat. Ia kemudian menjadi seorang imam yang sangat disukai umat. Harta warisan dari orangtuanya dimanfaatkan untuk pekerjaan-pekerjaan amal, terutama untuk menolong orang-orang miskin. Sebagai imam ia pernah berziarah ke Tanah Suci. Sekembalinya dari Yerusalem, ia dipilih menjadi Uskup kota Myra dan berkedudukan di Lycia, Asia Kecil (sekarang: Turki).    Santo Nikolas dikenal di mana-mana. Ia termasuk orang kudus yang paling populer, sehingga dijadikan pelindung banyak kota, propinsi, keuskupan dan gereja. Di kalangan Gereja Timur, ia dihormati sebagai pelindung para pelaut; sedangkan di Gereja Barat, ia dihormati sebagai pelindung anak-anak, dan pembantu para gadis miskin yang tidak mampu menyelenggarakan perkawinannya. Namun riwayat hidupnya tidak banyak diketahui, selain bahwa ia dipilih menjadi Uskup kota Myra pada abad keempat yang berkedudukan di Lycia. Ia seorang uskup yang lugu, penuh semangat dan gigih membela orang-orang yang tertindas dan para fakir miskin. Pada masa penganiayaan dan penyebaran ajaran-ajaran sesat, ia menguatkan iman umatnya dan melindungi mereka dari pengaruh ajaran-ajaran sesat.</p>
<p>Ketenaran namanya sebagai uskup melahirkan berbagai cerita sanjungan. Sangat banyak cerita yang menarik dan mengharukan. Namun tidak begitu mudah untuk ditelusuri kebenarannya. Salah satu cerita yang terkenal ialah cerita tentang tiga orang gadis yang diselamatkannya: konon ada seorang bapa tak mampu menyelenggarakan perkawinan ketiga orang anak gadisnya. Ia orang miskin. Karena itu ia berniat memasukkan ketiga putrinya itu ke tempat pelacuran. Hal ini didengar oleh Uskup Nikolas. Pada suatu malam secara diam-diam Uskup Nikolas melemparkan tiga bongkah emas ke dalam kamar bapa itu. Dengan demikian selamatlah tiga puteri itu dari lembah dosa. Mereka kemudian dapat menikah secara terhormat.</p>
<p>Cerita yang lain berkaitan dengan kelaparan hebat yang dialami umatnya. Sewaktu Asia Kecil dilanda paceklik yang hebat, Nikolas mondar-mandir ke daerah-daerah lain untuk minta bantuan bagi umatnya. Ia kembali dengan sebuah kapal yang sarat dengan muatan gandum dan buah-buahan. Namun, tanpa sepengetahuannya, beberapa iblis hitam bersembunyi dalam kantong-kantong gandum itu. Segera Nikolas membuat tanda salib atas kantong-kantong itu dan seketika itu juga setan-setan hitam itu berbalik menjadi pembantunya yang setia.</p>
<p>Nikolas adalah santo nasional Rusia. Cerita tentang tertolongnya ketiga puteri di atas melahirkan tradisi yang melukiskan Santo Nikolas sebagai penyayang anak-anak. Salah satu tradisi yang paling populer ialah tradisi pembagian hadiah kepada anak-anak pada waktu Pesta Natal oleh orangtuanya melalui &#8216;Sinterklas&#8217;. Tradisi ini diperkenalkan kepada umat Kristen Amerika oleh orang-orang Belanda Protestan, yang menobatkan Santo Nikolas sebagai tukang sulap bernama Santa Claus. &#8220;Sinterklas&#8221;, yaitu hari pembagian hadiah kepada anak-anak yang dilakukan oleh seorang berpakaian uskup yang menguji pengetahuan agama anak-anak, tetapi ia membawa serta hamba hitam yang menghukum anak-anak nakal.</p>
<p><em>Santo </em>Nikolas <em>meninggal </em>dunia di Myra dan dimakamkan di katedral kota itu. Relikuinya kemudian <em>dicuri </em>orang pada tahun 1807. Sekarang relikui itu disemayamkan di Bari, Italia.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: alkitab, doa, ekaristi, gereja katolik, katolik, kitab suci, misa, purgatory, sakramen, vatikan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=187&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/nikolas-dari-myra-uskup-dan-pengaku-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reinardus, Uskup dan Pengaku Iman</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/reinardus-uskup-dan-pengaku-iman/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/reinardus-uskup-dan-pengaku-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/reinardus-uskup-dan-pengaku-iman/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika orang melihat seorang peziarah selama tiga hari penuh &#8211; tanpa tidur, makan dan minum &#8211; berdoa menyusuri jalan salib Yesus, kebun Zaitun dan bukit Golgota di Yerusalem. Peziarah itu berjubah kotor dan lusuh, tanpa sepatu dan sepanjang jalan menangis terus. Dialah Uskup Luttich, Belgia, yang berjalan kaki ke Kota Suci sebagai tanda pertobatannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=185&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika orang melihat seorang peziarah selama tiga hari penuh &#8211; tanpa tidur, makan dan minum &#8211; berdoa menyusuri jalan salib Yesus, kebun Zaitun dan bukit Golgota di Yerusalem. Peziarah itu berjubah kotor dan lusuh, tanpa sepatu dan sepanjang jalan menangis terus. Dialah Uskup Luttich, Belgia, yang berjalan kaki ke Kota Suci sebagai tanda pertobatannya dari dosa: membeli jabatan uskup menuruti ambisinya. Ketika paus mendengar perbuatan tobat sejati ini, ia menyuruh Reinardus untuk tetap mengemban jabatannya. Reinardus dengan rajin mengunjungi semua paroki keuskupannya, berkotbah, membangun jembatan dan irigasi, membagi makanan dan membela mereka yang tertindas.</p>
<br />Posted in orang kudus  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=185&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/reinardus-uskup-dan-pengaku-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabas, Abbas dan Pengaku Iman</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/sabas-abbas-dan-pengaku-iman/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/sabas-abbas-dan-pengaku-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:17:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[beata-beato]]></category>
		<category><![CDATA[beato-beata]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[santa-santo]]></category>
		<category><![CDATA[santo-santa]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Sabas lahir di Mutalaska, dekat Kaisarea, Kapadokia pada tahun 439. Semasa remajanya ia masuk biara Basilian yang dipimpin oleh Santo Eutimos Agung. Setelah ia menjadi seorang pertapa yang dewasa dan mempunyai banyak pengalaman, ia mendirikan Laura (semacam tempat pertapaan) Mar Saba yang terletak antara Yerusalem dan Laut Mati. Sebuah Laura dihuni oleh sekelompok rahib yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=182&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabas lahir di Mutalaska, dekat Kaisarea, Kapadokia pada tahun 439. Semasa remajanya ia masuk biara Basilian yang dipimpin oleh Santo Eutimos Agung. Setelah ia menjadi seorang pertapa yang dewasa dan mempunyai banyak pengalaman, ia mendirikan Laura (semacam tempat pertapaan) Mar Saba yang terletak antara Yerusalem dan Laut Mati. Sebuah Laura dihuni oleh sekelompok rahib yang menjalani hidup pertapaan secara terpisah-pisah di sekitar gereja.</p>
<p>Karena beberapa dari rekan rahibnya menentang aturan-aturannya dan menuntut kehadiran seorang imam sebagai abbas mereka, maka ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 491. Ia sangat bijak dalam memimpin para rahib, sehingga pada tahun 494 ia diangkat sebagai pemimpin tertinggi dari semua biara yang ada di Palestina. Sabas dengan gigih membela ajaran Konsili Kalsedon dan berani menegur kaisar sehubungan dengan berbagai ajaran sesat yang berkembang di Kekaisaran Konstantinopel. Dua kali ia menghadap kaisar di istana kekaisaran untuk menentang ajaran-ajaran sesat itu.</p>
<p>Pertapaan Mar Saba yang didirikannya sampai kini dihuni oleh rahib-rahib dari Gereja Ortodoks Timur yang menghayati suatu cara hidup tapa Yang keras dan sederhana. Konon biara itu pernah diperbaiki oleh pemerintah Rusia pada tahun 1840. Sabas meninggal dunia dalam usia 94 tahun pada tanggal 5 Desember 532.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: alkitab, beata-beato, beato-beata, deuterokanonika, doa, ekaristi, gereja katolik, kitab suci, misa, orang kudus, purgatory, sakramen, santa-santo, santo-santa, vatikan, yesus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=182&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/sabas-abbas-dan-pengaku-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yohanes dari Damsyik, Pujangga Gereja dan Pengaku Iman</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/yohanes-dari-damsyik-pujangga-gereja-dan-pengaku-iman/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/yohanes-dari-damsyik-pujangga-gereja-dan-pengaku-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Yohanes lahir pada tahun 650 di kota Damsyik. Pada masa itu Damsyik berada di bawah kekuasaan kaum Sarasin. Semenjak kecil ia dididik oleh seorang rahib Yunani. Ayahnya, Sargun bin Mansur (seorang Arab Kristen) adalah menteri keuangan pada Khalif Abdel Malek di Damsyik (685-705). Sepeninggal ayahnya, Yohanes-lah yang menggantikannya sebagai menteri keuangan. Tetapi beberapa tahun kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=180&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yohanes lahir pada tahun 650 di kota Damsyik. Pada masa itu Damsyik berada di bawah kekuasaan kaum Sarasin. Semenjak kecil ia dididik oleh seorang rahib Yunani. Ayahnya, Sargun bin Mansur (seorang Arab Kristen) adalah menteri keuangan pada Khalif Abdel Malek di Damsyik (685-705). Sepeninggal ayahnya, Yohanes-lah yang menggantikannya sebagai menteri keuangan. Tetapi beberapa tahun kemudian ia meletakkan jabatan itu, lalu menjadi rahib di biara Mar Saba, dekat Yerusalem. Di biara itulah ia menulis buku-buku pembelaan iman, khususnya yang berhubungan dengan penghormatan kepada arca-arca para orang kudus.</p>
<p>Dalam tiga buku apologetik yang ditulisnya, ia menegaskan bahwa umat Kristen menjunjung tinggi para kudus dan memberikan hormat istimewa kepada mereka karena keteladanan hidup mereka dalam menghayati iman Kristiani dan dalam menaati kehendak Allah. Arca-arca para kudus itu menjadi bagaikan kaca, tempat umat Kristen bercermin diri perihal perilaku hidupnya sebagai orang Kristen. Ia mengatakan: &#8220;Di dalam arca-arca itu, kami menyatakan perbuatan dan penderitaan orang-orang kudus, dan dengan memandangnya kami menjadi semakin suci dan semakin dikuatkan untuk mengikuti teladannya.&#8221;</p>
<p>Bersama seorang rahib lainnya, ia mencipta banyak syair dan madah-pujian. Karya ini dicemooh oleh para rahib yang lebih tua, karena pada masa itu, pekerjaan menulis syair dianggap sebagai pekerjaan tercela, meskipun karya-karya itu bernafaskan nilai-nilai keagamaan. Meskipun demikian Yohanes terus saja mencipta dan beberapa madah-pujian yang digubahnya masih tetap dinyanyikan hingga kini. Yohanes meninggal dunia pada tahun 749. Ia dihormati sebagai Pujangga Gereja dan Bapa Gereja Yunani yang terakhir.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: alkitab, doa, ekaristi, gereja katolik, kitab suci, misa, purgatory, sakramen, vatikan, yesus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=180&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/yohanes-dari-damsyik-pujangga-gereja-dan-pengaku-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Osmund, Uskup dan Pengaku Iman</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/osmund-uskup-dan-pengaku-iman/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/osmund-uskup-dan-pengaku-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Osmund, seorang pegawai tinggi Raja William dari Normandia. Ketika Raja William mengalahkan Raja Harold II dari Inggris dalam pertempuran bersejarah di Hastings pada tahun 1066, Osmund diangkat menjadi Kanselir Inggris. Osmund dikenal jujur, berbakat pemimpin dan pandai. Namun ia tidak lama menduduki jabatan terhormat itu karena lebih menyukai suasana hidup yang tenang; ia sendiri lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=178&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Osmund, seorang pegawai tinggi Raja William dari Normandia. Ketika Raja William mengalahkan Raja Harold II dari Inggris dalam pertempuran bersejarah di Hastings pada tahun 1066, Osmund diangkat menjadi Kanselir Inggris. Osmund dikenal jujur, berbakat pemimpin dan pandai. Namun ia tidak lama menduduki jabatan terhormat itu karena lebih menyukai suasana hidup yang tenang; ia sendiri lebih gemar membaca dan menyalin buku-buku rohani. Perhatiannya lebih difokuskan pada kemajuan rohani umat terdorong oleh <em>tuntutan </em>dari tahbisan-tahbisan rendah yang sudah diterimanya. Oleh karena itu ia berusaha membaharui semangat iman umat yang sudah merosot sekali terutama karena peperangan yang terus-menerus terjadi.</p>
<p>Pada tahun 1078, Osmund ditahbiskan menjadi Uskup Salisbury, Inggris. Usahanya yang pertama adalah menyelesaikan pembangunan katedral yang sudah lama didirikan dan membaharui liturgi Gereja. Untuk menjamin kesatuan liturgis, ia mengeluarkan peraturan-peraturan <em>tentang </em>perayaan ekaristi, ofisi ilahi dan pemberian sakramen-sakramen. Peraturan-peraturan yang disebutnya Ritus Sarum ini berlaku selama lima abad.</p>
<p>Uskup Osmund bersikap tegas terhadap orang-orang berdosa bersama imam-imamnya. Ketegasan itu dimulainya dari dirinya sendiri. Selama kepemimpinannya sebagai uskup ia menulis banyak buku dan mendirikan banyak gereja di seluruh keuskupannya. Osmund memimpin keuskupan Salisbury selama 20 <a href="http://tahun.la/">tahun. Ia</a> meninggal dunia pada tahun 1099. Kanonisasi dari Gereja atas dirinya sebagai &#8216;santo&#8217; pada tahun 1457 adalah kanonisasi terakhir di Inggris sebelum masa reformasi.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=178&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/osmund-uskup-dan-pengaku-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kristian, Uskup dan Pengaku Iman</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/kristian-uskup-dan-pengaku-iman/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/kristian-uskup-dan-pengaku-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Kristian adalah misionaris suku bangsa Preussen, Jerman dan uskup pertama Kulm. Ia mendirikan banyak gereja dan menyebarkan Injil di daerah yang luas itu. Selama enam tahun Kristian ditahan oleh orang-orang kafir di negeri itu, sampai akhirnya ia wafat pada tahun 1245. Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=176&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kristian adalah misionaris suku bangsa Preussen, Jerman dan uskup pertama <a href="http://kulxn.la/">Kulm. Ia</a> mendirikan banyak gereja dan menyebarkan Injil di daerah yang luas itu. Selama enam tahun Kristian ditahan oleh orang-orang kafir di negeri itu, sampai akhirnya ia wafat pada tahun 1245.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=176&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/kristian-uskup-dan-pengaku-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 des &#8211; HR SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/8-des-hr-sp-maria-dikandung-tanpa-dosa/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/8-des-hr-sp-maria-dikandung-tanpa-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 12:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[HR SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA: &#34;Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.&#34; Kej 3:9-15.20; Ef 1:3-6.11-12; Luk 1:26-38 “Bila kita membaca bahwa sang utusan menyapa Maria sebagai ‘yang penuh rahmat’, konteks Injil, yang memadukan wahyu dan janji-janji masa lalu, memungkinkan kita memahami bahwa di antara semua ‘berkat rohaniah dalam Kristus’, berkat ini merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=175&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HR SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA:</strong></p>
<p><strong>&quot;Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.&quot;</strong></p>
<p>Kej 3:9-15.20; Ef 1:3-6.11-12; Luk 1:26-38</p>
<p><em>“Bila kita membaca bahwa sang utusan menyapa Maria sebagai ‘yang penuh rahmat’, konteks Injil, yang memadukan wahyu dan janji-janji masa lalu, memungkinkan kita memahami bahwa di antara semua ‘berkat rohaniah dalam Kristus’, berkat ini merupakan ‘berkat’ khusus. Dalam misteri Kristus, Maria ‘hadir’ malahan ‘sebelum penciptaan dunia’, sebagai seseorang yang ‘dipilih’ Bapa sebagai ‘Bunda PuteraNya’ dalam Penjelmaan. Dan, lebih lagi, bersama dengan Bapa, sang Putera telah memilih Maria, dengan mempercayakannya dari kekal kepada Roh kekudusan. Dalam cara yang khusus dan istimewa itu Maria dipersatukan dengan Kristus, dan dengan itu ‘dikasihi dalam Puteranya yang terkasih’, Puteranya yang satu hakikat dengan Bapa, yang menjadi pusat semua ‘kemuliaan rahmat’. Bersaman dengan itu dia tetap terbuka sempurna terhadap ‘kurnia dari atas’ (bdk Yak 1:17). Seperti diajarkan Konsili, Maria ‘berada di antara yang miskin dan rendah hati di hadapan Tuhan, yang dengan percaya menunggu dan menerima penyelamatan dari padaNya” </em>(PausYohanes Paulus II: Ensiklik ‘REDEMPTORIS MATER’ , 25 Maret 1987, no 8).</p>
<p>“<strong><em>Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: &quot;Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau</em></strong>” (Luk 1:28).</p>
<p>Dari kutipan Ensiklik di atas antara lain dikatakan bahwa Maria menerima ‘berkat khusus’, sebagai yang ‘terpilih’ dan sudah hadir ‘sebelum penciptaan dunia’. Maria diimani suci, tak bercela, dari semula, maka dalam berbagai patung Maria sering dilukiskan Maria berdiri di atas ‘ular’ alias mampu mengalahkan ‘ular’, kesucian engalahkan kecerdikan, sebagaimana diramalkan dalam Kitab Kejadian ini: “<em>Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya</em>” (Kej 3:15). Maria yang dari semula diimani tidak bernoda juga menjadi teladan umat beriman, maka marilah pada Pesta SP Maria Dikandung Tanpa Dosa hari ini kita mawas diri perihal keimanan kita masing-masing.</p>
<p>Beriman berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, sehingga sedikit banyak juga boleh dikatakan sebagai “<em>yang dikaruniasi, Tuhan menyertai engkau”, </em>dan dengan demikian selantiasa dalam perlindungan dan kuasa Tuhan serta hidup bersama dengan Tuhan alias suci. Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita akan mampu mengalahkan setan, yang sering digambarkan sebagai ular yang cerdik. Kecerdikan ular ini bagaikan orang yang cerdas secara intelektual, yang memang sering lebih mudah memanfaatkan kecerdasannya untuk mencari keuntungan atau keenakan sendiri dengan ‘mematikan atau menakuti’ yang lain. Bersama dan bersatu dengan Tuhan masa kini boleh dikatakan identik dengan cerdas spiritual, yang mengatasi cerdas intelektual. Maka marilah kita upayakan, perdalam dan tingkatkan kecerdasan spiritual kita, sebagai orang beriman, ‘yang dikaruniai dan disertai oleh Tuhan terus menerus’. Untuk itu sekali lagi saya angkat di sini ciri-ciri kecerdasan spiritual, yang hendaknya kita upayakan, perdalam dan tingkatkan, yaitu: <em>“mampu untuk fleksibel (adaptasi aktif dan spontan), memiliki kesadaran diri yang tinggi, mampu menghadapi dan menggunakan penderitaan, mampu menghadapi dan mengatasi rasa sakit, hidup dijiwai oleh visi dan nilai-nilai, segan untuk menyakiti orang lain, melihat hubungan dari yang beragam (holistik), bertanya ‘mengapa’ dan ‘apa jika’ untuk mencari jawaban , kemampuan untuk ‘melawan perjanjian’” . </em></p>
<p>Apakah cerdas spiritual dapat kita usahakan, hayati, perdalam dan tingkatkan? Percayalah bersama dan bersatu dengan Tuhan segala sesuatu mungkin dilakukan, maka marilah kita juga meneladan Maria yang menyatakan diri <em>:”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&quot;</em> (Luk 1:38). Marilah dengan rendah hati dan dengan bantuan rahmat Tuhan kita hayati atau laksanakan aneka tatanan atau aturan yang terkait dengan panggilan dan tugas pekerjaan kita masing-masing. Sebagai hamba Tuhan kita harus senantiasa berusaha bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah menganugerahi berbagai karunia; terima kasih dan syukur tersebut kita wujudkan dengan bersyukur dan berterima kasih kepada sesama atau saudara-saudari kita, sehingga dalam hidup dan kerja bersama dimanapun dan kapanpun senantiasa ditandai dengan saling bersyukur dan berterima kasih.</p>
<p>“<strong><em>Di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya</em></strong>” (Ef 1:4-5)</p>
<p>Ketika baru saja dilahirkan, keluar dari rahim ibu kita masing-masing, kita semua ‘<em>kudus dan tak bercacat di hadapanNya’, </em>dan kita juga dipanggil untuk mempertahankan dan memperdalam kekudusan dan ketidak-cacatan tersebut melalui cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari. Dengan jujur dan rendah hati kita semua kiranya harus mengakui bahwa untuk mempertahankan kekudusan dan ketidak-catatan saja sulit alias belum tentu berhasil, apalagi memperdalam, maka marilah kita saling membantu dalam mempertahankan kekudusan dan ketidak-cacatan tersebut.</p>
<p>Secara faktual harus kita akui bahwa secara anak-anak lebih suci dan tak bercacat daripada orangtua atau orang dewasa, maka kepada anak-anak kita beri penghormatan khusus. Hemat saya ketika kita tetap mengenang dan menghormati anak-anak, maka kita tidak akan dengan mudah jatuh ke dalam dosa atau berbuat jahat. Anak-anak sungguh dapat menjadi pengawas dan pengingat bagi kita dalam berbuat baik, melakukan apa yang baik guna mempertahankan kesucian dan ketidak-cacatan kita. Maka anak-anak sering juga dijadikan ‘wahana’ para penjahat untuk memeras korbannya demi keuntungan mereka, misalnya anak-anak dijadikan ‘sandra’. Orang jahat memang akan memanfaatkan anak-anak untuk berbuat jahat, sebaliknya orang baik atau yang berkehendak baik pasti akan memanfaatkan atau memperlakukan anak-anak sebagai ‘wahana’ untuk semakin memuji, memuliakan, menghormati dan mengabdi Tuhan dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>“Memuji, memuliakan, menghormati dan mengabdi Tuhan” itulah tujuan manusia diciptakan dan dengan demikian menjadi panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, dan hal itu hendaknya diwujudkan dalam hidup bersama yang dijiwai oleh atau ditandai dengan saling memuji, memuliakan, menghormati dan mengabdi atau melayani. Cara hidup dan bertindak yang demikian itulah cara hidup dan cara bertindak ‘anak-anak Allah’, orang yang hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Marilah kita mohon dukungan dan doa Bunda Maria, teladan umat beriman, agar kita setia pada kehendak Allah, antara lain dengan berdevosi pada Bunda Maria, entah dengan berziarah ke tempat peziarahan Bunda Maria atau berdosa rosario. Doa rosario berisi doa-doa utama atau pokok, yaitu Aku percaya, Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan. Bukankah ketika kita menghayati isi doa-doa tersebut, tidak hanya mengumandangkan atau mendaraskan dengan mulut saja, maka kita akan bertahan dalam kekudusan dan ketidak-cacatan? Semoga ketika berdoa rosario kita sungguh menyadari dan menghayati bahwa doa-doa tersebut merupakan doa-doa orang yang ‘dipilih’ oleh Allah, dikhususkan atau dipersembahkan kepada Allah.</p>
<p><em>“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah</em>!”(Mzm 98:1-4)</p>
<p>Jakarta, 8 Desember 2009</p>
<p>referensi artikel <a href="http://www.imankatolik.or.id/Gelar%20Maria%20sebagai%20Tabut%20Perjanjian%20dan%20Dogma%20Immaculata.html">http://www.imankatolik.or.id/Gelar%20Maria%20sebagai%20Tabut%20Perjanjian%20dan%20Dogma%20Immaculata.html</a></p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=175&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/8-des-hr-sp-maria-dikandung-tanpa-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Des &#8211; Yes 35:1-10; Luk 5:17-26</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/7-des-yes-351-10-luk-517-26/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/7-des-yes-351-10-luk-517-26/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 01:04:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?” (Yes 35:1-10; Luk 5:17-26) “Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=174&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&quot;Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?”</strong></p>
<p>(Yes 35:1-10; Luk 5:17-26)</p>
<p><em>“Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: &quot;Hai saudara, dosamu sudah diampuni.&quot; Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: &quot;Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?&quot; Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: &quot;Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa&quot; &#8212; berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu &#8211;: &quot;Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!&quot; Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: &quot;Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan</em>.&quot;(Luk 5:17-26), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Dalam kisah hari ini ada tiga tokoh yang ditampilkan, yaitu: Orang Farisi dan ahli Taurat, Yesus serta seorang lumpuh. Dalam keyakinan iman masa itu siapapun yang menderita sakit berarti berdosa, dengan kata lain dosa merupakan sumber penyakit, maka kepada orang lumpuh yang mohon penyembuhan dari Yesus, Ia bersabda: “<em>Hai saudara, dosamu sudah diampuni”. </em>Orang Farisi dan ahli Taurat tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah, maka mereka berpikiran jahat dan menuduh Yesus menghojat Allah karena yang dapat mengampuni dosa hanya Allah. Orang yang tidak percaya memang pada umumnya berpikiran jahat, sedangkan mereka yang percaya akan sembuh dari aneka macam penyakit serta tidak pernah berpikiran jahat kepada orang lain melainkan memuliakan Allah melalui sesamanya dan doa-doanya. Maka baiklah di masa adven ini kita mawas diri: apakah kita seperti orang Farisi dan ahli Taurat atau orang lumpuh yang percaya dan disembuhkan. Kami mendambahkan bahwa kita adalah orang lumpuh yang mohon penyembuhan dari Allah, dan dengan demikian dengan rendah hati siap sedia untuk dinasihati, ditegor, dituntun dan diperintah orang lain, yang membantu penyembuhan kita. Marilah kita sadari kelumpuhan kita, entah dalam hati, jiwa, akal budi atau tubuh, dan kemudian dengan rendah hati mohon penyembuhan dan kasih pengampunan dari Allah maupun saudara-saudari kita.</p>
<p>· “<em>Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah”</em> (Yes 35:3). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi yang kuat dan sehat dengan ajakan untuk <em>menguatkan yang lemah lesu dan meneguhkan yang goyah. </em>Marilah kita cermati lingkungan hidup dan kerja kita: adakah yang lemah lesu dan goyah imannya sehingga kurang bergairah dalam hidup maupun kerja karena harus menghadapi banyak tantangan, masalah maupun hambatan. Mungkin mereka tidak hanya lesu dan goyah, tetapi juga frustrasi dan putus asa. Sebagai yang kuat dan sehat kita diharapkan kemanapun pergi dan dimanapun berada dapat menjadi penguat dan peneguh bagi yang lain dan dengan demikian cara hidup dan cara bertindak kita menjadi pengharapan bagi orang lain. Cara memperkuat dan meneguhkan dapat ditempuh dengan berbagai cara, tergantung dari situasi dan kondisi, maka bagi kita yang akan memperkuat dan meneguhkan diharapkan senantiasa siap sedia dan rela untuk berkorban dan boros waktu, tenaga dan dana bagi mereka yang lesu dan goyah. Memperkuat yang lesu dan meneguhkan yang goyah merupakan wujud cintakasih, dan cintakasih sejati mengandaikan adanya pemborosan waktu dan tenaga bagi yang terkasih. Marilah di masa adven ini kita saling memperkuat dan meneguhkan harapan kita masing-masing, sehingga kita sungguh dapat hidup dengan bergairah, dinamis dan ceria. Bukankah siapapun yang hidup dan berperilaku bergairah, dinamis dan ceria senantiasa menarik, memikat dan mempesona alias menjadi harapan banyak orang?</p>
<p><em>“Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit. Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya</em> “ (Mzm 85:10-13)</p>
<p>Jakarta, 7 Desember 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=174&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/07/7-des-yes-351-10-luk-517-26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>6 Des &#8211; Bar 5:1-9; Flp 1:4-6.8-11; Luk 3:1-6</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/05/6-des-bar-51-9-flp-14-6-8-11-luk-31-6/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/05/6-des-bar-51-9-flp-14-6-8-11-luk-31-6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 03:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” Mg Adven II : Bar 5:1-9; Flp 1:4-6.8-11; Luk 3:1-6 “Perhatian…perhatian….umat dimohon tenang, karena acara akan segera dimulai..!!!”, demikian suara keras dari pengeras suara di lapangan rumput untuk mengingatkan ribuan umat. Umat pun tidak tenang dan tetap gaduh omong-omong sendiri. Hal senada dapat terjadi dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=173&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&quot;Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu”<br />
</strong></p>
<p>Mg Adven II : Bar 5:1-9; Flp 1:4-6.8-11; Luk 3:1-6</p>
<p><em>“Perhatian…perhatian….umat dimohon tenang, karena acara akan segera dimulai..!!!”, </em>demikian suara keras dari pengeras suara di lapangan rumput untuk mengingatkan ribuan umat. Umat pun tidak tenang dan tetap gaduh omong-omong sendiri. Hal senada dapat terjadi dalam berbagai pertemuan, dimana protokol atau pembawa acara mengajak para hadirin tenang, tetapi hadirin tetap gaduh, omong-omong terus. Sebaliknya di suatu tempat, lapangan rumput, dimana ribuan umat hadir untuk perayaan ekaristi, yang semula gaduh, ramai, omong-omong sendiri, begitu mendengar melalui pengeras suara “<em>Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”, </em>maka ribuan umat pun hening, tak bergeming. Tanda salib yang diiringi dengan kata-kata “<em>Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus” </em> merupakan awal doa bagi umat Katolik dan juga mengiringi pembaptisan ketika pembaptis mencurahkan air di dahi terbaptis. Dengan dan melalui tanda salib sungguh terjadi perubahan alias pertobatan, maka marilah di masa adven ini kita renungkan seruan Yohanes Pembaptis, yang mengajak orang untuk bertobat dan dibaptis.</p>
<p><strong><em>&quot;Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu</em></strong>” (Luk 3:3)</p>
<p>Bertobat berarti memperbahaui diri. Saat ini kita masih dalam masa Tahun Baru Liturgy, masa Adven, dan sebentar lagi kita akan memasuki Tahun Baru 2010, maka marilah kita mawas diri apakah terjadi pembaharuan dalam diri kita masing-masing. Organ atau anggota tubuh kita kiranya diperbaharui terus menerus, demikian pula aneka macam sarana dan assesori yang terkait dengan tubuh kita, tetapi bagaimana dengan hati, jiwa dan akal budi? Pembaharuan yang diharapkan adalah pembaharuan hati, jiwa, dan akal budi, yang sangat berpengaruh dalam cara hidup dan cara bertindak kita, mengingat dan memperhatikan bahwa aneka tantangan, hambatan dan masalah telah mengaburkan atau melemahkan hati, jiwa dan akal budi kita.</p>
<p>Marilah pertama-tama kita sadari dan hayati bahwa bertambah usia dan pengalaman berarti juga bertambah dosa dan kekurangan, yang membuat hati, jiwa dan akal budi maupun tubuh kita kurang bersih. Pembaharuan dengan demikian berarti pembersihan, yang mungkin menjadi masalah adalah apakah saya tahu persis apa yang harus dibersihkan alias dosa dan kekurangan kita, tanpa bantuan orang lain. Kita butuh bantuan orang lain agar dapat mengetahui dosa dan kekurangan kita dengan tepat dan benar, sehingga pembersihan atau pembaharuan yang kita lakukan sungguh berarti dan bermakna. Maka baiklah di masa Adven ini kita saling bertemu, bercakap-cakap dan mawas diri bersama: masing-masing dengan rendah hati siap sedia menerima masukan atau informasi dari yang lain, lebih-lebih dalam hal dosa dan kekurangan.</p>
<p>“<em>Berilah dirimu dibaptis”, </em>demikan sabda Yesus. Dibaptis berarti dibersihkan, maka masing-masing dari kita hendaknya siap sedia untuk dibersihkan orang lain, sebaliknya yang membersihkan hendaknya dijiwai kasih pengampunan, sehingga tindakan pembersihan menyenangkan dan membahagiakan atau menyelamatkan. Membersihkan dijiwai kasih pengampunan berarti sebelum bertindak ada pendekatan dan percakapan bersama, karena gerakan pembersihan tanpa tanggapan positif dari yang dibersihkan akan sia-sia, pemborosan waktu dan tenaga belaka. Siap sedia dibersihkan berarti juga siap sedia untuk berkorban dan ‘sakit’ sebagai langkah pembaharuan hidup atau penyembuhan. Mengingat dan memperhatikan semakin tua atau tambah usia dan pengalaman berarti juga semakin tambah dosa dan kekurangan, maka kami berharap kepada mereka yang lebih tua dan lebih berpengalaman dapat menjadi teladan dalam hal pembersihan diri atau pembaharuan diri, misalnya: para orangtua, pendidik/guru, pejabat, atasan, senior, dst..</p>
<p>“<strong><em>Aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus</em></strong>” (Fil 1:6)</p>
<p>Siap sedia untuk dibersihkan maupun membersihkan hendaknya dihayati sebagai anugerah Tuhan atau karya Tuhan, maka marilah kita imani bahwa “<em>Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus”. </em>Maka ketika sudah memulai pekerjaan baik hendaknya setia terus menerus melakukannya. Setia berarti tidak mengurangi sedikitpun atas perbuatan baik yang telah dilakukan, syukur bertambah atau diperdalam dan disebarluaskan. Marilah kita imani atau hayati bahwa jika Tuhan memulai pasti menyelesaikan, meskipun kita harus menghadapi aneka tantangan, hambatan dan masalah, karena Tuhan maha segalanya.</p>
<p>Kita semua dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik sampai <em>pada hari Kristus Yesus, </em>artinya sampai kita dipanggil Tuhan atau meninggal dunia. “<em>Semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus</em>” (Fil 1:9-10). Semakin tambah usia dan pengalaman diharapkan semakin hidup mengasihi yang ditandai dengan melimpahnya pengetahuan dan pengertian yang benar. Dalam hidup bersama saat ini kita menghadapi aneka kepalsuan dan kebohongan, misalnya dalam hal hukum atau aturan, makanan dan minuman, aneka macam sarana-prasarana maupun organ tubuh manusia. Pemalsuan nilai juga terjadi di sekolah-sekolah dengan motivasi uang, gengsi, prestasi dst.. Memang kita menghadapi apa-apa yang baik dan buruk, dan kita dipanggil untuk <em>memilih apa yang baik </em>dan memperbaiki apa yang buruk, maka baiklah kita renungkan juga apa yang dikatakan oleh Kitab Barukh di bawah ini. .</p>
<p>“<em>Allah memerintahkan, supaya diratakanlah segala gunung yang tinggi dan segenap bukit abadi, dan supaya ditimbuslah sekalian jurang menjadi tanah yang rata</em>” (Bar 5:7). Yang dimaksudkan dengan gunung dan bukit di sini adalah apa saja yang mengganggu atau menghalangi dalam perjalanan hidup, tugas dan panggilan, entah berupa aturan, kebijakan, struktur, impian/harapan, dst.. , yang sering membuat apa yang sederhana menjadi berbelit-belit, yang mudah dipersulit. Aneka aturan, kebijakan, struktur atau strategi hendaknya memperlancar perjalanan hidup, tugas dan panggilan, maka jika ada yang mempersendat atau bahkan menutup jalan hendaknya segera diperbaiki atau ‘diratakan’. Pada saat ini sering masih banyak terjadi birokrasi yang menghambat pelayanan, bukan memperlancar pelayanan, sehingga birkrat minta dilayani bukan melayani. Sikap dan perilaku dalam meratakan atau memperbaiki adalah melayani; bukankah yang disebut pelayan pada umumnya memperlancar dan mempermudah, tidak pernah mempersulit dan berbelit-belit? Semoga para petinggi, pejabat, birokrat atau atasan dapat menjadi teladan sikap hidup dan perilaku melayani; dan marilah kita dukung dambaan para pemimpin Gereja Katolik, Para Uskup dan Paus, yang senatiasa menyatakan diri dalam doa Syukur Agung sebagai hamba yang hina dina, artinya siap sedia melayani umat Allah. Dukungan yang diharapkan tentu saja tidak cukup dengan doa-doa, tetapi juga dengan penghayatan, yaitu hidup dan bertindak saling melayani.</p>
<p><em>“TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya</em>.”(Mzm 126:3-6)</p>
<p>Jakarta, 6 Desember 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=173&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/05/6-des-bar-51-9-flp-14-6-8-11-luk-31-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Barbara, Perawan dan Martir</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/barbara-perawan-dan-martir/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/barbara-perawan-dan-martir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum oleh thomasrudy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Barbara dihormati sebagai pelindung orang-orang yang tertimpa bahaya angin taufan, dan pelindung para arsitek. Legenda tentang riwayat hidupnya baru mulai beredar pada abad ketujuh dan menjadi sangat populer sekitar abad kesembilan. Kebenaran legenda itu sulit dibuktikan, namun apa yang dibeberkan di bawah ini adalah cerita yang ditemukan di dalam buku-buku tua. Konon, Barbara hidup di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=169&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barbara dihormati sebagai pelindung orang-orang yang tertimpa bahaya angin taufan, dan pelindung para arsitek. Legenda tentang riwayat hidupnya baru mulai beredar pada abad ketujuh dan menjadi sangat populer sekitar abad kesembilan. Kebenaran legenda itu sulit dibuktikan, namun apa yang dibeberkan di bawah ini adalah cerita yang ditemukan di dalam buku-buku tua.<br />
Konon, Barbara hidup di Yunani pada awal abad ketiga, dan meninggal dunia pada tanggal 4 Desember tahun 300. Ia anak Dioscorus, seorang pedagang Romawi yang kaya raya. Apabila ayahnya mengadakan perjalanan jauh untuk urusan-urusan perdagangan, Barbara ditinggal sendiri terkunci di dalam kamarnya di atas menara rumah mereka. Pada suatu ketika ayahnya harus pergi karena sesuatu urusan bisnis: &#8220;Manisku, ayah harus pergi!&#8221; kata Dioscorus kepada Barbara. &#8220;Selama ayah pergi&#8221;, lanjutnya, &#8220;ayah akan menguncimu di loteng atas menara rumah kita, supaya kau selamat. Dalam menara itu akan ku buatkan dua buah jendela untukmu supaya kau dapat memandang keindahan laut dan bila ayah kembali, kau bisa mengetahuinya.&#8221; Ketika Dioscorus pulang, ia melihat suatu keganjilan pada menara puterinya: ada tiga jendela dan di atas pintu menara terpaku sebuah salib. Dengan teliti dan tertegun ia heran akan semuanya itu. Ia cemas. Kemudian dengan lantang ia menghardik Barbara: &#8220;Apa yang telah kau lakukan?&#8221; Dengan tenang Barbara menerangkan apa yang terjadi selama ayahnya bepergian: &#8220;Ketika ayah pergi, aku memanggil seorang imam. Ia sangat baik dan mengajariku tentang Bapa yang Mahabaik yang mengutus Putera Tunggal-Nya ke dunia ini untuk menyelamatkan kita. Tetapi Putera yang bernama Yesus itu dibunuh di kayu salib.&#8221; &#8220;Lalu??&#8221; kata ayahnya dengan gusar. Kata Barbara lebih lanjut: &#8220;Kini Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus untuk membimbing kita kepada Bapa di surga. Aku sungguh yakin dan mohon diselamatkan Tuhan Yesus. Maka imam itu membaptis aku. Untuk menghormati Tritunggal Mahakudus itu, aku menyuruh orang membuat jendela ketiga; dan supaya Yesus yang di salib itu tetap melindungi aku, maka kupasang salib di atas pintu masuk.&#8221;<br />
Ayahnya melotot! Ia geram dan tidak senang dengan perbuatan Barbara. Sebab ayah itu masih percaya kepada dewa-dewa. Dengan mata gelap, Dioscorus menyeret Barbara yang amat dicintainya itu sambil berteriak: &#8220;Ikuti aku ke pengadilan. Kau harus menyangkal kepercayaanmu yang tidak masuk akal itu!&#8221; Ketika itu Barbara baru berusia 14 tahun, sehingga hakim tidak berani berbuat apa-apa. Ayahnya bertambah berang dan menyeret Barbara untuk diserahkan kepada para algojo agar disiksa dan bisa menyangkal imannya. Namun sia-sia saja usahanya. Barbara tetap setia pada imannya. Akhirnya, ia menghunus pedangnya dan menebas leher Barbara, buah hatinya sendiri. Pada saat itu pun Dioscorus disambar petir dan mati seketika.<br />
Konon Henry Koch, pria berkebangsaan Belanda, yang hidup pada abad kelimabelas, menaruh devosi besar kepada Barbara. Ketika rumahnya terbakar, ia diselamatkan secara ajaib dari amukan api dan bertahan hidup sampai ia menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Sejak saat itu, banyak orang berdoa dengan perantaraan Santa Barbara agar bisa mati dengan damai. Barbara juga dihormati sebagai santa pelindung orang-orang yang menghadapi ajalnya dan pelindung orang-orang yang mengalami kematian mendadak.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum oleh thomasrudy <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=169&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/barbara-perawan-dan-martir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fransiskus Xaverius, Pengaku Iman</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/fransiskus-xaverius-pengaku-iman/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/fransiskus-xaverius-pengaku-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/fransiskus-xaverius-pengaku-iman/</guid>
		<description><![CDATA[Francesco de Yassu Javier lahir di istana Xavier di Navarra, bagian utara Spanyol pada tanggal 7 April 1506. Orangtuanya seorang bangsawan kaya raya. Pendidikan dasarnya berlangsung di Navarra dan kemudian dilanjutkan di Universitas Paris pada usia 19/20 tahun. Di Paris ia selalu bergaul dengan orang-orang terpelajar dan terkemuka. Salah seorang teman pergaulan dan sahabatnya ialah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=168&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Francesco de Yassu Javier lahir di istana Xavier di Navarra, bagian utara Spanyol pada tanggal 7 April 1506. Orangtuanya seorang bangsawan kaya raya. Pendidikan dasarnya berlangsung di Navarra dan kemudian dilanjutkan di Universitas Paris pada usia 19/20 tahun. Di Paris ia selalu bergaul dengan orang-orang terpelajar dan terkemuka. Salah seorang teman pergaulan dan sahabatnya ialah Ignasius Loyola. Ignasius mempunyai pengaruh besar terhadap jalan hidup Fransiskus di kemudian hari sebagai seorang misionaris besar dalam sejarah Gereja. Pertanyaan dasar yang membuka lembaran hidupnya yang baru ialah: &#8220;Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan jiwanya?&#8221; Pertanyaan ini sungguh mempengaruhi sikapnya yang mengilhami jalan hidupnya sehingga ia berani mengabdikan seluruh hidupnya sebagai seorang Abdi Allah bagi penyebaran Injil dan pembangunan Kerajaan Allah di dunia.</p>
<p>Bersama Ignasius Loyola dan lima rekannya yang lain, termasuk Petrus Faber, Fransiskus mengikrarkan kaulnya pada tanggal 15 Agustus 1534 di gereja Montmatre. Upacara pengikraran kaul ini menandai awal berdirinya Serikat Yesus yang secara resmi direstui oleh Paus Paulus III (1534-1549) pada tahun 1540. Selain kaul kemiskinan dan kemurnian hidup, mereka juga berjanji untuk membantu paus dalam usaha memberantas berbagai ajaran sesat dan menyebarluaskan iman Kristen. Fransiskus ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 24 Juni 1537. Setahun kemudian, ia berangkat ke Roma dan bersama Ignasius, ia menyelesaikan berbagai urusan yang berkaitan dengan pendirian Serikat Yesus dan misinya.</p>
<p>Pada tanggal 16 Maret 1540, Xaverius meninggalkan rekan-rekannya di Roma dan berangkat ke Portugal untuk memenuhi undangan Raja Yohanes III, yang meminta imam-imam Yesuit untuk mewartakan Injil di wilayah jajahan Portugis di India. Bersama dua rekannya dari Portugis, Fransiskus memulai perjalanan yang sulit itu pada tanggal 7 April 1541. Mereka tiba di Goa, India pada tanggal 6 Mei 1542 dan mulai berkarya di India Selatan dan Sri Langka.</p>
<p>Karyanya di Goa diberkati dengan keberhasilan yang gemilang. Dengan cara pewartaannya yang menarik dan kesalehan hidupnya, ia berhasil<em> </em>menawan hati banyak orang dan mempermandikan mereka menjadi pengikut-pengikut <a href="http://kristus.la/">Kristus. Ia</a> dengan berani membela orang-orang pribumi yang menderita karena tingkah penguasa sebangsa maupun penguasa kolonial yang korup sambil mengajari mereka ajaran-ajaran Kristen yang mengutamakan cinta kasih. Dalam sebuah suratnya kepada Ignasius pada tanggal15 Januari 1544, ia menulis: &#8220;Lenganku sering terasa sangat letih dan sakit karena membaptis begitu banyak orang dan mengajari mereka kewajiban-kewajiban iman Kristiani dalam bahasa mereka.&#8221; Pada tahun berikutnya, sekitar tanggal 27 Januari, ia mengabarkan lagi ke Roma bahwa ia sudah mempermandikan kurang-lebih 10.000 orang dalam waktu satu bulan. Diceritakannya pula tentang kecintaan mereka padanya karena perbuatan-perbuatan baik dan ajaib yang dilakukannya di tengah-tengah mereka.</p>
<p>Selama tiga tahun (1542-1545), Fransiskus Xaverius mewartakan Injil di pantai Barat India. Semua perbuatannya yang agung itu terdengar juga hingga ke Malaka. Oleh karena itu, pada musim semi tahun 1545, ia tiba di Malaka dan mewartakan Injil di sana. Selama berada di sana ia memanfaatkan waktunya untuk membina akhlak dan hidup perkawinan penduduk Malaka yang sangat merosot karena kekayaan yang <a href="http://berlimpah-ruah.la/">berlimpahruah. Ia</a> rajin berkotbah dan mengajar orang-orang yang sudah lama tidak memperhatikan kebutuhan rohaninya. Demi keberhasilan karyanya ia dengan tekun mempelajari bahasa Melayu dan menerjemahkan ajaran-ajaran Kristen dan doa-doa dalam bahasa Melayu.</p>
<p>Awal tahun 1546, ia berlayar dengan kapal dagang ke gugusan kepulauan di Indonesia bagian timur, terutama di Maluku. Ia mencatat: &#8220;Para pelaut menyita seluruh waktuku dari pagi hingga malam: terus menerus mendengarkan pengakuan dosa, mengunjungi orang sakit, memberikan sakramen-sakramen dan penghiburan rohani kepada mereka yang akan meninggal dan sering pula berkotbah. Selama masa puasa saya kerjakan itu . . . Pulau Ambon banyak penduduknya, di antaranya tujuh desa yang beragama Kristen. Begitu tiba, saya mengunjungi desa-desa itu dan memberikan Sakramen Permandian kepada anak-anak yang belum menerimanya. Kira-kira 390 mil dari situ terdapat suatu negeri, Pantai Moro namanya. Konon, di sana banyak orang Kristen yang sama sekali belum mendapatkan pelajaran agama. Saya akan pergi ke sana secepatnya. Saya menulis laporan ini supaya kamu tahu, betapa kamu dibutuhkan di sini. Memang saya sadar, bahwa kamu diperlukan di India juga, tetapi pulau-pulau ini sangat membutuhkan pertolongan yang lebih besar lagi.&#8221; Fransiskus mempermandikan kira-kira 1000 orang Ambon dan mempersiapkan kedatangan imam-imam baru. Lalu ia menuju ke Ternate pada bulan Juli 1546.</p>
<p>Setiap pagi Fransiskus berkotbah kepada saudagar-saudagar Portugis, yang seluruh pikirannya dijejali dengan urusan-urusan perdagangan rempah-rempah dan wanita. Malam hari ia mengumpulkan orang-orang berbahasa Melayu, melatih mereka baik-baik untuk mengerti dan menghafalkan doa-doa serta menyanyikan cerita-cerita Kitab Suci. Tentang hasil jerih-payahnya, ia meriulis: &#8220;Syukur kepada Allah! Di Ternate ini sudah menjadi kebiasaan, anak lelaki di jalan-jalan dan anak perempuan di rumah, para buruh di perkebunan dan nelayan-nelayan di laut, siang-malam menyanyikan lagu-lagu suci, bukan lagi nyanyian-nyanyian kotor. Mereka senang menyanyikan lagu Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, Sepuluh Perintah Allah, Perbuatan-perbuatan Belaskasih, Pengakuan Dosa Umum serta banyak lagu dan doa sejenis. Mereka itu, baik yang baru bertobat maupun yang masih kafir, menyanyi dalam bahasa mereka sendiri. Syukur kepada Allah bahwa saya dengan cepat disukai, baik oleh orang Portugis di pulau ini maupun oleh orang pribumi yang beragama Kristen dan yang bukan!&#8221; Setelah Fransiskus mengatur kedatangan pengganti-penggantinya, ia kembali ke Malaka untuk selanjutnya pergi ke Jepang.</p>
<p>Tentang rencana kerasulannya di Jepang ia menulis kepada Ignasius: &#8220;Iman kita harus diwartakan kepada orang-orang Jepang, sebab mereka mempunyai hasrat dan kerinduan yang besar untuk mendengarkan warta Injil dan menjadi Kristen.&#8221; Pada tanggal 14 Juni 1549, Fransiskus berlayar ke Jepang ditemani oleh Pater Cosmas de Torres, Bruder Juan Fernandez, Anger, seorang Jepang yang sudah bertobat dan dua orang lainnya. Mereka tiba di Kagoshima, Kyushu pada tanggal 15 Agustus 1549. Mula-mula mereka berusaha mempelajari bahasa Jepang dan menerjemahkan ajaran-ajaran Kristen ke dalam bahasa daerah setempat. Dari Kagoshima, pada bulan Agustus 1550 Fransiskus bersama kawan-kawannya berlayar ke Honshu, pulau terbesar dari gugusan kepulauan Jepang. Orang-orang Jepang menyambut baik mereka dan sangat antusias mendengarkan pewartaan Injil. Mereka tertarik sekali dengan ajaran-ajaran Kristen yang disampaikan dengan penuh rasa hormat dan keberanian.</p>
<p>Satu setengah tahun di Jepang penuh dengan kerja keras. Kecemburuan dan perlawanan dari rahib-rahib Budha sangat gencar namun semuanya dapat diatasi. Pada tahun 1552 Xaverius didesak untuk kembali ke India guna menyelesaikan masalah-masalah administratif yang timbul selama ia tidak ada. Pater Torres dan Bruder Fernandez menetap di Jepang untuk melanjutkan karya misi di sana.</p>
<p>Setelah menyelesaikan masalah-masalah Yesuit di India, Xaverius mengalihkan perhatiannya ke Tiongkok, sebuah negara besar yang pada waktu itu tertutup bagi orang-orang asing. Pada bulan April 1552, ia berlayar menuju Cina dengan sebuah kapal Portugis dan didaratkan di pulau Sanchian, di depan muara sungai Chukiang. Di sana ia menunggu jemputan perahu yang bersedia menyelundupkannya ke daratan Tiongkok. Tetapi ia tiba-tiba jatuh sakit dan dalam waktu dua minggu ia menghembuskan nafas terakhir di sebuah gubug, ditemani hanya oleh seorang pemuda Tionghoa yang telah menemani dia dari Goa. Fransiskus meninggal dunia di Sanchian pada tanggal 3 Desember 1552.</p>
<p>Fransiskus Xaverius adalah seorang sahabat bagi semua orang. Ia sangat energik dan menarik, rendah hati dan penuh pengabdian. Sebagai seorang pendekar karya misi, ia mendirikan pusat-pusat katekumenat dan sekolah-sekolah, dan berusaha mendidik imam-imam pribumi di setiap tempat yang ia kunjungi. Demi keberhasilan karyanya ia dengan tekun mempelajari bahasa daerah.</p>
<p>Pastor Ludwig, sejarawan Gereja yang terkenal, menjuluki Fransiskus Xaverius sebagai seorang &#8220;Misionaris Perintis Agama Salib&#8221; di Asia dan misionaris terbesar semenjak Santo Paulus. Dengan semangat heroiknya, ia mewartakan Injil kepada bangsa-bangsa Asia sambil tetap mengingatkan Gereja akan panggilannya untuk mewartakan Sabda Allah kepada semua bangsa. Pada tahun 1622 ia dinyatakan &#8216;kudus&#8217; oleh Paus Gregorius XV (1621-1623). Karena teladan hidupnya, Paus Pius X (1903-1914) mengangkat dia sebagai pelindung utama karya misi.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=168&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/fransiskus-xaverius-pengaku-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bibiana, Perawan dan Martir</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/bibiana-perawan-dan-martir/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/bibiana-perawan-dan-martir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum oleh thomasrudy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Bibiana berasal dari sebuah keluarga Kristen yang seluruh anggotanya mati sebagai martir. Ayahnya, Flavianus, yang berpangkat Prefek kota Roma, dipenjarakan oleh Kaisar Yulianus dan menemui ajalnya di sana pada tahun 360 karena berbagai penderitaan. Ibunya, Daprosa, mula-mula ditahan di rumah bersama kedua anaknya: Bibiana dan Demetria. Setelah beberapa lama ia pun mati dipenggal kepalanya. Tinggallah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=166&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bibiana berasal dari sebuah keluarga Kristen yang seluruh anggotanya mati sebagai martir. Ayahnya, Flavianus, yang berpangkat Prefek kota Roma, dipenjarakan oleh Kaisar Yulianus dan menemui ajalnya di sana pada tahun 360 karena berbagai penderitaan. Ibunya, Daprosa, mula-mula ditahan di rumah bersama kedua anaknya: Bibiana dan Demetria. Setelah beberapa lama ia pun mati dipenggal kepalanya. Tinggallah Bibiana bersama adiknya, Demetria. Kedua gadis tak berdosa ini dipenjarakan dalam sebuah sel yang sempit, gelap lagi kotor, dan tidak diberi makanan sedikit pun. Dengan penyiksaan itu diharapkan mereka akhirnya menyangkal imannya. Namun perhitungan penguasa itu meleset. Kedua kakak-beradik itu tetap teguh dan berani mempertahankan imannya. Oleh karena itu mereka dihadapkan sekali lagi ke depan pengadilan. Berbagai ancaman yang sangat mengerikan ditimpakan kepada mereka, namun semuanya itu sia-sia belaka di hadapan keteguhan hati kedua gadis bersaudara ini. Mereka dibawa kembali ke penjara. Tak lama kemudian Demetria meninggal dunia di dalam sel yang mengerikan itu. Sekarang tinggallah Bibiana seorang diri. Ia diserahkan kepada seorang penjahat wanita yang ditugaskan untuk merobah sikap dan pikiran Bibiana. Namun segala daya-upaya mulai dari bujuk-rayu yang lembut manis hingga penganiayaan yang kejam-bengis tidak berhasil mematahkan semangat iman Bibiana. Akhirnya ia disesah sampai mati patia tahun 363.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum oleh thomasrudy <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=166&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/bibiana-perawan-dan-martir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adrianus dan Natalia, Martir</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/adrianus-dan-natalia-martir/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/adrianus-dan-natalia-martir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum oleh thomasrudy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Suami-istri ini mati sebagai martir pada abad ke-4 di Nikomedia pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus – Licinius. Adrianus adalah seorang perwira Romawi yang bertugas di Nikomedia. Ia belum dipermandikan, namun sudah beriman kepada Yesus, sedangkan isterinya, Natalia, seorang Kristen yang saleh. Suatu ketika Adrianus diperintahkan untuk mengejar, menangkap, dan menganiaya umat Kristen. Maklumlah penguasa Romawi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=164&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suami-istri ini mati sebagai martir pada abad ke-4 di Nikomedia pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus – Licinius. Adrianus adalah seorang perwira Romawi yang bertugas di Nikomedia. Ia belum dipermandikan, namun sudah beriman kepada Yesus, sedangkan isterinya, Natalia, seorang Kristen yang saleh.</p>
<p>Suatu ketika Adrianus diperintahkan untuk mengejar, menangkap, dan menganiaya umat Kristen. Maklumlah penguasa Romawi sangat benci kepada umat Kristen karena mereka tidak mau menyembah dewa-dewa Romawi. Adrianus bingung. Ia sendiri pernah menyaksikan penganiayaan terhadap 23 orang Kristen. Hatinya tidak tahan karena ia merasa seiman dengan mereka. Terdorong oleh cintanya kepada orang-orang seiman, dengan berani ia mengatakan kepada para serdadu Romawi lainnya: &#8220;Tangkaplah dan siksalah juga aku sebab aku sendiri pun orang Kristen.&#8221; Ia rela menyerahkan diri untuk ditangkap dan digiring ke penjara. Mendengar peristiwa penangkapan Adrianus, Natalia datang ke penjara untuk menemuinya. Kepada   Adrianus, ia berkata: &#8220;Adrian, engkau diberkati Allah karena berani mengakui imanmu di hadapan orang-orang kafir. Sesungguhnya engkau telah menemukan harta kekayaan yang tidak diwariskan orangtuamu . . . &#8221; Natalia meminta dengan sangat kepada Adrianus agar menguatkan juga hati teman-temannya di penjara. Selain itu ia berusaha agar Adrianus mendapat pelajaran agama dan dibaptis di dalam penjara. Hal itu diketahui penjaga penjara, sehingga mulai saat itu ia tidak diizinkan lagi menemui suaminya di penjara. Namun ia tidak kehabisan akal: ia menyamar sebagai pemuda dan berhasil menemui Adrianus di penjara. Kepadanya ia berpesan agar berdoa untuknya bila sudah berada di surga.</p>
<p>Adrianus bersama orang-orang Kristen lainnya dijatuhi hukuman mati. Pelaksanaan hukuman mati itu disaksikan <a href="http://natalia.la/">Natalia. Ia</a> menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana anggota tubuh suaminya dicincang. Keinginannya untuk ikut serta terjun ke dalam bara api sungguh tak terbendung, ketika tubuh suaminya dilemparkan ke tengah jilatan api bersama martir-martir lainnya. Api kemudian padam karena sekonyong-konyong turun hujan lebat.  Orang-orang Kristen mengumpulkan sisa-sisa jenazahnya dan memakamkannya dekat Argyropolis, di pantai Bosporus, Turki.</p>
<p>Natalia sendiri menyimpan tangan suaminya sebagai relikui <a href="http://kudus.la/">kudus. Ia</a> tidak mau menetap di Nikomedia karena merasa terancam oleh penguasa Romawi yang <a href="http://kafir.la/">kafir. Ia</a> memutuskan untuk tinggal tidak jauh dari makam suaminya. Beberapa lama setelah berada di Argyropolis,  ia pun wafat dengan damai dan dimakamkan dekat kubur Adrianus di antara para martir lainnya. Ia dimasukkan dalam bilangan para martir karena situasi kematiannya. Adrianus adalah martir populer waktu itu dan dijadikan pelindung para <a href="http://serdadu.la/">serdadu. Ia</a> juga sering dimintai perlindungannya apabila ada wabah penyakit.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum oleh thomasrudy <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=164&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/adrianus-dan-natalia-martir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eligius, Uskup dan Pengaku Iman</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/eligius-uskup-dan-pengaku-iman/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/eligius-uskup-dan-pengaku-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Santo Eligius atau Eloi adalah seorang pandai emas dan pencetak uang logam di kota Paris pada abad yang ketujuh. Oleh raja Klotar, ia diminta membuat sebuah takhta. Tetapi dengan emas dan permata yang diserahkan raja untuk keperluan itu, Eloi berhasil menciptakan dua buah takhta yang indah sekali. Raja sangat mengagumi kejujurannya itu dan mengangkatnya menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=162&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Santo Eligius atau Eloi adalah seorang pandai emas dan pencetak uang logam di kota Paris pada abad yang ketujuh. Oleh raja Klotar, ia diminta membuat sebuah takhta. Tetapi dengan emas dan permata yang diserahkan raja untuk keperluan itu, Eloi berhasil menciptakan dua buah takhta yang indah sekali. Raja sangat mengagumi kejujurannya itu dan mengangkatnya menjadi kepala percetakan uang logam kerajaan.</p>
<p>Sejak saat itu Eloi menjadi seorang petinggi kerajaan dengan pendapatan yang lumayan pula; namun semuanya dimanfaatkan untuk menolong para tawanan dan fakir miskin. Rumahnya, bahkan meja makannya sendiri selalu dikelilingi orang-orang miskin.</p>
<p>Di samping pandai mencetak uang logam, ia juga seorang seniman. Kegemarannya ialah membuat tabut yang indah sebagai tempat penyimpanan relikui-relikui orang suci. Tabut yang pernah dikerjakannya antara lain tabut penyimpanan relikui Santo Martinus dan Santa Genoveva.</p>
<p>Eloi seorang yang saleh dan bijaksana; karena itu ia diangkat sebagai penasehat raja dan uskup-uskup. Tahun 641, ketika Uskup Noyon, Prancis meninggal dunia, ia sendiri yang dinobatkan menjadi Uskup Noyon. Di negeri Vlandria dan Zeelandia, ia berhasil membawa banyak orang kafir kepada Kristus. Selama 20 tahun ia berusaha keras memajukan Kerajaan Kristus disertai banyak mujizat sebagai peneguh kebenaran iman yang diwartakannya. Segala macam takhayul serta kepercayaan yang sia-sia dilawan dan ditentangnya. Sesudah bekerja keras memperluas Kerajaan Kristus di dunia ini, Eloi meninggal dunia pada tahun 660.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=162&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/eligius-uskup-dan-pengaku-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dionisius dan Redemptus a Cruce, Martir Indonesia</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/dionisius-dan-redemptus-a-cruce-martir-indonesia/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/dionisius-dan-redemptus-a-cruce-martir-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 16:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum oleh thomasrudy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Pierre Berthelot &#8211; demikian nama Santo Dionisius &#8211; lahir di kota Honfleur, Prancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya Berthelot dan Ibunya Fleurie Morin adalah bangsawan Prancis yang harum namanya. Semua adiknya: Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Sang ayah adalah seorang dokter dan nakoda kapal. Pierre sendiri semenjak kecil (12 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=160&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pierre Berthelot &#8211; demikian nama Santo Dionisius &#8211; lahir di kota Honfleur, Prancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya Berthelot dan Ibunya Fleurie Morin adalah bangsawan Prancis yang harum namanya. Semua adiknya: Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Sang ayah adalah seorang dokter dan nakoda kapal. Pierre sendiri semenjak kecil (12 tahun) telah mengikuti ayahnya mengarungi lautan luas; dan ketika berusia 19 tahun ia sudah menjadi seorang pelaut ulung. Selain darah pelaut, ia juga mewarisi dari ayahnya hidup keagamaan yang kuat, yang tercermin di dalam kerendahan hatinya, kekuatan imannya, kemurnian dan kesediaan berkorban. Ia kemudian memasuki dinas perusahaan dagang Prancis. Dalam rangka tugas dagang, ia berlayar sampai ke Banten, Indonesia. Tetapi kapalnya dibakar oleh saudagar-saudagar Belanda dari kongsi dagang VOC. Berkat pengalamannya mengarungi lautan, ia sangat pandai menggambar peta laut dan memberikan petunjuk jalan.</p>
<p>Pierre kemudian bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa,  India. Namun ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam. Ketika itu ia sudah berusia 35 tahun. Akan tetapi usia tidak menghalangi dorongan hatinya untuk hidup membiara. Ia diterima di biara Karmel. Namanya diubah menjadi Dionisius a Nativitate. Sekalipun ia sudah menjalani hidup membiara, namun ia masih beberapa kali menyumbangkan keahliannya kepada pemerintah, baik dengan menggambar peta maupun dengan mengangkat senjata membuyarkan blokade di Goa yang dilancarkan oleh armada Belanda (1636).</p>
<p>Di biara Karmel itulah, ia bertemu dengan Redemptus a Cruce, seorang bruder yang bertugas sebagai penjaga pintu biara dan koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak. Redemptus lahir di   Paredes, Portugal pada tahun 1598 dari sebuah keluarga tani yang miskin namun saleh dan taat agama. Orangtuanya memberinya nama Thomas Rodriguez da Cunha. Semenjak usia muda, ia masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India. Ia kemudian menarik diri dari dinas ketentaraan karena ingin menjadi biarawan untuk mengabdikan dirinya pada tugas-tugas <a href="http://keagamaan.la/">keagamaan. Ia</a> diterima sebagai bruder di biara Karmel.</p>
<p>Suatu ketika Raja Muda di Goa bermaksud mengirim utusan ke Aceh, Indonesia, yang baru saja berganti sultan dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez. Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu.</p>
<p>Pastor tentara Dionisius bersama rombongannya berangkat ke Aceh pada tanggal 25 September 1638 dengan tiga buah kapal: satu kapal dagang dan dua kapal perang. Penumpang kapal itu ialah: Don Fransisco de Sosa (seorang bangsawan Portugis), Pater Dionisius,</p>
<p>Bruder Redemptus, Don Ludovico dan Soza, dua orang Fransiskan Rekolek, seorang pribumi dan 60 orang lainnya. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah.</p>
<p>Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanya merupakan tipu muslihat saja. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk meng-katolik-kan bangsa Aceh yang sudah memeluk agama Islam. Mereka semua segera ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya. Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan beriman KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Dionisius kepada teman-temannya. Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka. Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan mulailah pembantaian massal.</p>
<p>Sepeninggal teman-temannya, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan. Dionisus berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaan itu akhirnya dikabulkan Tuhan. Dionisius menyerahkan diri kepada algojo-algojo itu. Seorang algojo &#8211; orang Kristen Malaka yang murtad &#8211; mengangkat gada dan disambarkan keras-keras mengenai kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya.</p>
<p>Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang &#8211; ke laut dan tengah hutan &#8211; senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien (&#8216;pulau buangan&#8217;). Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Martir-martir itu dibunuh pada tanggal 29 Nopember 1638. Bersama Redemptus, Dionisius digelarkan &#8216;beato&#8217; pada tahun 1900.</p>
<br />Posted in orang kudus Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum oleh thomasrudy <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=160&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/dionisius-dan-redemptus-a-cruce-martir-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Des &#8211; Yes 30:19-21.23-26; Mat 9:35-10:1.6-8</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/5-des-yes-3019-21-23-26-mat-935-101-6-8/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/5-des-yes-3019-21-23-26-mat-935-101-6-8/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 15:59:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”. (Yes 30:19-21.23-26; Mat 9:35-10:1.6-8) “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=158&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”.</strong></p>
<p>(Yes 30:19-21.23-26; Mat 9:35-10:1.6-8)</p>
<p><em>“Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: &quot;Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.&quot;Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma</em>.” (Mat 9:35-10:1.6-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Pada masa kini kiranya cukup banyak orang yang lesu, kurang gairah dalam hidup atau sakit, karena berbagai tantangan atau hambatan yang terjadi. Jumlah mereka yang lesu, sakit dan menderita kemungkinan akan bertambah banyak seiring dengan musim hujan yang menimbulkan banjir, tanah longor, dll. Ketika banjir karena hujan lebat terjadi, ada kemungkinan mereka yang tidak menjadi korban banjir ikut uring-uringan alias saling menyalahkan, yang membuat orang semakin dikuasai oleh setan. “<em>Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”, </em>demikian pesan Yesus kepada para rasul, kepada kita semua yang beriman kepadaNya, maka marilah kita renungkan atau refleksikan. Pesan ini kiranya dapat saya ‘terjemahkan’ demikian: kemanapun kita pergi atau dimanapun kita berada hendaknya menjadi pengharapan bagi alias menggairahkan orang lain: yang sakit berharap segera sembuh, yang lesu segera berubah menjadi bergairah, yang terlantar segera terrawat dan diperhatikan, dst… Kita dapat menjadi pengharapan dan menggairahkan karena dengan cuma-cuma kita berbuat baik kepada mereka sesuai dengan kemungkinan, kesempatan serta kemampuan yang ada. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang kita miliki, nikmati dan kuasai sampai saat ini juga telah kita terima sebagai anugerah Allah melalui orang yang telah berbuat baik kepada kita, maka juga boleh dikatakan sebagai yang cuma-cuma juga. Dengan kata lain kita dapat menjadi pengharapan bagi orang lain jika kita senantiasa bermurah hati alias menjual murah hatinya atau memberi perhatian kepada siapapun. Mereka yang sakit dan lesu pada umumnya diawali dengan sakit hati alias merasa kurang diperhatikan, maka dekati dan sikapi dengan hati, rendah hati serta kasih sayang.</p>
<p>· “<em>TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh</em>” (Yes 30:23-25), demikian kata-kata penghiburan Yesaya kepada saudara-saudarinya. Sebagai orang beriman, kita adalah ‘tangan-tangan Tuhan’ alias berpartisipasi dalam karya penyelamatan-Nya, sehingga cara hidup dan cara bertndak kita dimanapun dan kapanpun menjadi ‘penghiburan’ atau ‘harapan yang menggairahkan’ bagi orang lain. Maka baiklah kita mawas diri: pertama-tama apakah saya pribadi dapat menjadi penghiburan atau harapan bagi orang lain, dimana cara hidup dan cara bertindak kita sungguh menarik, memikat, memukai dan mempesona, karena saya berbudi pekerti luhur, dari diri saya terpancar keceriaan dan kegembiraan sejati sebagai penghayatan persatuan saya dengan Tuhan. Saya sendiri dalam keadaan atau situasi apapun.tetap tegar, bergairah, dinamis, tidak lesu atau tidak frustrasi. Kehadiran dan sepak terjang kita senantiasa memberdayakan, meneguhkan dan memperkuat orang lain, sebagaimana Tuhan senantiasa menghidupkan dan mengembangkan citpaan-ciptaanNya di dunia/bumi ini. Kami berharap mereka yang berpengaruh dalam kehidupan bersama dapat menjadi penghiburan dan harapan bagi sesamanya, misalnya para pemimpin, atasan, manajer, kepala bagian, dst.. , mengingat dan memperhatikan sikap mental ‘feodal’ masih subur dalam kehidupan bersama kita.</p>
<p><em>“Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu. TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai; Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi</em>.”</p>
<p>(Mzm 147:1-6)</p>
<p>Jakarta, 5 Desember 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=158&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/04/5-des-yes-3019-21-23-26-mat-935-101-6-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2 Des &#8211; Yes 25:6-10a; Mat 15:29-37</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/01/2-des-yes-256-10a-mat-1529-37/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/01/2-des-yes-256-10a-mat-1529-37/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 16:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[&#34;HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu”. (Yes 25:6-10a; Mat 15:29-37) “Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=128&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&quot;HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu”.</strong></p>
<p>(Yes 25:6-10a; Mat 15:29-37)</p>
<p><em>“Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel. Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: &quot;Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.&quot; Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: &quot;Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?&quot; Kata Yesus kepada mereka: &quot;Berapa roti ada padamu?&quot; &quot;Tujuh,&quot; jawab mereka, &quot;dan ada lagi beberapa ikan kecil.&quot; Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh</em>”(Mat 15:29-37), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· “<em>Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, hasil survei pada Maret 2009, jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 32,53 juta jiwa atau 14,15 persen dari total jumlah penduduk Indonesia….. Sementara itu, dalam survei kali ini, jumlah orang miskin tersebut diperoleh berdasarkan garis kemiskinan atau jumlah pengeluaran sebesar Rp200.262 perorang per bulan</em>” (<a href="http://www.antaranews.com/">www.antaranews.com</a>), berarti sebesar Rp.6.675,- perorang per hari. Berdasarkan data diatas ini rasanya masih cukup banyak orang Indonesia, yang kurang gizi, sehingga tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik. Maka tidak mengherankan ketika ada masalah kecil tumbuh berkembang menjadi tawuran dan permusuhan, karena keterbatasan wawasan mereka. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua, siapa saja yang berkecukupan atau kaya untuk meneladan Yesus yang “<em>HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu”</em>: marilah kita hayati motto “<em>man or woman with/for others”. </em>Marilah kita kembangkan dan perluas serta perdalam semangat solidaritas kita terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan di lingkungan hidup dan kerja kita masing-masing. Kepada mereka yang terbiasa berfoya-foya atau boros setiap hari dalam hal makan dan minum maupun menikmati aneka fasilitas kami harapkan untuk hidup sederhana, jauh dari aneka macam bentuk keserakahan. Hemat saya ketika semuanya hidup sederhana sesuai dengan tuntutan kesehatan dan kewajaran maupun fungsi, maka tidak ada lagi yang miskin dan berkekurangan, bahkan dalam kebersamaan akan terjadi kelebihan, sebagaimana terjadi dengan penggandaan roti dan ikan yang dilakukan oleh Yesus.</p>
<p>· “<em>TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.”(</em>Yes 25:6), demikian penglihatan Yesaya yang menjanjikan. Kita semua mengharapkan situasi yang digambarkan oleh Yesaya tersebut dapat menjadi nyata atau terwujud dalam kebersamaan hidup kita dimanapun dan kapanpun: hidup damai sejahtera, aman tenteram, penuh dengan kasih persaudaraan atau persahabatan sejati. Untuk mewujudkan harapan atau dambaan ini kiranya butuh kehendak dan kemauan politik dari mereka yang berkuasa menentukan kebijakan atau aturan hidup bersama: hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bagi kita warganegara Indonesia berharap sila kelima dari Pancasila, yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh Indonesia” segera menjadi nyata, tidak tinggal dalam bayangan atau impian belaka. Jika diperhatikan data statistis di atas rasanya ada kekuatan atau modal untuk mewujudkan ‘keadilan sosial bagi seluruh bangsa’, mengingat dan memperhatikan mereka yang tergolong tidak miskin lebih besar jumlahnya daripada yang miskin. Memang tantangan besar ada di hadapan kita, yaitu korupsi serta jual beli keadilan alias hukum, sebagaimana masih marak di Negara kita saat ini. Para penegak hukum dan keadilan dapat dibeli dengan uang oleh orang-orang kaya yang korup, yang gila akan harta benda/uang dan kehormatan duniawi. Maka dengan ini kami berharap kepada para penegak hukum dan keadilan untuk jujur dan disiplin dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, jangan menjadi luntur karena uang atau imbalan harta benda lainnya.</p>
<p><em>“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah</em>.”</p>
<p>(Mzm 223:1-5)</p>
<p>Jakarta, 2 Desember 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=128&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/12/01/2-des-yes-256-10a-mat-1529-37/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 Des -Yes 11:1-10; Luk 10:21-24</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/30/1-des-yes-111-10-luk-1021-24/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/30/1-des-yes-111-10-luk-1021-24/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 18:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[“Semuanya itu Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Yes 11:1-10; Luk 10:21-24) “Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: &#34;Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=127&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Semuanya itu Engkau nyatakan kepada orang kecil</strong>”</p>
<p>(Yes 11:1-10; Luk 10:21-24)</p>
<p><em>“Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: &quot;Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.&quot; Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: &quot;Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya</em>.&quot; (Luk 10:21-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta Beato Dionisius dan Beato Redemptus, biarawan dan martir Indonesia, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Para petinggi atau atasan pada umumnya merasa puas telah menerima laporan dari bawahan atau anggotanya, sebagaimana tertulis dalam laporan kegiatan/kerja, dan dengan demikian lebih melihat secara ‘umum’ daripada ‘detil’, apalagi jika petinggi atau atasan yang bersangkutan tidak pernah atau jarang ‘turba’, turun ke bawah, untuk melihat dan mencermati kenyataan yang ada. Hal yang demikian itu pernah terjadi, ada contoh konkret: seorang sarjana tehnik bangunan kalah bijak dan terampil dibandingkan dengan para pekerja alias ‘tukang batu’, yang tidak pernah lulus pendidikan dasar. “<em>Semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”, </em>demikian sabda Yesus, yang sebaiknya kita renungkan di masa adven ini. Kita dipanggil untuk memperhatikan yang kecil, entah dalam hal jabatan, kedudukan, kekayaan, usia, kepandaian, dst.., maka baiklah secara konkret saya mengajak dan mengingatkan pentingnya memperhatikan anak-anak kecil/balita dan mereka yang miskin dan berkekurangan dalam hal harta benda atau uang. Untuk memperhatikan mereka ini memang dibutuhkan keutamaan-keutamaan khusus maupun pengorbanan; keutamaan-keutamaan itu antara lain <em>sabar, lembah lembut, teliti, tekun, pemaaf, ceria dst.., </em>sedangkan pengorbanan antara lain <em>waktu, tenaga maupun harta benda/uang. </em>Ketika kita mampu memperhatikan dan melayani mereka yang kecil, miskin dan berkekurangan tersebut dengan ‘turba’, maka segala kebijakan yang kita ambil akan lebih membahagiakan dan menyelamatkan daripada hanya menerima laporan berupa kertas atau kata-kata lisan. Marilah ‘membumi’, menunduk, melihat ke bawah, agar kita siap sedia untuk menyambut Allah yang ‘membumi’, lahir sebagai manusia hina seperti kita kecuali dalam hal dosa.</p>
<p>· “<em>Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang</em>.”(Yes 11:2-3), demikian penglihatan Yesaya perihal Penyelamat Dunia yang kita songsong pesta/kenangan akan kelahiranNya. Kutipan dari Yesaya ini selayaknya menjadi bahan permenungan atau refleksi kita di masa adven ini. Apakah kita takut akan Tuhan? Bagaimana sikap kita terhadap orang lain atau sesama kita, apakah <em>menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang? </em>Sekali lagi kami ingatkan kepada para petinggi atau atasan, hendaknya <em>tidak menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan atau membuat kebijakan menurut kata orang, </em>melainkan sesuai dengan tuntutan keadilan dan kejujuran. Keadilan paling dasar adalah hormat terhadap harkat martabat manusia atau menjunjung tinggi harkat martabat/hak-hak asasi manusia, sedangkan “<em>jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” </em>(Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 17). Para petinggi atau atasan hendaknya tidak begitu saja percaya pada kata orang, tetapi lihatlah dan cermati kenyataan dengan adil dan jujur, agar dapat mengambil keputusan atau kebijakan yang menyelamatkan dan membahagiakan. Dengan kata lain para petinggi atau atasan kami harapkan dapat menjadi teladan atau contoh dalam cara hidup dan cara bertindak yang adil dan jujur dengan membumi, perhatian kepada mereka yang kecil, miskin dan berkekurangan.</p>
<p><em>“Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi .. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin</em>”</p>
<p>(Mzm 72:7-8.12-13)</p>
<p>Jakarta, 1 Desember 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=127&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/30/1-des-yes-111-10-luk-1021-24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>30 Nov &#8211; Rm 10:9-18; Mat 4:18-22</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/29/30-nov-rm-109-18-mat-418-22/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/29/30-nov-rm-109-18-mat-418-22/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 08:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kamu akan Kujadikan penjala manusia.&#8221; (Rm 10:9-18; Mat 4:18-22) &#8220;Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.&#8221;Lalu mereka pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=126&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kamu akan Kujadikan penjala manusia.&#8221;</p>
<p>(Rm 10:9-18; Mat 4:18-22)</p>
<p>&#8220;Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.&#8221;Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.(Mat 4:18-22), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Andreas, rasul, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>• Ada tiga jenis karya pelayanan pastoral utama dalam Gereja, yaitu: pendidikan, sosial dan kesehatan. &#8220;Stake-holder&#8217; atau yang menjadi subyek utama dalam ketiga pelayanan pastoral tersebut ialah manusia, namun dalam kenyataan di lapangan sering lebih diutamakan harta benda atau uang, dengan kata lain mengelola dan mengurus karya-karya pendidikan, sosial dan kesehatan dengan semangat materialistis atau bisnis. Dalam rangka mengenangkan pesta St.Andreas, rasul, ini kita diingatkan bahwa dalam berbagai pelayanan pastoral hendaknya diutamakan manusia, bukan harta benda atau uang, maka mayoritas dana atau beaya hendaknya tercurah pada kepentingan manusia, demikian juga karya-karya pelayanan tersebut dikelola dan diurus secara manusiawi. Maka hendaknya siapapun yang mempercayakan diri untuk dilayani dalam pelayanan-pelayanan pastoral tersebut diperhatikan sedemikian rupa, sehingga mereka terkesan, terharu dan terpikat pada pelayanan kita, dan dengan demikian setelah mereka menikmati pelayanan akan menjadi `tenaga marketing atau pemasaran&#8217; sukarela karya-karya pelayanan kita. Sebagai contoh: mereka yang telah belajar di sekolah yang kita kelola setelah lulus akan berceritera kepada sahabat dan kenalannya perihal pelayanan yang telah diterima dan pasti menganjurkan mereka untuk belajar di sekolah kita, para pasien yang dirawat di rumah sakit dan keluarganya setelah menerima pelayanan kesehatan yang baik akan berceritera kepada sahabat dan kenalan serta mengajak mereka jika berobat hendaknya di rumah sakit yang kita kelola, dst..Untuk itu memang rekan-rekan pegawai (guru, staf kependidikan, dokter, perawat dst..) diharapkan hidup dan bertindak dijiwai oleh Roh Kudus, sehingga cara pelanannnya dijiwai keutamaan-keutamaan &#8220;kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri&#8221; (Gal 5:22-23)</p>
<p>• &#8220;Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik&#8221; (Rm 10:15). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita, entah apapun pekerjaan atau yang kita lakukan. Kemana kita pergi atau dimana kita berada diharapkan menjadi `kabar baik&#8217; dan menjadikan lingkungan hidup yang kita datangi atau dimana kita berada semakin baik, damai sejahtera, menarik dan memikat banyak orang. Memang untuk itu berarti masing-masing dari kita harus baik, menarik, memikat dan mempesona, bukan karena kecantikan atau ketampanan, bukan karena pakaian dan assosori yang kita kenakan, melainkan karena kita sungguh berbudi pekerti luhur, yang antara memiliki ciri-ciri: &#8220;bekerja keras, berani memikul resiko, berdisiplin, beriman, berhati lembut, berinisiatif, berpikir matang, berpikiran jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bersikap konstruktif, bersyukur, bertanggung jawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdik, cermat, dinamis, efisien, gigih, hemat, jujur, berkemauan keras, kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, mawas diri, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai waktu, pemaaf, pemurah, pengabdian, pengendalian diri, produktif, rajin, ramah tamah, rasa kasih sayang, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, setia, sikap adil, sikap hormat, sikap tertib, sopan santun, sportif, susila, tangguh, tegas, tekun, tetap janji, terbuka dan ulet &#8221; (Prof.Dr.Sedyawati: Pedoman Penananam Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka, Jakarta 1997).Maka dengan ini kami mendambakan agar anak-anak sedini mungkin didalam keluarga dibina dan dibiasakan dalam hal ciri-ciri budi pekerti luhur tersebut dan tentu saja dengan teladan konkret orangtua; demikian juga di sekolah-sekolah hendaknya ciri-ciri budi pekerti luhur di atas menjadi perhatian utama.</p>
<p>&#8220;Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari&#8221;(Mzm 19:2-5)</p>
<p>Jakarta, 30 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=126&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/29/30-nov-rm-109-18-mat-418-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>29 Nov &#8211; Yes 33:14-16; 1Tes 3:12-4:2; Luk 21:25-28.34-36</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/28/29-nov-yes-3314-16-1tes-312-42-luk-2125-28-34-36/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/28/29-nov-yes-3314-16-1tes-312-42-luk-2125-28-34-36/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 15:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi” MG ADVEN I : Yes 33:14-16; 1Tes 3:12-4:2; Luk 21:25-28.34-36 Para pelajar atau mahasiswa-mahasiswi yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan umum atau ujian pada umumnya ditandai dengan keprihatinan dalam hidupnya, antara lain rajin belajar dan mengurangi untuk bersenang-senang seperti nonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=125&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&quot;Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi</strong>”</p>
<p>MG ADVEN I : Yes 33:14-16; 1Tes 3:12-4:2; Luk 21:25-28.34-36</p>
<p>Para pelajar atau mahasiswa-mahasiswi yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan umum atau ujian pada umumnya ditandai dengan keprihatinan dalam hidupnya, antara lain rajin belajar dan mengurangi untuk bersenang-senang seperti nonton atau bepergian. Hal tersebut dilakukan dengan harapan dapat sukses dalam ulangan atau ujian, dan dengan demikian ulangan atau ujian membuahkan kegembiraan atau kebahagiaan. Hari ini kita memasuki Tahun Baru Liturgy, masa adven, waktu untuk mempersiapkan diri menyambut Kelahiran Penyelamat Dunia, Hari Raya Natal. Warna pakaian liturgy adalah ungu, symbol keprihatinan, maka selama masa adven kita juga dipanggil untuk ‘berprihatin’, yang antara lain ditandai dengan bentuk matiraga sesuai dengan panggilan, tugas pengutusan dan lingkungan hidup kita masing-masing.</p>
<p>&quot;<strong><em>Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat</em></strong>” (Luk 21:34)</p>
<p>Dalam kutipan Injil Lukas di atas ini yang dimaksudkan dengan ‘hari Tuhan’ kiranya adalah kematian kita, saat kita dipanggil Tuhan, dimana Tuhan mendatangi kita secara pribadi dan memanggil kita untuk hidup mulia kembali di sorga untuk selama-lamanya. Adven berasal dari bahasa Latin “<em>advenio /adveniare” </em> yang antara lain berarti <em>mendekati, </em>dan menjadi kata sifat ‘<em>adventus’ </em>yang berarti <em>hal mendekati. </em>Kita memasuki masa adven berarti memasuki kegiatan atau gerakan dalam mendekati atau menyongsong kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia. Sebagaimana seorang ibu atau bapak menyongsong kelahiran anaknya senantiasa dijiwai oleh harapan dan matiraga tertentu, maka pada masa adven ini kita juga diajak mawas diri perihal keutamaan harapan dan matiraga.</p>
<p>Ada tiga keutamaan utama, yaitu ‘iman, harapan dan cinta’. Apa isi harapan? Baiklah saya kutipan surat Petrus untuk mawas diri perihal harapan sbb.: <em>“Kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang</em>.” (2Pet 1:5-7). Isi dari harapan tidak lain adalah <em>kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan. </em>Maka marilah di masa adven kita mawas diri perihal keutamaan-keutamaan yang menjadi isi dari harapan tersebut:</p>
<p>· <em>Kebajikan</em>: selama masa adven kita dipanggil untuk berbuat baik atau melakukan apa yang baik sebanyak mungkin kepada saudara-saudari kita, dan tentu saja.pertama-tama kepada mereka yang setiap hari hidup dan bekerja bersama dengan kita. Di perjalanan, entah ketika sedang berjalan kaki atau sebagai penumpang atau pengendara/pengemudi juga ada banyak kesempatan untuk berbuat baik, misalnya memberi kesempatan orang cacat, tua, lemah untuk duduk, menghormati kendaraan yang lebih kecil, memberi kesempatan orang lain untuk lewat lebih dahulu, dst…</p>
<p>· <em>Pengetahuan</em>: berbuat baik pada masa kini mungkin butuh pengetahuan, agar tindakan baik yang dilakukan efisien, efektif dan afektif. Dengan kata lain di masa adven ini kita dipanggil untuk menghayati dan meningkatkan sikap mental ‘belajar’ alias mencari tahu sebanyak mungkin dalam berbagai hal dengan berbagai cara yang dimungkinkan. Berbagai perkembangan dan pertumbuhan yang sedang dan akan terus berlangsung menuntut kita semua untuk belajar terus menerus. Orang yang terus menerus belajar akhirnya pasti akan menyadari dan mengakui diri sebagai yang terbatas, tak mungkin mengetahui semuanya, dengan kata lain ia akan sampai pada keutamaan penguasaan diri.</p>
<p>· <em>Penguasaan diri</em>: menguasai diri rasanya tidak mudah, karena orang pertama-tama harus mampu mengenal diri sendiri sebaik dan seoptimal mungkin. Orang yang dapat menguasai diri akan mampu menempatkan diri atau memfungsikan diri dalam kehidupan bersama yang terus tumbuh berkembang saat ini. Ketika orang dapat menguasai diri, maka tindakan terhadap orang lain adalah melayani bukan menguasai, dan ketika orang setia melayani orang lain lahirlah ketekunan.</p>
<p>· <em>Ketekunan</em>: “<em>Tekun adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan kesungguhan yang penuh daya tahan dan terus menerus serta tetap semangat dalam melakukan sesuatu” </em>(Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka Jakarta 1997, hal 27). Penuh daya tahan dan bersemangat itulah yang menjadi panggilan kita dalam menghadapi aneka tantangan dan hambatan serta masalah, dengan kata lain orang tetap bergairah dalam berbagai masalah dan kesempatan. Buah dari ketekunan terus menerus tidak lain adalah kesalehan. .</p>
<p>· <em>Kesalehan. </em>Kesalehan dalam bahasa Jawa ‘sumeleh’ berarti pasrah diri pada Yang Ilahi, tentu saja tidak berarti pasif melainkan aktif dan proaktif, karena Yang Ilahi atau Tuhan juga aktif dan proaktif terus-menerus. Mempersembahkan diri kepada Tuhan berarti mengikuti kehendak dan perintah Tuhan, dan kehendak atau perintahNya yang utama dan pertama adalah “saling mengasihi”.</p>
<p>Untuk mengusahakan keutamaan-keutamaan, isi harapan, di atas kiranya butuh matiraga atau lakutapa, maka hendaknya di masa adven juga mawas diri perihal matiraga atau lakutapa.</p>
<p><strong>“<em>Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya</em></strong>”(1Tes 3:12-13).</p>
<p>Penyelamat Dunia yang kita songsong kelahiran atau kedatanganNya adalah Penyelamat bagi semua orang, maka baiklah kita siapkan dengan mawas diri perihal panggilan kita, sebagaimana diingatkan Paulus kepada umat Tesalonika :”<em>bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang tehadap yang lain dan terhadap semua orang”. </em> Jika kita dapat mawas diri dengan baik dan benar, kiranya kita akan mampu menyadari dan menghayati diri sebagai ‘yang terkasih’ artinya sampai saat ini telah menerima kasih berkelimpahan dari Allah melalui sesama atau saudara-saudari kita. Jika masing-masing dari kita dapat menghayati diri sebagai ‘yang terkasih’, maka panggilan untuk saling mengasihi dengan semua orang mudah sekali, karena bertemu dengan siapapun berarti ‘yang terkasih bertemu dengan yang terkasih’ dan dengan demikian saling mengasihi..</p>
<p>Saling mengasihi ini hemat saya perlu dihayati pertama-tama dan terutama dengan mereka yang setiap hari hidup dan bekerja dengan kita: segenap anggota keluarga, rekan belajar atau rekan bekerja. Ketika kita dengan mereka yang dekat dengan kita dapat saling mengasihi satu sama lain dengan baik, maka dengan mudah kita mengasihi orang lain, sebaliknya jika dengan mereka yang dekat kita tak mampu saling mengasihi, maka mengasihi yang lain berarti melarikan diri dari tanggungjawab alias pengecut. Para bapak-ibu atau suami-isteri kami dambakan dapat menjadi teladan dalam saling mengasihi bagi anak-anaknya serta keluarga besar. Akhir kata marilah kita renungkan seruan Yesaya ini: <em>“Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan, dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin</em>”(Yes 33:15-16)</p>
<p>.</p>
<p><em>&quot;Siapakah itu Raja Kemuliaan?&quot; &quot;TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!&quot; Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! &quot;Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?&quot; &quot;TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan</em>!”(Mzm 24:8-10)</p>
<p>Jakarta, 29 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=125&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/28/29-nov-yes-3314-16-1tes-312-42-luk-2125-28-34-36/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>28 Nov &#8211; Dan 7:15-27; Luk 21:34-36</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/27/28-nov-dan-715-27-luk-2134-36/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/27/28-nov-dan-715-27-luk-2134-36/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 09:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[“Berjagalah senantiasa sambil berdoa supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu” (Dan 7:15-27; Luk 21:34-36) &#34;Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=124&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“<strong>Berjagalah senantiasa sambil berdoa supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu”</strong></p>
<p>(Dan 7:15-27; Luk 21:34-36)</p>
<p><em>&quot;Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia</em>.&quot; (Luk 21:34-36), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Hari ini adalah hari terakhir tahun Liturgy dan kepada kita diberi pesan atau nasehat <em>“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu,”. </em>Apa yang akan terjadi kiranya kita tidak tahu, meskipun sedikit banyak dapat meramalkan. Di musim penghujan ini mungkin akan terjadi banjir bandang dan tanah longsor; kita di Indonesia juga masih dalam ancaman bencana alam gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi, dan sewaktu-waktu atau setiap saat masing-masing dari kita dapat dipanggil Tuhan atau meninggal dunia. Maka mungkin yang baik bagi kita semua adalah berjaga-jaga sewaktu-waktu dipanggil Tuhan atau meninggal dunia alias mati. Bentuk berjaga-jaga yang baik tidak lain adalah senantiasa hidup baik dan berbudi pekerti luhur, yang memang perlu disertai atau didukung oleh hidup doa. Dengan kata lain setiap hari kita senantiasa bersama dan bersatu dengan Tuhan dalam situasi dan kondisi apapun, kapanpun dan dimanapun atau kita senantiasa menemukan Tuhan dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Tuhan. Apa yang akan terjadi memang 100% karena Tuhan dan 100% karena manusia, maka kita, manusia, akan terluput dari malapetaka jika sepenuhnya mempersembahkan diri kepada Tuhan. Sedikit perihal doa: ada orang berdoa dengan kalimat panjang dan bertele-tele serta suara keras, ada orang berdoa dengan gerakan tubuh dan mimik wajah sedemikian rupa sehingga nampak khusuk berdoa, dst.. Yang utama dalam doa adalah hati yang terarah sepenuhnya kepada Tuhan, kepada Yang Ilahi, sehingga hati sungguh dikuasai dan dijiwai oleh Tuhan. Maka berdoa dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, tidak terikat oleh ruang dan waktu.</p>
<p>· “<em>Pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka</em>”(Dan 7:27). Orang-orang kudus atau suci adalah orang-orang yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, Yang Ilahi, sehingga hati, jiwa, akal budi dan tubuh dikuasai dan dirajai oleh Tuhan, hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Secara konrkret orang kudus pada umumnya dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya dimanapun dan kapanpun, karena ia sendiri senantiasa juga mengasihi siapapun dan dimanapun. Yang utama dalam kehidupan adalah kasih: masing-masing dari kita ada dan diadakan dalam dan oleh kasih, dapat tumbuh-berkembang sampai seperti saat ini hanya karena kasih, maka siapapun yang disapa dan diperlakukan dalam dan dengan kasih pasti akan patuh atau takluk. Binatang buas pun ketika didekati dan diperlakukan dalam dan oleh kasih juga akan patuh dan takluk alias menjadi sahabat. Tanaman dapat tumbuh berkembang dengan baik dan menghasilkan buah juga karena kasih. Maka baiklah di akhir tahun Liturgy ini kita mawas diri: apakah kita semua tetap setia hidup saling mengasihi. <em>“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”</em>(1Kor 12:4-7), demikian kata Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua. Marilah kita sikapi dan perlakukan aneka tatanan dan aturan hidup dalam dan oleh kasih, demi keselamatan dan kebahagiaan bersama atau umum.</p>
<p>.</p>
<p><em>“Pujilah Tuhan, hai anak-anak manusia, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai Israel, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai para imam Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai para hamba Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai roh dan jiwa orang-orang benar, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai semua yang mursid dan rendah hati, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya</em>” (Dan 3:82-87)</p>
<p>Jakarta, 28 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=124&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/27/28-nov-dan-715-27-luk-2134-36/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>27 Nov &#8211; Dan 7:2-14; Luk 21:29-33</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/26/27-nov-dan-72-14-luk-2129-33/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/26/27-nov-dan-72-14-luk-2129-33/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[“Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.” (Dan 7:2-14; Luk 21:29-33) “Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: &#8220;Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=123&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.”</strong></p>
<p>(Dan 7:2-14; Luk 21:29-33)</p>
<p><em>“Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: &#8220;Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu</em>.”(Luk 21:29-33), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Kitab Suci ditulis dan mulai digunakan ratusan atau ribuan tahun yang lalu, namun sampai kini masih tetap fungsional dan <em>up to date. </em>Mungkin Kitab Suci terbakar atau hanyut kena air bah/banjir, tetapi isi tetap hidup dalam diri manusia dan mungkin juga diturunkan atau diteruskan pada anak cucu atau keturunannya. “<em>Langit dan bumu akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu”, </em>demikian sabda Yesus. Di hari-hari terakhir tahun Liturgy ini kita memang diajak mawas diri: apakah aneka macam nasehat atau ajaran baik yang telah kita terima melalui orangtua, guru/pendidik, saudara atau sahabat, masih hidup serta menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita. Secara organisatoris kita diharapkan mawas diri: apakah spiritualitas/charisma atau visi pendiri organisasi atau paguyuban masih menjiwai cara hidup dan cara bertindak anggota, apakah para anggota semakin menghayati spiritualitas/charisma atau visi? Sebagai suami-isteri, apakah kita semakin saling mengasihi dan memberikan diri, sebagai pekerja apakah semakin terampil bekerja, sebagai pelajar apakah semakin terampil belajar. Bercermin pada sabda hari ini kami juga mengingatkan pada orangtua: hendaknya mewariskan kepada anak-anak nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan hidup, bukan harta benda atau uang, antara lain mengutamakan pendidikan anak-anak daripada kepentingan lainnya, mengutamakan ‘<em>human investment daripada material investment’. </em>Demikian juga kepada para penentu kebijakan hidup bersama, lebih-lebih dalam hal tenaga dan dana, kami harapkan mengalokasikan tenaga dan dana yang memadai untuk pelayanan atau karya pendidikan. Selanjutnya karya pendidikan juga diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi kemerosotan moral separti korupsi, manipulasi alias ‘menyontek’; utamakan pendidikan budi pekerti atau nilai dalam karya pendidikan atau di sekolah-sekolah.</p>
<p>· “<em>Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah</em>” (Dan 7:14), demikian kutipan kata-kata Daniel dari penglihatannya. Apa yang dilihat oleh Daniel ini baik menjadi permenungan atau refleksi bagi para orangtua, pendidik./guru atau pemimpin. Berikan kepada anak-anak, peserta didik atau anggota dan rakyat apa yang tidak mudah hancur atau lenyap, yaitu nilai-nilai kehidupan atau ciri-ciri yang menjadi sifat budi pekerti luhur, yaitu : <em>“<strong> bekerja keras, berani memikul resiko, berdisiplin, beriman, berhati lembut, berinisiatif, berpikir matang, berpikiran jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bersikap konstruktif, bersyukur, bertanggung jawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdik, cermat, dinamis, efisien, gigih, hemat, jujur, berkemauan keras, kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, mawas diri, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai waktu, pemaaf, pemurah, pengabdian, pengendalian diri, produktif, rajin, ramah tamah, rasa kasih sayang, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, setia, sikap adil, sikap hormat, sikap tertib, sopan santun, sportif, susila, tangguh, tegas, tekun, tetap janji, terbuka dan ulet “ </strong></em>(Prof.Dr.Sedyawati: Pedoman Penananam Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka, Jakarta 1997). Tentu saja sebagai pemberi (orangtua, pendidik, pemimpin) telah menghayati nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan tersebut. Anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dididik dan dibinakan nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan tersebut dengan teladan konkret dari orangtua atau bapak-ibu. Bagi kita semua: marilah kita mawas diri, apakah kita juga tumbuh-berkembang dalam penghayatan nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan tesebut di atas.</p>
<p><em>“Biarlah bumi memuji Tuhan, nyanyikan dan meninggikan Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai gunung-gemunung, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala tumbuhan di bumi, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segenap mata air dan bukit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai lautan dan sungai, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai raksasa lautan dan segala apa yang bergerak di dalam air, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya</em>” (Dan 3:74-79)</p>
<p>Jakarta, 27 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=123&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/26/27-nov-dan-72-14-luk-2129-33/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>26 Nov &#8211; Dan 6:12-28; Luk 21:20-28</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/25/26-nov-dan-612-28-luk-2120-28/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/25/26-nov-dan-612-28-luk-2120-28/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 11:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/25/26-nov-dan-612-28-luk-2120-28/</guid>
		<description><![CDATA[“Bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Dan 6:12-28; Luk 21:20-28) &#34;Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=122&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat.”</strong></p>
<p>(Dan 6:12-28; Luk 21:20-28)</p>
<p><em>&quot;Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.&quot; &quot;Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat</em>.”(Luk 21:20-28), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Ketika terjadi musibah, bencana alam atau aneka kecelakaan sering orang termotivasi untuk mengarahkan diri pada Yang Ilahi, sambil bertanya-tanya dalam hati: apa yang sebenarnya menjadi kehendak Tuhan atau Yang Ilahi? “<em>Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat”, </em>demikian jawaban atau tanggapan Yesus. Dengan kata lain kita diingatkan dan diajak untuk semakin mempersembahkan diri kepada Tuhan. Maka baiklah kita lihat dan sikapi aneka peristiwa yang membawa celaka atau sengsara sebagai peringatan Tuhan perihal cara hidup dan cara bertindak kita yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Berbagai musibah atau kecelakaan hemat saya karena kelalaian atau kesambalewaan manusia dalam melaksanakan tugas pengutusan atau kewajibannya, dengan kata lain karena ‘<em>human error’. </em>Ingat motto ‘<em>the man behind the gun’</em> , segala sesuatu yang terjadi di dunia ini karena perilaku manusia. Banjir bandang dan kebakaran hutan karena keserakahan manusia mengeruk dan menguras alam ciptaan Tuhan, kecelakaan aneka jenis kendaraan, yang sering dikatakan karena mesin, hemat saya juga karena ketidak-cermatan atau kecerobohan manusia., dst. Di zaman yang ditandai oleh kemajuan sarana teknologi pada masa kini rasanya cukup banyak orang menjadi korban teknologi; dengan kata lain ada usaha manusia menghancurkan sesamanya. Berbagai produk teknologi, misalnya aneka jenis sabun, wewangian, dst.. juga mengancam hidup manusia. Sabda Yesus di atas kiranya mengajak kita semua untuk kembali ke alam, back to basic, misalnya dalam hal makan dan minum hendaknya apa yang sehat yang disantap, bukan apa yang enak, tidak serakah mengeruk dan menguras alam.</p>
<p>· <em>&quot;Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?”(</em>Dan 6:21), demikian kata orang yang melemparkan Daniel ke gua singa-singa. Daniel akhirnya memang selamat, singa-singa tidak berbuat apa-apa kepadanya, bahkan bersahabat. Kebuasan singa dapat dikalahkan oleh kesucian Daniel. Apa yang terjadi dalam diri Daniel ini kiranya merupakan suatu pelajaran menarik bagi kita semua orang beriman. Bersama dan bersatu dengan Tuhan alias hidup suci akan mampu mengalahkan dan mengatasi aneka rayuan dan godaan setan, yang merajalela di sana-sini. Maka mungkin anda harus menghadapi pribadi-pribadi yang nampak seram, angker dan menakutkan, hendaknya dihadapi bersama dan dalam Tuhan alias dengan rendah hati dan lemah lembut serta sabar. Ingat motto bahwa “orang sabar disayang Tuhan’, dan hayati motto ini dalam hidup sehari-hari. Kita boleh belajar dari para pawing binatang buas juga: binatang buas didekati dengan dan dalam kasih akhirnya menjadi sahabat. Apakah manusia kalah dengan binatang? Binatang saja dapat diajak bersahabat, apalagi manusia. Pada hari-hari terakhir tahun Liturgy ini kita diajak mawas diri: sejauh mana kita sungguh bersahabat dengan sesama manusia serta lingkungan hidup kita serta ciptaan-ciptaan Tuhan lainnya di bumi ini? Semuanya diciptakan oleh Tuhan baik adanya, maka ketika ada yang tidak baik berarti ada perilaku manusia yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan alias berdosa.</p>
<p><em>“Pujilah Tuhan, hai embun dan salju yang membadai, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai es dan kedinginan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai siang dan malam, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan-kemawan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Biarlah bumi memuji Tuhan, nyanyikan dan meninggikan Dia selama-lamanya</em>” (Dan 3:68-74)</p>
<p>Jakarta, 26 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=122&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/25/26-nov-dan-612-28-luk-2120-28/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>25 Nov &#8211; Dan 5:1-6.13-14. 16-17.23- 28; Luk 21:12-19</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/24/25-nov-dan-51-6-13-14-16-17-23-28-luk-2112-19/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/24/25-nov-dan-51-6-13-14-16-17-23-28-luk-2112-19/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:13:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/24/25-nov-dan-51-6-13-14-16-17-23-28-luk-2112-19/</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Kalau kamu tetap bertahan kamu akan memperoleh hidupmu&#34; (Dan 5:1-6.13-14. 16-17.23- 28; Luk 21:12-19) &#34;Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=121&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&quot;Kalau kamu tetap bertahan kamu akan memperoleh hidupmu&quot;</p>
<p>(Dan 5:1-6.13-14. 16-17.23- 28; Luk 21:12-19)</p>
<p>&quot;Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.&quot; (Luk 21:12-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>• Berbagai bentuk penganiayaan, kesulitan dan tantangan pada umumnya memotivasi orang menjadi takut dan minder, bahkan ada yang berusaha untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena frustrasi. Hal yang sama juga sering terjadi pada saat-saat terakhir, entah saat-saat terakhir masa jabatan atau hidup, orang sering gelisah dan takut. Setia pada iman, panggilan dan tugas pengutusan memang tidak akan terlepas dari aneka tantangan, hambatan dan masalah yang memang dapat mengkerdilkan dan membuat kita putus asa. Sabda hari ini mengajak dan mengingatkan kita untuk tetap bertahan dalam kebenaran, panggilan maupun tugas pengutusan. Dalam menghadapi tantangan, hambatan dan masalah kita diharapkan sabar, rendah hati dan lemah lembut, tidak tergesa-gesa menanggapi saat itu juga, melainkan hendaknya semuanya itu dibawa ke dalam doa atau kontemplasi. Persembahkan semuanya kepada Tuhan sambil mohon petunjuk dan tuntunan apa yang harus dilakukan dalam menghadapi tantangan, hambatan dan masalah. Dalam dan bersama dengan Tuhan kita pasti akan menemukan cara-cara yang tepat dan memadai dalam menghadapi tantangan, masalah dan hambatan. Kita `dengarkan&#8217; dengan baik tantangan, masalah dan hambatan yang ada, dan kemudian kita `lihat&#8217; dalam terang iman atau Tuhan, agar kita dapat menemukan kehendak Tuhan dalam masalah, tantangan dan hambatan tersebut. Sekali lagi kami ingatkan bahwa tantangan, hambatan dan masalah yang lahir dari kesetiaan pada panggilan dan tugas pengutusan merupakan wahana kebahagiaan, keselamatan dan damai sejahtera sejati, maka tetap bertahanlah. Memang hendaknya tidak terlalu banyak berkata-kata dalam menghadapi masalah, tantangan atau hambatan, agar masalah, tantangan dan hambatan tidak semakin besar, berkobar-kobar.</p>
<p>• &quot;Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku&quot;(Dan 5:17), demikian kata Daniel kepada raja yang meminta menjelaskan makna suatu tulisan serta menjanjikan hadiah. Raja percaya bahwa dalam diri Daniel &quot;terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa&quot;. Sebagai orang beriman kita semua diharapkan juga memiliki &quot;kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa&quot;, maka marilah dengan rendah hati dan bantuan rahmat Tuhan kita bersama-sama mengusahakannya. Salah satu cara untuk mengusahakan antara lain senantiasa berusaha hidup baik, berbudi pekerti luhur, tidak pernah menyakiti atau melukai dan melecehkan yang lain, dan tentu saja tidak melupakan hidup doa harian yang menjadi kebutuhan atau kewajiban orang beriman. Salah satu bentuk doa yang mendukung hal itu adalah `pemeriksaan batin&#8217;, maka hendaknya kita setia mengadakan pemeriksaan batin setiap hari agar menjadi terampil dalam hal pembedaan roh atau `spiritual discernment&#8217; . Pada masa kini kiranya orang yang terampil dalam pembedaan roh sungguh sangat dibutuhkan. Kasus yang ramai menjadi perbincangan di masyarakat seperti hubungan POLRI dan KPK rasanya sarat dengan manipulasi atau permainan sandiwara, apalagi ketika hanya mendasarkan para rumusan hukum tertulis, yang serba terbatas. Apa yang tertulis dalam hukumpun harus dibaca dan disikapi dengan jernih, akal budi dan hikmat yang sehat: bukankah cintakasih menjadi dasar pembuatan hukum serta sasaran pelaksanaan hukum? Dalam dan dengan cintakasih sejati orang akan dapat membaca dan menafsirkan serta memberlakukan aneka aturan dan tatanan hidup demi kepentingan umum atau kesejahteraan umum. Sebaliknya orang yang telah menikmati `uang sogokan atau pelicin&#8217; pada umumnya dengan sombong menyatakan bahwa apa yang diusahakan sesuai dengan hukum, padahal kurang tepat penerapan hukum yang ia lakukan.</p>
<p>&quot;Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala bintang di langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala hujan dan embun, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala angin, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai api dan panas terik, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai kedinginan dan pembekuan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya&quot; (Dan 3:62-67)</p>
<p>Jakarta, 25 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=121&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/24/25-nov-dan-51-6-13-14-16-17-23-28-luk-2112-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>24 Nov &#8211; Dan 2:31-45; Luk 21:5-11</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/23/24-nov-dan-231-45-luk-215-11/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/23/24-nov-dan-231-45-luk-215-11/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 09:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/23/24-nov-dan-231-45-luk-215-11/</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan” (Dan 2:31-45; Luk 21:5-11) “Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:&#34;Apa yang kamu lihat di situ &#8212; akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=120&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&quot;Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan”</strong></p>
<p>(Dan 2:31-45; Luk 21:5-11)</p>
<p><em>“Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:&quot;Apa yang kamu lihat di situ &#8212; akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.&quot; Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: &quot;Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?&quot; Jawab-Nya: &quot;Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.&quot; Ia berkata kepada mereka: &quot;Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit</em>.”(Luk 21:5-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Andreas Dung Lac, imam dan kawan-kawan, para martir Vietnam, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Pada hari-hari terakhir tahun Liturgy ini kepada kita dihadapkan bacaan-bacaan yang mengerikan, sebagaimana diwartakan hari ini: ada gejala atau peristiwa dahsyat baik di bumi maupun di langit, peristiwa-peristiwa yang menghancurkan dan memecah belah kehidupan bersama maupun lingkungan hidup. Jika mencermati peristiwa yang demikian itu orangpun bertanya-tanya: “<em>apakah ini tanda-tanda akhir xaman atau kiamat, apa dosa manusia sehingga terjadi musibah dan bencana alam bertubi-tubi”. </em>“<em>Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan”, </em>demikian sabda Yesus menanggapi pertanyaan perihal akan terjadinya peristiwa dahsyat yang akan menghancurkan bumi seisinya. Bumi seisinya termasuk manusia memang akan hancur dan musnah, namun jiwa akan abadi dan tak akan mati, maka marilah di hari-hari terakhir tahun Liturgy ini kita mawas diri perihal keselamatan jiwa. Keselamatan jiwa hendaknya menjadi tolok ukur atau barometer keberhasilan aneka kegiatan, usaha atau pelayanan. Apakah dalam aneka kegiatan, usaha dan pelayanan yang telah kita lakukan jiwa kita senidiri semakin selamat serta semakin banyak jiwa diselamatkan? Martir adalah orang yang rela mengorbankan tubuhnya demi keselamatan jiwa. Menghayati jiwa kemartiran masa kini berarti lebih memperhatikan manusia daripada harta benda, aneka jabatan, kedudukan dst, lebih memperhatikan jiwa daripada tubuh. Jika hal itu diaplikasikan dalam bidang pendidikan, entah formal maupun informal, berarti lebih memperhatikan dan mengutamakan budi pekerti atau nilai-nilai kehidupan dari nilai mata pelajaran, lebih mengusahakan kesucian daripada kepandaian.</p>
<p>· “<em>Pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai</em>.”(Dan 2:44-45). Kerajaan Allah memang akan <em>“tetap untuk selama-lamanya’</em>, maka jika kita beriman kepada Kerajaan Allah atau Allah yang meraja kitapun juga akan hidup selama-lamanya, artinya setelah meninggal dunia akan hidup mulia di sorga bersama Allah Pencipta untuk selama-lamanya. Yang penting dan tak boleh dilupakan selama masih hidup di dunia ini adalah apakah kita senantiasa dikuasai atau dirajai oleh Allah, sebagai yang beriman pada Yesus Kristus apakah saya menghayati sabda dan ajaranNya serta meneladan cara hidup dan cara bertindakNya? Dengan kata lain apakah kita tetap setia pada janji-janji atau kaul yang pernah kita ikrarkan, tidak pernah menyeleweng atau berselingkuh? Tantangan untuk setia pada panggilan dan tugas pengutusan memang banyak dan berat, dan hanya bersama dan bersatu dengan Allah kita akan mampu mengatasi atau menghadapi tantangan-tantangan yang menghadang di perjalanan hidup kita. Dengan kata lain dengan tetap berbudi pekerti luhur dan hidup baik, kita tak akan tergoyahkan oleh aneka rayuan setan atau pergolakan-pergolakan kehidupan.</p>
<p><em>“Pujilah Tuhan, hai segala buatan Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala malaekat Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segenap langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala air di atas langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala tentara Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya</em>” (Dan 3:57-61)</p>
<p>Jakarta, 24 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=120&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/23/24-nov-dan-231-45-luk-215-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>23 Nov &#8211; Dan 1:1-6.8-20; Luk 21:1-4</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/22/23-nov-dan-11-6-8-20-luk-211-4/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/22/23-nov-dan-11-6-8-20-luk-211-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 17:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/22/23-nov-dan-11-6-8-20-luk-211-4/</guid>
		<description><![CDATA[“Janda ini memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.&#34; (Dan 1:1-6.8-20; Luk 21:1-4) “Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. LaluIa berkata: &#34;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=119&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Janda ini memberi dari kekurangannya bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.&quot;</strong></p>
<p>(Dan 1:1-6.8-20; Luk 21:1-4)</p>
<p><em>“Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. LaluIa berkata: &quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya</em>.&quot; (Luk 21:1-4), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrfleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Suatu pengalaman konkret terjadi dalam pelayanan di rumah duka St.Carolus – Jakarta: ada orang kaya dan orang yang dilayani dalam hal pemakaman salah seorang anggota keluarganya. Si kaya begitu penuh perhitungan kalau tidak boleh dikatakan pelit dalam hal uang, padahal minta pelayanan sebaik mungkin, serta cukup rewel alias merepotkan para pegawai. Sementara itu si miskin memang harus dibantu dalam hal beaya atau keuangan, meskipun ia telah menguras kekayaannya bahkan masih punya pinjaman, dan ia senantiasa bersyukur dan berterima kasih atas pelayanan yang telah diterimanya. Jika diukur secara nominal jumlah uang yang dikeluarkan oleh si kaya memang lebih besar dari si miskin, namun jika dilihat secara faktual si miskin lebih besar pengorbanannya daripada si kaya. Itulah kenyataan yang mengesan bagi saya, dan mungkin contoh tersebut boleh menjadi cermin kehidupan masyarakat kita: semakin kaya semakin penuh perhitungan dan pelit serta ada kecenderungan untuk sombong dan egois. Sabda hari ini mengingatkan kita semua perihal persembahan atau pengorbanan diri bagi Allah dan sesama. Persembahan yang benar adalah ‘<em>memberi dari kekurangan’, </em>bukan kelebihan; sedangkan memberi dari kelebihan berarti membuang sampah alias menjadikan si penerima sebagai tempat sampah alias melecehkan atau merendahkan yang lain. Sabda hari ini mungkin baka kita refleksikan dalam hal pemafaatan waktu: orang yang merasa kaya akan waktu pada umumnya pelit membaktikan diri pada yang lain dan kurang setia melaksanakan tugas utamanya, sebaliknya orang yang merasa kurang waktu pada umumnya lebih membaktikan diri kepada orang lain maupun tugas utamanya. Semakin merasa kurang waktu pada umumnya orang dengan sungguh-sungguh mengerjakan tugasnya, sehingga yang bersangkutan juga semakin banyak tugas yang harus dikerjakan, meskipun demikian semuanya selesai atau suskses. Maka marilah kita tidak pelir dalam hal waktu, tenaga maupun harta benda/uang: semuanya adalah anugerah Allah, maka semuanya selayaknya difungsikan secara sosial.</p>
<p>· “<em>Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja</em>” (Dan 1:14-15). Kutipan ini berbicara masalah makanan dan minuman yang sehat dan baik. Ada rumor: orang-orang desa umurnya lebih panjang daripada orang-orang kota, meskipun orang-orang desa miskin. Mengapa? Orang-orang desa pada umumnya cukup banyak berjalan kaki setiap hari, menyantap jenis makanan yang sehat dan segar alias alami, dst.., sebaliknya orang-orang kota dan kaya pada umumnya malas berjalan kaki, menyantap jenis makanan yang berkolesterol tinggi, mengandung obat pengawet yang mematikan, dst… Baiklah saya tidak akan terlalu membedakan desa dan kota atau kaya dan miskin, tetapi marilah kita semua memperhatikan kesehatan dan kebugaran tubuh kita masing-masing, antara lain dengan menyantap makanan dengan pedoman “empat sehat lima sempurna”, cukup berolahraga yang sesuai dengan usia, bekerja dan istirahat teratur, dst.. Ketika tubuh kita sehat dan segar bugar, maka kita juga akan lebih mudah membaktikan diri bagi orang lain serta banyak tugas pekerjaan, sebaliknya jika kita sakit-sakitan dengan sendirinya akan menjadi beban bagi orang lain serta kurang dapat membaktikan diri bagi sesama.. Kami berharap agar anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dibiasakan hidup sehat dan tentu saja dengan teladan konkret dari orangtua/bapak-ibu. Gerakan preventif lebih murah daripada gerakan kuratif, memang gerakan preventif lebih membutuhkan pengorbanan dan perjuangan terus menerus, sehingga pengorbanan dan perjuangan menjadi kenikmatan bukan beban.</p>
<p><em>&quot;Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah nenek moyang kami, yang patut dihormati dan ditinggikan selama-lamanya. terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus, yang patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya. Terpujilah Engkau dalam Bait-Mu yang mulia dan kudus, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu, Engkau patut dinyanyikan dan ditinggikan selama-lamanya. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya dan bersemayam di atas kerub-kerub, Engkau patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya.Terpujilah Engkau di bentangan langit, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya</em>”(Dan 3:52-56)</p>
<p>Jakarta, 23 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=119&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/22/23-nov-dan-11-6-8-20-luk-211-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>22 Nov &#8211; Dan 7:13-14; Why 1:5-8: Yoh 18:33b-37</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/21/22-nov-dan-713-14-why-15-8-yoh-1833b-37/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/21/22-nov-dan-713-14-why-15-8-yoh-1833b-37/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 00:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/21/22-nov-dan-713-14-why-15-8-yoh-1833b-37/</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini” HR TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM: Dan 7:13-14; Why 1:5-8: Yoh 18:33b-37 “Bapak datang, kita berpuasa dua hari”, demikian keluh kesah penarik becak di kota Semarang pada suatu saat, yaitu ketika Presiden Suharta berkunjung ke Semarang dalam rangka kunjungan kerja dalam ‘Seminar Budaya Jawa’ di hotel Patra Jasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=118&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&quot;Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”</strong></p>
<p>HR TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM: Dan 7:13-14; Why 1:5-8: Yoh 18:33b-37</p>
<p>“<em>Bapak datang, kita berpuasa dua hari”, </em>demikian keluh kesah penarik becak di kota Semarang pada suatu saat, yaitu ketika Presiden Suharta berkunjung ke Semarang dalam rangka kunjungan kerja dalam ‘Seminar Budaya Jawa’ di hotel Patra Jasa – Semarang. Memang pada saat itu selama dua hari jalan yang akan dilalui presiden harus steril dan bersih, antara lain: penarik becak tidak boleh lewat, para pedagang kaki lima di pinggir jalan tidak boleh jualan, dst.. Karena dua hari tidak kerja atau jualan berarti dua hari tidak memperoleh uang, padahal apa yang diperoleh satu hari juga hanya cukup untuk kebutuhan hidup keluarga sehari. Sebaliknya ketika Paus Yohanes Paulus II mengadakan kunjungan pastoral di Yogyakarta, banyak pedagang kaki lima diuntungkan, karena pada waktu itu mereka dapat berjualan di pinggir jalan seperti biasa, bahkan harga dinaikkan tidak apa-apa dan jumlah yang mereka jual hampir dua kali lipat seperti biasa. Maklum beberapa jalan sekitar Maguwaharja, tempat Paus berkunjung dan mempersembahkan Perayaan Ekaristi, ditutup guna parkir kendaraan, dan dengan demikian mereka berjualan seperti biasa tidak apa-apa. Dari dua kunjungan sebagaimana saya kisahkan secara singkat di atas, kiranya cukup jelas ada kontras tajam, perbedaan antara ‘kerajaan dunia’ dan ‘kerajaan sorga’. “Raja dunia” pada umumnya menguasai, sedangkan ‘raja sorga’ lebih melayani. Sebagai orang beriman, khususnya yang beriman pada Yesus Kristus, dipanggil untuk meneladan Yesus, Sang Raja Semesta Alam, yang datang untuk melayani bukan dilayani dan menguasai.</p>
<p><strong><em>&quot;Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini</em></strong>.” (Yoh 18:36)</p>
<p>Kerajaan Yesus adalah Kerajaan Allah dan kita semua, yang beriman kepadaNya, adalah anggota Kerajaan Allah, maka marilah kita mawas diri apakah kita sungguh menjadi anggota Kerajaan Allah, yaitu orang-orang yang dirajai dan dikuasai oleh Allah, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita sesuai dengan kehendak Allah. Maka pada “Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam” ini, yang tidak lain adalah minggu terakhir dalam tahun liturgy atau peralihan tahun liturgy, kita mawas diri sejauh mana dalam perjalanan iman selama satu tahun kita semakin dirajai atau dikuasai oleh Allah, melalui aneka pekerjaan, pelayanan dan kesibukan kita setiap hari: sebagai orang beriman semakin beriman, sebagai pekerja semakin trampil bekerja, sebagai suami-isteri semakin trampil saling mengasihi, sebagai anggota Lembaga Hidup Bakti semakin berbakti kepada Allah dan sesama, sebagai pelayan masyarakat semakin melayani, dst..</p>
<p>Setiap hari atau minggu kita senantiasa berdoa dan beribadat, entah sendirian atau bersama-sama, dan dalam ibadat pada umumnya dibacakan dan direnungkan sabda Tuhan sebagaimana yang tertulis di dalam Kitab Suci, tulisan yang berfungsi mendidik, membina, mengajar dan menegor kita. Di dalam tugas belajar atau bekerja setiap hari kita juga menerima dan mendengarkan aneka informasi baru, yang dapat memperbaharui cara hidup dan cara bertindak kita. Di dalam aneka pergaulan atau curhat kita menerima aneka informasi, nasihat, saran, tegoran, ajakan, dst. . Apakah aneka pengalaman dan informasi yang telah kita terima membina dan mendidik kita sehingga kita semakin beriman, semakin dirajai atau dikuasai oleh Allah, semakin suci, semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia?</p>
<p>Semakin dikuasai Allah, semakin suci, semakin beriman memang ada kemungkinan juga semakin dibenci oleh sementara orang atau semakin menghadapi banyak tantangan dan penderitaan. Tantangan dan penderitaan yang lahir dari kesetiaan pada iman, panggilan dan tugas pengutusan adalah jalan atau wahana keselamatan dan kebahagiaan sejati, maka hendaknya dihadapi dengan rendah hati dan jangan disingkiri. Tantangan dan penderitaan tersebut akan mendewasakan pribadi kita sebagai orang beriman, tanpa tantangan dan penderitaan kita tak akan tumbuh berkembang sebagaimana didambakan.</p>
<p><strong><em>&quot;Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa</em></strong>.&quot;(Why 1:8)</p>
<p>Kutipan dari kitab Wahyu di atas ini baik menjadi permenungan atau refleksi kita: kita berasal dari Allah dan harus kembali kepada Allah. Hidup atau mati kita adalah milik Allah, maka selama hidup kita 100% tergantung dari Allah dan 100% dari usaha atau upaya kita sendiri. Allah bekerja terus menerus tiada henti, maka selama bekerja maupun istirahat hendaknya kita menghayati diri senantiasa didampingi dan dilindungi oleh Allah, sebagaimana dikatakan oleh pemazmur <em>:”TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.</em>”(Mzm 139:1-10)</p>
<p>Ungkapan pemazmur di atas mengingatkan kita semua bahwa kita tak mungkin menyembunyikan diri di hadapan Allah, dimanapun dan kapanpun kita hidup dan bertindak senantiasa dalam penglihatan dan pengawasan Allah. Meskipun kita di dalam kamar sendirian atau di tengah hutan belantara sendirian, Allah tetap menyertai dan mendampingi kita. Maka kami mengingatkan dan mengajak kita semua, kaum beriman, untuk mengimani penyertaan dan pendampingan Allah, sehingga kita tidak takut untuk melakukan apa yang baik, benar, mulia dan suci, sebaliknya kita takut untuk berbuat jahat atau melakukan tindakan-tindakan amoral, yang menyakiti orang lain. Dengan ini kami juga mengingatkan siapapun yang suka berbohong pada atau menipu orang lain, para koruptor dst. Ada pepatah “<em>sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga”, </em>serahasia-rahasianya anda berbuat jahat suatu saat akan ketahuan juga.</p>
<p>Hidup dan bertindak ‘jujur’ itulah panggilan dan tugas kita semua. “<em>Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” </em>(Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997,hal 17). Kasus “Bank Century” maupun ‘ketegangan antara POLRI dan KPK’ rasanya sarat dengan ketidak-jujuran, maka dengan ini kami berharap kepada para penegak hukum untuk dapat menjadi teladan kejujuran dalam tugas dan jabatannya; para pengusaha hendaknya juga tidak dengan mudah memberi ‘uang pelicin’ kepada para penegak hukum.</p>
<p><em>“TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada. Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa</em>.”</p>
<p>(Mzm 93:1-2.5)</p>
<p>Jakarta, 22 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=118&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/21/22-nov-dan-713-14-why-15-8-yoh-1833b-37/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>21 Nov-1Mak 6:1-13; Luk 20:27-40</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/20/21-nov-1mak-61-13-luk-2027-40/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/20/21-nov-1mak-61-13-luk-2027-40/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 09:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/20/21-nov-1mak-61-13-luk-2027-40/</guid>
		<description><![CDATA[“Mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu tidak kawin dan tidak dikawinkan” (1Mak 6:1-13; Luk 20:27-40) “Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: &#34;Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=117&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu tidak kawin dan tidak dikawinkan”</strong></p>
<p>(1Mak 6:1-13; Luk 20:27-40)</p>
<p><em>“Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: &quot;Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.&quot; Jawab Yesus kepada mereka: &quot;Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.&quot; Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: &quot;Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.&quot; Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus</em>.”(Luk 20:27-40), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta “SP Maria Dipersembahkan kepada Allah” hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Orang-orang Saduki, <em>yang tidak mengakui adanya kebangkitan</em>, berarti tidak percaya akan kehidupan setelah meninggal dunia, dan dengan demikian orientasi hidup mereka di dunia adalah materi, apa yang kelihatan. Suatu yang kontradiktif bahwa mereka tidak percaya akan kehidupan setelah mati menanyakan kepada Yesus perihal kehidupan setelah mati, maka Yesus menjawab: <em>&quot;Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan</em>.”. Jawaban Yesus ini kiranya dapat dikenakan pada Bunda Maria, yang kita kenangkan pada hari ini: Bunda Maria sepenuhnya dipersembahkan kepada Allah alias tidak kawin sebagaimana terjadi dalam kebanyakan orang di dunia ini. Maka dalam rangka mengenangkan “SP Maria Dipersembahkan kepada Allah” hari ini, kami mengajak dan mengingatkan kita semua, entah yang kawin atau berkeluarga maupun tidak berkeluarga, untuk mawas diri: sejauh mana kita mempersembahkan diri kepada Allah, artinya cara hidup dan cara bertindak kita sesuai dengan kehendak Allah? Sejauh mana kita menjadi pelaksana-pelaksana kehendak Allah atau sabda-sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci?</p>
<p>· “<em>Aku sudah menjadi insaf bahwa oleh karena semuanya itulah maka aku didatangi malapetaka ini. Sungguh aku jatuh binasa dengan sangat sedih hati di negeri yang asing</em>.”(1Mak 6:13), demikian kata sang raja, yang menyadari dirinya telah berbuat jahat. Berbagai bentuk kejahatan pasti akan mendatang malapetaka, entah pada orang yang melakukan kejahatan atau orang lain yang kena dampak tindakan jahatnya. Kutipan ini kiranya baik menjadi bahan permenungan atau refleksi bagi mereka ‘yang sedang berkuasa’ dalam kehidupan bersama: apakah saya juga telah merampas hak rakyat demi keuntungan dan kesenangan saya sendiri? Kami ajak juga untuk melihat aneka macam malapetaka atau musibah serta kekacauan hidup bersama yang ada. Tanda bahwa penguasa berhasil menjalankan tugas atau fungsinya adalah rakyat atau yang dikuasai hidup dalam damai sejahtera, sehat wal’afiat, selamat, maka selama masih ada rakyat atau yang dikuasai dalam keadaan sengsara dan menderita, berarti yang berkuasa kurang melayani rakyat atau yang dikuasai serta lebih mengutamakan diri sendiri, keluarga maupun kelompoknya. Semoga mereka yang berkuasa insaf bahwa dirinya dipanggil untuk melayani bukan menguasai, mempersembahkan diri pada kepentingan umum atau kesejahteraan bersama bukan menggunakan kepentingan umum untuk diri sendiri. Sekali lagi saya juga mengingatkan: hendaknya cara hidup dan cara bertindak demi kepentingan atau kesejahteraan umum ini dididikkan atau dibiasakan pada anak-anak di dalam keluarga dengan teladan atau kesaksian para orangtua/bapak-ibu.</p>
<p><em>“Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi, sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu</em>”</p>
<p>(Mzm 9:2-4)</p>
<p>Jakarta, 21 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=117&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/20/21-nov-1mak-61-13-luk-2027-40/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>20 Nov &#8211; 1Mak 4: 36-37.52-59; Luk 19:45-48</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/20/20-nov-1mak-4-36-37-52-59-luk-1945-48/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/20/20-nov-1mak-4-36-37-52-59-luk-1945-48/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 01:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/20/20-nov-1mak-4-36-37-52-59-luk-1945-48/</guid>
		<description><![CDATA[“Kamu menjadikannya sarang penyamun.&#34; (1Mak 4: 36-37.52-59; Luk 19:45-48) “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: &#34;Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.&#34; Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=116&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Kamu menjadikannya sarang penyamun.&quot;</strong></p>
<p>(1Mak 4: 36-37.52-59; Luk 19:45-48)</p>
<p><em>“Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: &quot;Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.&quot; Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia</em>.”(Luk 19:45-48), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· <em>“Dalam tempat suci hanya dapat diizinkan hal-hal yang berguna bagi pelaksanaan atau peningkatan ibadat, kesalehan dan kebaktian, serta dilarang segala sesuatu yang tidak cocok dengan kesucian tempat itu. Namun Ordinaris (Uskup setempat) dapat sekali-sekali memberi izin untuk penggunaan lain, asal tidak bertentangan dengan kesucian tempat itu” </em>(KHK kan 1210). Hukum Gereja ini kiranya bersumber dari kutipan Warta Gembira hari ini, maka marilah kita fahami dan laksanakan. Ada beberapa oknum yang memang sering berusaha bisnis atau mencari keuntungan bagi dirinya sendiri melalui ‘tempat suci’, seperti gereja/kapel, tempat ziarah, makam, dst.. Di kota metropolitan seperti Jakarta kecenderungan berbisnis atau mencari keuntungan diri sendiri cukup memprihatinkan, misalnya terkait dengan Seksi Sosial paroki dan pemakaman bagi mereka yang meninggal dunia, juga ada tempat ibadat ‘disulap’ untuk sementara guna melangsungkan konsert musik dll. Semua kegiatan yang terkait dengan tempat ibadat maupun peribadatan hendaknya meningkatkan dan memperdalam kesalehan dan kebaktian umat kepada Tuhan, umat semakin suci, semakin dikasihi oleh Tuhan maupun sesamanya. Yang bersikap mental bisnis atau cari keuntungan bagi dirinya sendiri di tempat ibadat atau peribadatan pada umumnya adalah orang pandai dan kaya serta kurang beriman, dimana segala usaha dan kegiatan dihitung untung-ruginya secara duniawi (materi atau uang). Maka dengan ini kami mengingatkan kita semua untuk setia dalam memfungsikan tempat ibadat maupun peribadatan, yaitu demi kesucian umat, dimana umat semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, percaya pada Penyelenggaraan Ilahi/Tuhan dalam hidup sehari-hari.</p>
<p>· &quot;<em>Musuh kita sudah hancur. Baiklah kita pergi mentahirkan Bait Allah dan mentahbiskannya kembali.&quot;(</em>1Mak 4:36), demikian kata Yudas dan saudara-saudarinya. Masih adakah di tempat-tempat suci yang kita kenal dan sering kita hadiri, seperti gereja/kapel, tempat ziarah dst., musuh-musuh, yaitu mereka yang bersikap mental materialistis atau bisnis sehingga mencemarkan tempat suci? Jika masih ada marilah segera kita berantas, sebaliknya jika tidak ada musuh lagi marilah kita jaga kesucian tempat suci. Mungkin baik apa yang dikatakan sebagai ‘bait Allah’ kita kenakan pada diri kita masing-masing, manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Allah. Tubuh kita adalah bait Allah atau Roh Kudus. ‘Mentahirkan dan mentahbiskan kembali’ tubuh kita berarti bertobat atau memperbaharui diri. Sejauh mana anggota-anggota tubuh kita masih mencemari tubuh kita dengan perbuatan dosa, entah dengan kata-kata atau tindakan? Yang mencemarkan tubuh kita antara lain “<em>percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya</em>”(Gal 5:19-21) Yang cukup banyak dilakukan mungkin ‘percabulan dan penyembahan berhala’. Percabulan dapat dilakukan sendirian atau dengan orang lain, misalnya masturbasi/onani dan hubungan seks bebas. Ketika kita dapat menjaga diri kita sebagai manusia yang diciptakan sebagai gambar atau citra Allah alias kesucian tubuh kita, maka kita pun juga terpanggil dan tergerak untuk menjaga kesucian tempat-tempat ibadat atau peribadatan. Kami berharap kepada para pastor serta mereka yang bergabung dalam aneka paguyuban gerejani/rohani untuk menjaga kesucian tempat-tempat suci, dan ketika terjadi pencemaran kami harapkan segera menyucikannya kembali. Yang tak kalah penting kami ingatkan: uang atau dana yang terkumpul dalam atau selama ibadat di tempat-tempat suci maupun tempat lain hendaknya digunakan atau difungsikan sesuai dengan tujuannya atau hukum Gereja, yaitu untuk membantu peribadatan umat Allah, kehidupan para klerus bersama pembantu-pembantunya dan karya amal kasih bagi mereka yang miskin dan berkekurangan.</p>
<p><em>&quot;Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.</em>”</p>
<p>(1Taw 29:10-12)</p>
<p>Jakarta, 20 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=116&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/20/20-nov-1mak-4-36-37-52-59-luk-1945-48/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>19 Nov &#8211; 1Mak 2:15-29; Luk 19:41-44</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/18/19-nov-1mak-215-29-luk-1941-44/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/18/19-nov-1mak-215-29-luk-1941-44/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/18/19-nov-1mak-215-29-luk-1941-44/</guid>
		<description><![CDATA[“Engkau tidak mengetahui saat bilamana Allah melawat engkau” (1Mak 2:15-29; Luk 19:41-44) “Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: &#34;Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=115&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Engkau tidak mengetahui saat bilamana Allah melawat engkau”</strong></p>
<p>(1Mak 2:15-29; Luk 19:41-44)</p>
<p><em>“Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: &quot;Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau</em>.”(Luk 19:41-44), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Orang yang begitu sibuk alias memboroskan waktu dan tenaganya untuk hal-hal materi, bisnis atau uang pada umumnya dengan mudah melupakan hidup doa, rohani atau spiritual sebagai bagian hidup beriman atau beragama. Gairah untuk memperoleh keuntungaan uang atau harta benda begitu menguasai dirinya, sehingga sering kurang peka akan tanda-tanda zaman atau gejala kehidupan, sebagaimana terjadi pada krisis moneter yang melanda dunia tahun lalu. Sabda Yesus hari ini mengingatkan kita semua pentingnya memberi waktu dan tenaga untuk hidup doa, rohani atau spiritual guna menyadari dan menghayati kehadiran dan karya Tuhan di dalam hidup sehari-hari. Salah satu cara untuk itu antara lain dengan mengadakan ‘pemeriksaan batin’ setiap hari; ingat pemeriksaan batin adalah bagian dari doa harian, yaitu doa malam menjelang istirahat/tidur malam. Pemeriksaan batin bukan hanya untuk melihat dan mengakui dosa-dosa, tetapi lebih-lebih untuk melihat, merasakan, mengenangkan dan menghayati kehadiran dan karya Tuhan atau penyelenggaraan Tuhan dalam diri kita serta tanggapan kita, yang dalam bahasa lain disebut “<em>spiritual discernment”, </em>yang berarti pembedaan roh. Dalam pemeriksaan batin kita diharapkan dapat melihat karya roh baik dan roh jahat, yang mungkin kita rasakan dalam kecenderungan-kecenderungan. Kami percaya bahwa masing-masing dari kita lebih banyak apa yang baik daripada yang buruk atau jahat, maka jika kita sungguh dapat memeriksa batin kita masing-masing maka kita akan dapat melihat dan menikmati penyelenggaraan Tuhan dalam diri kita, Tuhan yang melawati kita. Mereka yang jarang atau tidak pernah mengadakan pemeriksaan batin kiranya pada suatu saat akan terkejut ketika terjadi musibah yang menimpa dirinya.</p>
<p>· <em>&quot;Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda, namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami. Semoga Tuhan mencegah bahwa kami meninggalkan hukum Taurat serta peraturan-peraturan Tuhan. Titah raja itu tidak dapat kami taati dan kami tidak dapat menyimpang dari ibadah kami baik ke kanan maupun ke kiri</em>!&quot;(1Mak 2:19-22), demikian kata Matatias kepada sang raja. Apa yang dikatakan oleh Matatias ini baik menjadi permenungan kita, lebih-lebih kata-katanya “<em>Semoga Tuhan mencegah bahwa kami meninggalkan hukum Taruat Tuhan serta peraturan-peraturan Tuhan”. </em>Ketika kita akan meninggalkan peraturan atau perintah Tuhan alias berbuat dosa atau jahat, sebenarnya penyegahan dari Tuhan terjadi, antara lain ada perasaan kurang atau tidak enak di hati atau kurang aman. Memang jika orang telah terbiasa berbuat jahat atau berdosa tidak akan peka lagi terhadap pencegahan Tuhan tersebut, tetapi bagi orang cukup baik dan berbudi pekerti luhur ketika akan melakukan apa yang tidak baik atau dosa pasti merasa diperingatkan atau dicegah oleh Tuhan. Bagi orang baik ketika ada desakan atau ajakan untuk berbuat jahat atau berdosa akan merasa ‘sesak hatinya’. Marilah dalam hidup sehari-hari kita melatih dan membiasakan diri terus menerus ‘taat pada perintah Tuhan’ , yang bagi kita semua berarti taat pada aturan dan tatanan yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusan kita. Jika kita terbiasa taat dan setia pada aturan dan tatanan yang kelihatan, sebagaimana terpampang di tempat-tempat umum, jalanan, kantor, dst.., kiranya dengan mudah kita taat dan setia pada kehendak Tuhan atau bisikan-bisikan Roh Kudus. Ketaatan dan kesetiaan pada apa yang kelihatan di satu sisi merupakan bentuk perwujudan ketaatan dan kesetiaan pada kehendak Tuhan dan di sisi lain semakin membuat diri kita setia dan taat kepada kehendak Tuhan.</p>
<p><em>“Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku</em>.&quot; (Mzm 50:14-15)</p>
<p>Jakarta, 19 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=115&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/18/19-nov-1mak-215-29-luk-1941-44/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>18 Nov &#8211; 2Mak 7:1.20-31; Luk 19:11-28</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/17/18-nov-2mak-71-20-31-luk-1911-28/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/17/18-nov-2mak-71-20-31-luk-1911-28/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 22:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/17/18-nov-2mak-71-20-31-luk-1911-28/</guid>
		<description><![CDATA[“Setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi” (2Mak 7:1.20-31; Luk 19:11-28) “Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. MakaIa berkata: &#34;Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=114&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi”</strong></p>
<p>(2Mak 7:1.20-31; Luk 19:11-28)</p>
<p><em>“Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. MakaIa berkata: &quot;Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing…..Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.&quot; Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem</em>.”(Luk 19:11-15.26-28), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Mendekati Yerusalem berarti mendekati akhir tugas pengutusan atau penyempurnaan tugas pengutusan, yang bagi Yesus harus mempersembahkan diri dengan wafat di kayu salib. Memang menjelang berakhirnya suatu tugas pengutusan pada umumnya orang mengenangkan kembali apa yang telah dikerjakan alias membuat evaluasi. Hemat saya tidak hanya menjelang berakhirnya tugas pengutusan saja orang membuat evaluasi, tetapi setiap hari, yaitu akhir hari atau menjelang istirahat/tidur malam. Evaluasi lebih ditekankan pada apa yang telah kita kerjakan secara pribadi sesuai dengan tugas pengutusan atau pekerjaan kita. Kutipan Warta Gembira hari ini mengingatkan bahwa “<em>Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya”. </em>Yang dimaksudkan dengan “mempunyai’ disini hemat saya adalah melaksanakan tugas pengutusan atau mewujudkan rahmat atau anugerah Tuhan dalam hidup sehari-hari. Misalnya saya diberi anugerah atau bakat ‘menulis atau mengarang’: jika saya berusaha terrus menerus menulis atau mengarang berarti saya akan semakin terampil menulis dan mengarang, semakin lama semakin kaya akan tulisan dan karangan. Maka dengan ini kami mengingatkan kita semua: rahmat atau karunia macam apa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku? Bakat, keterampilan atau kecerdasan macam apa yang dianugerahkan kepadaku? Kami harapkan anugerah atau karunia, bakat, keterampilan atau kecerdasan tersebut tidak ‘disimpan di almari es’ , melainkan diteruskan kepada yang lain atau sesama dalam kegiatan atau kesibukan sehari-hari, atau dalam melaksanakan tugas pengutusan yang diserahkan kepada kita. Setiap hari kita mawas diri apakah kita telah meneruskan anugerah atau karunia Tuhan tersebut kepada saudara-saudari atau sesama kita dengan baik sebagaimana diharapkan.</p>
<p>· &quot;<em>Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandungku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing! Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belas kasihan-Nya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada kamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya</em>.”(2Mak 7:22-23), demikian kata seorang ibu kepada tujuh anaknya yang akan mati karena siksaan penguasa. Kata-kata ibu ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita. Hidup adalah anugerah Tuhan, maka pada waktunya Tuhan juga akan mengambilnya lagi. Karena yang memberi nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian tubuh/badan kita adalah Tuhan, maka selayaknya kita hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Memang hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan pada masa kini tidak akan terlepas dari aneka tantangan, hambatan, penderitaan, ancaman dan perjuangan, mengingat dan memperhatikan masih maraknya kemerosotan moral hampir di semua bidang kehidupan bersama. Meskipun harus menghadapi ancaman mati karena disiksa atau dibunuh, marilah kita tetap setia pada kehendak Tuhan alias berbudi pekerti luhur serta berbuat baik kepada siapapun dan dimanapun. Percaya dan imani belas kasihan Tuhan yang senantiasa menyertai dan mendampingi hamba-hambaNya yang setia kepadaNya, jangan takut, gentar atau mundur menghadapi tantangan, masalah, penderitaan yang lahir kerena kesetiaan pada kehendak Tuhan, karena hidup berbudi pekerti luhur.</p>
<p><em>“Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak</em>”</p>
<p>(Mzm 17:6-7)</p>
<p>Jakarta, 18 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=114&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/17/18-nov-2mak-71-20-31-luk-1911-28/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>17 Nov-2Mak 6:18-31; Luk 19:1-10</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/16/17-nov-2mak-618-31-luk-191-10/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/16/17-nov-2mak-618-31-luk-191-10/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 09:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/16/17-nov-2mak-618-31-luk-191-10/</guid>
		<description><![CDATA[“Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.&#34; (2Mak 6:18-31; Luk 19:1-10) “Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=113&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.&quot;</strong></p>
<p>(2Mak 6:18-31; Luk 19:1-10)</p>
<p><em>“Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: &quot;Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.&quot; Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: &quot;Ia menumpang di rumah orang berdosa.&quot; Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: &quot;Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.&quot; Kata Yesus kepadanya: &quot;Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang</em>.&quot; (Luk 19:1-10), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St Elisabet dari Hungaria, biarawan, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Kesadaran dan penghayatan beriman identik dengan kesadaran dan penghayatan berdosa; semakin beriman berarti semakin menyadari dan menghayati diri sebagai yang berdosa yang dianugerahi rahmat Allah, sehingga yang bersangkutan semakin hidup penuh syukur dan terima kasih. Syukur dan terima kasih kemudian diwujudkan dalam cara hidup bagi orang lain, lebih-lebih bagi mereka yang miskin dan berkekurangan. Hidup beriman yang demikian itu merupakan tanggapan atau iman bahwa “<em>Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”. </em>Kita di satu sisi dapat menyadari dan menghayati sebagai yang berdosa dan dicari, atau sisi lain meneladan Yesus yang mencari dan menyelamatkan yang hilang/berdosa; keduanya membutuhkan pengorbanan dan perjuangan. Pertama-tama kami mengajak dan mengingatkan mereka yang kaya akan harta benda atau uang untuk mawas diri: apakah kekayaan yang kita miliki atau kuasai saat ini tidak merupakan bagian dari perampasan atau perampokan hak orang-orang miskin. Hemat saya sedikit banyak kekayaan orang kaya tak pernah terlepas dari peran dan sumbangan dari mereka yang miskin dan berkekurangan. Sebagai contoh: pengusaha ‘mie kemasan’ (Supermi, Indomie dll) atau rokok pasti kaya akan harta benda dan uang, maka ingatlah dan sadarilah bahwa konsumen ‘mie’ atau ‘rokok’ tersebut pada umumnya adalah mereka yang miskin dan berkekurangan; maka hendaknya meneladan Zakheus yang berkata dan bertindak: “<em>Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” </em></p>
<p>· &quot;<em>Bagi Tuhan yang mempunyai pengetahuan yang kudus ternyatalah bahwa aku dapat meluputkan diri dari maut dan bahwa aku sekarang menanggung kesengsaraan hebat dalam tubuhku akibat deraan itu. Tetapi dalam jiwa aku menderita semuanya itu dengan suka hati karena takut akan Tuhan</em>.”(2Mak 6:30), demikian kata Eleazar setelah menerima pukulan bertubi-tubi dan hampir mati karena kesaksian imannya. Derita atau sengsara yang lahir karena kesetiaan pada iman dan panggilan merupakan jalan keselamatan, dimana antara lain orang semakin ingat dan sadar akan penyertaan atau pendampingan Tuhan terhadap dirinya yang sedang menderita atau sengsara. Penderitaan dan kesengsaraan yang dihayati dengan suka hati karena Tuhan, itulah yang baik kita renungkan atau refleksikan. Dalam hal ini kiranya kita diingatkan bahwa kita adalah murid-murid atau pengikut Yesus, yang sengsara dan wafat di kayu salib demi keselamatan seluruh dunia. “<em>Jer basuki mowo beyo” = untuk memperoleh hidup mulia, damai sejahtera, orang harus berani berjuang, berkorban dan menderita, </em>demikian nasihat orang Jawa, yang kiranya dekat dengan iman akan Yesus yang tergantung di kayu salib. Maka marilah jika kita setia pada panggilan dan tugas pengutusan dan karenanya harus menderita dan sengsara, hendaknya semuanya itu diterima dengan suka hati serta disyukuri. Suka hati dan syukur karena kita dianugerahi kesempatan untuk meneladan Yesus yang telah sengsara dan wafat di kayu salib demi keselamatan seluruh dunia seisinya. Apa yang dimaksudkan dengan ‘takut akan Tuhan’ tidak berarti kita lalu menjauhkan diri dari Tuhan, melainkan berarti semakin mempersembahkan atau menyerahkan diri kepada Tuhan, dan hal itu menjadi nyata dalam cara hidup dan cara bertindak setiap hari.</p>
<p><em>“Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya</em> “ (Mzm 4:2-4)</p>
<p>Jakarta, 17 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=113&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/16/17-nov-2mak-618-31-luk-191-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>16 Nov-1Mak 1:10-15.41-43.54-57.62-64; Luk 18:35-43</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/15/16-nov-1mak-110-15-41-43-54-57-62-64-luk-1835-43/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/15/16-nov-1mak-110-15-41-43-54-57-62-64-luk-1835-43/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 15:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/15/16-nov-1mak-110-15-41-43-54-57-62-64-luk-1835-43/</guid>
		<description><![CDATA[“Imanmu telah menyelamatkan engkau!&#34; (1Mak 1:10-15.41-43.54-57.62-64; Luk 18:35-43) “Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: &#34;Apa itu?&#34; Kata orang kepadanya: &#34;Yesus orang Nazaret lewat.&#34; Lalu ia berseru: &#34;Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!&#34; Maka mereka, yang berjalan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=112&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Imanmu telah menyelamatkan engkau!&quot;</strong></p>
<p>(1Mak 1:10-15.41-43.54-57.62-64; Luk 18:35-43)</p>
<p><em>“Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: &quot;Apa itu?&quot; Kata orang kepadanya: &quot;Yesus orang Nazaret lewat.&quot; Lalu ia berseru: &quot;Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!&quot; Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: &quot;Anak Daud, kasihanilah aku!&quot; Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: &quot;Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?&quot; Jawab orang itu: &quot;Tuhan, supaya aku dapat melihat!&quot; Lalu kata Yesus kepadanya: &quot;Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!&quot; Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah</em>” (Luk 18:35-43), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Sehat atau sakit memang erat kaitannya dengan beriman atau tidak/kurang beriman; siapapun yang sungguh beriman kiranya akan tetap sehat, segar bugar, baik phisik maupun spiritual, jasmani maupun rohani. Jika orang dalam keadaan sehat kiranya juga akan dengan mudah untuk ‘memuliakan Allah’ dalam hidup sehari-hari, sebagai perwujudan atau penghayatan iman. Iman memang lebih berarti ketika dihayati daripada diomongkan atau dibicarakan, maka marilah kita sebagai umat beriman mawas diri sejauh mana kita menghayati iman kita dalam hidup sehari-hari. Menghayati iman antara lain berarti mempersembahkan hati, jiwa, akal budi dan tubuh sepenuhnya kepada Tuhan melalui cara hidup dan cara bertindak yang terarah kepada sesamanya. Dengan kata lain karena kita semua mengakui diri sebagai yang beriman, maka kita dipanggil untuk saling mempersembah-kan diri alias saling melayani dan mengasihi. Beriman berarti juga mampu melihat dan mengakui Allah yang hidup dan berkarya dalam sesama manusia dan seluruh ciptaan lainnya, sehingga kemanapun pergi atau dimanapun berada tidak merasa kesepian, frustrasi atau kurang diperhatikan, melainkan senantiasa merasa dan menghayati didampingi atau ditemani oleh Tuhan melalui ciptaan-ciptaanNya, dan dengan demikian tidak pernah merasa kesepian, frustrasi atau kurang diperhatikan, sehingga tetap segar bugar, sehat wal’afiat lahir dan batin, phisik dan spiritual. Memang untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, jiwa, akal budi dan hati, perlu mentaati aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan hidup sehat. Mereka yang sakit berarti kurang beriman, atau kurang mentaati tatanan dan aturan hidup sehat. Dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk mendidik anak-anak sedini mungkin dalam hal hidup sehat, dan tentu saja dengan teladan dan kesaksian para orangtua, orang dewasa, para pendidik atau guru, dst…</p>
<p>· <em>“Rajapun menulis juga sepucuk surat perintah untuk seluruh kerajaan, bahwasanya semua orang harus menjadi satu bangsa. Masing-masing harus melepaskan adatnya sendiri. Maka semua bangsa menyesuaikan diri dengan titah raja itu</em>” (1Mak 1:41-42). Kutipan ini kiranya baik menjadi bahan permenungan atau refleksi kita lebih-lebih dalam hal “persatuan atau kesatuan bangsa”, dan bagi kita, warganegara Indonesia, berarti mawas diri perihal sila ke 3 (tiga) dari Pancasila: “Persatuan Indonesia”, atau mengenangkan Sumpah Pemuda dengan pernyataannya “satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa”. Untuk menggalang dan memperdalam persatuan kita diminta ‘<em>melepaskan adatnya sendiri’, </em>tidak mengikuti selera pribadi, kelompok, suku, agama atau ras. Marilah kita hayati apa yang sama di antara kita secara mendalam: sama-sama manusia, sama-sama beriman, sama-sama warganegara, dst..; jika kita mampu menghayati apa yang sama di antara kita secara mendalam dan handal, maka apa yang berbeda di antara kita akan fungsional meneguhkan persatuan. Apa yang berbeda di antara kita hendaknya menjadi daya tarik dan daya pikat untuk saling mengenal, mendekat dan mengasihi, bukan menjadi alasan untuk saling melecehkan, mengejek atau merendahkan. Yang sering menimbulkan perpecahan memang aneka bentuk pelecehan, ejekan atau perendahan harkat martabat manusia. Hidup dalam persaudaraan atau persahabatan sejati (persatuan) hemat saya juga merupakan bentuk penghayatan iman, dimana kita mengimani dan menghayati Allah yang satu dan esa, mahasegalanya. Karena Allah hanya satu, maka mengakui diri beriman kepada Allah berarti senantiasa menggalang dan mengusahakan serta memperdalam persatuan, persahabatan atau persaudaraan sejati.</p>
<p><em>“Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan Bebaskanlah aku dari pada pemerasan manusia, supaya aku berpegang pada titah-titah-Mu Keselamatan menjauh dari orang-orang fasik, sebab ketetapan-ketetapan-Mu tidaklah mereka cari  Melihat pengkhianat-pengkhianat, aku merasa jemu, karena mereka tidak berpegang pada janji-Mu</em>”( Mzm 119:61.134.155.158)</p>
<p>Jakarta, 16 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=112&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/15/16-nov-1mak-110-15-41-43-54-57-62-64-luk-1835-43/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>15 Nov &#8211; Dan 12:1-3; Ibr 10: 11-14.18; Mrk 13:24-32</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/14/15-nov-dan-121-3-ibr-10-11-14-18-mrk-1324-32/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/14/15-nov-dan-121-3-ibr-10-11-14-18-mrk-1324-32/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 12:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/14/15-nov-dan-121-3-ibr-10-11-14-18-mrk-1324-32/</guid>
		<description><![CDATA[“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” Mg Biasa XXXIII: Dan 12:1-3; Ibr 10: 11-14.18; Mrk 13:24-32 Buku atau tulisan yang paling banyak dipakai alias dibaca dan dinikmati adalah Kitab Suci, yang diimani sebagai sabda Allah serta “bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”(2Tim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=111&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu”</strong></p>
<p>Mg Biasa XXXIII: Dan 12:1-3; Ibr 10: 11-14.18; Mrk 13:24-32</p>
<p>Buku atau tulisan yang paling banyak dipakai alias dibaca dan dinikmati adalah Kitab Suci, yang diimani sebagai sabda Allah serta <em>“bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran</em>.”(2Tim 3:16). Teks-teks atau ayat-ayat Kitab Suci telah menjiwai banyak orang, entah secara pribadi atau bersama/kelompok, antara lain menjadi motto atau spiritualitas/charisma hidup dan bertindak serta pelayanan. Sebagai contoh adalah Lembaga Hidup Bakti, dimana para pendiri telah dipanggil Tuhan alias meninggal dunia dan kembali menjadi tanah, tetapi spiritualitas atau charisma yang bersumber dari Kitab Suci sampai kini tidak mati, bahkan terus menerus digeluti oleh mereka yang mengimani. Para pakar Kitab Suci juga terus menerus meneliti dan merefleksi apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, kemudian menulis apa yang direfleksikan ke dalam buku atua karangan-karangan yang sangat berguna bagi banyak orang. Maka benarlah apa yang disabdakan oleh Yesus bahwa “<em>Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu”</em> (Mrk 13:31). Marilah kita renungkan apa yang disabdakan oleh Yesus ini.</p>
<p><strong><em>“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” </em></strong></p>
<p>Apa yang ada diatas permukaan bumi yang kelihatan tidak akan abadi. Berbagai macam musibah bencana alam seperti badai/puting beliung, banjir bandang, kebakaran, gempa bumi, tsunami, dst.. dalam waktu singkat dapat menghancurkan, meluluhlantakkan apa yang ada dipermukaan bumi, entah itu manusia, gadung/bangunan, binatang maupun tanaman. Sebagai contoh ketika pada awal Reformasi terjadi kerusuhan SARA di sana-sini, antara lain gedung gereja dibakar maka gedung yang megah dan indah beserta perabotan lainnya luluh lantak menjadi abu, tak berbekas lagi. Dan sungguh mengesan peristiwa pembakaran gedung gereja yang terjadi di Situbondo waktu itu, antara lain ada seorang tokoh Gereja berkata: “<em>Gedung gereja dibakar, sekolah katolik dibakar, dst.. dan hatikupun juga terbakar untuk mencinta”. </em>Cinta sebagai dasar atau inti apa yang tertulis di dalam Kitab Suci tetap abadi, cinta memang bebas dan tak terbatas.</p>
<p>Berbagai tantangan, masalah dan hambatan pada masa kini dapat menghancurkan atau menghentikan jabatan, fungsi atau kedudukan yang sedang kita geluti dan hayati. Sering ada orang menjadi stress atau tertekan ketika harus melepaskan jabatan, fungsi atau kedudukan tersebut; hal ini terjadi hemat saya karena yang bersangkutan lebih mempercayakan atau mengandalkan diri pada jabatan, fungsi atau kedudukan, yang bersifat sementara, daripada cintakasih dan pelayanan pada sesama manusia. Jika motivasi atau jiwa cintakasih dan pelayanan menjadi pegangan atau pedoman cara hidup dan cara kerja , maka jabatan, fungsi atau kedudukan ‘hilang’ tidak akan frustrasi, stress atau bingung serta putus asa. Maka marilah kita hidup dan bekerja dimanapun dan kapanpun dalam cintakasih dan pelayanan, agar kita tetap bergairah dan bahagia dalam keadaan atau situasi apapun.</p>
<p>Hidup dan kerja dalam kasih serta pelayanan semakin ditantang dan dihambat akan semakin handal dan mantap. Siksaan, derita maupun sengsara tidak akan mampu mengalahkan kasih dan pelayanan, sebagaimana telah dihayati oleh para pelayan atau pembantu rumah tangga yang baik. Karena keluarga, suami-isteri terjadi karena kasih dan diikat atau didasari oleh kasih, maka kami berharap suami-isteri atau orangtua dapat menjadi teladan kasih dan pelayanan bagi anak-anak yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka; anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dibina dan dididik cara hidup dan cara bertindak yang dijiwai oleh kasih dan pelayanan, dan kemudian dikembangkan dan diperdalam di tempat-tempat pendidikan formal atau sekolah-sekolah. Semangat cintakasih dan pelayanan hendaknya juga menjiwai mereka yang bertugas atau bekerja dalam pelayanan pastoral seperti rumah sakit/karya kesehatan, sekolah/karya pendidikan dan karya sosial, karya-karya pelayanan yang terkait atau berhubungan langsung dengan manusia-manusia, yang diciptakan oleh Allah dengan kerjasama kasih antar laki-laki dan perempuan, suami dan isteri. Mereka yang hidup dan bertindak dalam dan oleh kasih serta pelayanan pasti akan dikenang oleh anak cucu atau para penerus dan keturunannya.</p>
<p><strong><em>“Setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah</em></strong>”(Ibr 10:11-12)</p>
<p>Para imam memang setiap hari melakukan pelayanan ibadat, entah sendirian atau bersama umat, misalnya perayaan ekaristi. Dengan setiap hari mempersembahkan korban atau perayaan ekaristi, diharapkan yang bersangkutan semakin suci, namun yang terjadi tidak seperti yang diharapkan. Ibadat atau perayaan ekaristi, yang setiap hari dirayakan atau diikuti, sering hanya menjadi rutinitas acara yang tak berarti, karena yang bersangkutan kurang menghayati. Yang dipersembahkan oleh para imam berupa symbol, sedangkan yang dipersembahkan oleh Yesus adalah Dirinya sendiri: Ia telah mempersembahkan hanya satu korban, yaitu Dirinya sendiri, di kayu salib.</p>
<p>Sebagai umat yang beriman kepada Yesus Kristus, kita dipanggil untuk meneladanNya, mungkin tidak seratus persen dengan mengorbankan diri, melainkan hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Tuhan. Sekali lagi perkenankan kami mengajak para suami-isteri maupun imam, bruder atau suster, yang telah berjanji untuk saling mengasihi sampai mati atau mengikrarkan kaul kekal dan menjadi imam sampai mati. Cara hidup ini merupakan panggilan Allah, maka hendaknya dihayati sesuai dengan kehendak Allah, antara lain dengan melaksanakan atau mentaati aneka aturan dan tatanan yang terkait dengan panggilan masing-masing. Maka baiklah di bawah ini saya kutipkan apa yang tertulis di dalam Kitab Hukum Kanonik atau Hukum Gereja untuk menjadi bahan mawas diri atau refleksi:</p>
<p>1) Imam: “<em>Dengan sakramen imamat menurut ketetapan ilahi beberapa orang beriman diangkat menjadi pelayan-pelayan rohani dengan ditandai oleh meterai yang tak terhapuskan, yakni dikuduskan dan ditugaskan untuk selaku pribadi Kristus Sang Kepala, menurut tingkatan masing-masing, menggembalakan umat Allah dengan melaksanakan tugas-tugas mengajar, menguduskan dan memimpin” </em>(KHK kan 1008)</p>
<p>2) Hidup berkeluarga: <em>“Dengan perjanjian perkawian pria dan wanita membentuk antara mereka kebersamaan seluruh hidup; dari sifat kodratinya perjanjian itu terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta kelahiran dan pendidikan anak; oleh Kristus Tuhan perjanjian perkawinan antara orang-orang yang dibaptis diangkat ke martabat Sakramen” </em>(KHK kan 1055)</p>
<p>3) Hidup bakti/membiara: <em>“Hidup yang dibaktikan dengan pengikraran nasihat-nasihat injili adalah bentuk kehidupan tetap di mana orang beriman, dengan mengikuti Kristus secara lebih dekat atas dorongan Roh Kudus, dipersembahkan secara utuh kepada Allah yang paling dicintai, agar demi kehormatan bagiNya dan demi pembangunan Gereja serta keselamatan dunia mereka dilengkapi dengan alasan baru dan khusus, mengejar kesempurnaan cintakasih dalam pelayanan Kerajaan Allah dan sebagai tanda unggul dalam Gereja mewartakan kemuliaan surgawi” </em>(KHK kan 573)</p>
<p><em>“Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa</em>”(Mzm 16:9-11)</p>
<p>Jakarta, 15 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=111&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/14/15-nov-dan-121-3-ibr-10-11-14-18-mrk-1324-32/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>14 Nov &#8211; Keb 18:14-16; 19:6-9; Luk 18:1-8</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/13/14-nov-keb-1814-16-196-9-luk-181-8/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/13/14-nov-keb-1814-16-196-9-luk-181-8/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 16:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/13/14-nov-keb-1814-16-196-9-luk-181-8/</guid>
		<description><![CDATA[“Adakah Ia mendapati iman di bumi?&#34; (Keb 18:14-16; 19:6-9; Luk 18:1-8) “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: &#34;Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=110&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Adakah Ia mendapati iman di bumi?&quot;</strong></p>
<p>(Keb 18:14-16; 19:6-9; Luk 18:1-8)</p>
<p><em>“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: &quot;Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.&quot; Kata Tuhan: &quot;Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi</em>?&quot;(Luk 18:1-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Hidup beriman atau beragama tanpa doa bagaikan makanan tanpa rasa alias hambar. Doa merupakan dimensi hidup beriman atau beragama yang tak dapat dilupakan atau diabaikan. Di dalam warta gembira hari ini kita diingatkan pentingnya hidup doa. Berdoa berarti berwawancara atau berdialog dengan Allah dalam dan oleh kasih. Karena Allah adalah kasih yang sempurna dan kita adalah hina dina, maka dari pihak kita berdoa berarti lebih banyak membuka diri dan mendengarkan daripada berbicara atau omong. Dengan kata lain agar kita dapat berdoa dengan baik dan benar, kita harus hidup dan bertindak dalam dan dengan rendah hati. Untuk itu kiranya sabda-sabda Allah sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci dapat membantu kita berdoa, karena <em>“segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.</em>”(2Tim 3:16). Mendengarkan, merenungkan dan melaksanakan sabda-sabda Allah merupakan salah satu cirikhas hidup beriman atau beragama. Selain apa yang tertulis di dalam Kitab Suci kita juga dapat menggunakan teks-teks doa terpilih yang telah dicetak dalam bentuk buku-buku doa. Bacakan untuk diri anda sendiri dan dengarkan isi doa tersebut, kemudian resapkan dalam hati. Dengan kata lain hendaknya doa-doa tidak hanya manis dan merdu di mulut saja, melainkan terutama dan pertama-tama manis dan merdu di hati dan jiwa sehingga menjiwai seluruh pribadi kita. Warta Gembira hari ini mengajak dan mengingatkan kita untuk menghayati nasehat ini: ”<em>menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah”. </em></p>
<p>· “<em>Sungguh seluruh ciptaan dalam jenisnya dirubah kembali sama sekali oleh karena taat kepada perintah-perintah-Mu, supaya anak-anak-Mu jangan sampai mendapat celaka</em>” (Keb 19:6). Ada seorang filsuf yang mengatakan bahwa ‘yang abadi di dunia ini adalah perubahan’, artinya apa-apa yang ada di dunia ini senantiasa berubah, maka barangsiapa tidak siap sedia untuk berubah akan celaka atau menderita. Kita semua dipanggil untuk berubah, tidak hanya tubuh dan anggotanya yang berubah, tetapi juga hati, jiwa dan akal budi; perubahan yang diharapkan adalah yang mengarah semakin taat kepada perintah-perintah Allah, sehingga kita semakin layak disebut sebagai anak-anak Allah, artinya orang yang senantiasa melaksanakan kehendak dan perintah Allah di dalam hidup dan kerja serta kesibukan sehari-hari. Kita hendaknya tidak hidup dan bertindak hanya mengikuti selera atau keinginan pribadi agar tidak celaka dan menderita. Kehendak dan perintah Allah dapat kita hayati dengan setia dan taat pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Suami-isteri hendaknya setia dan taat dalam saling mengasihi baik dalam untuk maupun malang, sehat maupun sakit, agar hidup bersama dalam keluarga selamat dan damai sejahtera; para pelajar maupun mahasiswa hendaknya setia dalam belajar, sehingga sukses dalam tugas belajar, selesai pada waktunya; para pekerja hendaknya setia dalam bekerja sehingga terampil dalam kerja dan dengan demikian berguna bagi kehidupan bersama dan dapat membahagiakan sesama, dan kita sendiri pasti akan selamat, bahagia dan damai sejahtera. Taat pada perintah, disiplin dalam melaksanakan aneka tatanan dan aturan hidup bersama merupakan cara agar kita tidak mendapat celaka dan dengan demikian kita selamat, damai sejahtera dan bahagia.</p>
<p><em>“Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!”</em></p>
<p>(Mzm 105:2-3)</p>
<p>Jakarta, 14 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=110&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/13/14-nov-keb-1814-16-196-9-luk-181-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>13 Nov &#8211; Keb 13:1-9; Luk 17:26-37</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/13/13-nov-keb-131-9-luk-1726-37/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/13/13-nov-keb-131-9-luk-1726-37/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/13/13-nov-keb-131-9-luk-1726-37/</guid>
		<description><![CDATA[“Sama seperti terjadi pada zaman Nuh” (Keb 13:1-9; Luk 17:26-37) “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=109&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Sama seperti terjadi pada zaman Nuh”</strong></p>
<p>(Keb 13:1-9; Luk 17:26-37)</p>
<p><em>“Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.&quot; [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.] Kata mereka kepada Yesus: &quot;Di mana, Tuhan?&quot; Kata-Nya kepada mereka: &quot;Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung</em> <em>nasar.&quot;(</em>Luk 17:26-37), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Kenangan ‘zaman Nuh’ berarti kenangan akan musibah air bah yang menghanyutkan apa yang ada di permukaan bumi, dan hanya mereka yang peka dan melaksanakan perintah Tuhan dalam hidup sehari-hari, seperti Nuh, yang selamat dari musibah air bah tersebut. Dengan kata lain mereka yang selamat adalah ‘<em>yang kehilangan nyawanya’, </em>artinya hidup dan bertindak tidak mengikuti selera atau keinginan pribadi, melainkan kehendak dan perintah Tuhan. Berbagai musibah atau bencana alam sering terjadi di bumi ini, juga di Indonesia, yang memakan banyak korban meninggal dunia. Maka marilah kita siapkan diri kita untuk menghadapi aneka kemungkinan yang juga dapat menimpa kita sewaktu-waktu. Persiapan yang baik antara lain kita setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, tidak menyeleweng, berselingkuh atau mangkir dalam bentuk apapun. “<em>Setia adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan keterikatan dan kepedulian atas perjanjian yang telah dibuat” </em>(Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 24). Sebagai orang yang telah dibaptis kiranya kita layak mawas diri perihal janji baptis, yang mendasari hidup menggereja atau beriman kita, dimana kita berjanji hanya mau mengabdi Tuhan saja dan menolak semua godaan setan. Godaan setan antara lain menggejala dalam bentuk ‘harta benda/ uang, jabatan/kedudukan/pangkat dan kehormatan duniawi’. Kasus dua anggota pimpinan KPK non aktif yang menyita banyak waktu dan tenaga hari-hari kemarin itu hemat saya berkisar dalam masalah ‘harta benda/uang, keududukan/jabatan/pangkat dan kedudukan duniawi’. Ada yang gila akan godaan-godaan tersebut sehingga dikuasainya. Hal itu kiranya mengganggu hidup, kerja dan pelayanan sehari-hari.</p>
<p>· “<em>Sungguh tolol karena kodratnya semua orang yang tidak mengenal Allah sama sekali; dan mereka tidak mampu mengenal Dia yang ada dari barang-barang yang kelihatan, dan walaupun berhadapan dengan pekerjaan-Nya mereka tidak mengenal Senimannya</em>.”(Keb 13:1). Kutipan ini selayaknya menjadi permenungan atau refleksi kita. Kita diajak untuk mengenal Allah ‘<em>yang ada dari barang-barang yang kelihatan’. </em>Semua barang yang kelihatan di dunia ini adalah ciptaan Allah bekerjasama dengan manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar atau citraNya. Jika kita dapat mengenal Allah dari dan melalui barang-barang yang kelihatan, buatan atau hasil karya manusia, maka kita akan siap sedia dan tanggap terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan yang akan terjadi. Dengan kata lain percaya kepada Allah berarti juga percaya kepada sesamanya, yang terbiasa percaya kepada sesamanya akan mudah percaya kepada Allah, Penyelenggaraan Ilahi. Memang untuk itu kita harus berani membuka hati, budi dan jiwa kita serta terus-menerus mendengarkan dan melihat karya Allah dalam ciptaan-ciptaanNya. Hendaknya kita juga percaya pada Allah yang hidup dan berkarya dalam diri kita yang lemah dan rapuh ini, yang menganugerahi pertumbuhan dan perkembangan yang menggairahkan. Percaya pada Penyelenggaraan Ilahi dalam diri kita sendiri merupakan kekuatan dan landasan untuk percaya dan mengenal Allah melalui atau dalam barang-barang yang kelihatan.</p>
<p>“<em>Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari</em>” (Mzm 19:2-5)</p>
<p>Jakarta, 13 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=109&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/13/13-nov-keb-131-9-luk-1726-37/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>12 Nov &#8211; Keb 7:22-8:1; Luk 17:20-25</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/11/12-nov-keb-722-81-luk-1720-25/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/11/12-nov-keb-722-81-luk-1720-25/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 17:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/11/12-nov-keb-722-81-luk-1720-25/</guid>
		<description><![CDATA[“Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.&#34; (Keb 7:22-8:1; Luk 17:20-25) “Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: &#34;Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.&#34; Dan Ia berkata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=108&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.&quot;<br />
</strong></p>
<p>(Keb 7:22-8:1; Luk 17:20-25)</p>
<p><em>“Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: &quot;Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.&quot; Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: &quot;Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. TetapiIa harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini</em>” (Luk 17:20-25), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yosafat, Uskup dan Martir, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Kerajaan Allah berarti Allah yang meraja, yang berkarya terus-menerus dalam ciptaan-ciptaanNya di dunia ini. Segala sesuatu yang ada di dunia ini ada, hidup, tumbuh dan berkembang hanya karena dan oleh Allah, tanpa Allah tidak ada kehidupan di dunia ini. Maka ketika Yesus ditanyai oleh orang-orang Farisi perihal tanda-tanda Kerajaan Allah datang, Ia antara lain menjawab: “<em>Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.&quot;. </em>Marilah kita imani Allah yang meraja dalam ciptaan-ciptaanNya, dalam diri kita sebagai manusia, ciptaan terluhur di dunia ini, dalam aneka tanaman maupun binatang serta peristiwa kehidupan di sekitar kita. Menghayati karya Allah di dunia, dalam ciptaan-ciptaanNya, pada masa kini rasanya boleh dikatakan juga sebagai salah satu bentuk penghayatan kemartiran atau kesaksian iman, antara lain secara konkret senantiasa melihat dan mengimani apa-apa yang baik, indah, luhur dan mulia dalam ciptaan-ciptaanNya dan tentu saja pertama-tama dan terutama dalam sesama manusia. Dengan kata lain kita dipanggil untuk berpikiran positif (‘<em>positive thinking’) </em>. Jika kita cermat dan jujur melihat apa-apa yang terjadi di lingkungan hidup kita, hemat saya lebih banyak apa yang baik, indah, luhur dan mulia daripada apa yang buruk, amburadul, jorok dan remeh. Memang untuk senantiasa berpikiran positif kita akan menghadapi tantangan maupun hambatan, mengingat dan memperhatikan cukup banyak orang cenderung berpikiran negatif, lebih suka melihat dan memberitakan kelemahan, kekurangan dan dosa orang lain, sebagaimana terjadi dalam ‘ngrumpi’.</p>
<p>· “<em>Di dalam dia ada roh yang arif dan kudus, tunggal, majemuk dan halus, mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda, terang, tidak dapat dirusak, suka akan yang baik dan tajam, tidak tertahan, murah hati dan sayang akan manusia, tetap, tidak bergoyang dan tanpa kesusahan, mahakuasa dan memelihara semuanya serta menyelami sekalian roh, yang arif, murni dan halus sekalipun</em>” (Keb 7:22-23). Yang dimaksudkan dengan ‘dia’ adalah kebijaksanaan. Mungkin di antara kita tidak ada satupun yang bijaksana, melainkan hanya ‘bijak’, sesuatu yang terbatas. Dari ciri-ciri kebijaksanaan di atan mungkin yang baik kita renungkan atau refleksikan masa kini adalah ‘<em>murah hati dan sayang akan manusia’. </em>Murah hati berarti hatinya dijual murah, memberi perhatian kepada siapapun, dan tentu saja pertama-tama kepada sesama manusia. Perhatian itu dapat berupa sapaan, sentuhan, kehadiran, kebersamaan atau pemberian entah harta benda, uang atau tenaga, dengan kata lain memboroskan waktu dan tenaga bagi yang harus diperhatikan. Kita diingatkan pentingnya pemborosan waktu dan tenaga bagi manusia, dan tentu saja pertama-tama mereka yang dekat dengan kita, entah suami atau isteri, anak-anak, kakak/adik atau rekan kerja, mereka yang hidup dan bekerja bersama dengan kita. Pada masa kini ada kecenderungan orang jual mahal waktu dan tenaga bagi anak-anak kecil selama masa balita, usia 0 s/5 tahun, dimana anak-anak dititipkan pada nenek atau pembantu atau perawat dan orangtua, lebih-lebih ibu, sibuk bekerja demi karier. Aneka pengamatan dan pengalaman menunjukkan bahwa ketika anak-anak pada usia balita kurang perhatian dari orangtua, alias kurang menerima pemborosan waktu dan tenaga dari orangtua, maka perkembangan dan pertumbuhan kepribadiannya tidak wajar, dan ketika mereka dewasa lebih mudah ‘kurang ajar’. Maka dengan ini sekali lagi kami mengingatkan agar anak-anak selama masa balita sungguh memperoleh perhatian dan kasih dari orangtua, terutama dari ibunya, yang telah mengandung dan melahirkannya. Bertindak demikian pada masa kini, lebih-lebih di kota besar, boleh dikatakan sebagai bentuk penghayatan kemartiran.</p>
<p><em>“Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada</em>” (Mzm 119:89-90)</p>
<p>Jakarta, 12 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=108&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/11/12-nov-keb-722-81-luk-1720-25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>11 Nov &#8211; Keb 6:1-11; Luk 17:11-19</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/10/11-nov-keb-61-11-luk-1711-19/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/10/11-nov-keb-61-11-luk-1711-19/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 12:24:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/10/11-nov-keb-61-11-luk-1711-19/</guid>
		<description><![CDATA[“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?&#34; (Keb 6:1-11; Luk 17:11-19) “Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: &#34;Yesus, Guru, kasihanilah kami!&#34; Lalu Ia memandang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=107&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?&quot;</strong></p>
<p>(Keb 6:1-11; Luk 17:11-19)</p>
<p><em>“Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: &quot;Yesus, Guru, kasihanilah kami!&quot; Lalu Ia memandang mereka dan berkata: &quot;Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.&quot; Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: &quot;Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?&quot; Lalu Ia berkata kepada orang itu: &quot;Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau</em>.”(Luk 17:11-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Martinus dari Tours, Uskup, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Ketika mau minta sumbangan atau pinjaman dengan bergairah orang berkomunikasi, tetapi begitu sumbangan atau pinjaman diterima langsung diam seribu bahasa terhadap yang memberi sumbangan atau pinjaman. Sikap mental macam itu kiranya masih menjiwai banyak orang. Kepada penyumbang atau pemberi pinjaman ketika disampaikan ucapan ‘terima kasih’ atas sumbangan atau pinjaman yang diberikan, mereka pasti akan gembira dan puas. Sabda Yesus hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk senantiasa menghaturkan ‘terima kasih’ atas aneka kebaikan yang telah kita terima kepada mereka yang memberikan. St.Martinus yang kita kenangkan hari ini dikenal sebagai orang yang dengan senang hati, iklas hati dan gembira dalam memberi bantuan atau sumbangan pada orang lain, lebih-lebih kepada mereka yang miskin dan berkekurangan, yang memang dari pihak penerima hanya memperoleh tanggapan ‘terima kasih’. Pengalaman saya pribadi dalam berbagai kesempatan pelayanan menunjukkan bahwa orang-orang yang miskin dan berkekurangan akan lebih cepat dan mudah berterima kasih ketika menerima sesuatu, sementara itu orang-orang kaya pada umumnya lebih banyak menuntut pelayanan daripada berterima kasih. Cukup menarik juga jika mencermati peristiwa bencana alam, seperti gempa bumi atau tsunami: orang-orang asing lebih berpartisipasi meringankan beban penderitaan para korban daripada saudara-saudari sebangsa dan se tanah air. Birokrasi dalam pelayanan sosial rasanya begitu berbelit-belit, dan mungkin yang terjadi sebenarnya adalah pemotongan sumbangan sosial. Kami berharap agar anak-anak di dalam keluarga dibiasakan sedini mungkin untuk berterma kasih kepada siapapun yang telah berbuat baik kepada mereka.</p>
<p>· “<em>Condongkanlah telinga, hai kamu yang memerintah orang banyak dan bermegah karena banyaknya bangsa-bangsamu. Sebab dari Tuhanlah kamu diberi kekuasaan dan pemerintahan datang dari Yang Mahatinggi, yang akan memeriksa segala pekerjaanmu serta menyelami rencanamu</em>”(Keb 6:2-3). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi bagi siapapun yang merasa harus memerintah atau memiliki kekuasaan, entah itu di dalam keluarga, tempat kerja, masyarakat, bangsa, Negara maupun kehidupan beragama. Sebagai pimpinan atau atasan diharapkan lebih banyak mendengarkan dari yang dipimpin daripada berkata-kata, dengan kata lain menghayati kepemimpinan partisipatif dan melayani. Dengarkanlah aneka dambaan, keluhan, pujian, kritik, saran, dst.. dari mereka yang harus kita pimpin atau layani, dan kemudian olahlah dalam Tuhan alias jadikan bahan doa aneka masukan tersebut untuk mohon pencerahan dan kekuatan dari Tuhan dalam rangka menanggapi masukan-masukan tersebut. Tanggapan pemimpin atau atasan dapat bersifat reaktif mapun pro-aktif, tergantung dari situasi dan kondisi yang ada maupun perkara yang muncul. Ingat dan sadari bahwa Allah, Yang Mahatinggi, yang akan memeriksa segala pekerjaan kita dan menyelami rencana kita, dan Allah tak mungkin dikelabuhi atau ditipu dan dibohongi. Marilah kita doakan para pemimpin Negara maupun Agama kita agar mereka dengan rela hati dan penuh pengorbanan berani mendengarkan mereka yang harus dilayani atau dipimpin, dan semoga para pemimpin tidak tumbuh berkembang menjadi diktator, tetapi tumbuh berkembang sebagai pelayan bagi semuanya. Semoga semakin tinggi jabatan atau kedudukan juga semakin rendah hati, tidak sombong; semoga semakin kaya akan harta benda juga semakin beriman dan rendah hati, bukan sombong dan serakah.</p>
<p><em>“Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik</em>!&quot;</p>
<p>(Mzm 82:3-4)</p>
<p>Jakarta, 11 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=107&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/10/11-nov-keb-61-11-luk-1711-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Nov &#8211; Keb 2:23-3:9: Luk 17:7-10</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/10/10-nov-keb-223-39-luk-177-10/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/10/10-nov-keb-223-39-luk-177-10/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 12:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/10/10-nov-keb-223-39-luk-177-10/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan&#8221; (Keb 2:23-3:9: Luk 17:7-10) &#8220;Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=106&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan&#8221;</p>
<p>(Keb 2:23-3:9: Luk 17:7-10)</p>
<p>&#8220;Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.&#8221;(Luk 17:7-10), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>• Kita semua, entah jabatan, fungsi atau kedudukan kita apapun, memiliki tugas pengutusan yang harus kita laksanakan; hanya satu dua orang saja yang memberi tugas pada dirinya sendiri dan kebanyakan dari kita menerima tugas dari orang lain, maka kita dapat berkata :&#8221;Kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan&#8221;. Kata-kata demikian ini muncul dari siapapun yang rendah hati. Hari ini kita kenangkan Leo Agung, Paus, yang dalam doa-doanya senantiasa menyatakan diri sebagai hamba yang hina dina, &#8220;kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna&#8221;. Sabda Yesus hari ini mengajak kita semua untuk menghayati bahwa &#8220;Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan&#8221;. Jika kita semua dapat melakukan kewajiban dan tugas pengutusan kita masing-masing dengan baik, selesai dan tuntas, maka hidup bersama dan kerja bersama menjadi damai dan tentram, selamat dan sejahtera. Maka dengan ini kami mengharapkan kita semua, tugas atau kewajiban apapun dan sekecil apapun hendaknya dikerjakan dengan baik, tanpa mengeluh atau menggerutu. Hamba yang baik memang senantiasa bekerja dengan baik, cekatan, tanggap terhadap situasi dan tuntutan, bergairah…dan pada umumnya yang dikerjakan apa-apa yang sederhana tetapi menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan kata lain ketiadaan hamba atau pelayan pada umumnya hidup bersama berubah, dan pada saat itu kita menyadari betapa pentingnya dan besarnya peran hamba dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita `berterima kasih&#8217; kepada para hamba atau pelayan, dan tentu saja terima kasih tersebut selayaknya diwujudkan dengan memberi kesejahteraan hidup yang layak kepada mereka. Masing-masing dari kita hendaknya juga mampu melakukan tugas-tugas sebagaimana harus dikerjakan oleh para hamba atau pelayan.</p>
<p>• &#8220;Setelah disiksa sebentar mereka menerima anugerah yang besar, sebab Allah hanya menguji mereka, lalu mendapati mereka layak bagi diri-Nya. Laksana emas dalam dapur api diperiksalah mereka oleh-Nya, lalu diterima bagaikan korban bakaran&#8221; (Keb 3:5-6). Kutipan ini layak menjadi permenungan bagi siapapun yang setia melakukan tugas pengutusan atau kewajiban dengan baik. Dalam melakukan tugas selayaknya kita merasa disiksa, maka baiklah dalam melaksanakan tugas pengutusan atau kewajiban apapun hendaknya bersikap mental belajar dan dengan demikian kita memiliki sikap mental belajar terus menerus, ongoing education, ongoing formation. Bukankah orang yang sedang belajar `laksana emas dalam dapur api&#8217;, sehingga terus menerus digembleng dan diolah? Hanya emas murni yang bertahan alias tidak luluh lantak, hancur lebur, ketika terjadi kebakaran, emas murni semakin terbakar semakin nampak kemurniannya atau keasliannya. Jika kita jujur dan cermat mawas diri kiranya masing-masing dari kita akan menyadari dan mengakui bahwa diri kita telah tercemar atau ternoda oleh aneka bentuk perbuatan dosa, dan dengan demikian masing-masing dari kita butuh pembersihan atau pemurnian kembali. Pembersihan atau pemurnian kembali tersebut harus kita jalani dengan hidup dan bekerja sebaik mungkin setiap hari sesuai dengan tugas dan kewajiban kita masing-masing. Maka marilah kita tegakkan disiplin diri, kejujuran, kesetiaan dan keteguhan hati dalam melaksanakan aneka macam tugas pengutusan atau kewajiban. Kita hancurkan aneka macam topeng kehidupan atau sandiwara kehidupan yang pada dasarnya nikmat sesaat sengsara selamanya. Kita hidup disiplin dan jujur, dan mungkin akan hancur sesaat tetapi seterusnya atau selamanya akan mujur. Sikap mental belajar terus menerus kami harapkan dibiasakan atau ditanamkan pada anak-anak atau peserta didik dan tentu saja dengan dukungan teladan dari orangtua dan pendidik/guru.</p>
<p>&#8220;Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.</p>
<p>Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya&#8221; (Mzm 34:16-19)</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=106&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/10/10-nov-keb-223-39-luk-177-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Nov &#8211; Yeh 47:1-2.8-9.12; 1Kor 3:9b-11.16-17; Yoh 2:13-22</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/08/9-nov-yeh-471-2-8-9-12-1kor-39b-11-16-17-yoh-213-22/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/08/9-nov-yeh-471-2-8-9-12-1kor-39b-11-16-17-yoh-213-22/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 14:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/08/9-nov-yeh-471-2-8-9-12-1kor-39b-11-16-17-yoh-213-22/</guid>
		<description><![CDATA[Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran: Yeh 47:1-2.8-9.12; 1Kor 3:9b-11.16-17; Yoh 2:13-22 &#34;Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.&#34; Beberapa dari anda kiranya masih ingat perihal ‘Kisah Penampakan Bunda Maria’ di tempat-tempat peziarahan Bunda Maria di wilayah Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah, yaitu di Sendang Sono dan Sendang Sriningsih, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=105&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran: Yeh 47:1-2.8-9.12; 1Kor 3:9b-11.16-17; Yoh 2:13-22</p>
<p><strong>&quot;Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.&quot;</strong></p>
<p>Beberapa dari anda kiranya masih ingat perihal ‘Kisah Penampakan Bunda Maria’ di tempat-tempat peziarahan Bunda Maria di wilayah Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah, yaitu di Sendang Sono dan Sendang Sriningsih, yang ‘dikomandani’ oleh seseorang bernama Bapak Thomas, almarhum.. Pada masa itu setiap bulan kegiatan tersebut diselenggarakan, dan umat yang berpartisipasi atau hadir pun luar biasa banyaknya. Gerakan tersebut di satu sisi menggembirakan yaitu semakin banyak orang berdevosi kepada Bunda Maria, tetapi di sisi lain menggelisahkan juga, yaitu ada kecurigaan tertentu yang muncul dalam benak hati kami. Gejala yang mencurigakan kami antara lain: seluruh kolekte pada upacara tersebut ‘dibawa semuanya’ oleh kelompok Bapak Thomas dan tiada sedikit ditinggalkan untuk kepentingan tempat peziarahan terkait, peristiwa penampakan dapat direncanakan dan ditentukan waktunya, dst.. Dengan kata lain terjadi komersialisasi ibadat dan tempat ibadat, dimana sekelompok umat mencari keuntungan/uang sebesar-besarnya untuk memperkaya diri sendiri melalui kegiatan ibadat. Kami, yang berwenang, ambil kebijakan sebagaimana tertulis dalam Injil: “<em>Jika gerakan mereka berasal dari Roh Kudus pasti akan jalan terus, tetapi jika tidak berasal dari Roh Kudus dalam waktu singkat pasti berhenti sendiri”, </em>serta dengan akal sehat mengusahakan pencerahan. Akhirnya dengan bantuan seorang paranormal yang baik dapat diketahui bahwa ada kemungkinan kegiatan tersebut didukung oleh beberapa paranormal yang tidak baik alias komersial. Dengan bantuan seorang paranormal yang baik itu akhirnya tercerahkan bahwa kegiatan tersebut bukan beralal dari Roh Kudus, melainkan dari manusia yang materilistis, pada suatu saat gagallah usaha ‘penampakan Bunda Maria’ tersebut dan seterusnya berhenti total.</p>
<p><strong><em>&quot;Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.&quot;</em></strong>(Yoh 2:16)</p>
<p>“<em>Tempat-tempat suci ialah tempat yang dikhususkan untuk ibadat ilahi atau pemakaman kaum beriman dengan pengudusan atau pemberkatan yang ditetapkan dalam buku-buku liturgi untuk itu” </em>(KHK kan 1205). Mengacu pada aturan hukum ini apa yang disebut tempat suci antara lain: tempat ibadah (gereja, kapel dll), tempat peziarahan, dll. Tempat tinggal hemat saya sedikit banyak juga dapat dikategorikan ‘tempat suci’, mengingat dan mempertimbangkan bahwa rumah telah diberkati untuk tempat tinggal. Di tempat-tempat suci dilarang ‘berjualan’ atau berbisnis, dimana ada pribadi atau organisasi berusaha mencari keuntungan demi diri sendiri. Maka jika para pedagang atau penjual souvenir atau makanan hendaknya tidak di lingkungan tempat suci, tetapi berada di luar lingkungan, kecuali keuntungan diperuntukkan bagi karya amal atau sosial.</p>
<p>Harta benda atau uang yang dipersembahkan atau diterima selama ibadat dan di tempat ibadat menjadi milik Umat Allah atau Gereja dan demikian harus digunakan sesuai dengan aturan Gereja antara lain untuk “<em>mengatur ibadat ilahi, memberi penghidupan yang layak kepada klerus serta pelayan-pelayan lainnya, melaksanakan karya-karya kerasulan suci serta karya amal-kasih, terutama terhadap mereka yang berkekurangan” </em>(KHK kan 1254). Dengan kata lain harta benda atau uang yang diterima selama beribadat dan tempat ibadat difungsikan untuk pelayanan umat, terutama terarah kepada mereka yang miskin dan berkekurangan, yang tentu saja mengandaikan pembinaan umat pada umumnya tak terabaikan. Para klerus beserta para pembantunya, entah dalam hidup sehari-hari maupun organisasi gerejawi, hendaknya memperoleh perhatian yang memadai sehingga mereka dapat menyelenggarakan pembinaan iman umat dengan baik dan memadai. Pada umumnya semakin beriman juga semakin sosial.</p>
<p>Kami ingatkan juga sedikit banyak tempat tinggal kita juga tempat suci karena telah diberkati, maka hendaknya juga tidak ada sikap mental bisnis atau jualan di tempat tinggal atau rumah, dengan kata lain hendaknya di dalam keluarga juga terjadi kegiatan pembinaan iman anggota keluarga, entah dengan doa atau ibadat maupun cara hidup dan cara bertindak. Doa bersama setiap hari di dalam keluarga, entah doa pagi atau doa malam, akan sangat mendukung kehidupan iman anggota keluarga. Karena rumah bagaikan tempat ibadat, maka semua anggota keluarga bagaikan sedang beribadat, sarana-prasarana hidup berkeluarga dirawat bagaikan merawat sarana-prasarana ibadat, dst.. Tempat kerja hendaknya juga disikapi bagaikan tempat ibadat, sehingga bekerja bagaikan sedang beribadat, rekan kerja bagaikan rekan ibadat, perawatan sarana-prasarana kerja bagaikan perawatan sarana-prasarana ibadat, sikap mental semua orang bagaikan sikap mental sedang beribadat, dst..</p>
<p><strong><em>“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu</em></strong>” (1Kor 3:16-17)</p>
<p>Dalam rangka mengenangkan “Pemberkatan Gereja Basilik Lateran”, gereja atau katedral resmi Paus, kita juga diingatkan bahwa sebagai umat Allah atau umat beriman juga menjadi bait Allah dan Roh Allah diam di dalam diri kita. Karena Roh Allah diam di dalam diri kita, maka dari diri kita memancarlah keutamaan-keutamaan seperti <em>“ kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri</em>.”(Gal 5:22-23) atau sebagaimana diilustrasikan oleh nabi Yeheskiel bahwa diri kita bagaikan tanah subur dimana <em>“tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat</em>.&quot;(Yeh 47:12)</p>
<p>Cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun diharapkan berbuah keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang menyelamatkan dan membahagiakan. Dengan kehadiran dan sepak terjang kita, mereka yang sakit menjadi sembuh, yang lesu dan frustrasi menjadi bergairah, yang sedih menjadi gembira dan ceria, yang miskin diperkaya, yang egois menjadi sosial, yang bodoh menjadi cerdas, dst.. Dan tentu saja kita sendiri senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat, segar bugar baik secara jasmani maupun rohani, phisik maupun spiritual. Cara hidup dan cara bertindak kita membuat diri kita semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia.</p>
<p>Jika masing-masing dari kita sungguh menjadi ‘bait Allah’, maka kebersamaan hidup layak disebut sebagai keluarga Allah, Allah hidup dan bekerja dalam kebersamaan hidup kita, dan tentu saja dalam dan melalui diri kita sebagai ‘bait Allah’. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk menjaga dan merawat diri sendiri sebaik dan seoptimal mungkin sehingga layak sebagai ‘bait Allah’. Cara untuk itu antara lain tidak melupakan hidup doa atau ibadat harian serta senantiasa berbuat baik kepada orang lain; semakin kita banyak berbuat baik maka kita juga semakin baik, sebaliknya jika kita enggan atau malas berbuat baik maka kita juga akan menjadi pribadi kerdil, frustrasi, penakut dst.. Ketika kita terbiasa berbuat baik kepada orang lain, kita juga akan berkembang menjadi pribadi yang proaktif dan kreatif. Maka marilah kita saling mendoakan dan berbuat baik, dan dengan rendah hati saya mohon doa anda sekalian agar saya setia pada panggilan dan tugas pengutusan, menghayati panggilan Yesuit maupun imamat dengan meneladan Yesus yang datang untuk melayani bukan dilayani, yang menyelamatkan dan membahagiakan siapapun juga dan dimanapun juga.</p>
<p>“<em>Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut</em>”(Mzm 46:2-3)</p>
<p>Jakarta, 9 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=105&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/08/9-nov-yeh-471-2-8-9-12-1kor-39b-11-16-17-yoh-213-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 Nov &#8211; 1Raj 17:10-16; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/08/8-nov-1raj-1710-16-ibr-924-28-mrk-1238-44/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/08/8-nov-1raj-1710-16-ibr-924-28-mrk-1238-44/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 14:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/08/8-nov-1raj-1710-16-ibr-924-28-mrk-1238-44/</guid>
		<description><![CDATA[Mg Biasa XXXII: 1Raj 17:10-16; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44 &#34;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.” Dua minggu sebelum ditahbiskan saya ditemui oleh pastor paroki saya dan menyampaikan usulan: “Setelah ditahbiskan nanti, mempersembahkan misa di gereja paroki (Wedi-Klaten) sambil syukuran ya”. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=104&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mg Biasa XXXII: 1Raj 17:10-16; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44</p>
<p><strong>&quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.”</strong></p>
<p>Dua minggu sebelum ditahbiskan saya ditemui oleh pastor paroki saya dan menyampaikan usulan: “<em>Setelah ditahbiskan nanti, mempersembahkan misa di gereja paroki (Wedi-Klaten) sambil syukuran ya”. </em>“<em>Kalau boleh saya misa perdana bersama umat di kapel stasi Gondang saja”, </em>tanggapan dan permohonan saya. “<em>Ya, tetapi renovasi kapel belum selesai”, </em>jawaban pastor paroki. “<em>Tidak apa-apa, seadanya saja” , </em>jawaban saya. Dan memang akhirnya saya dimungkinkan untuk mempersembahkan misa kudus bersama umat pertama kali di kapel stasi. Umat wilayah dimana saya berasal, mendengar berita itu sangat gembira, dan saya dengan akhirnya umat wilayah kami selama satu minggu, dari pagi sampai sore bergotong royong untuk menyelesaikan renovasi kapel. Mayoritas umat wilayah asal kami adalah ‘buruh tukang batu’ dan selama seminggu mereka pamit tidak ‘kerja’ dulu untuk bergotong royong menyelesaikan renovasi kapel. Tidak ‘kerja’ seminggu berarti mereka tidak memperoleh imbalan jasa atau gaji selama seminggu; dan selama seminggu mereka mempersembahkan diri untuk renovasi kapel, dengan harapan pada hari “H”, misa perdana saya, siap atau layak pakai. Memperhatikan semuanya itu saya merasa bahwa umat wilayah tersebut bagaikan <em>“janda yang memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”</em></p>
<p><strong><em>&quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya</em></strong>.&quot; (Mrk 12:43-44)</p>
<p>Di dalam kehidupan menggereja kita kenal adanya ‘persembahan’ dan ‘kolekte’. Persembahan merupakan tradisi orang Yahudi, yang pada saat ini hidup di lingkungan jemaat Kristen Protestan, sepersepuluhan, yaitu mempersembahkan sepersepuluh (10%) dari penghasilan untuk kehidupan dan karya pelayanan Gereja. Sedangkan kolekte adalah sumbangan sukarela dalam ibadat, yang pada umumnya diadakan setelah kotbah atau homili. Orang kaya dengan penghasilan 10 (sepuluh) juta rupiah per bulan ketika mempersembahkan 10% berarti mempersembahkan 1(satu) juta rupiah, dengan demikian masih tersisa penghasilan sebesar 9(sembilan) juta rupiah. Sedangkan orang miskin, katakan berpenghasilan sesuai dengan UMR, misalnya 8 (delapan) ratus ribu rupiah per bulan, ketika ia mempersembahkan 8 (delapan) ratus ribu rupiah, maka tiada sedikitpun yang tersisa padanya untuk memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan. Secara nominal yang miskin lebih kecil daripada yang kaya dalam memberi persembahan, tetapi secara spiritual ia yang miskin mempersembahkan lebih besar daripada yang kaya, karena ia mempersembahkan seluruh nafkahnya.</p>
<p>Memberi dari kelimpahan berarti membuang sampah alias menjadikan si penerima atau yang lain ‘tempat sampah’, sedangkan memberi dari kekurangan itulah persembahan yang benar. Persembahan yang benar memang harus berkorban, ada pengorbanan. Harta benda gerejawi yang ada sampai saat ini merupakan persembahan umat Allah. Perolehan, pemilikan dan pengelolaan harta benda gerejawi memiliki tujuan-tujuan khas yaitu “<em>mengatur ibadat ilahi, memberi penghidupan yang layak kepada klerus serta pelayan-pelayan lainnya, melaksanakan karya-karya kerasulan suci serta karya amal kasih, terutama terhadap mereka yang berkekurangan” </em>(KHK kan 1254). Dengan kata lain harta benda berasal dari umat Allah/umat beriman dan harus difungsikan untuk membina umat Allah/umat beriman agar semakin beriman atau mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Semakin beriman pada umumnya juga semakin banyak memberi persembahan, maka kami berharap kepada para pengelola harta benda gerejawi untuk sungguh memfungsikan harta benda tersebut untuk membina umat beriman seluruhnya, entah anak-anak, remaja, muda-mudi maupun orangtua yang berkedudukan atau berprofesi apapun. Semoga semakin kaya akan harta benda juga semakin beriman, dan dengan demikian semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui hidup sehari-hari, semakin sosial, semakin dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya.</p>
<p><strong><em>“Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri</em></strong>” (Ibr 9:24-25)</p>
<p>Persembahan Yesus adalah di kayu salib, dimana Ia mempersembahkan diri seutuhnya: yang mempersembahkan sekaligus menjadi persembahan. Ia tidak mengorbankan atau mempersembahkan yang lain, tetapi dirinya sendiri. Sebagai orang-orang yang beriman kepadaNya kita dipanggil untuk meneladan Dia, antara lain tidak dengan mudah mengorbankan orang lain, lebih-lebih mereka yang miskin dan berkekurangan, yang pada umumnya menjadi korban aneka usaha pembangunan dan perkembangan. Sebagai orang Kristen atau Katolik, pengikut atau murid Yesus Kristus, kita dipanggil untuk meneladan Dia dalam berbuat baik atau bertindak sosial. Sebagai contoh: jika kita terlibat dalam gerakan sosial atau sukarela untuk membantu para korban bencana alam seperti gempa bumi atau banjir bandang, hendaknya pertama kali kita yang harus berani berkorban, entah memberi sumbangan dari sebagian harta benda atau uang kita atau tenaga kita.</p>
<p>Sosial berasal dari akar kata bahasa Latin <em>sociare/socio </em>yang dapat berarti: <em>menyekutukan/menjadiikan sekutu, mengikat, mempertemukan, menggabungkan, menyatukan, menjadikan kepentingan bersama, membagikan dengan seseorang dll </em>(lih: Drs.K.Print cm, Drs J.Adisubrata, WJS Porwadarminta: Kamus Bahasa Latin-Indonesia, Kanisus 1969, hal 798). Maka memberi persembahan atau sumbangan mengandung unsur tindakan-tindakan tersebut. Yang paling dekat atau memadai kiranya <em>membagikan dengan seseorang, </em>dan yang kita bagikan adalah harta benda atau milik kita sendiri, bukan milik orang lain. Keutamaan mengorbankan atau mempersembahkan diri ini hendaknya dididikkan atau dibiasakan pada anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dan tentu saja dengan contoh atau teladan dari orangtua atau bapak-ibu. Bukankah bapak-ibu atau orangtua memiliki pengalaman dalam saling mempersembahkan atau mengorbankan diri, yaitu dalam saling mengisihi, yang antara lain memuncak dalam hubungan seksual? Marilah kita meneladan sang janda ini, yang berkata dan menghayati apa yang ia katakan sendiri: “<em>Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati</em>.”(1Raj 17:12). Yang ia berikan akhirnya tidak habis melainkan bertambah, demikian juga jika kita melakukan yang sama. Yang mungkin jelas akan bertambah adalah jika kita berbuat baik atau sosial, maka kita akan semakin baik dan sosial.</p>
<p><em>“Yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!</em>”(Mzm 146:7-10)</p>
<p>Jakarta, 8 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=104&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/08/8-nov-1raj-1710-16-ibr-924-28-mrk-1238-44/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 Nov &#8211; Rm 16:3-9.16.22- 27; Luk 16:9-15</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/06/7-nov-rm-163-9-16-22-27-luk-169-15/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/06/7-nov-rm-163-9-16-22-27-luk-169-15/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 11:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/06/7-nov-rm-163-9-16-22-27-luk-169-15/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Barangsiapa setia dalam perkara kecil ia setia juga dalam perkara besar.&#8221; (Rm 16:3-9.16.22- 27; Luk 16:9-15) &#8220;Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.&#8221; &#8220;Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=103&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Barangsiapa setia dalam perkara kecil ia setia juga dalam perkara besar.&#8221;</p>
<p>(Rm 16:3-9.16.22- 27; Luk 16:9-15)</p>
<p>&#8220;Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.&#8221; &#8220;Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.&#8221; Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. LaluIa berkata kepada mereka: &#8220;Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah&#8221;(Luk 16:9-15), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
• Dalam suatu pertemuan dengan penceramah Romo JB.Mangunwijaya pr alm, ada seorang peserta bertanya: &#8220;Bagaimana tanggapan Romo terhadap karya Gereja serta para biarawan-biarawati dengan bangunan yang megah, besar dan kuat&#8221;. &#8220;Oh, banyak orang kagum, heran, terkejut, dst.., tetapi apakah mereka mengasihi karya tersebut tanda tanya, saya tidak tahu&#8221;, demikian tanggapan Romo Mangun. Memang kebanyakan orang kagum terhadap apa yang besar, entah itu bangunan, pangkat, jabatan, dst.., tetapi apakah mereka mengasihi yang besar tersebut tanda tanya besar. Yang menjadi kebutuhan hidup kita sehari-hari adalah apa-apa atau hal-hal kecil dan sederhana, bukan yang besar dan berbelit-belit, maka kita dipanggil untuk setia dalam perkara-perkara kecil, agar dapat setia pada perkara-perkara besar. Memperhatikan perkara kecil berarti juga memperhatikan dan mengasihi mereka yang disebut kecil, entah pembantu rumah tangga/pesuruh, anak kecil, mereka yang miskin dan berkekurangan, bodoh, dst.. Dan untuk dapat memperhatikan yang kecil ini orang harus `turun ke bawah&#8217; untuk melihat dengan cermat kenyataan-kenyataan konkret yang ada: apa yang dilakukan atau dikerjakan dan dirasakan oleh mereka yang kecil tersebut. Jika kita tidak dapat mengasihi dan memperhatikan yang kecil-kecil tersebut, maka memperhatikan mereka yang besar berarti `mencari muka&#8217; alias pamer, dan dengan demikian cenderung untuk menjadi sombong; &#8220;mereka dibenci oleh Allah&#8221;. Marilah kita perhatikan perkara atau hal-hal kecil dalam diri kita sendiri maupun yang menjadi tanggungjawab kita. Jika kita tidak dapat mengatur diri sendiri, hendaknya jangan mengatur orang lain; jika kita tidak dapat mengurus dan mengelola kamar pribadi kita sendiri, janganlah mengurus atau mengelola gedung kantor yang besar, dst..<br />
• &#8220;Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus&#8221; (Rm 16:16), demikian ajakan dan peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman. Bersalaman dengan cium kudus berarti saling menguduskan atau menyucikan; setiap perjumpaan atau pertemuan kita dengan siapapun senantiasa mendorong kita semakin kudus atau suci, semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam hidup sehari-hari. Dalam hidup dan kesibukan sehari-hari kita senantiasa bergaul dan aneka harta benda dan uang alias terlibat dalam seluk-beluk duniawi, hidup `mendunia&#8217;. Maka apapun yang kita kerjakan setiap hari hendaknya dikerjakan dengan baik, sehingga berguna bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Sebagai contoh: pembantu rumah tangga atau pegawai membersihkan lantai dan halaman dengan baik, maka siapapun yang melewati dan tinggal di atasnya akan gembira dan bahagia, sebaliknya ketika lantai atau halaman nampak kotor atau amburadul, maka siapapun yang melihat dan tinggal di atas akan tergoda untuk berpikiran jahat atau melecehkan orang lain, entah pembantu rumah tangga/pegawai atau pemiliknya. Bersalaman dengan cium kudus juga berarti saling mengasihi, dan hal ini kiranya dapat dihayati oleh laki-laki dan perempuan yang saling mengasihi sebagai suami-isteri, atau yang sedang pacaran atau tunangan. Cium kudus juga dinikmati oleh bayi-bayi atau anak-anak dari ibunya; ciuman kasih yang membangkitkan dan membahagiakan. Maka hendaknya dalam mengasihi atau memperlakukan orang lain bercermin dan meneladan seorang ibu yang sedang mengasihi anaknya, yang telah dikandung, dilahirkan dan sekarang diasuhnya. Sebagai orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus, kita semua dipanggil untuk saling mengasihi dan saling menyucikan melalui cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.</p>
<p>&#8220;Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga. Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan -Mu dan akan memberitakan keperkasaan- Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan -Mu yang ajaib akan kunyanyikan&#8221; (Mzm 145:2-5)</p>
<p>Jakarta, 7 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=103&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/06/7-nov-rm-163-9-16-22-27-luk-169-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>6 Nov &#8211; Rm 15:14-21; Luk 16:1-8</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/05/6-nov-rm-1514-21-luk-161-8/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/05/6-nov-rm-1514-21-luk-161-8/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 09:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/05/6-nov-rm-1514-21-luk-161-8/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Apakah yang harus aku perbuat?&#8221; (Rm 15:14-21; Luk 16:1-8) &#8220;Dan Yesus berkata kepada murid-murid- Nya: &#8220;Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=102&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Apakah yang harus aku perbuat?&#8221;</p>
<p>(Rm 15:14-21; Luk 16:1-8)</p>
<p>&#8220;Dan Yesus berkata kepada murid-murid- Nya: &#8220;Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.&#8221;(Luk 16:1-8), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
•Dalam dunia pendidikan kita masa kini masih diwarnai oleh aneka lomba, misalnya: lomba phisika atau matematika Olympiade, rangking nilai ujian akhir/NEM, dstÂ… Sejauh saya cermati hal itu telah memotivasi , entah para orangtua, pengelola sekolah maupun para guru/pendidik, untuk lebih mengutamakan kecerdasan intelektual daripada kecerdasan spiritual, lebih mengutamakan agar pada peserta didik pandai daripada baik atau berbudi pekerti luhur. Dampak dari hal itu antara lain kebiasaan atau budaya menyontek dalam ulangan umum maupun ujian, yang tidak lain merupakan akar kebiasaan korupsi. Maka tidak mengherankan kebiasaan korupsi masih marak di sana-sini, bahkan di era Reformasi dan Desentralisasi korupsi semakin tersebar dan sulit terkendali alias diberantas. &#8220;Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang&#8221;, demikian sabda Yesus. Kami berharap dan mendambakan pada semua pihak yang terkait dalam pendidikan, entah orangtua, pengelola, pendidik/guru atau pejabat terkait, untuk lebih mengutamakan kecerdasan spiritual daripada kecerdasan intelektual, untuk lebih membantu anak-anak tumbuh berkembang menjadi baik dan berbudi pekerti luhur daripada pandai alias cerdik. Memang untuk membantu anak memiliki kecerdasan spiritual atau baik dan berbudi pekerti luhur lebih sulit, tetapi ketika mereka memiliki kecerdasan spiritual, maka kecerdasan-kecerdas an lain seperti intelektual, sosial, emosional dan phisik dapat diusahakan lebih mudah. Sebaliknya ketika kecerdasan spiritual atau budi pekerti luhur kurang memperoleh tempat atau perhatian dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, maka aneka korupsi dan kejahatan semakin marak sebagaimana kita saksikan pada masa kini.</p>
<p>•&#8221;Karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus&#8221; (Rm 15:15-16). Kasih karunia Allah telah membuat Paulus tanpa takut dan gentar untuk mewartakan Kabar Baik ke seluruh dunia, &#8220;bangsa-bangsa bukan Yahudi&#8221;. Kasih karunia Allah memang tidak terbatas, dianugerahkan kepada siapapun dan dimanapun, yang terbuka untuk menerimanya. Kasih karunia Allah bukan untuk menina-bobokan orang dan kemudian bermalas-malasan, tetapi menggerakkan dan memotivasi orang untuk keluar dari dirinya sendiri alias bersifat missioner, diutus. Kasih karunia utama dari Allah adalah Roh Kudus, maka siapapun yang menerima Roh Kudus dan kemudian hidup dari dan oleh Roh Kudus, maka dari cara hidup dan cara bertindaknya lahirlah keutamaan-keutamaan seperti &#8220;kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri&#8221; (Gal 5:22-23). Keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh ini hendaknya juga menjadi dambaan dan buah hasi dari aneka usaha pendidikan. Hidup saya ini adalah kasih karunia Allah, maka segala sesuatu yang menyertai hidup kita, yang kita miliki dan nikmati atau kuasai sampai saat ini adalah anugerah Allah, maka selayaknya kita semua hidup dan bertindak dengan rendah hati, lemah lembut, dst..</p>
<p>&#8220;Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! &#8221; (Mzm 98:1-4)</p>
<p>Jakarta, 6 November 2009.</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=102&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/05/6-nov-rm-1514-21-luk-161-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Nov &#8211; Rm 14:7-12; Luk 15:1-10</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/04/5-nov-rm-147-12-luk-151-10/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/04/5-nov-rm-147-12-luk-151-10/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/04/5-nov-rm-147-12-luk-151-10/</guid>
		<description><![CDATA[“Akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat” (Rm 14:7-12; Luk 15:1-10) “Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: &#8220;Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.&#8221;Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: &#8220;Siapakah di antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=101&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat”</strong></p>
<p>(Rm 14:7-12; Luk 15:1-10)</p>
<p><em>“Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: &#8220;Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.&#8221;Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: &#8220;Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.&#8221; &#8220;Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat</em>.&#8221;(Luk 15:1-10), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Yesus adalah Penyelamat Dunia, datang ke dunia untuk menyelamatkan bagian atau anggota dunia yang tidak selamat. Maka kita yang beriman kepadaNya juga dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya penyelamatan-Nya, yaitu menyelamatkan yang tidak selamat, menyembuhkan yang sakit, mencerdaskan yang bodoh, memberdayakan yang lemah lesu, menggairahkan yang frustrasi dan putus asa, dst.. Memang untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut kita harus berani berkorban dan berjuang serta siap sedia untuk menderita. Jika dalam kebersamaan hidup kita ada yang sakit, bodoh, lemah lesu, frustrasi dan putus asa alias berdosa, bukankah kehidupan bersama akan terganggu, tidak nyaman dan tidak nikmat? Ketika yang berdosa tersebut bertobat maka kehidupan bersama akan enak dan nyaman, damai dan aman tenteram, semuanya bahagia dan gembira. Marilah kita lihat dengan cermat siapa saja atau apa saja dalam kebersamaan hidup atau lingkungan hidup kita yang ‘tidak selamat’, tidak baik? Jika cukup banyak yang tidak baik tentu ada akar utama yang menyebabkan mereka tidak baik, maka hendaknya dengan segala upaya dan usaha serta pengorbanan apa yang menjadi akar kejahatan atau perbuatan tidak baik tersebut segera dibereskan. Semua yang merasa baik hendaknya berpartisipasi untuk membereskan apa yang tidak baik. Hal senada terjadi dalam tubuh kita masing-masing: adakah anggota tubuh yang sakit? Jika ada anggota tubuh yang sakit hendaknya segera diobati! Sebagai contoh sakit gigi, jika dibiarkan seluruh tubuh akan menderita, tetapi jika segera diobati akan segar-bugar seluruh anggota tubuh.</p>
<p>· “<em>Tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan</em>”(Rm 14:7-8), demikian kesaksian iman atau peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua orang beriman. Hidup dan mati kita adalah anugerah Allah, maka selama masih hidup hendaknya memfungsikan hidup bagi Allah, sehingga ketika dipanggil Allah alias meninggal dunia langsung hidup mulia bersama Allah di sorga. Hidup untuk Tuhan atau Allah berarti mempersembahkan hidup kita seutuhnya demi keselamatan atau kebahagiaan diri kita sendiri maupun orang lain yang kena dampak dari atau terkait dengan hidup kita. Untuk itu kita harus mentaati dan melaksanakan kehendak Tuhan, yang secara konkret berarti mentaati dan melaksanakan aneka macam janji yang pernah kita ikrarkan serta aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan janji tersebut. Sebagai contoh adalah janji laki-laki dan perempuan sebagai suami-isteri yang antara lain berjanji ‘saling mengasihi baik dalam untung dan malang, baik dalam sehat maupun sakit sampai mati atau selama-lamanya ‘ . Maka kami berharap para suami-isteri atau bapak-ibu dapat menjadi saksi atau teladan hidup perihal hidup untuk Tuhan yang tidak lain saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tubuh/tenaga sampai mati. Kesaksian atau keteladanan bapak-ibu, suami-isteri atau orangtua akan mempengaruhi anak-anak yang dianugerahkan kepada mereka dan seterusnya. Marilah kita imani dan hayati bahwa ‘hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan’.</p>
<p><em>“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN</em>!”(Mzm 27:13-14)</p>
<p>Jakarta, 5 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=101&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/04/5-nov-rm-147-12-luk-151-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 Nov &#8211; Rm 13:8-10; Luk 14:25-33</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/03/4-nov-rm-138-10-luk-1425-33/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/03/4-nov-rm-138-10-luk-1425-33/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 23:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/03/4-nov-rm-138-10-luk-1425-33/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku ia tidak dapat menjadi muridKu&#8221; (Rm 13:8-10; Luk 14:25-33) &#8220;Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: &#8220;Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=100&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku ia tidak dapat menjadi muridKu&#8221;</p>
<p>(Rm 13:8-10; Luk 14:25-33)</p>
<p>&#8220;Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: &#8220;Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku&#8221; (Luk 14:25-33), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Karolus Borromeus, Uskup, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>• Seorang murid pada umumnya sangat taat dan setia pada gurunya daripada pada orangtuanya; hal itu nampak dalam dunia pendidikan masa kini. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita juga menjadi murid-muridNya, maka kita diharapkan taat dan setia kepadaNya. Ketaatan dan kesetiaan tersebut hendaknya menjadai nyata atau terwujud dalam taat dan setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing alias `memikul salib&#8217; yang dibebankan kepada kita. St.Karolus Borromeus yang kita kenangkan hari ini dikenal sebagai yang taat dan setia pada Yesus Kristus, antara lain meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus yang memperhatikan dan berpihak pada mereka yang sakit dan miskin atau berkekurangan. Maka baiklah sebagai murid-murid Yesus, marilah kita memperhatikan atau berpihak pada mereka yang miskin, sakit atau berkekurangan. Memang untuk melaksanakan panggilan atau tugas pengutusan ini kita harus berani &#8220;melepaskan diri dari segala milik kita&#8221;, artinya kita hidup dan bertindak tidak mengikuti selera atau kehendak pribadi melainkan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan antara lain dapat kita temukan dalam Sabda-sabdaNya sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci, aneka aturan dan tatanan hidup yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Milik kita antara lain: tubuh dengan semua anggotanya, kecerdasan, keterampilan, harta benda/uang, pangkat atau kedudukan, dst..; marilah kita fungsikan segala milik tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan, yaitu demi keselamatan jiwa kita sendiri maupun sesama kita. Kita fungsikan segala miliki tersebut untuk memperhatikan mereka yang sakit, miskin dan berkekurangan di lingkungan hidup dan kerja kita setiap hari.</p>
<p>• &#8220;Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat&#8221; (Rm 13:8), demikian peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua orang beriman; marilah kita hayati dalam hidup dan bertindak kita setiap hari. Kasih adalah dasar dan pemenuhan aneka aturan dan tatanan hidup; aneka aturan dan tatanan hidup dibuat dan diundangkan berdasarkan kasih dengan maksud mereka yang terkait dengan aturan dan tatanan hidup tersebut hidup saling mengasihi. Kasih sejati tak kenal atau tak mengharapkan balasan, yang penting dan utama adalah mengasihi. Maka kasih tersebut kiranya sungguh bermakna ketika kita arahkan atau berikan kepada mereka yang miskin, sakit dan berkekurangan, dimana ketika mereka kita kasihi hanya dapat membalas dengan kata-kata `terima kasih&#8217;. Pengamatan dan pengalaman kami: memberi bantuan atau sumbangan kepada mereka yang miskin dan berkekurangan sunggguh membahagiakan -&gt; mereka sungguh berterima kasih dan berkali-kali mengucapkan terima kasih. Sementara itu melayani mereka yang kaya dan berkecukupan atau berlebihan memang cukup merepotkan, karena pada umumnya mereka menghendaki yang aneh-aneh sesuai dengan selera pribadi. Memang orang kaya dan berkelebihan ada kecenderungan hidup dan bertindak menurut selera pribadi alias seenaknya sendiri dengan mengandalkan kekayaannya. Mereka tidak memenuhi aturan atau tatanan hidup, melainkan merusak dan melanggar aneka tatanan dan aturan hidup. Aturan dan tatanan hidup dibeli dengan kekayaannya. Maka dengan rendah hati kami mengingatkan: hendaknya hidup dan bertindak tidak mengandalkan kekayaan/harta benda atau uang, melainkan kasih.</p>
<p>&#8220;Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.&#8221; (Mzm 112:1-2.4-5)</p>
<p>Jakarta, 4 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=100&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/03/4-nov-rm-138-10-luk-1425-33/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 Nov &#8211; Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/02/3-nov-rm-125-16a-luk-1415-24/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/02/3-nov-rm-125-16a-luk-1415-24/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 11:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/02/3-nov-rm-125-16a-luk-1415-24/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.&#8221; (Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24) &#8220;Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: &#8220;Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=99&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.&#8221;<br />
(Rm 12:5-16a; Luk 14:15-24)</p>
<p>&#8220;Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: &#8220;Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.&#8221; (Luk 14:15-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.<br />
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
• &#8220;Dijamu dalam Kerajaan Allah&#8221; berarti dikuasai atau dirajai oleh Allah, dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya masing-masing dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli ladang/bisnis alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau urusan keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut pada umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang demikian itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois atau tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah `miskin, cacat, buta atau lumpuh&#8217;, sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar sebagaimana pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan berkorban.<br />
• &#8220;Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati&#8221;( Rm 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani, maka marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa berusaha dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan mereka yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan terutama adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita, misalnya: suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau sering kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang jauh. Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain, maka hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain, sehingga dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas pengutusan tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas apapun yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan dengan baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.</p>
<p>&#8220;TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya! &#8220;<br />
(Mzm 131)</p>
<p>Jakarta, 3 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=99&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/02/3-nov-rm-125-16a-luk-1415-24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2 Nov &#8211; 2Kor 4:14-5:1; Luk 23:33.39-43</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/01/2-nov-2kor-414-51-luk-2333-39-43/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/01/2-nov-2kor-414-51-luk-2333-39-43/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 23:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/01/2-nov-2kor-414-51-luk-2333-39-43/</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN: 2Kor 4:14-5:1; Luk 23:33.39-43 Para hari “Peringatan Arwah Semua Orang Beriman” ini kita semua diajak untuk mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan: kakek-nenek, orangtua, kakak-adik, kenalan, sahabat dst.. yang telah mendahului kita meninggalkan dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=98&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><strong>&quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”</strong></p>
<p>PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN: 2Kor 4:14-5:1; Luk 23:33.39-43</p>
<p>Para hari “Peringatan Arwah Semua Orang Beriman” ini kita semua diajak untuk mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan: kakek-nenek, orangtua, kakak-adik, kenalan, sahabat dst.. yang telah mendahului kita meninggalkan dunia ini. Maka marilah kita kenangkan siapa saja yang mungkin dekat dengan kita dalam masa hidupnya dan telah dipanggil Tuhan: mungkin baik jika kita kenangkan mereka yang telah begitu banyak mengasihi dan memperhatikan kita, misalnya orangtua, kakek-nenek, para pendidik, dst.. Dalam mengenangkan ini kiranya baik, jika mungkin, kita berdoa di tempat mereka telah dimakamkan atau beristirahat untuk selama-lamanya; kita bersihkan lingkungan hidup tempat mereka dimakamkan dst.. Untuk membantu mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan, saya sampaikan catatan-catatan sederhana dengan merefleksikan sabda Yesus serta kutipan surat Paulus kepada umat di Korintus di bawah ini:</p>
<p>&quot;<strong><em>Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus</em></strong>.” (Luk 23:43)</p>
<p>Kita semua kiranya percaya bahwa saudara-saudari, orangtua, sahabat atau kenalan kita yang telah dipanggil Tuhan selama masa hidupnya di dunia senantiasa berkehendak baik, berusaha untuk berbuat baik kepada saudara-saudari dan sesamanya. Namun karena keterbatasan dan kelemahan diri sebagai manusia apa yang dilakukan sering dinilai tidak baik; mereka tidak tahu bahwa yang mereka lakukan mencelakakan orang lain atau berakibat buruk terhadap orang lain. Kami percaya orang-orang yang demikian itu, yang pada dasarnya berkehendak baik dan karena keterbatasannya ternyata yang dilakukan kurang/tidak baik, pada detik-detik terakhir hidupnya kiranya berdoa seperti ‘salah seorang penjahat yang disalibkan bersama Yesus :”<em>Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja</em>.&quot; (Luk 23:42) dan Yesus menjawab : <em>&quot;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus</em>.”(Luk 23:43).</p>
<p>Doa yang benar kiranya bukan panjangnya kata-kata atau kalimat, suara keras dan gerak-gerik anggota tubuh, melainkan ‘hati yang terarah sepenuhnya kepada Tuhan/Yang Ilahi’. Orang yang akan dipanggil Tuhan atau pada menit-menit atau detik-detik terakhir hidup orang pada umumnya gelisah; mereka yang siap dipanggil Tuhan kegelisahannya lembut, sedangkan mereka yang tidak siap dipanggil Tuhan sangat gelisah, misalnya kaki dan tangan bergerak kesana-kemari, mulut berteriak-teriak, mata membelalak dst.. atau dalam bahasa Jawa disebut “mecati”. Kami percaya bahwa siapapun yang berkehendak baik ketika dipanggil Tuhan atau pada detik-detik terakhir hidupnya pasti berdoa seperti salah seorang penjahat yang disalibkan bersama Yesus, sebagaimana saya kutipkan di atas.</p>
<p>Dari penjahat yang bertobat, yang disalibkan bersama dengan Yesus, kita juga dapat mengimani bahwa hidup mulia kembali di sorga bersama Allah Pencipta dan Yesus yang kita imani merupakan anugerah Allah semata-mata. Kita imani bahwa orangtua, saudara-saudari atau kenalan dan sahabat kita yang telah dipanggil Tuhan telah menerima anugerah hidup mulia di sorga untuk selama-lamanya, dan dengan demikian kiranya mereka lebih mudah dan banyak berdoa daripada kita yang jarang atau malas berdoa. Maka baiklah dalam rangka mengenangkan ‘Arwah Semua Orang Beriman” hari ini kita juga minta didoakan oleh mereka yang telah mendahului perjalanan kita kembali ke sorga. Mengimani bahwa mereka mendoakan kita antara lain menjadi nyata atau terwujud dengan meneladan cara hidup dan cara bertindak mereka yang baik dan benar. Sebagai contoh: marilah kita kenangkan aneka macam nasihat, saran, perilaku baik yang telah disampaikan oleh orangtua kita masing-masing, yang telah dipanggil Tuhan, dan kemudian kita hayati nasihat dan saran tersebut serta kita ikuti teladan hidup dan bertindak mereka yang baik.</p>
<p><strong><em>“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal</em></strong>” (2Kor 4:16-18).</p>
<p>Kutipan dari surat Paulus kepada umat di Korintus di atas ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita semua orang beriman, khususnya mereka yang kesehatan tubuhnya semakin menurun atau lemah, entah karena sakit atau tambah usia alias sudah lansia. “<em>Meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari”, </em>inilah yang hendaknya menjadi acuan atau pedoman hidup kita sebagai orang yang semakin merosot kesehatan atau kebugaran tubuhnya. Dengan kata lain ketika tubuh kita lemah dan tak berdaya hendaknya berdoa menjadi kegiatan atau kerasulan utama: berdoa dalam dilakukan kapan pun dan dimanapun. Mungkin doanya singkat saja seperti doa penjahat yang disalibkan bersama dengan Yesus: <em>”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja</em>.&quot;</p>
<p>Kita semua diingatkan untuk tidak berhenti atau hanya memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, yang bersifat kekal bukan sementara. Yang tidak kelihatan dan bersifat kekal adalah jiwa kita, yang sungguh mempengaruhi cara hidup dan cara bertindak kita, maka marilah kita perhatikan kesehatan dan kebugaran jiwa kita. Bentuk perhatian tersebut kiranya dapat kita wujudkan dengan ‘<em>ora et labora’/berdoa dan bekerja</em>:</p>
<p><strong><em>1). Berdoa. </em></strong>Berdoa merupakan salah satu cirikhas hidup orang beriman atau beragama, maka hendaknya jangan melupakan doa-doa harian atau doa-doa dalam aneka kesempatan dan kepentingan. Berdoa dengan baik dan benar pada umumnya mendorong atau memotivasi orang yang bersangkutan untuk melakukan apa yang baik dan benar. Berdoa berarti berrelasi atau berhubungan dengan Allah, dan karena Allah adalah mahasegalanya, maka berrelasi atau berwawancara dengan Dia kita pasti dipengaruhi atau dikuasainya. Dengan kata lain berdoa yang benar dan baik pertama-tama adalah mendengarkan sapaan atau sabda Allah melalui citpaan-ciptaanNya di dunia ini, dan kemudian menanggapi secara positif sentuhan atau sapaan Allah tersebut alias ‘<em>mengerahkan tenaganya untuk menjalani hidup yang suci”. </em></p>
<p><strong><em>2).Bekerja</em></strong> . “<em>Semua orang beriman kristiani, sesuai dengan kondisi khas masing-masing; harus mengerahkan tenaganya untuk menjalani hidup yang suci” </em>(KHK kan 210). Mengerahkan tenaga berarti bekerja, berpartisipasi dalam seluk-beluk atau hal-ikwal duniawi dengan mendunia. Dengan kata lain mengusahakan kesucian hidup dengan mendunia, mengurus dan mengelola hal-hal duniawi. Secara konkret berarti cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun hendaknya baik dan menyelamatkan atau membahagiakan baik diri kita sendiri maupun orang lain atau sesama kita. Marilah kita kerjakan sebaik mungkin apa yang menjadi tugas dan kewajiban kita, dengan mengerahkan tenaga dan waktu pada tugas dan kewajiban tersebut.</p>
<p>“<em>Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.”(</em>Mzm 130:1-6)</p>
<p>Jakarta, 2 November 2009</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=98&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/11/01/2-nov-2kor-414-51-luk-2333-39-43/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>01 Nov &#8211; Hari Semua Orang Kudus</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/31/01-nov-hari-semua-orang-kudus/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/31/01-nov-hari-semua-orang-kudus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 08:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/31/01-nov-hari-semua-orang-kudus/</guid>
		<description><![CDATA[HR SEMUA ORANG KUDUS: Why 7:2-4.9-14; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a &#8220;Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga&#8221; Pada hari raya Semua Orang Kudus hari ini kita diajak untuk mengenangkan kembali para santo-santa, khususnya santo atau santa yang menjadi pelindung kita masing-masing. Maka baiklah saya mengajak anda sekalian untuk membaca dan merenungkan kembali riwayat santo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=97&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HR SEMUA ORANG KUDUS: Why 7:2-4.9-14; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a</p>
<p>&#8220;Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga&#8221;</p>
<p>Pada hari raya Semua Orang Kudus hari ini kita diajak untuk mengenangkan kembali para santo-santa, khususnya santo atau santa yang menjadi pelindung kita masing-masing. Maka baiklah saya mengajak anda sekalian untuk membaca dan merenungkan kembali riwayat santo atau santa yang menjadi pelindung, sambil mencermati spiritualitas atau semangat yang menjiwai hidupnya. Mungkin kutipan Warta Gembira hari ini, Sabda Bahagia, dapat membantu kita semua dalam mawas diri atau mengenangkan santo atau santa pelindung kita masing-masing dan kemudian meneladan cara hidup atau cara bertindaknya. Maka baiklah secara sederhana saya coba merefleksikan ayat-ayat dari Sabda Bahagia hari ini:</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.&#8221; (Mat 5:3)</p>
<p>Miskin di hadapan Allah berarti terbuka atas kehendak Allah, Penyelenggaraan Ilahi, terbuka terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan untuk berubah atau bertobat alias memperbaharui diri. Harapan atau dambaan utama adalah Allah, dan tentu saja hal itu juga dihayati dengan dan dalam hidup mendunia, berpartisipasi dalam seluk-beluk duniawi. Ia menyikapi dan menempatkan aneka macam bentuk harta benda atau sarana-prasarana duniawi sebagai wahana atau sarana untuk semakin memperembahkan diri seutuhnya kepada Allah, semakin dirajai atau dikuasai oleh Allah. Ia mengusahakan kesucian hidup dengan mendunia, terlibat atau berpartisipasi dalam kesibukan sehari-hari sebagaimana dihayati oleh para pekerja; ia tidak ada rasa lekat tak teratur terhadap aneka macam bentuk harta benda atau sarana-prasarana. Kebahagiaan sejati adalah &#8220;menemukan Allah dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Allah&#8221;</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur&#8221; (Mat 5:4)</p>
<p>Yang dimaksudkan berdukacita disini kiranya adalah bekerja keras tanpa kenal lelah dalam rangka menghayati panggilan serta melaksanakan tugas pengutusan atau kewajiban yang terkait dengan panggilannya. Segala tugas pekerjaan atau apapun yang ditugaskan kepadanya selesai pada waktunya dan baik hasilnya, sebagaimana diharapkan. Meskipun harus bekerja keras dan kurang memperoleh perhatian orang lain, ia tetap dinamis, ceria dan bahagia; ia tidak akan merasa sendirian, meskipun secara phisik sendirian, karena Allah bersamanya, hidup dan bekerja dalam dirinya yang lemah dan rapuh. Bukankah ketika usaha keras berhasil baik pada akhirnya akan memperoleh hiburan besar? Maka dengan ini kami mengharapkan kita semua, entah yang belajar atau bekerja, untuk bekerja keras dalam melaksanakan tugas panggilan atau kewajibannya; hendaknya tidak bermalas-malasan. &#8220;Wong keset ikut dadi bantaling setan&#8221; = &#8220;Pemalas menjadi tempat kediaman setan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi&#8221; (Mat 5:5).</p>
<p>Orang lemah lembut pada umumnya juga rendah hati, ia lebih `melihat ke bawah&#8217; daripada `melihat ke atas&#8217;, lebih menunduk daripada menengadah, lebih melihat realitas daripada impian, lebih melihat bumi daripada langit. &#8220;Memiliki bumi&#8221; berarti mampu menguasai bumi, sebagaimana diperintahkan Allah kepada manusia :&#8221;Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi&#8221; (Kej 1:26). Bukankah untuk menguasai atau merawat ikan, burung maupun ternak harus lembah lembut, rendah hati, dalam dan oleh kasih, agar mereka tumbuh berkembang dengan baik?. Jika kepada binatang atau tanaman saja kita harus lemah lembut dan rendah hati, apalagi terhadap manusia atau sesama kita. Maka marilah kita saling lemah lembut dalam hidup kita sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan&#8221; (Mat 5:6).</p>
<p>Apa yang dimaksudkan dengan `lapar dan haus akan kebenaran&#8217; kiranya kesadaran dan penghayatan diri sebagai yang berdosa dan dipanggil oleh Tuhan untuk berkarya dalam karya penyelamatanNya. Dengan kata lain penghayatan hidup belajar terus-menerus, `ongoing formation/ongoing education&#8217;. Sikap hidup belajar terus-menerus perlu dijiwai keutamaan kerendahan hati, kesiap-sediaan dan kerelaan untuk terus dibina, dididik, dikembangkan, didewasakan, dst.. Orang senantiasa bersikap `magis&#8217;, yaitu melebihi atau mengalahkan diri terus menerus. Sikap mental yang demikian ini hendaknya dibiasakan sedini mungkin bagi anak-anak dan tentu saja dengan teladan konkret dari orangtua/bapak- ibu.</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan&#8221; (Mat 5:7).</p>
<p>Murah hati berarti hatinya dijual murah alias memberi perhatian kepada siapapun sesuai dengan kesempatan, kemungkinan dan keterbatasan yang ada. Jika kita berani mawas diri dengan jujur kiranya kita dapat mengakui dan menghayati bahwa masing-masing dari kita telah memperoleh kemurahan hati Allah secara melimpah ruah melalui orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita, tentu saja pertama-tama dan terutama adalah orangtua atau bapak-ibu kita masing-masing. Maka ajakan untuk bermurah hati terhadap orang lain tidak sulit asal rela menyalurkan apa yang telah kita terima secara melimpah ruah tersebut. Marilah kita saling bermurah hati alias saling memperhatikan dimanapun dan kapanpun kita berada serta dengan siapapun. .</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.&#8221;(Mat 5:8)</p>
<p>Suci hatinya berarti hatinya bersih, tanpa cacat cela atau noda sedikitpun, hatinya sepenuhnya dikuasai atau dirajai oleh Allah, Yang Ilahi. Mata hatinya juga dapat melihat dengan cermat, tajam dan tepat segala sesuatu: siapa itu Allah, siapa itu sesama manusia dan apa itu harta benda/ciptaan- ciptaan lainnya di dunia ini. Dunia seisinya, yaitu bumi dan laut, flora dan fauna serta manusia diciptakan oleh Allah, dalam kuasa Allah, tergantung dari Allah. Maka orang yang suci hatinya mampu melihat Allah yang hidup dan berkarya dalam seluruh ciptaanNya tersebut, dan dengan demikian ia akan menghormati dan menjunjung tinggi seluruh ciptaanNya di bumi dan laut ini. Sebagai orang yang suci hatinya kiranya menghayati apa yang dikatakan oleh Yohanes ini: &#8220;Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya&#8221; (1Yoh 3:2).</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah&#8221; (Mat 5:9)</p>
<p>Mengakui diri dan menghayati diri sebagai orang beriman berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah alias menjadi &#8216;anak kesayangan&#8217; Allah. Karena Allah hanya satu maka selayaknya semua umat beriman hidup bersatu dalam damai, penuh persahabatan dan persaudaraan sejati, hidup dalam damai sejahtera. Masing-masing dari kita adalah `anak kesayangan&#8217; atau `yang terkasih&#8217; Allah, maka bertemu dengan orang lain atau siapapun berarti `yang terkasih&#8217; bertemu dengan `yang terkasih&#8217; dan dengan demikian secara otomatis saling mengasihi, dan dengan saling mengasihi terjadilah perdamaian sejati. Damai merupakan idaman atau dambaan semua orang, namun sayang sering terjadi kesalah-fahaman karena paradigma maupun strategi yang berbeda. Ada yang mengusahakan perdamaian dengan menghancurkan yang lain.. `There is no peace without justice, there is no justice without forgiveness&#8221; = &#8220;Tiada perdamaian tanpa keadilan, tiada keadilan tanpa kasih pengampunan&#8221; , demikian pesan perdamaian dari Paus Yohanes Paulus II memasuki millennium ketiga yang sedang kita telusuri saat ini. &#8220;Kasih pengampunan&#8221; itulah senjata atau kekuatan untuk mengusahakan dan membawa damai, maka marilah kita hidup dan bertindak saling mengasihi dan mengampuni.</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.&#8221;(Mat 5:10)</p>
<p>Kebohongan, manipulasi, pemalsuan, permainan sandiwara kehidupan, dst.. masih marak di sana-sini dalam kehidupan bersama, maka untuk hidup dan bertindak benar pasti akan menghadapi aneka macam tantangan, hambatan atau aniaya. Mereka yang seharusnya menjadi penegak kebenaran hukum juga dengan mudah melakukan kebohongan atau sandiwara kehidupan demi dan karena uang. Harta benda/uang, pangkat/kedudukan/ jabatan dan kehormatan duniawi merupakan godaan untuk berbohong atau melakukan manipulasi, pemalsuan dst.. Meskipun harus menghadapi aneka macam tantangan, hambatan dan aniaya, kami harapkan kepada para pejuang dan pembela kebenaran tetap setia, teguh dan tanpa takut terus memaklumkan kebenaran. Hidup dan bertindak benar hemat saya perlu dibiasakan atau dididikkan pada anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dan tentu saja dengan teladan orangtua atau bapak-ibu.</p>
<p>&#8220;Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat &#8220;(Mat 5:11)</p>
<p>Orang jujur, benar dan baik sering mengalami aneka macam fitnah dari mereka yang kurang senang atas kejujuran dan kebaikannya. Di kantor-kantor tertentu orang jujur selalu diamat-amati untuk dicari kelemahan dan kekurangannya dan kemudian difitnah. Hidup dan bertindak jujur di tempat-tempat atau kantor-kantor tertentu bagaikan berada di ujung duri atau tanduk, begitulah yang sering dialami beberapa orang jujur. Para pemfitnah pada umumnya harus memboroskan waktu dan tenaga atau memperhatikan terus menerus kepada yang difitnah sebelum menyampaikan fitnahnya. Dengan kata lain fitnah yang disampaikan merupakan hasil atau buah perhatian (pemborosan waktu dan tenaga) yang cukup besar, maka fitnah rasanya juga merupakan perwujudan kasih. Maka kepada siapapun yang difitnah saya harapkan mengucapkan terima kasih atau berterima kasih kepada yang memfitnah. Berbahagialah karena hidup dan bertindak jujur, setia pada iman dan janji-janji yang pernah diikrarkan, ketika sedang mengalami celaan, aniaya maupun fitnah. Jadikanlah celaan, aniaya dan fitnah sebagai bentuk penggemblengan atau pembinaan kita agar kita semakin tumbuh berkembang sebagai pribadi yang cerdas beriman.</p>
<p>&#8220;TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. &#8220;Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?&#8221; &#8220;Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu&#8221; (Mzm 24:1-4)</p>
<p>Jakarta, 1 November 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=97&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/31/01-nov-hari-semua-orang-kudus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>31 Okt &#8211; Ef 6:10-18; Luk 14:1.7-11</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/31/31-okt-ef-610-18-luk-141-7-11/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/31/31-okt-ef-610-18-luk-141-7-11/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 08:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/31/31-okt-ef-610-18-luk-141-7-11/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan. &#8220; (Ef 6:10-18; Luk 14:1.7-11) &#8220;Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: &#8220;Kalau seorang mengundang engkau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=96&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan. &#8220;</p>
<p>(Ef 6:10-18; Luk 14:1.7-11)</p>
<p>&#8220;Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: &#8220;Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. &#8221; (Luk 14:1.7-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St Afonsus Rodriguez, bruder/biarawan Yesuit, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>• Kerendahan hati merupakan keutamaan dasar, kebalikan dari kesombongan. Orang yang rendah hati pada umumnya cara hidup dan cara bertindaknya senantiasa melayani: menjunjung tinggi, menghormati dan membahagiakan orang lain, sebagaimana dihayati oleh Bruder Alfonsus Rodriguez, yang kita kenangkan hari ini. Bruder Alfonsus Rodriguez hidup dan bertindak sesuai dengan sabda Yesus &#8220;Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan&#8221; . Bruder Alfonsus memiliki tugas perutusan utama sebagai penjaga pintu biara, yang berarti siapapun yang bertamu ke biara senantiasa dialah yang pertama kali menemuinya. Dengan penuh senyum dan hormat ia menerima setiap orang yang datang dan pergi. Memang penjaga pintu sedikit banyak menentukan warna pemberitaan dari biara atau komunitas, rumah atau kantor; ia dapat menolak atau menerima setiap orang yang ingin memasuki rumah, biara, atau kantor. Sikap penjaga pintu seperti Satpam atau pembantu rumah tangga dalam menerima tamu hendaknya rendah hati, ceria dan penuh senyum serta hormat. Penjaga pintu ada kemungkinan dimarahi atau dilecehkan oleh para tamu karena alasan apapun, namun demikian hendaknya tetap rendah hati. Dalam pesta-pesta penjaga pintu ruang pesta adalah `penerima tamu&#8217; yang pada umumnya berpakaian rapi, menarik, memikat dan penuh senyum serta hormat, maka juga diusahakan penerima tamu yang cantik atau tampan. Kerendahan hati kiranya tidak hanya bagi para penjaga pintu atau penerima tamu, tatapi kita semua yang menyadari diri sebagai orang beriman.<br />
• &#8220;Ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu&#8221; (Ef 6:13), demikian nasihat Paulus kepada umat Efesus, yang kiranya juga telah dihayati oleh Bruder Alfonsus Rodriguez. Senjata Allah itu antara lain: kebenaran, keadilan, iman, keselamatan, firman/sabda Tuhan dan doa. Selama bertugas sebagai penjaga pintu dan tiada tugas, yang berarti tidak ada tamu, Bruder Alfonsus Rodriguez tetap bertugas: ketika tidak ada tamu ia berdoa, antara lain berdoa rosario dll. Maka dengan ini kami mengingatkan kita semua sebagai orang beriman atau beragama: marilah kita tidak melupakan hidup doa kita. Para pendoa sejati pada umumnya juga rendah hati, sebaliknya orang sombong pada umumnya tidak pernah berdoa atau tidak dapat berdoa. &#8220;Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus&#8221;(Ef 6:18). Orang kudus adalah orang yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah, yang dipilih oleh Allah. Kita semua adalah yang terpilih oleh Allah, maka hendaknya kita saling mendoakan kapan saja dan dimana saja. Dengan saling mendoakan berarti kita bersahabat satu sama lain dalam Allah, dan dengan demikian kita semua senantiasa dalam rahmat dan berkat Allah sehingga kita mampu &#8220;menyelesaikan segala sesuatu&#8221; yang ditugaskan atau dibebankan kepada kita. Kita adalah alat-alat Allah dalam karya penyelamatanNya, dan sebagai alat senantiasa tergantung dari pemiliknya, yaitu Allah sendiri. Sebagai alat kita diharapkan memperlengkapi diri dengan senjata-senjata Allah, yaitu kebenaran, keadilan, iman, keselamatan, firman Tuhan dan doa.</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu, untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka… Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan- Nya; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati&#8221;(Mzm 94:12-15).</p>
<p>Jakarta, 31 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=96&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/31/31-okt-ef-610-18-luk-141-7-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>29 Okt &#8211; Rm 8:31b-39; Luk 13:31-35</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/29/29-okt-rm-831b-39-luk-1331-35/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/29/29-okt-rm-831b-39-luk-1331-35/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 00:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/29/29-okt-rm-831b-39-luk-1331-35/</guid>
		<description><![CDATA[“Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem”. (Rm 8:31b-39; Luk 13:31-35) “Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: &#34;Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.&#34; Jawab Yesus kepada mereka: &#34;Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=95&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><strong>“Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem”.</strong></p>
<p>(Rm 8:31b-39; Luk 13:31-35)</p>
<p><em>“Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: &quot;Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.&quot; Jawab Yesus kepada mereka: &quot;Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan</em>!&quot; (Luk 13:31-35), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Yerusalem adalah kota suci atau kota idaman bagi umat beriman: bait suci orang-orang Yahudi berada di Yerusalem, Yesus wafat dan naik ke sorga di Yerusalem, nabi Muhamad s.a.w. naik ke sorga via Yerusalem, dst.. Suci berarti dipersembahkan diri seutuhnya kepada Allah, sehingga siapapun yang suci akan diberkati oleh Allah dan kemanapun ia pergi senantiasa atas atau dalam nama Allah. Keluarga dan tempat kerja merupakan tempat dimana kita memboroskan tenaga dan waktu kita, yang berarti mempersembahkan diri kita bagi Allah melalui saudara-saudari kita. Keluarga dan tempat kerja merupakan tempat idaman kita, yang menjanjikan kebahagiaan sejati sekaligus sarat dengan aneka tantangan, masalah dan hambatan. Maka marilah kita mawas diri: sejauh mana selama hidup di dalam keluarga maupun sibuk bekerja di tempat kerja kita semakin suci, semakin beriman, semakin mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Allah? Sejauh mana semakin mendunia, berpartisipasi dalam seluk-beluk duniawi kita semakin beriman, semakin suci? Marilah dalam dan melalui keluarga maupun tempat kerja kita meneladan Yesus yang ‘<em>rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya’, </em>dengan kata lain cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun membuat lingkungan hidup enak dan nikmat untuk ditinggali serta semakin menarik, memikat dan mempesona bagi siapapun. Maka ketika di dalam keluarga maupun tempat kerja muncul tantangan, hambatan atau masalah, hendaknya dijadikan kesempatan untuk semakin mempersembahkan diri kepada Allah. Dengan kata lain jadikan tantangan, hambaan atau masalah sebagai wahana pembinaan dan pengembangan pribadi kita.</p>
<p>· “<em>Aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah</em>”(Rm 8:38-39), demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman. <em>“Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang”</em> tidak akan memisahkan Paulus dari kasih Allah. Kasih Allah memang tidak terbatas bagi siapapun yang beriman kepadaNya. Orang yang sungguh beriman akan menghayati ‘<em>penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan, atau kelelanjangan, atau bahaya atau pedang’ </em> sebagai kesempatan emas untuk menghayati kasih Allah, sebagaimana telah terjadi dalam diri Yesus Kristus. Penderitaan dan salib Yesus menjadi rahmat dan keselamatan bagi yang percaya kepadaNya, maka ketika kita rela menderita karena setia dan taat pada panggilan dan tugas pengutusan, kita juga dapat menjadi berkat bagi saudara-saudari kita. Aneka macam bentuk kemerosotan moral yang masih marak di sana-sini pada saat ini hendaknya dijadikan kesempatan emas untuk merasul alias menyelamatkan atau membahagiakan orang lain, yang menjadi korban kemerosotan moral maupun yang melakukan tindakan amoral. Tugas panggilan menyelamatkan atau membahagiakan berarti siap sedia untuk mendatangi dan menyelamatkan apapun, siapapun yang tidak selamat dan tidak bahagia, dan tentu saja juga siap sedia dengan jiwa besar dan hati rela berkorban bagi sesamanya.</p>
<p><em>“Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya… Aku hendak bersyukur sangat kepada TUHAN dengan mulutku, dan aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak. SebabIa berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkannya dari orang-orang yang menghukumnya</em>”</p>
<p>(Mzm 109: 26-27.30-31).</p>
<p>Jakarta, 29 Oktober 2009</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=95&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/29/29-okt-rm-831b-39-luk-1331-35/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>28 Okt &#8211; Ef 2:19-22; Luk 6:12-19</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/27/28-okt-ef-219-22-luk-612-19/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/27/28-okt-ef-219-22-luk-612-19/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 10:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/27/28-okt-ef-219-22-luk-612-19/</guid>
		<description><![CDATA[“Ia memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebutNya rasul” (Ef 2:19-22; Luk 6:12-19) “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=94&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><strong>“Ia memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebutNya rasul”</strong></p>
<p>(Ef 2:19-22; Luk 6:12-19)</p>
<p><em>“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. LaluIa turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya</em>” (Luk 6:12-19), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Simon dan St.Yudas, rasul, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Rasul berarti yang diutus. Dalam kisah Warta Gembira hari ini Yesus memilih dua belas rasul, dan sebelum melaksanakan tugas perutusan mereka, mereka diajak untuk mengikuti Yesus serta menyaksikan apa yang dilakukan oleh Yesus. Sebelum menentukan pilihan Yesus “<em>berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah”. </em>Apa yang dilakukan oleh Yesus ini kiranya dapat menjadi bahan permenungan kita, yaitu ‘berdoa sebelum membuat pilihan yang sangat menentukan cara hidup dan cara bertindak kita sendiri maupun orang lain’. Hal senada juga harus kita lakukan dalam rangka membuat keputusan-keputusan penting yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Maka baiklah di sini saya mengingatkan dan mengajak kita semua perihal menentukan pilihan atau membuat keputusan penting. Misalnya bagi rekan muda-mudi yang sedang berpacaran atau bertunangan kami harapkan tidak melupakan hidup doa, berdoa mohon pencerahan dari Tuhan apakah pacaran atau tunangan diputus atau dilanjutkan untuk membangun hidup berkeluarga, menjadi suami-isteri sampai mati. Kepada siapapun yang masih dalam proses pembelajaran kami harapkan juga berdoa sebelum menentukan atau memilih jenis pendidikan atau jurusan; demikian juga para pimpinan hendaknya berdoa sebelum membuat kebijakan atau keputusan penting. Kita semua berharap apapun yang menjadi keputusan atau pilihan kita akan membahagiakan kita sendiri maupun orang lain, yang sakit disembuhkan, yang kecewa dipuaskan, yang sedih dibahagiakan, yang miskin diperkaya, dst..</p>
<p>· <em>“Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh</em>”(Ef 2:21-22), demikian peringatan Paulus kepada umat di Efesus, kepada kita semua yang terpilih. Ingat bahwa masing-masing dari kita adalah ‘yang terpilih’! Bukankah ada jutaan sperma berlomba untuk bersatu dengan sel telor dan hanya satu yang menang atau terpilih, yang akhirnya menjadi ‘saya’, masing-masing dari kita saat ini? Sebagai yang terpilih kita diharapkan “<em>turut dibangunkan menjadi bangunan rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus”, </em>dengan kata lain cara hidup dan cara bertindak kita sesuai dengan kehendak Allah. Diri kita masing-masing sendiri diharapkan rapi, menarik, mempesona dan memikat, sehingga kebersamaan hidup kita dimanapun dan kapanpun juga demikian adanya. Sebagai pribadi yang menjadi bait Allah atau hidup di dalam Roh tentu saja cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan buah-buah Roh seperti <em>“kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri</em>”(Gal 5:22-23). Marilah kita saling mendukung dan mengingatkan bahwa masing-masing dari kita menjadi ‘bait Allah’, sehingga siapapun yang melihat kita, hidup bersama dengan kita, tergerak untuk berbakti kepada Allah, lebih beriman, lebih suci, semakin dikasihi oleh Allah dan sesama manusia. Maka jika ada saudara atau saudari kita yang hidup dan bertindak tidak sesuai dengan kehendak Allah seperti yang melakukan <em>“ percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya”</em>(Gal 5:19-21), hendaknya segera diingatkan.</p>
<p><em>“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari</em>” (Mzm 19:2-5)</p>
<p>Jakarta, 28 Oktober 2009</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://uk.messenger.yahoo.com"><br />
</a></p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=94&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/27/28-okt-ef-219-22-luk-612-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>27 Okt &#8211; Rm 8:18-25; Luk 13:18-21</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/26/27-okt-rm-818-25-luk-1318-21/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/26/27-okt-rm-818-25-luk-1318-21/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 16:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/26/27-okt-rm-818-25-luk-1318-21/</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?” (Rm 8:18-25; Luk 13:18-21) “Maka kata Yesus: &#34;Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.&#34; Dan Ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=93&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><strong>&quot;Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?”</strong></p>
<p>(Rm 8:18-25; Luk 13:18-21)</p>
<p><em>“Maka kata Yesus: &quot;Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.&quot; Dan Ia berkata lagi: &quot;Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya</em>.&quot;(Luk 13:18-21), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Salah satu kelemahan kelompok mayoritas adalah merasa diri kuat, hebat dan baik, tetapi sering kurang berkembang sebagaimana dituntut oleh perkembangan zaman, sebaliknya kelompok minoritas memang ada kecenderungan minder, tetapi juga karena merasa terjepit mereka terus mengembangkan diri dan dengan demikian berkualitas. Memang ada dilemma: berpihak pada mayoritas atau minoritas, apa saja atau yang terpilih saja. Berpihak pada mayoritas ada kecenderungan kurang mendalam dan dengan demikian kurang bermutu tetapi merata, sedangkan berpihak pada minoritas ada kemungkinan cukup mendalam dan dengan demikian cukup berkualitas. Jika Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah bagaikan biji sesawi atau ragi, hal itu mengingatkan dan mengajak kita semua, bahwa yang lebih diutamakan adalah kuwalitas bukan kuantitas, mutu bukan jumlah. Maka marilah prinsip ini kita hayati lebih-lebih dalam bidang pembinaan/pendidikan atau produksi. Dalam dunia pendidikan hendaknya kualitas lebih diutamakan daripada kuantitas, kecerdasan spiritual lebih diutamakan daripada kecerdasan-kecerdasan lainnya. Demikian juga dalam berproduksi, entah apapun: makanan, minuman, sarana-prasarana, dst.. hendaknya lebih diutamakan kualitas daripada kuantitas. Satu orang baik, bermutu, dewasa, cerdas dst.. akan berpengaruh bagi lingkungan hidupnya bagaikan ragi yang merasuki tepung terigu. Maka dengan ini kami berharap kepada kita semua umat beriman: marilah kita perdalam dan perkuat iman kita masing-masing, sehingga kehadiran, cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun membuat lingkungan hidup enak, nikmat dan mempesona. Dimana kita hadir maka komunitas atau lingkungan hidup menjadi bahagia, damai dan tenteram.</p>
<p>· “<em>Kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun</em>” (Rm 8:24-25), demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua. Apa yang diharapkan memang belum terlihat, maka siapapun yang sungguh mengharapkan sesuatu mereka akan dengan tekun dan bergairah mengusahakan. Kita semua mengharapkan keselamatan, dan diharapkan sejak saat ini kita telah mencicipi keselamatan tersebut. Yang terutama menjadi pengharapan kita adalah keselamtan jiwa kita, maka marilah kita usahakan dengan gairah dan tekun agar jiwa kita selamat dan bahagia ketika kita dipanggil Tuhan. Untuk itu kita memang diharapkan bagaikan ragi atau biji sesawi, yang tumbuh, menyebar dan fungsional. Tumbuhan sesawi yang telah tumbuh nampak indah dan menjadi tempat burung-burung serta kupu-kupu mencari makan dan berteduh, sedangkan ragi begitu hancur dan menyebar langsung membuat enak dan sedap makanan. Hidup dalam pengharapan berarti siap sedia untuk tumbuh berkembang dan hancur untuk dikorbankan atau dipersembahkan kepada yang lain. Kelengkapan keutamaan harapan adalah iman dan cinta: iman yang berarti mempersembahkan diri seutuhnya kepada yang lain dan cinta berarti melakukan sesuatu yang baik dan menyelamatkan bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan kata lain karena kita saling mengharapkan berarti kita juga saling berbuat baik dan mempersembahkan diri. Orang yang berpengharapan tidak pernah sedih, frustrasi atau lesu, tetapi senantiasa bergariah, ceria, dinamis dst.. sehingga menarik dan memikat serta mempesona bagi siapapun, seperti orang gila yang senyum terus dan tidak mengganggu orang lain tetapi malah menghibur orang lain yang melihatnya.</p>
<p>“<em>TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya”</em></p>
<p><em>(</em>Mzm 1126:3-6)</p>
<p>Jakarta, 27 Oktober 2009.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=93&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/26/27-okt-rm-818-25-luk-1318-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>26 Okt &#8211; Rm 8:12-17; Luk 13:10-17</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/25/26-okt-rm-812-17-luk-1310-17/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/25/26-okt-rm-812-17-luk-1310-17/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 14:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/25/26-okt-rm-812-17-luk-1310-17/</guid>
		<description><![CDATA[“Bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?” (Rm 8:12-17; Luk 13:10-17) “Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=92&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?”</strong></p>
<p>(Rm 8:12-17; Luk 13:10-17)</p>
<p><em>“Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: &#8220;Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.&#8221; LaluIa meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: &#8220;Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.&#8221; Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: &#8220;Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?&#8221; Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya</em>”(Luk 13:10-17), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Di akhir sebuah lokakarya karya pendidikan, para wakil (dari keuskupan-keuskupan) menyampaikan rekomendasi berupa rencana kegiatan kerja di wilayah masing-masing. Cukup menarik ada beberapa wakil dalam menyampaikan rencana kegiatannya dengan catatan kaki, yaitu: pelaksanaan rencana kerja ini perlu rekomendasi Uskup. Dalam hati saya bertanya-tanya: apakah untuk berbuat baik perlu rekomendasi uskup, yang dimaksudkan kiranya perlu dana/beaya dari uskup. Hemat saya semua pimpinan di tingkat manapun tidak akan melarang anak buahnya berbuat baik. Perbuatan baik berada di ranah norma moral, yang mengatasi norma hukum. Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat dan apa yang dilakukan membuat gusar kepala rumah ibadat karena menurut aturan Sabat pada hari Sabat tidak boleh bekerja. Tetapi setelah Yesus menjelaskan arti Sabat dan perbuatanNya, mereka pun bersukacita. Belajar dan bercermin pada apa yang telah dilakukan oleh Yesus, marilah kita tidak takut atau ragu-ragu untuk berbuat baik dimanapun dan kapanpun, lebih-lebih menolong mereka yang sakit atau menderita. Kita jauhkan dan berantas aneka bentuk kemunafikan. Aneka macam aturan dan tatanan hidup bertujuan untuk kebaikan umum, maka semua perbuatan baik tidak melawan aturan atau tatanan hidup, melainkan memantapkan aturan dan tatanan tersebut, meskipun sekilas nampak melanggar aturan. Usaha dan kegiatan penyelamatan jiwa manusia dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja.</p>
<p>· <em>“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah</em>”(Rm 8:14-15). Anak Allah berarti orang yang sungguh dikasihi oleh Allah, dan kita semua kiranya mendambakan sebagai yang dikasihi oleh Allah. Kasih Allah kepada kita masing-masing telah kita terima secara melimpah ruah melalui mereka yang telah berbuat baik kepada kita, tanpa kenal aturan atau tatanan. Maka hendaknya tidak mengingkari diri sebagai yang telah dikasihi, dan tentu saja kita menanggapinya dengan berterima kasih, dan terima kasih itu kita wujudkan dengan mengasihi orang lain, sehingga kita hidup dan bertindak saling mengasihi. Jika kita hidup dan bertindak saling mengasihi maka tiada ketakutan sedikitpun dalam diri kita masing-masing, dan dengan demikian kita juga handal dan tabah terhadap aneka ancaman jenis penyakit. Maka jika dalam diri kita masing-masing masih ada ketakutan berarti kebersamaan hidup kita kurang atau tidak saling mengasihi atau ada yang bermental budak, dimana bertindak menunggu perintah. Baiklah jika ada saudara-saudari kita yang masih dalam ketakutan, marilah kita tolong dengan rendah hati agar tidak takut, antara lain dengan memperlihatkan kasih Allah yang melimpah ruah dalam diri mereka. Mereka yang takut pada umumnya karena merasa kurang dikasihi, padahal yang benar kasih kepadanya sungguh melimpah ruah. Kita ingatkan mereka bahwa kita sampai kini masih hidup seperti saat ini tidak lain karena kasih Allah yang kita terima melalui banyak orang yang telah mengaasihi kita.</p>
<p>“<em>Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut</em>”</p>
<p>(Mzm 68:20-21).</p>
<p>Jakarta, 26 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=92&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/25/26-okt-rm-812-17-luk-1310-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>25 Okt &#8211; Yes 31:7-9; Ibr 5:1-6; Mrk 10:46-52</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/24/25-okt-yes-317-9-ibr-51-6-mrk-1046-52/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/24/25-okt-yes-317-9-ibr-51-6-mrk-1046-52/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 22:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/24/25-okt-yes-317-9-ibr-51-6-mrk-1046-52/</guid>
		<description><![CDATA[Mg Biasa XXX: Yes 31:7-9; Ibr 5:1-6; Mrk 10:46-52 &#8220;Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Indera ‘mata’ atau penglihatan merupakan salah satu dari lima indera yang cukup penting. Orang buta berarti mengalami kekurangan atau kelemahan untuk menerima aneka informasi yang dapat dilihat dan dinikmati melalui mata; yang bersangkutan juga dapat dengan mudah ditipu atau dikelabui orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=91&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mg Biasa XXX: Yes 31:7-9; Ibr 5:1-6; Mrk 10:46-52</p>
<p><strong>&#8220;Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”</strong></p>
<p>Indera ‘mata’ atau penglihatan merupakan salah satu dari lima indera yang cukup penting. Orang buta berarti mengalami kekurangan atau kelemahan untuk menerima aneka informasi yang dapat dilihat dan dinikmati melalui mata; yang bersangkutan juga dapat dengan mudah ditipu atau dikelabui orang lain. Dengan mata atau penglihatan yang baik kita dapat menikmati panorama atau pemandangan yang indah serta menyegarkan, entah itu tanaman, binatang maupun manusia atau alam pegunungan, dst.. Dalam Warta Gembira hari ini dikisahkan orang buta, yang berteriak-teriak mohon penyembuhan dari Yesus. Yesus pun tergerak hatiNya oleh belas kasihan dan akhirnya menyembuhkan orang buta tersebut sehingga dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. “<em>Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!’, </em>demikian sabda Yesus kepada orang buta tersebut, dan ia pun sembuh, dapat melihat, kemudian <em>“ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya</em>”</p>
<p><strong><em> &#8220;Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”</em></strong> (Mrk 10:52)</p>
<p>Mungkin di antara kita tidak ada yang buta matanya, namun kiranya ada yang kabur atau buta mata hatinya. <em>“It be better to follow the blind man than to follow the blind heart”, </em>demikian rumor yang berkembang ketika Gus Dur, yang buta matanya, terpilih menjadi presiden RI. Ungkapan tersebut apakah merupakan bentuk kekecewaan atau kebanggaan, nampaknya tidak jelas. Saya pribadi terkesan dengan rumor tersebut, dan setelah saya refleksikan hemat saya memang benar bahwa buta mata hati lebih merugikan daripada buta mata phisik. Buta mata hati berarti tidak/kurang beriman, sehingga orang yang buta hatinya akan hidup seenaknya sendiri, mengikuti selera pribadi, tidak mengikuti kehendak Tuhan atau menghayati janji-janji yang pernah diikrarkan.</p>
<p>“<em>Imanmu telah menyelamatkan engkau”, </em>demikian sabda Yesus kepada orang yang buta matanya. Beriman berarti mempersembahkan atau menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dan dalam cara hidup serta cara bertindak setiap hari senantiasa mentaati dan melaksanakan aturan atau tatanan hidup yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusannya, dan dengan demikian selamat, damai sejahtera. Maka jika kita mengakui diri sebagai orang beriman, marilah kita mawas diri: sejauh mana kita melaksanakan atau menghayati aturan dan tatanan hidup yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing? Jika kita masih sakit-sakitan, entah sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi atau sakit tubuh, berarti kita kurang atau tidak beriman.</p>
<p>Setelah disembuhkan si buta langsung mengikuti Yesus dalam perjalananNya, artinya ia berjalan bersama dan bersatu dengan Tuhan. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus/Tuhan, kita dipanggil mengikutiNya dalam perjalananNya, yang tidak lain berjalan atau pergi kemanapun dan dimanapun untuk menyelamatkan atau membahagiakan orang lain. Kita dipanggil untuk membahagiakan orang lain dalam dan melalui cara hidup, cara bertindak serta sepak terjang kita setiap hari. Kita semua kiranya memiliki mata tubuh yang sehat alias dapat melihat segala sesuatu dengan jelas, maka kami harapkan setelah melihat dan mungkin menemukan sesuatu yang tidak baik, tidak beres dan amburadul, hendaknya langsung diperbaiki, dibereskan dan diatur. Kami percaya jika kita sungguh beriman, maka ketika melihat sesuatu pasti langsung tergerak untuk melakukan sesuatu yang menyelamatkan dan membahagiakan. Orang sungguh beriman pada umumnya juga lebih melihat ke bawah dari pada ke atas, sehingga melihat kenyataan yang ada dengan jelas serta hidup dalam kenyataan bukan mimpi-mimpi; ia rendah hati.</p>
<p><strong><em>“Setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri</em></strong>.”(Ibr 5:1-3)</p>
<p>Kutipan di atas ini kiranya baik menjadi bahan refleksi para imam/pastor khususnya, dan juga umat Allah pada umumnya yang juga memiliki cirikhas imamat umum kaum beriman. Sebagai imam atau pastor hendaknya ‘<em>dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat’, </em>karena untuk itulah ia dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya Yesus, Imam Agung, yang datang untuk menyelamatkan orang berdosa, bukan orang sehat dan baik. Untuk itu sebagai imam atau pastor harus mendunia atau memahami seluk-beluk atau hal-ikhwal duniawi, kebutuhan hidup sehari-hari umat Allah serta lingkungan hidup mereka. Dengan kata lain hendaknya sering ‘turba’, turun ke bawah, melepaskan atribut kebesarannya dan menjadi sama dengan mereka yang didatangi kecuali dalam hal dosa.</p>
<p>Kita perlu mengerti kelemahan dan kerapuhan diri kita sendiri maupun mereka yang harus kita layani, agar kita tahu bentuk atau wujud persembahan macam apa yang harus kita haturkan alias bantuan atau pertolongan yang harus kita berikan. Kelemahan atau kerapuhan dapat terletak dalam hati, jiwa, akal budi atau tubuh. Orang-orang jahil dan sesat pada umumnya kelemahannya terletak dalam hati dan jiwa mereka, tidak mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Maka jika kita jahil dan sesat atau siapapun yang merasa jahil dan sesat, marilah kita berdoa seperti ini: “<em>Berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini</em>?&#8221;(1Raj 3:9).</p>
<p>“<em>Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung</em>;”(Yer 31:8-9). Kutipan dari kitab Yeremia ini kiranya dapat kita refleksikan sebagai pendukung panggilan imamat kita, entah imamat jabatan maupun imamat umum kaum beriman. Kita dipanggil untuk membawa saudara-saudari kita ‘<em>di jalan yang rata, dimana mereka tidak akan tersandung’. </em>Kita dipanggil untuk membawa saudara-saudari kita kembali ke jalan benar, jalan hidup yang telah digelutinya, dialaminya sesuai dengan panggilan Tuhan. Dengan kata lain kita diingatkan untuk tanpa takut dan gentar menegor dan meluruskan merekayang suka atau sering selingkuh, mengingkari panggilan dan tugas pengutusannya. Kepada siapapun yang sering ‘tersandung; apalagi ‘jatuh’ kami ingatkan: jangan-jangan telah berselingkuh; jika memang telah dan sedang berselingkuh kami ajak untuk bertobat, kembali ke jalan benar, demi kebahagiaan anda sendiri maupun saudara-saudari anda.</p>
<p>“<em>Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: &#8220;TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!&#8221; TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasny</em>a.”(Mzm 126)</p>
<p>Jakarta, 25 Oktober 2009</p>
<p>.</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=91&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/24/25-okt-yes-317-9-ibr-51-6-mrk-1046-52/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>24 Okt &#8211; Rm 8:1-11; Luk 13:1-9</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/24/24-okt-rm-81-11-luk-131-9/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/24/24-okt-rm-81-11-luk-131-9/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 22:31:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/24/24-okt-rm-81-11-luk-131-9/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!&#8221; (Rm 8:1-11; Luk 13:1-9) &#8220;Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: &#8220;Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=90&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!&#8221;</p>
<p>(Rm 8:1-11; Luk 13:1-9)</p>
<p>&#8220;Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Yesus menjawab mereka: &#8220;Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.&#8221; Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: &#8220;Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!&#8221; (Luk 13:1-9), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
• Bertobat berarti memperbaharui diri dan meninggalkan cara hidup atau cara bertindak yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan; dengan kata lain terjadi perubahan, dan tentu saja perubahan ke arah yang lebih baik. Yang abadi di dunia ini adalah perubahan, dan masing-masing dari kita seiring dengan bertambahnya usia, pengalaman dan pergaulan pasti mengalami perubahan-perubahan tertentu. Dari kita semua diharapkan agar perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri kita masing-masing tidak percuma, yang berarti menghasilkan buah-buah, yaitu nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan hidup yang menyelamatkan. Maka baiklah kita mawas diri: apakah di tempat tinggal dan tempat tugas/kerja kita masing-masing, kita sendiri tumbuh berkembang dalam iman dan kecerdasan dan cara hidup serta cara bertindak kita mempengaruhi lingkungan hidup kita semakin baik, menyenangkan dan mempesona bagi siapapun. Sebagai tanda atau gejala bahwa cara hidup dan cara bertindak kita tidak percuma, antara lain kita semakin dikasihi oleh Tuhan maupun sasama kita. Kepada kita semua yang mungkin dinilai percuma kehadiran dan sepak-terjang kita, marilah kita perbaiki dengan rendah hati dan kerja keras. Bahwa kita masih diperkenankan hidup dan bertindak sebagaimana adanya pada masa kini hendaknya dihayati sebagai kemurahan dan kesabaran hati Tuhan, maka jangan disia-siakan kemurahan dan kesabaran hati Tuhan.<br />
• &#8220;Mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera&#8221; (Rm 8:5-6), demikian peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua orang beriman. Kita semua kiranya mendambakan hidup dan damai sejahtera, maka marilah hidup menurut kehendak Roh Kudus, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan buah-buah Roh seperti : &#8220;kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri&#8221; (Gal 5:22-23). Jika kita menghayati keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh tersebut di atas ini maka kita pasti akan hidup damai sejahtera, selamat dan sehat lahir dan batin, jasmani dan rohani. Kepada mereka yang masih hidup menurut daging alias sesuai kehendak setan seperti &#8220;percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora&#8221;(Gal 5:19-21) , kami harapkan bertobat dan meninggalkan cara bertindak yang akan membawa ke penderitaan untuk selamanya. Perkenankan saya mengangkat salah satu keutamaan yang menurut saya up to date dan mendesak untuk kita hayati dan sebarluaskan, yaitu kesetiaan. Kami mengajak kita semua untuk setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita tidak percuma, tetapi berbuahkan apa-apa yang menyelamatkan dan membahagiakan baik diri kita sendiri maupun orang lain yang kena dampak cara hidup dan cara bertindak kita.</p>
<p>&#8220;TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. &#8220;Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?&#8221; &#8220;Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.&#8221;</p>
<p>(Mzm 24:1-5)</p>
<p>Jakarta, 24 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=90&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/24/24-okt-rm-81-11-luk-131-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>23 Okt &#8211; Rm 7:8-25a; Luk 12:54-59</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/22/23-okt-rm-78-25a-luk-1254-59/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/22/23-okt-rm-78-25a-luk-1254-59/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 07:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/22/23-okt-rm-78-25a-luk-1254-59/</guid>
		<description><![CDATA[“Mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Rm 7:8-25a; Luk 12:54-59) “Yesus berkata pula kepada orang banyak: &#8220;Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=89&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?”</strong></p>
<p>(Rm 7:8-25a; Luk 12:54-59)</p>
<p>“Yesus berkata pula kepada orang banyak: &#8220;Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”(Luk 12:54-59), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Yohanes dari Capestrano, imam, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Karena wilayah Indonesia terletak di antara lempengan bumi, maka sering terjadi gempa bumi, dan akhir-akhir ini gempa bumi tiada henti terjadi. Para pakar gempa bumi telah memprediksi akan terjadinya gempa bumi, dan memang tidak tahu persis hari “H’nya; mereka mencermati dan menilai gerakan lempengan bumi serta berpesan pada daerah-daerah yang kemungkinan akan terjadi gempa bumi agar siap-siaga sewaktu-waktu terjadi gempa bumi. Dalam peristiwa gempa bumi terakhir yang melanda wilayah Sumatera Barat akhir September lalu nampak bahwa kita belum memiliki sarana yang memadai dalam mengatasi dampak gempa bumi, sebagaimana telah dimiliki beberapa Negara lain yang berpartisipasi mencari korban gempa (antara lain mereka mimiliki alat dan anjing yang dapat mendeteksi keberadaan korban yang masih hidup atau mayat). Gempa bumi hanya merupakan salah satu peristiwa yang menandai zaman ini, dan kiranya masih banyak peristiwa yang sering terulang kembali. Sabda Tuhan hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk meningkatkan kepekaan dan perhatian kita atas berbagai macam peristiwa yang memiliki dampak sosial cukup besar. Mungkin pertama-tama dan terutama masing-masing dari kita hendaknya peka terhadap apa yang terjadi dalam tubuh kita masing-masing, misalnya gejala akan sakit, bagi rekan perempuan gejala datang bulan/menstruasi atau hamil, dst.. Hemat saya ketika kita peka terhadap apa yang terjadi dalam tubuh kita, maka dengan mudah kita akan mampu mendeteksi aneka kemungkinan peristiwa yang akan terjadi di lingkungan hidup kita, dan kita tergerak untuk mempersiapkan segala sesuatu yang kiranya dibutuhkan untuk mengatasi aneka dampak peristiwa. St Yohanes, imam, yang kita rayakan hari ini juga menjadi pelindung pelayanan pastoral/pastor angkatan bersenjata; hemat saya angkatan bersenjata erat kaitannya dengan pendeteksian dan penilaian peristiwa-peristiwa. Dalam kasus atau peristiwa gempa bumi di Indonesia pada umumnya angkatan bersenjata yang siap sedia untuk terjun di lapangan guna membereskan aneka dampak gempa bumi.</p>
<p>· “<em>Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku</em>”(Rm 7:21-23), demikian kesaksian Paulus. Apa yang dikatakan oleh Paulus ini merupakan buah pengenalan diri sendiri, apa yang terjadi dalam dirinya. Anggota-anggota tubuh kita memang dapat menghambat untuk berbuat baik, mungkin karena anggota tubuh kita tidak sehat. Marilah kita cermati diri kita masing-masing: anggota tubuh mana yang sering menghambat atau menghalang-halangi kita untuk berbuat baik kepada saudara-saudari kita? Jika kita telah mengenali dengan baik anggota tubuh kita yang sering mengganggu atau menghalangi kita untuk berbuat baik, hendaknya diusahakan perbaikan atau penyembuhan atas anggota tubuh tersebut atau mungkin butuh pengendalian khusus. Salah satu usaha perbaikan atau pengendalian antara lain kita minta bantuan orang lain untuk menegor ketika kita berbuat jahat atau melakukan apa yang merugikan orang lain alias melawan hukum Allah, perintah untuk saling mengasihi satu sama lain. Jika kita mampu mengendalikan anggota-anggota tubuh kita sehingga tidak melakukan apa yang jahat, maka kita juga lebih mudah berbuat baik kepada orang lain dan sikap kita terhadap orang lain berarti melayani bukan menguasai.</p>
<p><em>“Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku</em>”</p>
<p>(Mzm 119:76-77)</p>
<p>Jakarta, 23 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=89&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/22/23-okt-rm-78-25a-luk-1254-59/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>22 Okt &#8211; Rm 6:19-23; Luk 12:49-53</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/21/22-okt-rm-619-23-luk-1249-53/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/21/22-okt-rm-619-23-luk-1249-53/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 17:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/21/22-okt-rm-619-23-luk-1249-53/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku datang untuk melemparkan api ke bumi&#8221; (Rm 6:19-23; Luk 12:49-53) &#8220;Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=88&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Aku datang untuk melemparkan api ke bumi&#8221;</p>
<p>(Rm 6:19-23; Luk 12:49-53)</p>
<p>&#8220;Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.&#8221;( Luk 12:49-53), demikian kutipan Warta Gembira hari ini</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
Â• Ketika terjadi kebakaran rumah atau gedung kiranya hampir semua jenis barang dan bahan material bangunan dapat luluh lantak atau menjadi abu, kecuali logam emas murni. Emas murni terbakar berarti semakin nampak kemurnian atau keasliannya. Sabda Yesus hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua untuk mawas diri: sejauh mana kita setia pada charisma atau spiritualitas atau visi kita masing-masing, entah secara pribadi maupun organisatoris. Berbagai tantangan, hambatan, masalah maupun godaan kiranya sedikit banyak telah membuat kita kurang setia pada charisma, spiritualitas atau visi yang pernah kita ikrarkan, bahkan ada kecenderungan sementara orang untuk hidup dan berindak hanya mengikuti selera pribadi alias seenaknya sendiri serta mengesampingkan aneka aturan dan tatanan hidup yang berfungsi sebagai pendukung penghayatan charisma, spiritualitas atau visi. Maka dengan ini kami mengajak kita semua: marilah kita setia pada charisma, spiritualitas atau visi kita masing-masing, dan sekiranya telah mengalami erosi dalam penghayatan, marilah kita memperbaharui diri, back to basic. Sebagai suami-isteri hendaknya setia pada pasangan masing-masing, saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, serta meninggalkan semangat kekanak-kanakan, sebagai religius marilah kita setia pada charisma pendiri serta meninggalkan cara hidup dan cara bertindak menurut adapt-istiadat keluarga yang tidak sesuai dengan charisma, dst.. Bagi kita semua orang beriman, hendaknya kita hidup dan bertindak sesuai dengan iman kita, hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Orgnanisasi- organisasi politik, kemasyarakatan, social dst.. hendaknya setia pada visi dasar organisasi, meskipun perwujudan strategi cara bertindak senantiasa dapat berubah sesuai tuntutan zaman, situasi dan kondisi.</p>
<p>&#8220;Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.&#8221; (Rm 6:19), demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman. Kita semua dipanggil untuk &#8220;menyerahkan anggota-anggota tubuh kita menjadi hamba kebenaran yang membawa kita kepada pengudusan atau kesucian&#8221;. Anggota-anggota tubuh yang mungkin perlu kita perhatikan antara lain: pancaindera (mata, telinga, hidung, dst..), kaki dan tangan, dan yang tak boleh dilupakan tentu saja alat kelamin. Hendaknya memfungsikan anggota-anggota tubuh tersebut untuk berbuat benar atau melakukan apa-apa yang baik, yang membawa kita menuju ke kesucian atau pengudusan diri kita. Pada masa kini mungkin baik saya angkat masalah anggota tubuh yang cukup vital yaitu alat kelamin, entah penis atau vagina. Banyaknya pengguguran kandungan yang dilakukan oleh para remaja kita yang belum menikah menunjukkan bahwa cukup banyak remaja atau generasi muda memfungsikan alat kelamin demi kenikmatan diri sendiri, bukan demi kehendak Tuhan dalam rangka partisipasi karya penciptaan manusia. Tuhan menganugerahi kenikmatan hubungan seksual bukan untuk berfoya-foya atau cari enak sendiri, melainkan sebagai sarana atau bantuan bagi manusia dalam berpartisipasi dalam karya penciptaan manusia. Maha hendaknya hubungan seksual hanya dilakukan dengan suami atau isterinya sendiri alias dengan pasangan hidup masing-masing, tidak sebelum menikah maupun dengan berselingkuh dengan orang lain. Pengendalian mata dan telinga juga penting bagi kita semua, lebih-lebih bagi anak-anak kecil, yang belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk.</p>
<p>&#8220;Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.&#8221; (Mzm 1:1-4)</p>
<p>Jakarta, 22 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=88&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/21/22-okt-rm-619-23-luk-1249-53/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>21 Okt &#8211; (Rm 6:12-18; Luk 12:39-48)</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/20/21-okt-rm-612-18-luk-1239-48/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/20/21-okt-rm-612-18-luk-1239-48/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 10:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/20/21-okt-rm-612-18-luk-1239-48/</guid>
		<description><![CDATA[“Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana” (Rm 6:12-18; Luk 12:39-48) “Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.&#8221; Kata Petrus: &#8220;Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=87&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana”</strong></p>
<p>(Rm 6:12-18; Luk 12:39-48)</p>
<p>“Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.&#8221; Kata Petrus: &#8220;Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?&#8221; Jawab Tuhan: &#8220;Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.&#8221;(Luk 12:39-48), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>· Kata bahasa Latin “<em>administrare” </em>antara lain berarti mengurus atau mengelola, dan dari akar kata bahasa Latin tersebut kita kenal kata ‘administrasi’, ‘administrator’/kepala/pemimpin, yang erat kaitannnya dengan hal-ihwal atau seluk-beluk duniawi. Kita semua, sesuai dengan tugas, fungsi atau jabatan dan kedudukan kita masing-masing, memiliki tugas atau kewajiban yang harus kita laksanakan, urus atau kelola. Sejauh mana kita mengurus atau mengelola tugas atau kewajiban kita dengan setia dan bijaksana? Setia pada tugas atau kewajiban pada masa kini memang tidak mudah, mengingat dan memperhatikan cukup banyak orang tidak atau kurang setia pada panggilan, tugas, kewajiban dan jabatan atau fungsinya. Bahkan ketika ada orang lain mengingatkan perihal ketidak-setiaannya sering mendapat perlakuan yang tidak baik. Setia dalam mengurus atau mengelola berarti tidak mengurangi sedikitpun alias tidak korupsi. Dalam anggota tubuh kita yang kelihatan hemat saya ‘leher’ merupakan anggota tubuh yang setia: semua makanan, minuman dan udara yang masuk melalui mulut dan hidung diteruskan semuanya ke dalam tubuh; ketika anggota tubuh lain beristirahat leber tetap bekerja terus sebagai ‘jalan’ yang harus dilewati, jalan udara. Marilah, apapun yang harus kita urus atau kelola, kita mengurus atau mengelolanya dengan setia. Secara khusus kami mengingatkan kita semua yang terpanggil untuk hidup berkeluarga, imamat maupun membiara, untuk setia menghayati panggilan.</p>
<p>·“<em>Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran”(</em>Rm 6:18), demikian peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman. Dimerdekakan dari dosa berarti dosa-dosa kita telah diampuni, dan kemudian diharapkan tidak melakukan dosa lagi melainkan melakukan apa yang baik dan benar alias ‘<em>menjadi hamba kebenaran’. </em>Kata ‘kebenaran’ disini juga dapat diartikan keselamatan, dan tentu saja pertama-tama dan terutama adalah keselamatan jiwa. Maka ‘menjadi hamba kebenaran’ kiranya dapat diartikan sebagai berikut: barometer, patokan atau ukuran keberhasilan usaha, kerja, pelayanan dan kesibukan kita adalah keselamatan jiwa, entah keselamatan jiwa kita sendiri maupun keselamatan jiwa dari mereka yang menerima pelayanan atau kena dampak cara hidup dan cara kerja kita. Secara konkret di bidang pendidikan atau sekolah, hendaknya lebih diutamakan agar para peserta didik menjadi pribadi baik dan unggul dalam hal berbudi pekerti luhur daripada daripada dalam hal pencapaian nilai-nilai mata pelajaran. Dengan kata lain dalam bidang pendidikan atau sekolah hendaknya ‘kecerdasan spiritual’ para peserta didik menjadi sasaran atau tujuan. Kecerdasan spiritual merupakan kemampuan untuk bersikap kreatif, mengubah situasi, mengubah aturan maupun memahami atau menguasai makna dari setiap peristiwa. Jika orang cerdas secara spiritual maka kecerdasan lain seperti kecerdasan intelektual dan emosional dapat diusahakan dengan lebih mudah. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi, yang mendasari kecerdasan-kecerdasan lainnya. Salah satu cara mempersiapkan anak menjadi cerdas spiritual antara lain ketika masih bayi, selama kurang lebih satu tahun menikmati ASI, Air Susu Ibu, maka kami ingatkan kepada para ibu untuk menyusui anak-anaknya secara memadai.</p>
<p><em>“Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi</em>.”(Mzm 124:6-8)</p>
<p>Jakarta, 21 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=87&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/20/21-okt-rm-612-18-luk-1239-48/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>20 Okt &#8211; Rm 5:12.15b.17- 19.20b-21; Luk 12:35-38</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/19/20-okt-rm-512-15b-17-19-20b-21-luk-1235-38/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/19/20-okt-rm-512-15b-17-19-20b-21-luk-1235-38/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 15:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/19/20-okt-rm-512-15b-17-19-20b-21-luk-1235-38/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala&#8221; (Rm 5:12.15b.17- 19.20b-21; Luk 12:35-38) &#8220;Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.7 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=86&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala&#8221;</p>
<p>(Rm 5:12.15b.17- 19.20b-21; Luk 12:35-38)</p>
<p>&#8220;Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.7 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka&#8221; (Luk 12:35-38), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
• Apa yang disebut `persiapan&#8217; hemat saya merupakan suatu langkah kegiatan penting dalam aneka usaha atau kesibukan kita; dengan persiapan baik ada harapan cita-cita atau usaha akan sukses. Persiapan yang baik membuat orang yang bersangkutan senantiasa dalam keadaan siap-siaga untuk dipanggil dan diutus. Tanpa melecehkan prosfesi lainnya, hemat saya militer dapat menjadi contoh dalam hal persiapan. Militer memiliki tugas utama dalam `perang&#8217;, maka ketika tidak berperang pun pada umumnya mereka terus mempersiapkan diri dengan berbagai latihan. Dengan kata lain mereka belajar terus menerus. Bagi para pelajar atau mahasiswa, tugas belajar juga merupakan persiapan, entah persiapan untuk ujian atau profesi masa depan, dalam rangka hidup bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara. Hidup kita hemat saya juga merupakan persiapan untuk mati atau dipanggil Tuhan. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk mawas diri bahwa tugas atau pekerjaan kita apapun dan dimanapun adalah persiapan atau pembelajaran. Sikap mental selama persiapan atau belajar antara lain: kerja keras, terbuka, siap sedia terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan, bergairah, dst.. atau berjaga-jaga seperti satpam atau penjaga malam yang baik. Salah satu usaha yang tak boleh dilupakan selama persiapan atau belajar menjaga kesehatan dan kebugaran jiwa dan raga. Untuk menjaga keshatan dan kebugaran jiwa dan raga antara lain tidak melupakan hidup doa serta senantiasa berbuat baik jika ada kesempatan, maupun rajin berolahraga dan mengkomsumsi makanan sesuai dengan pedoman `empat sehat lima sempurna&#8217;, hidup teratur baik dalam kerja maupun istirahat. Usaha menjaga kesehatan dan kebugaran jiwa dan raga ini hendaknya sedini mungkin diusahakan di dalam keluarga: anak-anak dibiasakan hidup sehat dan bugar dengan teladan dan bimbingan orangtua/bapak- ibu.<br />
• &#8220;Jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup&#8221;(Rm 5:17-18). Perbuatan atau perilaku kita senantiasa berdampak sosial atau mempengaruhi lingkungan hidup serta sesama kita. Mengingat hal ini kami harapkan agar kita semua senantiasa berperilaku baik dan benar alias berbudi pekerti luhur. Ciri-ciri berbudi pekerti luhur antara lain: &#8221; bekerja keras, berani memikul resiko, berdisiplin, beriman, berhati lembut, berinisiatif, berpikir matang, berpikiran jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bersikap konstruktif, bersyukur, bertanggung jawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdik, cermat, dinamis, efisien, gigih, hemat, jujur, berkemauan keras, kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, mawas diri, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai waktu, pemaaf, pemurah, pengabdian, pengendalian diri, produktif, rajin, ramah tamah, rasa kasih sayang, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, setia, sikap adil, sikap hormat, sikap tertib, sopan santun, sportif, susila, tangguh, tegas, tekun, tetap janji, terbuka dan ulet&#8221;(Prof.Dr. Sedyawati: Pedoman Penananam Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka, Jakarta 1997). Di antara ciri-ciri budi pekerti luhur di atas ciri mana yang sebaiknya lebih kita utamakan untuk dihayati, kiranya perlu diperhatikan lingkungan hidup kita masing-masing. Unggul dalam salah satu ciri, hemat saya ciri-ciri lain secara inklusif terhayati juga. Sekiranya salah satu ciri telah dihayati dengan baik, hendaknya terus diusahakan menghayati ciri lain, sehingga semakin banyak ciri-ciri budi pekerti luhur tersebut dihayati, dan dengan demikian juga semakin banyak orang diselamatkan atau dibahagiakan.</p>
<p>&#8220;Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata: &#8220;Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.&#8221;Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN &#8220;(Mzm 40:7-10)</p>
<p>Jakarta, 20 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=86&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/19/20-okt-rm-512-15b-17-19-20b-21-luk-1235-38/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>19 Okt &#8211; &#8220;Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri&#8221;</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/19/19-okt-demikianlah-jadinya-dengan-orang-yang-mengumpulkan-harta-bagi-dirinya-sendiri/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/19/19-okt-demikianlah-jadinya-dengan-orang-yang-mengumpulkan-harta-bagi-dirinya-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 02:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/19/19-okt-demikianlah-jadinya-dengan-orang-yang-mengumpulkan-harta-bagi-dirinya-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[(Rm 4:20-25; Luk 12:13-21) &#8221; Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: &#8220;Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?&#8221; Kata-Nya lagi kepada mereka: &#8220;Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=85&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><strong>(Rm 4:20-25; Luk 12:13-21)</strong></strong></p>
<p>&#8221; Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: &#8220;Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.&#8221; Tetapi Yesus berkata kepadanya: &#8220;Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?&#8221; Kata-Nya lagi kepada mereka: &#8220;Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.&#8221; KemudianIa mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: &#8220;Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah ! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.&#8221; (Luk 12:13-21), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
• Dalam rangka pengelolaan dana atau uang sering ada yang disebut dengan `dana abadi&#8217;, tentu saja tidak dimaksudkan bahwa dana tersebut bersifat abadi alias tak akan berubah, melainkan yang dimaksudkan adalah dana yang dapat digunakan dalam keadaan sungguh terpaksa. Dana, uang atau harta benda memang tidak abadi; perhatikan saja dengan peristiwa gempa bumi atau kebakaran dan banjir yang akhir-akhir ini melanda wilayah Indonesia: bangunan roboh, aneka macam jenis harta benda ludes terbakar atau hanyut dalam hitungan menit dst.. Cukup banyak orang menjadi stress alias sinthing karena kehilangan harta benda atau kekayaan duniawi tersebut, bahkan ada yang bunuh diri atau hidup ngawur. Harta benda pada dasarnya bersifat sosial, tidak egois, maka hendaknya menyikapi aneka macam jenis harta benda sebagai sarana untuk membangun hubungan sosial, persaudaraan atau persahabatan sejati dalam rangka mengupayakan keselamatan jiwa manusia. Dengan kata lain yang utama adalah keselamatan jiwa bukan keselamatan harta benda atau uang. Kami berharap kepada mereka yang masih mengutamakan atau menempatkan diri sebagai yang tergantung pada harta benda atau kekayaan duniawi alias bersikap mental materialistis atau duniawi, untuk bertobat dan memperbaharui diri. Kepada siapapun yang kaya atau semakin kaya akan harta benda atau uang, kami harapkan juga semakin beriman, dan dengan demikian memfungsikan semua harta benda atau kekayaannya sebagai sarana untuk menjadi lebih suci, lebih mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui pelayanan kepada sesamanya.</p>
<p>• &#8220;Terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan&#8221;(Rm 4:20-21), demikian kesaksian Paulus perihal iman bapa Abraham. Sebagai orang beriman kita diharapkan meneladan iman bapa Abraham. Kepada kita semua atau masing-masing dari kita, Allah telah menjanjikan hidup mulia di sorga untuk selama-lamanya setelah dipanggil Tuhan nanti atau meninggal dunia. Janji ini hendaknya memperkuat iman atau penyerahan diri kita kepada Allah melalui sesama atau saudara-saudari kita, dengan kata lain mengimani janji Allah ini berarti kita saling menyerahkan diri, saling membahagiakan dan saling menyelamatkan. Kuasa Allah dalam pemenuhan janji perlu disertai atau didukung oleh cara hidup dan cara bertindak kita yang saling mempersembahkan atau menyerahkan diri satu sama lain. Cara hidup dan cara bertindak yang demikian ini hendaknya pertama-tama dan terutama dihayati di dalam keluarga-keluarga, sebagai dasar hidup bersama, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maupun beragama, dengan teladan konkret dari bapak-ibu atau orangtua. Sedini mungkin anak-anak di dalam keluarga dididik.atau dibiasakan dalam hal saling menyerahkan diri, saling membahagiakan satu sama lain. Marilah kita bekerjasama dalam rangka mengupayakan kebahagiaan, keselamatan dan kesejahteraan jiwa kita; marilah kita fungsikan keterampilan, bakat atau hobby kita demi keselamatan jiwa kita sendiri maupun saudara-saudari kita.</p>
<p>&#8220;Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, &#8212; seperti yang telah difirmankan- Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus &#8212; untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita&#8221;</p>
<p>(Luk 1:69-75)</p>
<p>Jakarta, 19 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=85&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/19/19-okt-demikianlah-jadinya-dengan-orang-yang-mengumpulkan-harta-bagi-dirinya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>18 Okt &#8211; Minggu Biasa XXIX</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/17/18-okt-minggu-biasa-xxix/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/17/18-okt-minggu-biasa-xxix/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 05:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/17/18-okt-minggu-biasa-xxix/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu Biasa XXIX Yes 53:10-11; Ibr 4:14-16; Mrk 10:35-45 “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” “Tua-tua keladi makin tua makin berisi”. Tanaman padi semakin tua, yang berarti berbuah bulir-bulir padi tua dan siap dipanen, semakin ‘menunduk’, sementara itu jika bulir-bulir padi kosong ia tetap ‘menengadah ke atas’. Semakin tambah usia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=84&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu Biasa XXIX</p>
<p>Yes 53:10-11; Ibr 4:14-16; Mrk 10:35-45</p>
<p><strong>“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu”</strong></p>
<p>“<em>Tua-tua keladi makin tua makin berisi”. </em>Tanaman padi semakin tua, yang berarti berbuah bulir-bulir padi tua dan siap dipanen, semakin ‘menunduk’, sementara itu jika bulir-bulir padi kosong ia tetap ‘menengadah ke atas’. Semakin tambah usia seseorang pada umumnya juga semakin tambah berpengalaman dalam berbagai hal , demikian juga ketika orang semakin naik pangkat atau jabatan atau tambah pangkat dan jabatan, pada umumnya juga semakin tambah berpengalaman. Orang yang memiliki banyak pengalaman memang ada dua kemungkinan, yaitu sombong atau rendah hati. Dalam sabda Yesus hari ini mereka yang semakin besar atau terkemuka hendaknya menjadi pelayan atau hamba bagi semuanya. Hari ini juga menjadi hari Minggu Evangelisasi, ajakan untuk mawas diri perihal semangat missioner kita masing-masing, maka marilah kita mawas diri bercermin pada sabda Yesus atau pesan para penulis Kitab Suci hari ini.</p>
<p><strong><em>“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya</em></strong>.”(Mrk 10:43-44).</p>
<p>Yang terbesar dan terkemuka di dalam hidup dan kerja bersama di dunia ini adalah para pemimpin atau atasan. Di dalam Gereja Katolik yang terbesar dan terkemuka adalah Paus dan para Uskup, yang senantiasa menyatakan diri dan berusaha untuk menjadi yang hina dina, berusaha untuk menghayati apa yang diajarkan dan dihayati oleh Yesus, yang “<em>datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang</em>” (Mrk 10:45). Para pemimpin atau atasan dalam hidup dan kerja bersama dalam bidang kehidupan macam apapun hemat saya dipilih atau ditunjuk untuk ‘<em>menjadi tebusan bagi banyak orang’ </em> alias berfungsi melayani para anggota atau bawahan, agar mereka bahagia, damai sejatera, sehat wa’afiat lahir dan batin. .</p>
<p>Mereka yang disebut pelayan baik, misalnya pelayan rumah tangga, pada umumnya memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut: rajin, cermat, cekatan, tanggap, tidak pernah mengeluh atau marah, sehat, dst.., ‘<em>the last but no the least’ </em> adalah senantiasa membahagiakan mereka yang harus dilayani. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan siapapun yang merasa ‘terbesar’ atau ‘terkemuka’ dalam hidup dan kerja bersama untuk bersikap mental melayani dalam melaksanakan tugas-tugasnya atau memfungsikan jabatan atau kedudukannya. Tanda keberhasilan kinerja seorang pemimpin pada tingkat atau ranah hidup dan kerja apapun ialah para anggotanya hidup sejahtera lahir batin, bahagia dan selamat. Jika masih ada anggota atau rakyat yang masih miskin dan berkekurangan, hemat saya hal itu berarti kegagalan pemimpin. Apa yang disediakan oleh Allah di dunia ini cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup semua manusia agar hidup sejahtera, maka ketika masih ada yang kurang sejahtera berarti ada sementara orang yang hidupnya serakah dan berfoya-foya, yaitu mereka yang ‘terbesar’ atau ‘terkemuka’, entah pemimpin atau orang-orang yang kaya akan harta benda atau uang.</p>
<p>Mereka yang terbesar atau terkemuka diharapkan menjadi tebusan bagi banyak orang, artinya berani mengorbankan diri atau mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui orang banyak yang kena dampak pengaruh cara hidup, kerja dan kebijakan mereka, yang terbesar atau terkemuka. Untuk itu kepada yang merasa terbesar atau terkemuka, kami ajak untuk mendengarkan dan memperhatikan sejauh mana cara hidup dan cara bertindaknya mempengaruhi orang lain: berapa banyak orang yang terpengaruh? Jika ternyata cara hidup dan cara bertindak kita mempengaruhi hidup orang lain menjadi sengsara atau menderita, maka hendaknya kita bertobat atau memperbaharui diri. Kemanapun pergi atau dimanapun berada, mereka yang merasa terbesar dan terkemuka hendaknya “<em>datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani”. </em></p>
<p><strong><em>“Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya</em></strong>” (Ibr 4:15-16)</p>
<p>Semua agama memiliki ‘imam’ atau fungsi sejenis, yang pada umumnya memiliki tugas pokok atau utama untuk memimpin ibadat atau doa bersama. Imam antara lain berfungsi sebagai ‘penyalur’ berkat atau rahmat Allah kepada manusia dan doa-doa, dambaan, harapan manusia kepada Allah. Penyalur yang baik antara lain tidak pernah korupsi sedikitpun, jujur, disiplin, siap menderita, dst., anggota tubuh kita yang kelihatan dan berfungsi sebagai penyalur adalah ‘leher’ atau alat kelamin dan dubur. Makanan, minuman dan udara segar masuk melalui leher dan tidak ada sedikitpun yang ditahan di leher, sebaliknya kotoran berupa kencing atau tinja atau kentot keluar melalui alat kelamin atau dubur, dan ketika telah keluar semuanya dengan baik maka tubuhpun segar rasanya. Bukankah jika anggota-anggota tubuh tersebut sakit dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya berarti tubuh atau orang yang bersangkutan akan sakit dan menderita? Sebaliknya jika anggota-anggota tubuh tersebut berfungsi baik dan norma berarti tubuh atau orang yang bersangkutan sehat, segar bugar.</p>
<p>Orang jujur, disiplin dan tak pernah korupsi sungguh merupakan kasih karunia bagi kita semua, karena orang yang tersebut pasti akan menolong siapapun yang membutuhkan bantuan. Umat beriman juga memiliki cirikhas imamat umum, maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan semua umat beriman untuk setia menghayati imamat umum kaum beriman ini, artinya cara hidup dan cara bertindaknya senantiasa membahagiakan dan mensejahterakan orang lain, hidup dan berjuang demi kebahagiaan dan kesejahteraan umum/bersama. Kita juga dipanggil untuk merasakan kelemahan-kelemahan orang lain, tetapi tidak berbuat dosa, maka hal itu berarti kita saling merasakan kelemahan-kelemahan kita, dan dengan demikian saling menolong.</p>
<p>Hidup jujur, disiplin dan tak korupsi memang sarat.dengan pencobaan-pencobaan atau godaan-godaan, sebagaimana terjadi dalam diri tokoh KPK maupun polisi dan hakim, yang memiliki fungsi utama untuk menegakkan kejujuran dan kedisiplinan. Mereka “<em>sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul</em> “(Yes 53:11). Membenarkan berarti menyelamatkan. Memang ketika penegak hukum membereskan koruptor klas kakap, maka banyak orang diselamatkan; membereskan satu koruptor klas kakap berarti menyelamatkan banyak orang. Maka dengan ini kami berharap kepada orang-orang benar dan penegak hukum untuk terus memberantas korupsi tiada henti, demi keselamatan umum. Koruptor berarti tidak melayani, melainkan menguasai dan memeras, tidak membahagiakan melainkan menyiksa.</p>
<p><em>“Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu</em>”</p>
<p>(Mzm 33:18-20.22)</p>
<p>Jakarta, 18 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=84&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/17/18-okt-minggu-biasa-xxix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>17 Okt 2009 &#8211; &#8220;Barangsiapa menghujat Roh Kudus ia tidak akan diampuni&#8221;</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/16/17-okt-2009-barangsiapa-menghujat-roh-kudus-ia-tidak-akan-diampuni/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/16/17-okt-2009-barangsiapa-menghujat-roh-kudus-ia-tidak-akan-diampuni/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 14:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/16/17-okt-2009-barangsiapa-menghujat-roh-kudus-ia-tidak-akan-diampuni/</guid>
		<description><![CDATA[(Rm 4:13.16-18; Luk 12:8-12) &#8220;Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=83&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Rm 4:13.16-18; Luk 12:8-12)</p>
<p>&#8220;Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.&#8221;(Luk 12:8-12), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Ignasius dari Antiokhia hari ini, Uskup dan martir, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:</p>
<p>• Ada sementara orang yang takut terhadap para pejabat pemerintah atau penguasa dunia, apalagi ketika dipanggil secara khusus untuk menghadap mereka. Jika kita hidup dalam dan oleh Roh Kudus alias mengahayati buah-buah Roh Kudus seperti &#8220;kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri&#8221; (Gal 5:22-23), hendaknya tidak takut kepada siapapun, termasuk para tokoh atau penguasa hidup bersama di dunia ini. Hidup dan bertindaklah sesuai dengan keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh tersebut, maka &#8220;Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan&#8221;. Dengan kata lain jika kita tidak menghujat Roh Kudus, tetapi hidup dalam dan oleh Roh Kudus, kita tidak ada masalah perihal apa yang harus kita katakan ketika diwawancarai oleh siapapun dan dimanapun. Keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh Kudus tersebut tidak hanya dapat kita wujudkan dengan kata-kata, melainkan yang terutama dan pertama-tama adalah kita wujudkan dalam tindakan atau perilaku atau dapat kita wujudkan dengan bahasa tubuh, gerak-gerik tubuh kita, misalnya senyum, peragaan melalui tangan, sentuhan, belaian, ciuman, dst.. Banyak orang ketika menghadapi rekan bicaranya penuh senyuman, pada umumnya pembicaraan akan lebih menarik, mengesan dan mempesona serta mempererat atau memperteguh persaudaraan atau persahabatan sejati. Marilah kita tidak takut dan gentar mengakui dan menghayati iman kita dalam hidup sehari-hari, meskipun harus menghadapi aneka tantangan, hambatan dan ancaman. Semakin kita setia pada iman kita yang menjadi nyata dalam cara hidup dan cara bertindak, maka iman kita semakin teguh dan handal, tak tergoyahkan oleh aneka macam rayuan duniawi, yang menyesatkan.</p>
<p>• &#8220;Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: &#8220;Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.&#8221;(Rm 4:18), demikian kesaksian atau pesan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman. Bapa Abraham adalah bapa dan teladan umat beriman, &#8220;sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya&#8221;. Berharap tanpa dasar atau alasan yang jelas serta logis pada masa kini rasanya sulit dihayati. Apa yang akan terjadi dalam diri kita, sebagai orang beriman, hendaknya tergantung 100%(seratus persen) dari upaya dan usaha kita serta 100% (seratus persen) dari Tuhan, dengan kata lain kita berusaha dengan segenap jiwa, hati, pikiran dan tenaga serta menggantungkan diri pada Penyelenggaraan Ilahi. Secara khusus jika ada perintah dari Tuhan melaui atasan atau pembesar kita untuk melakukan sesuatu, hendaknya dengan bergairah dan bersemangat melaksanakannya, meskipun secara logis kita belum atau tidak melihat alasan-alasannya. Kita imani bahwa atasan atau pembesar kita telah membicarakan dengan berbagai pihak terkait serta mendoakannya, sebelum memberi perintah kepada kita. Kita imani bahwa atasan atau pembesar akan membimbing dan menemani perjalanan kita dalam melaksanakan perintah-perintahnya. Meneladan bapa Abraham, marilah kita tidak menggantungkan diri pada aneka macam bekal harta benda, uang atau pengalaman, melainkan menggantungkan diri yang seutuhnya mempersembahkan kepada Penyelenggaraan Ilahi atau kehendak Tuhan. Tuhan akan mendahului dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh, melalui orang-orang beriman yang baik hati dan murah hati dimanapun dan kapanpun.</p>
<p>&#8220;Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya! Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, yang diikat-Nya dengan Abraham&#8221; (Mzm 105:6-9a)</p>
<p>Jakarta, 17 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=83&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/16/17-okt-2009-barangsiapa-menghujat-roh-kudus-ia-tidak-akan-diampuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>16 Okt 2009</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/16-okt-2009/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/16-okt-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 19:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/16-okt-2009/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Karena itu jangan takut karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.&#8221; (Rm 4:1-8; Luk 12:1-7) &#8220;Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: &#8220;Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=82&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Karena itu jangan takut karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.&#8221;</p>
<p><strong>(Rm 4:1-8; Luk 12:1-7)</strong></p>
<p>&#8220;Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: &#8220;Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.&#8221;(Luk 12:1-7), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.</p>
<p>Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana</p>
<p>sebagai berikut:</p>
<p>• Salah satu penyakit atau kelemahan yang cukup memprihatinkan dan dialami oleh banyak orang adalah `takut&#8217;, misalnya: takut tidak naik kelas/lulus ujian, takut mati, takut jatuh, dst.. Orang takut pada umumnya tidak tenang atau tidak tenteram hidupnya, dan dirinya senantiasa merasa terancam, dan dengan demikian juga berusaha pasang kuda-kuda atau mengurung diri. Yang juga cukup memprihatinkan takut berbuat baik atau sosial, karena merasa akan dituduh `cari muka&#8217; atau `cari perhatian&#8217;, dst.. Memang kita boleh takut ketika akan berbuat jahat, yang berarti melawan kehendak atau perintah Allah, tetapi ketika hidup dan bertindak sesuai dengan perintah atau kehendak Allah janganlah takut, meskipun harus menghadapi aneka masalah, tantangan, hambatan dan kesulitan, atau bahkan ancaman untuk dibunuh. &#8220;Jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit&#8221;, demikian sabda Yesus. Yang harus kita utamakan atau dahulukan adalah keselamatan jiwa kita, bukan keselamatan tubuh atau harta benda. Sekiranya karena berbuat baik dan benar, adil dan jujur, kita harus mati dibunuh, percayalah bahwa akan hidup bahagia selamanya di sorga, dan nama kita akan dikenang oleh banyak orang, sebagaimana terjadi dalam diri para pahlawan bangsa atau Gereja, dimana namanya diabadikan untuk memberi nama jalan, nama bandara, nama baptis, dst.. Maka dengan ini kami berharap kepada kita semua untuk tidak takut berbuat baik, adil, benar dan jujur; dan kepada para pejuang kebenaran, keadilan dan kejujuran dimanapun kami harapkan tetap tegar dan percayalah bahwa Tuihan senantiasa menyertai perjuangan atau perjalanan anda.</p>
<p>• &#8220;Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya&#8221; (Rm 4:7-8). Entah telah berapa kali kita melakukan pelanggaran-pelanggaran atau berbuat salah dan berdosa, kiranya tidak ada seorang pun yang dapat mengingat-ingat kembali atau menghitungnya. Jika kita refleksikan kiranya kita dapat percaya bahwa Tuhan tidak pernah memperhitungkan pelanggaran, dosa dan kesalahan kita, melainkan senantiasa mengampuni dan melupakannya. Maka marilah kita tidak terbius oleh aneka pelanggaran, kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan, karena dengan demikian kita pasti akan minder atau takut. Lihat dan hayati aneka pelanggaran, dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan sebagai pelajaran, dan tentu saja kemudian tidak melakukan pelanggaran, kesalahan dan dosa lagi. Sebaliknya kita hendaknya juga tidak mengingat-ingat kesalahan, pelanggaran dan dosa orang lain di dalam hidup sehari-hari. Perhatikan bahwa untuk mengingat-ingat pelanggaran, kesalahan dan dosa sungguh mahal, melelahkan dan menimbulkan balas dendam dan kebencian, sebagaimana terjadi di dalam proses pengadilan. Marilah kita hidup saling mengampuni dan mengasihi, demi kebahagiaan, kesejahteraan atau keselamatan kita semua. Kami ingatkan juga bahwa ketika kita dapat hidup dalam kasih dan pengampunan, alias dapat melakukan apa yang baik, benar, jujur dan adil, hendaknya dihayati sebagai anugerah atau rahmat Tuhan, yang hidup dan berkarya dalam diri kita yang lemah dan rapuh ini. Dengan kata lain hendaknya kita senantiasa hidup dan bertindak dengan rendah hati, jauh dari aneka macam bentuk kesombongan.</p>
<p>&#8220;Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: &#8220;Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,&#8221; dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku&#8221; (Mzm 32:5)</p>
<p>Jakarta , 16 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=82&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/16-okt-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>15 Oktober 2009</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/15-oktober-2009/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/15-oktober-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 19:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/15-oktober-2009/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halangi.&#8221; (Rm 3:21-30; Luk 11:47-54) &#8220;Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=81&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>&#8220;Kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halangi.&#8221;<br />
</strong>(Rm 3:21-30; Luk 11:47-54)</p>
<p>&#8220;Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.&#8221; Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.&#8221;(Luk 11:47-54), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.<br />
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Teresa dari Avila, perawan dan pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:<br />
• Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi merupakan tokoh-tokoh penting dan menentukan dalam hidup bersama: hidup bermasyarakat maupun hidup beragama. Mereka menguasai dan memahami aneka aturan dan tatanan hidup bersama, namun mereka tidak melaksanakannya, sebaliknya ketika umat atau masyarakat mau melaksanakannya dihalang-halangi. Maka dengan keras dan mungkin menyakitkan, Yesus menegor dan mengingatkan mereka, sehingga mereka berusaha menangkapNya. Maka, meneladan Yesus maupun St.Teresa dari Avila, marilah kita hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan atau Penyelenggaraan Ilahi, yang memang akan menghadapi aneka tantangan dan hambatan. Pada masa kini rasanya cukup banyak orang yang telah dikuasai oleh aneka produk teknologi, seperti alat-alat komunikasi dan sarana-prasarana lainnya, sehingga ketika alat-alat atau sarana-prasarana tersebut rusak atau terganggu menjadi stress atau frustrasi., dengan kata lain cukup banyak orang telah berbakti kepada `berhala-berhala modern&#8217;, harta benda atau uang. Dengan dan melalui harta benda atau uang berusaha mengahalang- halangi penegak dan pejuang kebenaran, keadilan dan kejujuran. Dengan atau melalui uang berusaha membelokkan atau memelintir kebenaran-kebenaran hukum maupun fakta. Celakalah mereka yang berusaha melakukan manipulasi atau korupsi; dalam hidup sehari-hari marasa diri tidak aman dan senantiasa berusaha mengamankan diri dengan berbagai bentuk, entah manusia atau harta benda, sehingga mereka lebih percaya pada pengamanan oleh manusia dan harta benda atau uang daripada Tuhan atau Penyelenggaraan Ilahi.<br />
• &#8220;Kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat&#8221;(Rm 3:28), demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman. Dibenarkan berarti diselamatkan atau dibahagiakan atau disejahterakan. Kita akan selamat, bahagia dan damai sejahtera jika kita sungguh beriman, mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui cara hidup dan cara bertindak setiap hari. Memang dalam hidup sehari-hari kita juga terikat oleh aneka tatanan dan aturan hidup bersama, maka hendaknya dalam iman aneka aturan dan tatanan hidup bersama tersebut kita laksanakan atau hayati, sebagaimana juga dihayati oleh Paulus, &#8220;adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya&#8221;(Rm 3:31). Apa yang kami ingatkan ini kiranya juga tertulis dalam akta yayasan atau badan hukum publik gerejani, antara lain berbunyi &#8220;dalam terang iman kita hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara&#8221;. Maka dengan ini kami berharap pada kita semua yang berpartisipasi dalam aneka kegiatan kemasyarakatan untuk menjadi saksi atau teladan dalam pengahayatan aneka tatanan dan aturan hidup bersama, misalnya yang kelihatan adalah aturan berlalu lintas. Korban kecelakaan lalu lintas cukup banyak, dan hal itu terjadi karena orang tidak mentaati atau melaksanakan aturan berlalu-lintas atau berkendaraan. Tertib berlalu-lintas di jalanan hemat saya merupakan cermin bangsa yang berbudaya dan dewasa. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan dan kebugaran diri kita masing-masing, maka baiklah kita taati dan laksanakan aneka macam aturan hidup sehat dan bugar, entah dalam hal makanan dan minuman, olahraga, istirahat dst..</p>
<p>&#8220;Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan , Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.&#8221; (Mzm 130:1-4)</p>
<p>Jakarta, 15 Oktober 2009</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=81&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/15-oktober-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pokok Rumusan Syahadat Iman Katolik</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/pokok-rumusan-syahadat-iman-katolik/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/pokok-rumusan-syahadat-iman-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 18:23:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Pokok Rumusan Syahadat Iman Katolik adalah : 1. Percaya Kepada Allah Bapa : • Allah Bapa Yang mahakuasa • Pencipta langit dan bumi 2. Percaya Kepada Yesus Kristus • Putra-Nya yang Tunggal, Tuhan kita. • Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa • Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita. • [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=76&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#ff0000;"><strong>Pokok Rumusan Syahadat Iman Katolik adalah :</strong></span></h2>
<p><strong>1.	Percaya Kepada Allah Bapa :</strong></p>
<p style="padding-left:60px;">•	Allah Bapa  Yang mahakuasa<br />
•	Pencipta langit dan bumi</p>
<p style="padding-left:60px;">
<p><strong>2.	Percaya Kepada Yesus Kristus</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">•	Putra-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.<br />
•	Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa<br />
•	Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita.<br />
•	Ia menjadi daging oleh Roh Kudus dari Perawan Maria<br />
•	Yang menderita sengsara pada pemerintahan Pontius Pilatus<br />
•	Ia  wafat Kesengsaraan dan dimakamkan<br />
•	Yang turun ketempat penantian<br />
•	Pada hari ketiga bangkita dari antara orang mati<br />
•	Ia naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah Bapa<br />
•	Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati<br />
•	Kerajaan-Nya takkan berakhir.</p>
<p style="padding-left:30px;">
<p><strong>3.	Percaya kepada Roh Kudus :</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">•	Ia Tuhan yang menghidupkan<br />
•	Ia berasal dari Bapa dan Putra<br />
•	Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.</p>
<p style="padding-left:30px;">
<p><strong>4.	Percaya Kepada Gereja :</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">•	satu,<br />
•	kudus,<br />
•	katolik<br />
•	apostolik.</p>
<p style="padding-left:30px;">
<p><strong>5.	Pengakuan akan Baptis :</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">•	aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa.</p>
<p style="padding-left:30px;">
<p><strong>6.	Kebangkitan orang mati dan hidup di akhirat</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">•	aku menantikan kebangkitan orang mati  dan hidup di akhirat.</p>
<br />Posted in Renungan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=76&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/10/15/pokok-rumusan-syahadat-iman-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAPA SAYA HARUS MENGIKUTI PELAJARAN AGAMA?</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/apa-hak-hak-kita-sebagai-seorang-katolik/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/apa-hak-hak-kita-sebagai-seorang-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 06:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[MENGAPA SAYA HARUS MENGIKUTI PELAJARAN AGAMA? Akan bagus sekali jika setiap bayi dilahirkan dengan satu set peraturan terikat di tangannya. Kita akan segera tahu apa yang harus kita lakukan untuk memperoleh hidup bahagia. Kita akan tahu betapa baiknya Tuhan itu. Kita akan tahu betapa Tuhan menghendaki kita hidup kekal dalam surga yang indah. Ah, sungguh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=72&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENGAPA SAYA HARUS MENGIKUTI PELAJARAN AGAMA? </p>
<p>Akan bagus sekali jika setiap bayi dilahirkan dengan satu set peraturan terikat di tangannya. Kita akan segera tahu apa yang harus kita lakukan untuk memperoleh hidup bahagia. Kita akan tahu betapa baiknya Tuhan itu. Kita akan tahu betapa Tuhan menghendaki kita hidup kekal dalam surga yang indah. Ah, sungguh menyenangkan sekali. Tetapi, yang terjadi tidaklah demikian. Kita dilahirkan tanpa pengertian sedikit pun tentang hal-hal demikian itu. Kita harus mempelajarinya dari orang lain. Orangtua kita adalah guru rohani kita yang pertama. Jika orangtua kita penuh kasih dan setia, kita akan dapat melihat bagaimana Tuhan itu melalui mereka. Namun demikian, akan tiba waktunya kita perlu tahu lebih banyak dari yang dapat mereka ajarkan. Kita pergi ke sekolah untuk belajar sejarah, ilmu pengetahuan serta ketrampilan agar kelak kita mempunyai kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang baik dan menjadi orang yang berguna. Agama harus dibagi bersama saudara-saudara yang lain agar dapat hidup! Agama adalah kegiatan sosial. Kita menimba iman dari kekuatan iman orang lain. Agama bukan hanya sekedar belajar mengenai informasi dan fakta. Kita wajib ikut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan kelompok agar dapat sungguh-sungguh hidup religius. Yesus sendiri mengajarkan betapa pentingnya berbagi iman. Yesus membangun komunitas religius di dunia &#8211; yaitu Gereja Katolik &#8211; agar kita dapat saling berbagi iman.</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=72&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/apa-hak-hak-kita-sebagai-seorang-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEWAJIBAN KITA SEBAGAI SEORANG KATOLIK</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/kewajiban-kita-sebagai-seorang-katolik/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/kewajiban-kita-sebagai-seorang-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 06:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[APA KEWAJIBAN KITA SEBAGAI SEORANG KATOLIK? Kalian adalah anggota dari kelompok yang paling tua, paling besar dan paling mengagumkan di dunia! Kamu seorang Katolik Roma. Kalian menjadi Katolik ketika kalian dibaptis. Tetapi apakah yang harus kalian lakukan agar dapat menjadi seorang Katolik yang taat? Lima Perintah Gereja* adalah kewajiban dasar seorang Katolik yang taat, yaitu: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=70&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>APA KEWAJIBAN KITA SEBAGAI SEORANG KATOLIK?<br />
Kalian adalah anggota dari kelompok yang paling tua, paling besar dan paling mengagumkan di dunia! Kamu seorang Katolik Roma. Kalian menjadi Katolik ketika kalian dibaptis. Tetapi apakah yang harus kalian lakukan agar dapat menjadi seorang Katolik yang taat? </p>
<p>Lima Perintah Gereja* adalah kewajiban dasar seorang Katolik yang taat, yaitu:</p>
<p>1. Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu.<br />
2.	kutlah Perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan hari raya yang diwajibkan, dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.<br />
3.Berpuasalah dan berpantanglah pada hari yang ditentukan.<br />
4.Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.<br />
5.Sambutlah Tubuh Tuhan pada masa Paskah.<br />
Itulah kewajiban “minimum” seorang Katolik. Tidak seorang pun diharapkan menjadi seorang yang “minimum”. Oleh karena itu, berjuanglah semaksimal mungkin untuk menjadi seorang Katolik yang terbaik.</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=70&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/kewajiban-kita-sebagai-seorang-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA ISTIMEWANYA MENJADI SEORANG KATOLIK?</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/apa-istimewanya-menjadi-seorang-katolik/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/apa-istimewanya-menjadi-seorang-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 05:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[APA ISTIMEWANYA MENJADI SEORANG KATOLIK? Kadang-kadang membingungkan. Semua orang yang percaya kepada Yesus disebut orang Kristen. Jadi, mungkin juga tidak ada bedanya kamu pergi ke gereja yang mana. Lalu, apa istimewanya menjadi seorang Katolik? Mengapa kamu mau menjadi seorang Katolik? Mari kita temukan jawabnya. K : Kristus sendiri yang mendirikan Gereja. Sebagai gereja yang didirikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=68&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>APA ISTIMEWANYA MENJADI SEORANG KATOLIK?<br />
Kadang-kadang membingungkan. Semua orang yang percaya kepada Yesus disebut orang Kristen. Jadi, mungkin juga tidak ada bedanya kamu pergi ke gereja yang mana. Lalu, apa istimewanya menjadi seorang Katolik? Mengapa kamu mau menjadi seorang Katolik? Mari kita temukan jawabnya.<br />
<strong>K</strong>	:	Kristus sendiri yang mendirikan Gereja. Sebagai gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, Gereja Katolik telah berumur lebih dari 2000 tahun (usianya lebih panjang dari Gereja Kristen mana pun!).<br />
<strong>A</strong>	:	Apostolik. Hidup Yesus sendiri diberikan kepada kita melalui sakramen-sakramen, ajaran-ajaran Gereja dan melalui pewartaan-pewartaan yang disampaikan oleh para biarawan, biarawati maupun kaum awam.<br />
<strong>T</strong>	:	Tujuh Sakramen diwariskan oleh Yesus kepada Gereja.<br />
<strong>O</strong>	:	rOh Kudus telah dikaruniakan oleh Yesus yang Mahapengasih kepada kita untuk membimbing kita masing-masing agar kita dengan segenap hati hidup seturut teladan Yesus.<br />
<strong>L</strong>	:	Lestari. Gereja Katolik telah menerima janji Roh Kudus bahwa Ia akan senantiasa memeliharanya dalam kebenaran.<br />
<strong>I</strong>	:	&#8220;Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu.&#8221; Dalam Gereja Katolik, Hosti selalu ditahtakan dalam Tabernakel, artinya Yesus senantiasa hadir dalam gereja kita. Kita dapat pergi dan berdoa kepada-Nya kapan saja kita mau.<br />
<strong>K</strong>	:	Kristus bekerja melalui Gereja bagi keselamatan seluruh umat manusia karena Ia mengasihi semua orang.<br />
Nah, sebagai permulaan, di atas itu adalah tujuh alasan penting mengapa kita memilih menjadi seorang Katolik.<br />
sumber : My Friend; St. Thomas Corner; www.daughtersofstpaul.com/myfriend</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=68&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/apa-istimewanya-menjadi-seorang-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ordo keagamaan Katolik</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/ordo-keagamaan-katolik/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/ordo-keagamaan-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 05:23:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Tarekat, ordo atau kongregasi dalam agama Katolik adalah kelompok komunitas sosial khusus dalam Gereja Katolik Roma. Anggota-anggotanya terdiri dari kaum religius yang mengikrarkan kaul: kemiskinan, selibat, dan ketaatan. Mereka hidup dalam komunitas sosial sesuai dengan tata-cara dan konstitusi masing-masing kongregasi, yang telah disetujui oleh otoritas Gereja Katolik. Selain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=45&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.</p>
<p>Tarekat, ordo atau kongregasi dalam agama Katolik adalah kelompok komunitas sosial khusus dalam Gereja Katolik Roma. Anggota-anggotanya terdiri dari kaum religius yang mengikrarkan kaul: kemiskinan, selibat, dan ketaatan. Mereka hidup dalam komunitas sosial sesuai dengan tata-cara dan konstitusi masing-masing kongregasi, yang telah disetujui oleh otoritas Gereja Katolik. Selain itu ada juga institusi sekuler (kaum awam) yang memiliki kongregasi yang terpisah.</p>
<p>Sasaran yang ingin dicapai maupun cara-cara untuk mencapainya dari masing-masing kongregasi, dinyatakan dalam peraturan dan konstitusi masing-masing kongregasi yang bersangkutan. Suatu kongregasi religius lokal yang berada dalam batas-batas suatu keuskupan, peraturan dan konstitusinya cukup disetujui oleh uskup setempat. Kongregasi-kongregasi yang tersebar di berbagai keuskupan atau bersifat multinasional, peraturan dan konstitusinya memerlukan persetujuan oleh Tahta Suci. Yurisdiksi umum atas segenap kongregasi religius berada di tangan Kongregasi bagi Institut Kaum Religius dan Komunitas Apostolik, yaitu salah satu wadah organisasi di Vatikan. Undang-undang umum menyangkut kongregasi religius tercantum dalam Kanon nomor 573 sampai dengan 709 dalam Buku 2, Bagian 3, dari Kitab Hukum (Kanon) Gereja.</p>
<p>Semua institusi kaum selibat disebut sebagai tarekat/ordo religius meskipun pada kenyataannya ada perbedaan-perbedaan antara ordo dan kongregasi. Tarekat/ordo yang paling dikenal termasuk diantaranya: Benediktin, Trapis, Fransiskan, Dominikan, Karmelit, Agustinian, semuanya bagi laki-laki. Sedangkan untuk yang wanita adalah: Karmelit, Benediktin, Klara Miskin, Dominikan Sekunder, dan Biarawati-biarawati Visitasi. Tarekat-tarekat lebih tua umurnya daripada kongregasi. Kongregasi baru muncul pada abad ke-16.</p>
<p>Institusi kontemplatif ditujukan bagi ibadah dan pelayanan Ilahi di dalam lingkup komunitas mereka masing-masing. Hal ini dicapai melalui doa-doa, praktek penitensi, dan macam-macam aktivitas spiritual dan kegiatan mandiri lainnya. Di Indonesia mereka disebut sebagai kaum rubiah. Contoh kaum rubiah ini misalnya: kaum Trapis dan Kartusian, Karmelit dan Klara Miskin.</p>
<p>Institusi aktif ditujukan bagi pelayanan pastoral dan berbagai karya apostolik. Institusi campuran menggabungkan unsur kontemplatif dan aktivitas sosial. Meskipun pada umumnya institusi baik pria maupun wanita dapat digolongkan sebagai aktif, semuanya memiliki aspek-aspek kontemplatif.</p>
<p>Komunitas-komunitas klergi yang seluruh anggotanya pria, adalah mereka yang para anggotanya umumnya adalah para imam. Sedangkan institusi-institusi non-klergi maupun awam terdiri dari para bruder.</p>
<p>“Hidup Selibat dan Perannya dalam Gereja dan Dunia” adalah topik dari sidang Sinode para Uskup yang ke sembilan yang berlangsung antara 2 sampai 29 Oktober 1994.</p>
<p>Beberapa dari institusi yang tercantum dibawah ini memiliki status khusus karena anggota-anggotanya, meskipun hidup seperti layaknya kaum religius, tidak menyatakan kaul religius. Contoh-contohnya antara lain: Bapa Maryknoll, Oratorian Santo Philip Neri, kaum Paulus dan Sulpisian. Mereka disebut komunitas kaum apostolik dan diatur dalam Kanon nomor 731 sampai 746 dalam Hukum Kanon Gereja.</p>
<p>Daftar ordo keagamaan Katolik</p>
<p>Berikut adalah daftar dari sebagian besar ordo keagamaan Katolik dengan singkatan yang biasa dipakai untuk menunjukkan identitas dari rohaniawan di kongregasi tersebut. Komunitas dengan nama yang sama bisa juga ditemukan di komunitas Anglikan atau Gereja Ortodoks juga.</p>
<p>   1. Adorers (Adorers of the Blood of Christ) – A.S.C.<br />
   2. Adornos (Clerics Regular Minor) – C.R.M.<br />
   3. Assumptionists (Augustinians of the Assumption) – A.A.<br />
   4. Atonement, Society of the (Atonement Friars/Graymoor Friars/Sisters) – S.A.<br />
   5. Augustinians (Order of Saint Augustine) – O.S.A.<br />
   6. Baladites (Order of Lebanese Maronite) – O.L.M.<br />
   7. Barnabites (Clerics Regular of Saint Paul) – B., C.R.S.P.<br />
   8. Benedictines (Order of Saint Benedict) – O.S.B.<br />
   9. Bernardines (also see Cistercians)<br />
  10. Bridgettines (Order of Our Savior) – C.S.B.<br />
  11. Brothers of Christian Instruction of St Gabriel -S.G.<br />
  12. Brothers of the Christian Schools (Lasallian Brothers or Christian Brothers) – F.S.C.<br />
  13. Brothers of Mercy of Our Lady of Perpetual Help – f.m.m.<br />
  14. Bruder-bruder Alexian (Congregatio Fratrum Cellitarum seu Alexianorum) – C.F.A<br />
  15. Camaldolese (Camaldolese Benedictines) – O.S.B. Cam./Er.Cam.<br />
  16. Camillians (Order of Saint Camillus) – O.S.Cam.<br />
  17. Canossians (Canossian Daughters and Sons of Charity) – F.D.D.C.<br />
  18. Canons Regular of the New Jerusalem – C.R.N.J.<br />
  19. Carmelites of Mary Immaculate – C.M.I.<br />
  20. Carthusians – O.Cart.<br />
  21. Celestines (defunct)<br />
  22. Cistercians – O.Cist./S.O.Cist<br />
  23. Claretians (Claretian Missionaries) – C.M.F.<br />
  24. Columbans (Missionary Society of St. Columban) – S.S.C.<br />
  25. Congregation of the Disciples of the Lord – C.D.D<br />
  26. Congregation of Holy Cross – C.S.C.<br />
  27. Congregation of Notre Dame – C.N.D.<br />
  28. Christian Brothers of Ireland – C.F.C<br />
  29. Daughters of Charity of St. Vincent de Paul – D.C.<br />
  30. Dehonian atau Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (Priests of the Sacred Heart of Jesus) – S.C.J.<br />
  31. Discalced Carmelites – O.C.D.<br />
  32. Dominikan (Order of Friars Preachers) – O.P.<br />
  33. Dottrinari (Congregazione dei Preti della Dottrina Cristiana) – D.C.<br />
  34. Eudists (Congregation of Jesus and Mary) – C.I.M.<br />
  35. Franciscan Brothers of Brooklyn – O.S.F.<br />
  36. Fransiskan Friars (Order of Friars Minor) – O.F.M.<br />
  37. Franciscan Missionaries of Divine Motherhood – F.M.D.M<br />
  38. Franciscan Missionaries of Mary – F.M.M<br />
  39. Franciscan Friars of the Third Order Regular – T.O.R.<br />
  40. Fransalians (Missionaries of St. Francis de Sales) – M.S.F.S.<br />
  41. Grey Nuns of the Sacred Heart – G.N.S.H<br />
  42. Good Shepherd Sisters – R.G.S<br />
  43. Handmaids of the Blessed Sacrament and of Charity – A.A.S.C.<br />
  44. Handmaids of the Sacred Heart of Jesus – A.A.S.C.<br />
  45. Holy Cross Fathers (Congregation of Holy Cross) – C.S.C.<br />
  46. Order of Hospitalers (Hospitaler Brothers of St. John of God) – O.H.<br />
  47. Imam-imam Basilian Salvatorian – B.S.O<br />
  48. Infant Jesus Sisters (Nicolas Barre) – I.J<br />
  49. Institute of Christ the King Sovereign Priest – I.C.R.S.S.<br />
  50. Josephines of Asti (Oblates of St. Joseph) – O.S.I.<br />
  51. Josephite Fathers and Brothers (St. Joseph’s Society of the Sacred Heart) – S.S.J.<br />
  52. Kapusin (Order of Friars Minor Capuchin) – O.F.M. Cap.<br />
  53. Karmelit (Order of Our Lady of Mt. Carmel) – O.Carm., O.C.D., O.C.D.S.<br />
  54. Kongregasi Imam Hati Kudus Yesus Dan Maria – SS.CC.<br />
  55. Kongregasi Hati Maria Tak Bernoda (Congregation of the Immaculate Heart of Mary), also Scheutfathers, Scheutists, or Missionhurst – C.I.C.M.<br />
  56. Kongregasi Sengsara Yesus (Congregation of the Passion) – C.P.<br />
  57. Kongregasi Santo Basil (Congregation of St. Basil) – C.S.B.<br />
  58. Konventual (Order of Friars Minor Conventual) – O.F.M. Conv.<br />
  59. Legionaries of Christ – L.C.<br />
  60. Little Brothers of the Good Shepherd – B.G.S<br />
  61. Little Sisters of the Poor – L.S.P.<br />
  62. Loreto Sisters (Institute of the Blessed Virgin Mary) – I.B.V.M.<br />
  63. Marian Fathers – M.I.C.<br />
  64. Marianists (Society of Mary) – S.M.<br />
  65. Marianist Sisters (Daughters of Mary Immaculate) – F.M.I.<br />
  66. Marists (Society of Mary) – S. M.<br />
  67. Marist Brothers – F.M.S.<br />
  68. Maryknoll (Catholic Foreign Mission Society of America) – M.M.<br />
  69. Mercedarians (Order of Our Lady of Mercy) – O. de M.<br />
  70. Missionaries of Charity – M.C.<br />
  71. Misionaris Hati Kudus (Missionaries of the Sacred Heart) – M.S.C.<br />
  72. Misionaris Keluarga Kudus (Missionarii Sanctae Familiae)) – M.S.F.<br />
  73. Norbertines or Premonstratensians (Canons Regular of Prémontré) – C.R.P., O.Praem.<br />
  74. Olivetans (Order of Our Lady of Mount Olivet)<br />
  75. Oblat Maria Immaculata – O.M.I.<br />
  76. Oblate Sisters of Providence -O.S.P.<br />
  77. Oratorians (Oratory of St. Philip Neri) – C.O., Cong. Orat.<br />
  78. Order of St. Elisabeth O.S.E.<br />
  79. Ordo Salib Suci (Canons Regular of the Holy Cross) – O.S.C.<br />
  80. Ordo Trapis (Order of Cistercians of the Strict Observance) – O.C.R., O.C.S.O.<br />
  81. Pallottines (Society of the Catholic Apostolate) – S.A.C.<br />
  82. Paris Foreign Missions Society (Missions Etrangères de Paris) – M.E.P.<br />
  83. Paulists (Congregation of St. Paul) – C.S.P.<br />
  84. Piarists (Clerics Regulars Poors of the Mother of God of the Pious Schools) – Sch.P.<br />
  85. Poor Clares (Nuns of the Order of St. Clare/(Order of Poor Ladies) – O.S.C.<br />
  86. Presentation Brothers – F.P.M.<br />
  87. Presentation Sisters – P.M.<br />
  88. Presentation Sisters or Sisters of the Presentation of the Blessed Virgin Mary – P.B.V.M.<br />
  89. Priestly Fraternity of St. Peter – F.S.S.P.<br />
  90. Redemptorists (Congregation of the Most Holy Redeemer) – C.Ss.R.<br />
  91. Religious of the Cenacle – R.C.<br />
  92. Resurrectionists – C.R.<br />
  93. Rogationists of the Heart of Jesus – R.C.J.<br />
  94. Rosminians (Institute of Charity) – I.C.<br />
  95. Sacramentines (Congregation of the Blessed Sacrament) – S.S.S.<br />
  96. Salesian Sisters (Daughters of Mary Help of Christian) – F.M.A.<br />
  97. Salvatorians (Society of the Divine Savior) – S.D.S.<br />
  98. Scalabrians (Congregation of the Missionaries of St. Charles Borromeo) – C.S.<br />
  99. School Sisters of Notre Dame – S.S.N.D.<br />
 100. Serikat Sabda Ilahi (Divine Word Missionaries/Societas Verbi Divini) – S.V.D.<br />
 101. Serikat Salesian Don Bosco (Salesians of Don Bosco) – S.D.B.<br />
 102. Servites (Order of Friars, Servants of Mary) – O.S.M.<br />
 103. Sisters of Charity – S.C.<br />
 104. Sisters of Charity of the Blessed Virgin Mary – B.V.M.<br />
 105. Sisters of the Holy Names of Jesus and Mary – S.N.J.M.<br />
 106. Sisters of Mercy or Religious Sisters of Mercy – R.S.M.<br />
 107. Sisters of Notre Dame de Namur – S.N.D., S.N.D. de N.<br />
 108. Sisters of Our Lady of Mercy<br />
 109. Sisters of St Joseph – C.S.J. or S.S.J.<br />
 110. Sisters of St Joseph of the Sacred Heart – S.S.J.<br />
 111. Society of the Precious Blood (Precious Blood Fathers) – C.PP.S.<br />
 112. Society of St. Paul – S.S.P<br />
 113. Spiritans or Holy Ghost Fathers (Congregation of the Holy Ghost) – C.S.Sp<br />
 114. Stigmatines (Congregation of the Sacred Stigmata) – C.S.S.<br />
 115. Sulpician Fathers (Society of Saint Sulpice) – S.S., P.S.S.<br />
 116. Theatines (Congregation of Clerics Regular) – C.R.<br />
 117. Trinitarians (Order of the Most Holy Trinity) – O.SS.T.<br />
 118. Ursulin (Ursuline Nuns of the Roman Union) – O.S.U.<br />
 119. Ursulines (Ursuline Sisters of Tildonck) – S.U.<br />
 120. Verbum Dei Missionary Fraternity – M.V.D<br />
 121. Viatorians (Clerics of Saint Viator) – C.S.V.<br />
 122. Vincentian atau Lazarist atau Kongregasi Misi (Congregatio Misionis/Congregation of the Mission) – C.M.<br />
 123. Vocationists (Clerics of the Divine Vocation) – S.D.V.<br />
 124. Xaverians atau Serikat Xaverian (Societas S. Francisci Xaverii/Missionary Society of St. Francis Xavier) – S.X.<br />
 125. Yesuit (Society of Jesus) – S.J.</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=45&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/ordo-keagamaan-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERANAN KATEKESE DALAM KARYA PASTORAL GEREJA</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/peranan-katekese-dalam-karya-pastoral-gereja/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/peranan-katekese-dalam-karya-pastoral-gereja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 05:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[PENGANTAR Tugas perutusan dasar Gereja adalah menjadi pelayan Sabda, yakni mewar-takan dan mewujudkan Injil di tengah-tengah masyarakat dalam situasi konkretnya. Tugas pelayanan Sabda itu sendiri selalu hidup dan tinggal dalam dunia dengan se-gala situasinya. Hal demikian berarti bahwa Gereja ikut ambil bagian untuk mena-ngani masalah-masalah kehidupan manusia yang merupakan wujud dan bukti pang-gilan sucinya. Dewasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=52&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGANTAR<br />
Tugas perutusan dasar Gereja adalah menjadi pelayan Sabda, yakni mewar-takan dan mewujudkan Injil di tengah-tengah masyarakat dalam situasi konkretnya. Tugas pelayanan Sabda itu sendiri selalu hidup dan tinggal dalam dunia dengan se-gala situasinya. Hal demikian berarti bahwa Gereja ikut ambil bagian untuk mena-ngani masalah-masalah kehidupan manusia yang merupakan wujud dan bukti pang-gilan sucinya.<br />
Dewasa ini keterlibatan umat dalam melaksanakan pelayanan Sabda Gereja khususnya melalui karya katekese cukup menggembirakan. Agar pelayanan mereka dapat lebih berdaya guna bagi pengembangan iman umat, maka upaya dari para pelayan Sabda untuk memahami hakekat dan peranan katekese dalam keseluruhan tugas Pastoral Gereja kiranya akan mempunyai arti penting dan nilai tersendiri dalam upaya itu. Dengan demikian pelaksanaan pelayanan Sabda yang dikembangkan akan terlaksana secara benar, dan mendapat penanganan lebih lanjut secara memadai. Untuk membantu usaha itu, maka dalam naskah ini pertama-tama akan dikemuka-kan tentang pengertian katekese dan beberapa peristilahan. Kemudian berikutnya akan kita kaji bersama tentang katekese dalam tugas pastoral Gereja. Selanjutnya bagian akhir dari naskah ini dikemukanan tentang dasar dan isi katekese serta tang-gungjawab dan organisasi karya katekese. Dari kesemuanya itu diharapkan akan dapat menolong pemahaman dan usaha kita dalam melaksanakan pelayanan Sabda Gereja secara tepat dijaman modern ini.<br />
I. PENGERTIAN  KATEKESE DAN BEBERAPA PERISTILAHAN<br />
A.	Pengertian katekese<br />
Menjadi Kristiani (= Katolik) berarti mengimani pribadi Yesus Kristus sebagai Juru Selamatnya, yang dihayatinya sebagai panggilan dan perutusan dari Kristus sendiri. Panggilan dan perutusan Kristus itu, dasarnya dapat kita temukan dalam Kitab Suci khususnya dalam Perjanjian Baru yang merupakan ungkapan pengalaman iman Ge-reja perdana. Sejak semula Tuhan Yesus “memanggil mereka yang dikehendaki-Nya sendiri, dan menetapkan dua belas orang untuk mengikuti-Nya serta diutus-Nya un-tuk mewartakan Injil” (Mrk 3:13-19, lih. Mat 10:1-42). Sebelum Yesus naik ke Surga, Ia mengutus para Rasul ke seluruh dunia, seperti Ia sendiri telah diutus oleh Bapa (lih. Yoh 20:21). Perintah Kristus kepada para Rasul, diantaranya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:19-20). “Pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15). Dari sebab itu, maka “paguyuban/himpunan orang-orang yang mengimani pribadi Yesus Kristus” (= Gereja) pada dasarnya mengemban tugas untuk mewartakan iman dan keselamatan yang telah diterimanya. Dengan kata lain, tugas perutusan dasar Gereja adalah menjadi pelayan Sabda, yak-ni mewartakan dan mewujudkan Injil di tengah-tengah masyarakat dalam situasi konkretnya, sesuai tugas dan panggilan mereka masing-masing.<br />
Dalam melaksanakan tugas perutusan Gereja khususnya melalui bidang pewar-taan, kita sering menemukan istilah, diantaranya “kateketik.” Dalam rangka mema-hami pengertian dasar dari salah satu segi pewartaan Gereja, istilah itu perlu kita kaji terlebih dahulu. Kateketik berasal dari kata Yunani katechein, bentukan dari kata kat dan echo. Kat berarti pergi atau meluas, sedangkan echo berarti menggemakan atau menyuarakan keluar. Jadi katechein berarti tindakan atau kegiatan menggemakan atau menyuarakan keluar.<br />
Istilah katechein semula digunakan oleh umum, namun lama-kelamaan diambil alih oleh umat kristen menjadi istilah khusus dalam bidang pewartaan Gereja. Kata katechein sendiri mengandung dua pengertian. Pertama, katechein berarti pewartaan yang sedang disampaikan atau diwartakan. Kedua, katechein berarti ajaran dari para pemimpin. Mengacu pada dua pengertian itu, dalam Kitab Suci Perjanjian Baru dapat kita temukan kata “pengajaran”, misalnya: “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka …… (Kis 2:42). Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada pada-nya dengan orang yang memberikan pengajaran itu” (Gal 6:6). “Dan setiap hari me-reka (Rasul-rasul) melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias” (Kis 5:42).<br />
Kata katechein selanjutnya menjadi istilah teknis untuk pelbagai aspek ajaran Gereja. Perkembangan selanjutnya, dalam upaya pewartaan Kabar Gembira dan pe-nyampaian ajaran Gereja agar dapat terlaksana secara benar dan efektif, dikem-bangkanlah pemikiran secara sistematis dan paedagogis (= ilmiah). Pengembangan pemikiran secara ilmiah tentang upaya pewartaan Gereja itu, kemudian disebut “ka-teketik” sebagai disiplin ilmu. Sedangkan kegiatan dan prosesnya dalam menyam-paikan ajaran Gereja ataupun dalam rangka pendidikan iman umat disebut “kate-kese.”  Oleh karena itu maka “katekese dimengerti sebagai pengajaran, pendalaman, dan pendidikan iman agar seorang Kristen semakin dewasa dalam iman.”<br />
Dalam anjuran apostolik Catechesi Tradendae, Sri Paus Yohanes Paulus II me-negaskan:<br />
“Katekese ialah pembinaan anak-anak, kaum muda dan orang-orang dewasa dalam iman, yang khususnya mencakup penyampaian ajaran Kristen, yang pada umumnya diberikan secara organis dan sistematis, dengan maksud mengantar para pendengar memasuki kepenuhan hidup Kristen.”<br />
Katekese kenyataannya mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Pada zaman dan tempat tertentu, katekese memiliki kekhususan serta tekanan tertentu pula. Walaupun demikian, sejak Gereja perdana hingga sekarang, lingkup pokok kar-ya katekese adalah tetap yakni dalam pelayanan Sabda Gereja (Pewartaan = Ke-rygma). Pokok pewartaannya juga tetap yaitu karya keselamatan Allah yang ter-laksana dalam diri Yesus Kkristus, yang puncaknya terlaksana dalam wafat dan Ke-bangkitan Kristus pula. Dalam karya pewartaan yang dilaksanakan oleh Gereja itu, sekaligus terkandung panggilan luhur bagi para pendengarnya untuk bertobat dan percaya serta menyerahkan diri kepada Allah yang mengerjakan keselamatan itu.<br />
B.	Beberapa peristilahan<br />
Ada pelbagai macam istilah yang berhubungan dengan katekese. Oleh karena itu beberapa istilah yang sering kita jumpai berikut ini perlu diketahui agar karya ka-tekese lebih dipahami arti dan maknanya secara benar.<br />
Katekese	:	Proses kegiatan pengajaran/pendidikan iman Katolik bagi calon permandian atau bagi umat.<br />
Kateketik	:	Pemikiran sistematis dan paedagogis tentang pengajaran dan pen-didikan iman Gereja Katolik bagi umat manusia dalam situasi kon-kretnya.<br />
Katekumenat	:	Masa persiapan atau masa pendidikan bagi para calon baptis/per-mandian.<br />
Katekumen	:	Orang yang  sedang  mempersiapkan melalui pelajaran agama Ka-tolik untuk menerima Sakramen Baptis/Permandian (calon baptis).<br />
Katekismus	:	Buku pelajaran iman yang dikeluarkan secara resmi oleh pimpinan Gereja. Ada yang bersifat universal, ada juga yang nasional bah-kan lokal. Isinya lebih menanamkan paham/pengertian dan kerap diurutkan dalam bantuk tanya jawab.<br />
Katekis	:	Guru Agama/Pembina iman Katolik atau orang yang atas nama Gereja melaksanakan pelayanan Sabda Gereja atau mewartakan Sabda Tuhan.<br />
Kateket	:	Sebutan untuk para pakar (orang yang ahli) di bidang kateketik.<br />
Rangkuman<br />
Seperti para murid Yesus yang dipanggil, dihimpun dalam kesatuan dengan-Nya dan diutus untuk mewartakan Injil, demikian halnya orang-orang yang mengimani pribadi Yesus Kristus (= Gereja) juga mendapat panggilan dan perutusan dari-Nya. Mereka mengemban tugas mewartakan iman dan keselamatan yang diterimanya. Dengan demikian tugas perutusan dasar Gereja adalah sebagai pelayan Sabda, yakni mewartakan dan mewujudkan Injil di tengah-tengah masyarakat dalam situasi kon-kretnya, melalui tugas dan panggilan mereka masing-masing.<br />
Dalam pelaksanaan bidang pewartaan Gereja, istilah “kateketik” sering kita temui. Kateketik dari kata Yunani katechein yang berarti menggemakan atau me-nyuarakan keluar. Kata katechein sendiri mengandung dua pengertian: pewartaan yang sedang disampaikan atau diwartakan, dan ajaran dari para pemimpin. Dalam rangka upaya pewartaan Kabar Gembira yang lebih berdaya guna, maka dikembang-kanlah pemikiran secara sistimatis dan paedagogis (= ilmiah) tentang pengajaran dan pendidikan iman Gereja Katolik, yang kemudian disebut “kateketik” sebagai disiplin ilmu. Sedangkan kegiatan dan prosesnya dalam menyampaikan ajaran Gereja ataupun dalam rangka pendidikan iman umat disebut “katekese.” Lingkup pokok kar-ya katekese adalah pelayanan Sabda Gereja (Pewartaan = Kerygma). Sedangkan isi pokok pewartaannya adalah karya keselamatan Allah yang terlaksana dalam diri Yesus Kristus, yang puncaknya terlaksana dalam wafat dan kebangkitan Kristus pula. Agar pelaksanaan karya katekese lebih difahami arti dan maknanya secara benar, maka istilah-istilah yang berhubungan dengan katekese perlu dipahami dan diterap-kannya secara tepat.<br />
II.  K A T E K E S E<br />
DALAM TUGAS PASTORAL GEREJA<br />
A.	Karya Pastoral Gereja<br />
Gereja adalah paguyuban atau himpunan Umat Allah yang mengimani pribadi Yesus Kristus, dalam melanjutkan dan mewujudnyatakan keselamatan Allah di dunia ini. Dalam mengarungi peziarahan hidupnya, Gereja mengemban kewajiban untuk mengembangkan kehidupan beriman dan mengembangkan dunia terus-menerus agar menjadi lingkungan hidup yang layak serta selaras dengan kehendak Allah. Kedua kewajiban itu nerupakan tugas pastoral Gereja, yakni dalam usaha mem-bimbing dan mengembangkan iman umat serta pelayanan atas dunia, bertolak dari situasi konkret umat dan dunia.<br />
Gereja dalam mewujudkan tugas perutusannya melalui empat “bidang dasar kar-ya pastoral” (= fungsi dasar Gereja). Keempat bidang pastoral itu tidak terlepas antara yang satu dengan yang lain. Namun demikian empat bidang itupun tidak bisa disamakan begitu saja, mengingat masing-masing mempunyai ruang lingkup serta kekhasan tersendiri. Keempat bidang karya pastoral Gereja itu adalah; Koinonia (Per-sekutuan dan persaudaraan hidup dalam Tuhan), Diakonia (Pelayanan kepada sesa-ma dan solidaritas sosial), Leitourgia (Perayaan iman dalam ibadat dan doa), dan Ke-rygma (Pewartaan atau pengajaran dan pendidikan iman).<br />
1.	Koinonia<br />
Koinonia adalah usaha pelayanan Gereja untuk membentuk dan membangun komunitas orang beriman secara menyeluruh. Pelayanan ini terwujud dalam kegiatan menghimpun dan mempersatukan umat kristiani agar hidup dalam persekutuan dan persaudaraan dalam iman akan Yesus Kristus. Didalam komunitas kristiani itu, dicip-takan dan dibangun kerjasama yang baik untuk saling melayani. Dalam kebersamaan juga mengusahakan perdamaian dan kerukunan baik di dalam komunitas itu sendiri maupun dengan komunitas lain (kelompok beriman lain). Kekhasan koinonia Gereja adalah dalam usahanya untuk membangun dan membentuk komunitas orang ber-iman agar menjadi lebih baik dan mendalam dalam menghayati hidup berimannya.<br />
Gereja dalam menghayati dan mewujudkan koinonia di tengah masyarakat, pada dasarnya merupakan jawaban kerinduan manusia akan persaudaraan, perdamaian, persatuan dan komunikasi di antara umat manusia secara sehat dan mendalam. Oleh sebab itu Gereja tak henti-hentinya berusaha untuk memberikan kesaksian akan adanya suatu kemungkinan kehidupan yang disadari persaudaraan dan persatuan dalam persekutuan dengan Allah.<br />
2.	Diakonia<br />
Iman yang dimiliki jemaat akan menjadi iman yang mati apabila tanpa perwu-judan (perbuatan) konkret dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Dia-konia adalah merupakan suatu bentuk pelayanan Gereja untuk mewujudkan iman dalam masyarakat. Melalui pelayanan ini, Gereja berusaha menemukan nilai iman yang bentuknya sangat manusiawi, malahan bersifat profan sehingga dapat langsung berfungsi dan berhasil bagi perkembangan masyarakat. Dengan diakonia, Gereja berusaha agar melalui dan dalam segi-segi kehidupan masyarakat seperti; pendi-dikan, sosial, ekonomi, kesehatan, kebudayaan dsb. Iman menjadi nyata dan ber-kembang sesuai yang dicita-citakan. Dengan demikian Gereja melalui fungsi diakonia mewujudkan tugasnya untuk membangun dan mengembangkan dunia. Tugas ini berasal dari hakekat Gereja sendiri, karena Gereja harus menjadi “garam” dan “te-rang” dunia.<br />
3.	Leitourgia (liturgia)<br />
Liturgi Gereja adalah sebagai puncak perayaan iman umat, dan merupakan tem-pat dimana umat beriman dapat mengungkapkan hubungan pribadinya dengan Al-lah. Dalam liturgi dan perayaan sakramen-sakramen, jemaat mengungkapkan iman-nya serta menanggapi karya keselamatan Allah dengan bersyukur, pujian dan doa. Perayaan iman umat ini terlaksana dalam ibadat dan perayaan-perayaan, doa pribadi dan doa bersama. Mengingat akan kekhususan akan perayaan iman umat ini, maka segala bentuk dan simbol-simbol dalam liturgi baru betul-betul merupakan liturgi se-jauh dapat menolong atau mengantar umat pada hubungannya dengan Tuhan. Dan dalam perayaan itu jemaat sungguh-sungguh merasakan kehadiran dan bimbingan Tuhan dalam hidupnya. Dengan demikian liturgi Gereja sebenarnya menjawab kebu-tuhan manusia untuk secara khusus merayakan kehidupan berimannya. Dalam liturgi umat mengakui dan mengungkapkan dalam simbol-simbol anugerah keselamatan serta keberadaan mereka yang telah ditebus dan diselamatkan.<br />
4.	Kerygma (pewartaan)<br />
Kerygma adalah pelayanan Gereja dalam mewartakan Injil (Kabar Gembira) keselamatan bagi umat manusia. Dalam mewujudkan pelayanannya melalui fungsi kerygma ini, pada dasarnya Gereja melaksanakan pewartaan (pelayanan Sabda) yang membebaskan, menerangi, dan menafsirkan hidup manusia sehingga bermakna dihadapan Allah. Melalui fungsi kerygma, Gereja dipanggil untuk menjadi saksi dan pembawa harapan dengan mewartakan Yesus Kristus yang memulai serta menjamin terwujudnya karya keselamatan Allah di dunia ini. Karya pewartaan Injil yang meru-pakan tugas perutusan dasar Gereja ini, terus berlangsung tak henti-hentinya sejak Gereja perdana hingga akhir jaman nanti. Pelaksanaan pewartaan Gereja terlaksana dalam bentuk pengajaran dan pendidikan iman bagi manusia dalam situasi kon-kretnya.<br />
Perhatian pokok dalam pewartaan Gereja adalah kesaksian iman dan karya kese-lamatan Allah, yang puncaknya terlaksana dalam diri Yesus Kristus. Di dalam komu-nitas umat beriman sendiri selalu diusahakan terjadinya komunikasi iman, sehingga melalui komunikasi iman itu dicapai pengertian dan penghayatan iman yang lebih mendalam. Komunikasi iman yang terjadi selalu dalam keterarahan pada pertobatan (metanoia) secara terus-menerus, sehingga diharapkan umat mencapai kehidupan kristiani yang penuh.<br />
B.	Tempat dan peranan katekese dalam karya Pastoral Gereja<br />
Untuk mengetahui tempat dan peranan katekese dalam keseluruhan karya pas-toral Gereja, kita mesti melihat kembali keempat fungsi dasar Gereja dalam mewu-judkan tugas perutusannya. Keempat fungsi dasar (bidang dasar karya pastoral) itu adalah; koinonia, diakonia, leitourgia, dan kerygma. Keempat bidang itu masih ber-sifat umum dan luas, maka masing-masing bidang mewujudkannya dalam kegiatan pelayanan secara konkret.<br />
1.	Tempat katekese dalam karya pastoral Gereja<br />
Dari keempat bidang dasar karya pastoral Gereja yang bersifat umum dan luas tersebut di atas, kerygma merupakan salah satu diantaranya, dan mengemban fungsi untuk mewartakan Injil (Kabar Gembira) keselamatan bagi umat manusia. Dalam mengemban fungsinya untuk mewartakan Injil, bidang kerygma mewujudkan pelayanan diantaranya melalui Evangelisasi, Teologi, Khotbah dan Katekese. Melihat bidang ini nampak bahwa katekese merupakan bagian dari fungsi kerygma Gereja. Oleh karena itu maka dalam konteks keseluruhan tugas pastoral Gereja, katekese merupakan bagian integral fungsi kerygma. Dengan demikian pada hakekatnya kate-kese adalah bagian integral fungsi kerygma Gereja, yakni pelayanan Sabda atau kar-ya kenabian, bersama dengan yang lain seperti evangelisasi, teologi, khotbah dsb.<br />
2.	Pengertian dan peranan katekese dalam karya pastoral Gereja<br />
Sering terasa tidak mudah memahami pengertian dan peranan katekese dalam keseluruhan karya pastoral Gereja. Hal itu mengingat seluruh tindakan pelayanan Gereja selalu memiliki nilai “kateketis” (= usaha untuk memperdalam dan mengem-bangkan iman) bagi manusia. Untuk memahami pengertian dan peranan katekese dalam karya pastoral Gereja, pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dengan evange-lisasi (penginjilan) yang dewasa ini menduduki tempat utama dalam misi Gereja.<br />
Sehubungan dengan evangelisasi, Bapa Suci Paus Paulus VI menjelaskan pengin-jilan sebagai berikut:<br />
“Bagi Gereja, penginjilan (evangelisasi) berarti membawa Kabar Gembira kepada segala tingkat kemanusiaan, dan melalui pengaruh Injil merubah umat manusia dari dalam dan membuatnya menjadi baru”<br />
Dari penjelasan itu nampak bahwa evangelisasi meliputi seluruh tindakan Gereja sejauh merupakan pewartaan dan kesaksian efektif atas Kabar Gembira Kerajaan Allah. Dalam konteks faham evangelisasi yang luas dan dinamis semacam itu, kate-kese merupakan salah satu momen (saat) evangelisasi. Katekese dapat dimengerti sebagai setiap bentuk pelayanan Sabda yang dimaksudkan untuk memperdalam dan mematangkan iman umat beriman, baik sebagai perorangan maupun sebagai kelom-pok. Di sisi lain perlu mendapat perhatian, kenyataan bahwa tindakan pastoral lain seperti; liturgi, karya sosial, karya pendidikan dsb. juga diarahkan kepada pema-tangan iman umat. Namun demikian hal itu tidak berarti bahwa semua tindakan pas-toral Gereja adalah katekese.<br />
Dalam arti sesungguhnya (yang sekaligus mencakup peranannya), katekese ada-lah pelayanan Sabda yang dilaksanakan oleh Gereja untuk mengeksplisitkan (mem-perjelas) dan memperdalam iman akan Yesus Kristus, serta menginisiasikan atau mengintrodusir (mengantar) jemaat dalam kehidupan Gereja. Tindakan-tindakan pastoral lainnya, meski tidak disebut katekese dalam arti sesungguhnya, dapat dika-takan memiliki dimensi atau nilai kateketis.<br />
Rangkuman<br />
Gereja mewujudkan tugas perutusannya melalui empat bidang dasar karya pastoral, yaitu; koinonia, diakonia, leitourgia (liturgi), dan kerygma. Dari keempat bidang karya pastoral itu, pada hakekatnya katekese adalah bagian integral fungsi kerygma Gereja, yakni pelayanan Sabda atau karya kenabian, bersama dengan yang lain seperti evangelisasi, teologi, khotbah dsb.<br />
Untuk memahami peranan katekese dalam keseluruhan tugas pastoral Gereja, pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dengan paham evangelisasi. Evangelisasi sen-diri merupakan kegiatan yang meliputi seluruh tindakan Gereja sejauh merupakan pewartaan dan kesaksian efektif atas Kabar Gembira Kerajaan Allah. Dalam konteks paham evangelisasi yang luas dan dinamis itu, maka arti dan peranan katekese se-sungguhnya adalah “pelayanan Sabda yang dilaksanakan oleh Gereja untuk meng-eksplisitkan (memperjelas) dan memperdalam iman akan Yesus Kristus, serta meng-inisiasikan atau mengintrodusir (mengantar) jemaat dalam kehidupan Gereja.”<br />
III. DASAR, ISI DAN KRITERIA KATEKESE<br />
A.	Dasar katekese<br />
Katekese pada satu pihak berdasarkan Teologi dengan segala sumbernya, yaitu; Alkitab, Liturgi, Tradisi, dan kesaksian iman orang-orang kristiani. Dilain pihak kate-kese berdasarkan pada Antropologi (pengalaman manusia seutuhnya dan kebuda-yaan). Oleh sebab itu maka katekese sebagai proses pendidikan iman, di satu pihak harus mengikuti proses wahyu dan iman, dan di lain pihak harus betolak (masuk, memperhatikan) pengalaman dan perkembangan manusia seutuhnya.<br />
Katekese pada dasarnya mengusahakan agar setiap orang menghayati imannya secara mendalam dalam situasi konkret hidupnya. Untuk itu maka katekese harus dibangun (dikembangkan) atas dasar wahyu dan iman. “Wahyu adalah pelaksanaan rencana cinta kasih Allah kepada manusia agar manusia mendapatkan keselamatan. Wahyu Allah itu dinyatakan dalam Sabda, karya dan tanda-tanda”<br />
Wahyu Allah ditawarkan kepada manusia, dan manusia menjawabnya dengan penyerahan diri seutuhnya kepada Allah. Jawaban manusia atas wahyu (tawaran ke-selamatan Allah) itu disebut iman. Agar wahyu dan iman mendatangkan keselamatan bagi manusia, maka prosesnya sedemikian menyentuh dan mengena pada penga-laman manusia seutuhnya. Hal itu berarti menyentuh perkembangan pribadi manusia dan menyangkut segala usaha manusia dalam sejarah. Dengan kata lain katekese merupakan pelayanan Sabda yang hidup serentak setia kepada Allah dan setia ke-pada manusia.<br />
Gereja berusaha mewujudkan kesetiaannya kepada Allah dan kepada manusia, terutama dilaksanakan melalui katekese (bdk. DV art. 24). Dengan cara menimba ke-benaran dari Allah dan dengan patuh berpedoman pada makna asli dari Sabda itu, katekese berusaha menyampaikan Sabda Allah dengan setia. Walaupun demikian dalam katekese tidak dibenarkan bila hanya terbatas kepada pengulangan rumusan-rumusan secara tradisional. Dalam pelaksanaan katekese, rumusan-rumusan itu mesti dimengerti benar-benar, dan dengan setia disampaikan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh para pendengarnya (peserta katekese). Bahasa yang diguna-kan dalam katekese, semestinya mengikuti perkembangan usia, latar belakang sosial dan kebudayaan yang dihayati peserta katekese (bdk. DV art.8; CD art.14). Dengan kata lain katekese harus bertolak dari situasi konkret peserta (umat).<br />
B.	Bahan dan isi katekese<br />
Katekese sebagai kegiatan pewartaan Kabar Gembira keselamatan Allah dalam Yesus Kristus, bertujuan untuk memperdalam dan mengembangkan iman umat. Un-tuk itu katekese membutuhkan isi yang memadai. Dalam menyampaikan isi kate-kese, pewarta Sabda harus setia kepada bimbingan “Magisterium Gereja” (= wenang mengajar iman dan susila) yaitu hirarki Gereja. Secara garis besar bahan dan isi ka-tekese meliputi; Sejarah Keselamatan dalam Perjanjian Lama, Sejarah Keselamatan dalam Perjanjian Baru, Ajaran pokok pewartaan kristen, Sakramen-sakramen dan Pengalaman manusia yang dihayati sebagai karya penyelamatan Allah.<br />
1.	Sejarah Keselamatan Perjanjian Lama<br />
Seluruh sejarah manusia dalam Perjanjian Lama menjadi sejarah Keselamatan, sebab pengalaman hidup manusia yang dialaminya diyakini bahwa Tuhan ikut ber-peran (ikut campur tangan) dalam mengatur perjalanan sejarah manusia. Dari sebab itu seluruh perencanaan maupun pelaksanaan sejarah Keselamatan dalam Perjanjian Lama merupakan bahan dan isi katekese. Secara garis besar bahan dan isinya meli-puti; Penciptaan, Dosa, Panggilan Abrahan, Panggilan Musa, Panggilan Israel dsb.<br />
2.	Sejarah Keselamatan Perjanjian Baru<br />
Sejaran keselamatan yang telah berlangsung dalam Perjanjian Lama, berlang-sung terus dalam Perjanjian Baru dengan Kristus sebagai poros, kunci, dan sekaligus menjadi tonggak batasnya. Atas iman akan pribadi Yesus Kristus, umat purba me-nata serta mengembangkan hidupnya dan selanjutnya diteruskan oleh Gereja hingga akhir jaman nanti. Gereja tak henti-hentinya mewartakan iman dan karya Kesela-matan Allah dalam Yesus Kristus. Sebagai bahan dan isi katekese dalam sejarah Ke-selamatan Perjanjian Baru secara garis besar meliputi; Yesus Kristus, Gereja (umat) perdana, Gereja Kristus, dsb.<br />
3.	Ajaran pokok pewartaan Kristen<br />
Ajaran pokok pewartaan kristen juga merupakan bahan dan isi katekese. Ada ba-nyak ajaran pokok pewartaan kristen, diantaranya adalah; Allah Tritunggal Maha Kudus, Penghormatan kepada Allah yang sesungguhnya, Pengetahuan tentang Allah dan cinta kasih-Nya, Yesus Kristus Juru Selamat, Manusia Baru, Gereja, Moral Kris-tiani, Maria, Akhirat dsb.<br />
4.	Sakramen-sakramen<br />
Sakramen adalah tanda dan sarana keselamatan dari Allah bagi manusia melalui Gereja. Sakramen menjadi tanda dan sarana dimana manusia berada dalam hubung-an secara khusus dengan Allah. Dengan menerima Sakramen, manusia memperoleh kebahagiaan dan dapat bersatu dengan Allah. Sakramen-sakramen Gereja yang menjadi bahan dan isi katekese ialah ketujuh Sakramen, yaitu; Sakramen Perman-dian (Baptis), Sakramen Krisma (Penguatan), Sakramen Ekaristi, Sakramen Pengam-punan Dosa, Sakramen Pengurapan Orang sakit, Sakramen Imamat, dan Sakramen Perkawinan.<br />
5.	Pengalaman manusia sebagai karya keselamatan Allah<br />
Roh dan cinta kasih Allah selalu berkarya dalam semua ciptaan, dan mengun-dang manusia pada setiap saat dan setiap tempat untuk diselamatkan. Setiap orang sebenarnya selalu disentuh Allah dan dipanggil untuk menjawab cinta kasih Allah dan Kerajaan-Nya dalam hidup nyata sehari-hari.<br />
Allah selalu hadir dan membimbing manusia dalam kehidupan konkret sehari-hari. Atas dasar itu semua, pengalaman manusia seutuhnya atau seluruh kenyataan hidupnya secara konkret merupakan bahan dan isi katekese. Hal demikian mengingat Allah sendiri mewahyukan diri-Nya kepada manusia melalui pengalaman-pengalaman hidup, melalui kejadian-kejadian sejarah, dan seluruh kenyataan duniawi. Hidup dan keberadaan manusia adalah tanda tindakan penyelamatan Allah sendiri.<br />
Pengalaman hidup nyata manusia sebagai bahan dan isi katekese dimengerti secara luas, yakni keseluruhan hidup manusia yang senantiasa terlibat dalam hu-bungan dengan diri sendiri, dengan lingkungan alam sekitar, dengan masyarakat, dengan peristiwa peristiwa sejarah, dan pengalaman religius. Kesemuanya merupa-kan bahan dan isi katekese khususnya dalam keterarahan manusia kepada Allah se-mesta alam.<br />
C.	Keutuhan isi katekese<br />
Isi warta Ilahi terdiri dari bagian-bagian yang satu dengan yang lain saling ber-kaitan. Semua itu telah diwahyukan Allah sendiri secara bertahap mulai waktu lam-pau melalui para Nabi dan terakhir puncaknya di dalam diri Putera-Nya (bdk. Ibr 1:1). Dalam karya katekese, hal itu akan selalu mendapat perhatian khusus agar isi warta sungguh-sungguh berdaya guna bagi umat. Oleh karena tujuan katekese ada-lah untuk menolong umat baik secara individu maupun secara kelompok menuju iman yang dewasa, maka katekese harus tetap setia menyajikan seluruh isi warisan kristen. Untuk melaksanakan hal itu, tugas katekese bukan merupakan hal yang mu-dah. Maka dalam pelaksanaan katekese selalu di bawah bimbingan wenang menga-jar iman dan susila Gereja (hirarki). Dari merekalah Gereja memelihara seluruh kebe-naran dari warta Ilahi. Gereja bertugas mengawasi agar pelayanan Sabda menggu-nakan bentuk yang tepat dalam pewartaan, dan juga secara bijaksana mempertim-bangkan bantuan yang diberikan oleh hasil penelitian ilmu teologi dan ilmu pengeta-huan manusia.<br />
Bagi para pelayan Sabda Gereja, dalam menerangkan isi pewartaan harus bersi-kap arif dan hati-hati agar tidak jatuh dan cenderung mewartakan dirinya sendiri (ke-mampuan pribadi pewarta) yang bisa meleset jauh dari pokok dan inti iman kristiani. Pelayanan Sabda mesti setia dengan penafsiran Gereja akan misteri Kristus sebagai pusat dan inti pewartaannya. Begitu pula bagaimana Gereja mesti merayakan dan mewujudkan dalam praktek hidup sehari-hari sebagai orang kristen. Akhirnya para pelayan Sabda Gereja harus mempertimbangkan dengan bimbingan Roh Kudus, ba-gaimana rencana Allah dapat dilaksanakan pada masa kini dan saat ini kepada ma-nusia.<br />
D.	Kriteria katekese<br />
1.	Kriteria untuk penyajian pesan<br />
Sehubungan dengan kriteria penyajian pesan, Petunjuk Umum Katekese meng-gambarkan sbb.: “Kriteria untuk penyajian pesan Injil dalam katekese berkaitan erat satu dengan yang lain, karena mereka muncul dari sumber yang sama.<br />
	Pesan yang berpusat pada pribadi Yesus Kristus (kristosentris) dengan dinamika batinnya memperkenalkan dimensi tritunggal dari pesan yang sama itu.<br />
	Pemakluman Berita Gembira tentang Kerajaan Allah, berusat pada anugerah Ke-selamatan, yang berisikan sebuah pesan tentang pembebasan.<br />
	Ciri gerejani (ekklesial) dari pesan Injil mencerminkan sifat historisnya karena katekese sebagaimana dengan semua evangelisasi diwujudkan dalam “kehidupan Gereja.”<br />
	Pesan Injil mencari inkulturasi, karena Berita Gembira ditujukan kepada segala bangsa, yang hanya bisa dicapai bila pesan Injil disajikan dalam keutuhan dan kemurniannya.<br />
	Pesan Injil merupakan suatu pesan menyeluruh (komprehensif), dengan hirarki kebenarannya sendiri. Justru visi harmonis dari Injil inilah yang mengubahnya menjadi suatu peristiwa yang berarti bagi pribadi manusia.<br />
Walaupun kriteria-kriteria ini sah bagi seluruh pelayanan sabda, di sini kriteria-kriteria itu dikembangkan dalam hubungannya dengan katekese.”<br />
2.	Pesan Injil yang berpusat pada Kristus (kristosentris)<br />
Berkaitan dengan Pesan Injil, Petunjuk Umum Katekese 1997 art. 98 seperti beri-kut ini. Yesus Kristus tidak hanya meneruskan sabda Allah: Dia adalah Sabda Allah. Oleh karena itu, katekese harus sama sekali terikat pada-Nya. Maka ciri khas pesan yang diteruskan oleh katekese, terutama adalah “keberpusatan pada pribadi Yesus Kristus”. Ini dapat dimengerti dalam pelbagai arti.<br />
	Pertama-tama kristosentris berarti bahwa “pada inti katekese, kita menemukan, dalam esensinya seorang pribadi, pribadi Yesus dari Nazaret, Putra tunggal Allah, penuh kasih karunia dan kebenaran” (CT art. 5). Dalam kenyataan tugas dasar katekese menghadirkan Kristus dan segala sesuatu yang berhubungan dengan Dia. Secara nyata katekese memajukan tindakan mengikuti Yesus dan persatuan dengan Dia; segala elemen dari pesan Injil mengarah ke sini.<br />
	Kedua, kristosentris berarti Kristus adalah “pusat sejarah keselamatan”, yang di-hadirkan oleh katekese. Kristus sungguh-sungguh peristiwa final, titik temu se-gala sejarah keselamatan. Dia, yang datang ”pada kepenuhan waktu adalah kun-ci, pusat, dan akhir dari semua sejarah manusia” (GS art. 10). Pesan kateketis menolong orang-orang kristen untuk menempatkan dirinya dalam sejarah dan memasukkan diri ke dalam sejarah, dengan menunjukkan bahwa Kristus adalah tujuan tertinggi dari sejarah ini.<br />
	Lebih dari itu, kristosentris berarti bahwa pesan Injil tidak berasal dari manusia, melainkan adalah Sabda Allah. Gereja dan atas nama Gereja, setiap katekis dalam kebenaran dapat berkata: “ajaran saya bukan berasal dari saya sendiri, ajaran saya berasal dari seorang  yang mengutus saya” (Yoh 7:6). Jadi segala sesuatu yang diteruskan oleh katekis adalah “ajaran Yesus Kristus, kebenaran yang disampaikan-Nya, atau lebih tepat lagi, Kebenaran yang adalah Dia sendiri” (CT art. 6). Keberpusatan pada Kristus, mewajibkan katekis untuk meneruskan apa yang diajarkan Yesus tentang Allah, manusia, kebahagiaan, kehidupan mo-ral, kematian, dll., tanpa mengubah pemikiran-Nya dengan cara apapun.<br />
Injil yang menceritakan kehidupan Yesus, adalah inti pesan kateketik. Mereka sendiri diberkahi dengan “struktur kateketik” (CT art. 11b). Mereka menjelaskan ajar-an yang diberikan kepada jemaat-jemaat Kristen perdana, dan yang juga menerus-kan kehidupan Yesus, pesan-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang menyelamat-kan. Dalam katekese, keempat injil menduduki tempat sentral karena Yesus Kristus adalah pusat mereka.<br />
Rangkuman<br />
Katekese disatu pihak berdasarkan teologi dan dilain pihak berdasarkan antro-pologi (pengalaman manusia seutuhnya dan kebudayaan). Oleh sebab itu maka katekese sebagai proses pendidikan iman, disatu pihak harus mengikuti proses wahyu dan iman, dan dilain pihak harus bertolak dari pengalaman dan perkembang-an manusia seutuhnya. Dengan kata lain katekese merupakan pelayanan Sabda yang hidup serentak setia kepada Allah dan setia kepada manusia.<br />
Dalam pelaksanaannya, katekese sebagai pewartaan Kabar Gembira keselamat-an Allah dalam Yesus Kristus untuk memperdalam dan mengembangkan iman umat, memerlukan bahan dan isi yang memadai. Agar kebenaran isi pewartaan disam-paikan dengan tetap memperhatikan keutuhan isinya, maka pelaksanaan katekese selalu di bawah bimbingan “Magisterium Gereja.” Garis besar bahan dan isi katekese meliputi; Sejarah keselamatan dalam Perjanjian Lama, Sejarah Keselamatan dalam Perjanjian Baru, Ajaran pokok pewartaan kristen, Sakramen-sakramen dan Penga-laman manusia yang dihayati sebagai karya penyelamatan Allah. Di samping itu kriteria untuk penyampaian pesan dalam katekese perlu diindahkan. Penyampaian pesan Injil dalam katekese mesti berpusat pada Yesus Kristus (kristosentris).<br />
IV. TANGGUNGJAWAB DAN ORGANISASI<br />
KARYA KATEKESE<br />
A.	Tanggungjawab karya katekese<br />
Gereja menjadi tanda dan sarana kehadiran Yesus yang menyelamatkan. Dengan demikian, Gereja dapat disebut Sakramen Yesus Kristus atau Sakramen Dasar, ka-rena di dalam Gereja, Yesus Kristus meletakkan dasar penyelamatan umat manusia, yakni persatuan manusia dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia (bdk. LG art. 1).  Gereja berusaha memenuhi tuntutan-tuntutan hakiki sifat katoliknya, me-naati perintah pendiri-Nya yaitu Yesus Kristus (lih. Mrk 16:16). Dengan demikian Ge-reja sungguh-sungguh berusaha mewartakan Injil kepada semua orang. Sebab para Rasul sendiri yang menjadi dasar bagi Gereja, mengikuti jejak Kristus untuk mewar-takan Sabda kebenaran. Gereja meneruskan dan melestarikan karya itu, agar Sabda Allah terus maju dan dimuliakan (2Tes 3:1) dan karya Allah diwartakan serta diba-ngun dimana-mana. Dari hal itu nampak bahwa Gereja senantiasa berjuang dan ber-usaha melaksanakan amanat agung Yesus Kristus, untuk pergi ke seluruh dunia me-wartakan Injil kepada semua makhluk (Mrk 16:15).<br />
“Sebagai anggota Kristus yang hidup, semua orang beriman, berkat baptis – penguatan – dan ekaristi disatu-ragakan dan diserupakan dengan Dia, terikat kewa-jiban untuk mengembangkan tenaga demi perluasan dan pengembangan tubuh-Nya, untuk mengantar selekas mungkin kepada kepenuhan-Nya (Ef 4:13). Maka hendak-nya semua putera Gereja mempunyai kesadaran yang hidup akan tanggungjawab mereka terhadap dunia, memupuk semangat Katolik sejati dalam diri mereka, dan mencurahkan tenaga mereka demi karya mewartakan Injil, sehingga menjadi garam dan terang dunia (Mat 5:13-14)” [AG art. 36].  Dari hal demikian kiranya menjadi jelas, bahwa pada dasarnya semua warga Gereja, berkat permandiannya mempunyai tugas dan tanggungjawab untuk mewartakan Injil, kabar Gembira keselamatan Allah kepada semua orang. Demikian halnya katekese, sebagai kegiatan pelayanan Sabda Gereja untuk mewartakan Injil, juga merupakan tugas dan tanggungjawab seluruh warga Gereja. Oleh karena itu sebenarnya karya katekese bukan semata-mata melu-lu tugas dan tanggungjawab bagi para Katekis, Suster, Bruder, dan para Imam saja. Tugas dan tanggungjawab seluruh warga Gereja dalam karya katekese itu, diwujud-kan sesuai panggilan, peranan dan fungsi masing-masing, mulai umat awam sampai dengan Sri Paus.<br />
1.	Jemaat (Komunitas Kristiani)<br />
Atas dasar Sakramen Inisiasi yang diterimanya, umat dituntut untuk saling mem-berikan kesaksian iman baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok, sehing-ga menjadi tanda kehadiran karya keselamatan Allah bagi lingkungannya (masya-rakat konkret). Sehubungan tanggung jawab jemaat kristiani terhadap katekese, Petunjuk Umum Katekese 1997 art. 220-221 menggariskan berikut ini.<br />
Katekese adalah tanggungjawab seluruh komunitas Kristiani. Sesungguhnya, ini-siasi Kristen, “hendaknya tidak menjadi karya para katekis dan imam semata, melain-kan karya seluruh komunitas beriman” (AG art. 14).  Penerusan pendidikan iman merupakan persoalan yang menyentuh seluruh komunitas; oleh karena itu, katekese merupakan suatu kegiatan mendidik yang timbul dari tanggungjawab khusus dari se-tiap anggota komunitas, dalam sebuah konteks hubungan yang kaya, sehingga para katekumen dan mereka yang menerima katekese dimasukkan secara aktif dalam kehidupan komunitas. Komunitas Kristiani mengikuti proses perkembangan kateketis, bagi anak-anak, kaum muda dan orang dewasa, sebagai suatu tugas yang secara langsung yang melibatkan dan mengikat mereka. Lagi, pada akhir proses kateketis, adalah tanggungjawab komunitas Kristiani untuk menyambut mereka yang meneri-ma katekese dalam suatu lingkungan persaudaraan,  ”di dalam lingkungan ini, mere-ka akan sanggup menghayati secara lengkap apa yang telah mereka pelajari” (CT art. 24).<br />
Komunitas Kristiani tidak hanya memberi banyak hal kepada mereka yang men-dapat katekese, melainkan juga menerima banyak hal dari mereka. Orang-orang yang baru bertobat, khususnya kaum remaja dan orang dewasa, dalam kesetiaan ke-pada Yesus Kristus, membawa pada komunitas yang menerima mereka, kekayaan manusiawi dan religius yang baru. Maka komunitas ini bertumbuh dan berkembang. Katekese tidak hanya mematangkan iman mereka yang menerima katekese, melain-kan juga membawa kematangan komunitas itu sendiri.<br />
Namun sementara seluruh komunitas Kristiani bertanggungjawab akan katekese Kristiani dan semua anggotanya memberikan kesaksian tentang iman, hanya bebera-pa anggota menerima mandat eklesial untuk menjadi katekis. Bersama dengan peru-tusan perdana yang dimiliki para orang tua dalam hubungan dengan anak-anak me-reka, Gereja memberikan tugas berat untuk secara utuh dan khusus meneruskan iman di dalam komunitas, yang secara khusus disebut para anggota umat Allah.<br />
2.	Para Katekis Awam<br />
Petunjuk umum katekese 1997 art. 230-231 menggariskan berikut ini. Kagiatan kateketis kaum awam juga mempunyai sifat sendiri yang sesuai dengan kedudukan mereka di dalam Gereja; “karakter sekular mereka yang sesuai dan khas bagi awam” (LG art. 31). “Kaum awam giat dalam katekese berdasarkan keberadaan mereka dalam dunia, dengan mengambil bagian pada segala tuntutan umat manusia dan membawa nuansa dan kepekaan khusus pada penerusan Injil, yakni pemakluman Injil oleh dunia dan kesaksian hidup, memperoleh sifat khusus dan keberhasilan yang khas karena dilaksanakan dalam lingkungan dunia yang biasa” (LG art. 35). Sesung-guhnya, dengan berbagai bentuk kehidupan yang sama seperti hidup mereka yang mendapat katekese, katekis awam memiliki kepekaan khusus untuk mengejawantah-kan Injil dalam kehidupan konkret pria dan wanita. Katekumen dan mereka yang menerima katekese dapat menemukan suatu pola Kristiani bagi masa depan mereka sebagai umat beriman.<br />
Panggilan kaum awam pada katekese muncul dari Sakramen Permandian, dan dikuatkan oleh Sakramen Krisma. Melalui Sakramen Permandian dan Krisma, mereka mengambil bagian dalam “pelayanan Kristus sebagai imam, nabi, dan raja” (AA art. 2b). Lagi pula panggilan kerasulan umum, beberapa kaum awam merasa terpanggil oleh Allah untuk menerima tugas pelayanan sebagai katekis. Gereja membangunkan dan membedakan panggilan ilahi ini dan memberikan tugas perutusan untuk berka-tekese. Tuhan Yesus mengundang pria dan wanita, dengan cara khusus, untuk mengikuti Dia, guru dan pembina para murid. Panggilan pribadi Yesus Kristus dan hubungan  dengan Dia merupakan daya gerak sejati kegiatan kateketik. Dari penge-nalan penuh kasih akan Kristus, muncullah kerinduan untuk memaklumkan Dia, “mengevangelisasi”, dan menuntun orang lain untuk menjawab “ya” akan iman dalam Yesus Kristus. Merasa dipanggil sebagai katekis dan menerima tugas dari Gereja memperoleh tingkat-tingkat pengabdian yang berbeda-beda selaras dengan sifat-sifat khas setiap individu. Kadang-kadang katekis bisa bekerja sama dalam pelayanan katekese dalam suatu periode yang terbatas atau semata hanya kadang-kadang, namun itu selalu merupakan pelayanan yang berharga dan kerja sama yang baik. Bagaimanapun pentingnya pelayanan katekese akan menganjurkan bahwa  dalam satu Keuskupan harus ada sejumlah biarawan-biarawati dan kaum awam yang diakui secara publik dan dengan para imam dan uskup, memberikan bentuk eklesial yang sepadan bagi pelayanan Keuskupan.<br />
3.	Para Biarawan-Biarawati<br />
Tanggungjawab katekese bagi para Biarawan dan Biarawati, dalam petunjuk umum katekese 1997 tertuang dalam art. 228-229. Gereja secara khusus memanggil mereka dalam hidup bakti kepada kegiatan kateketis dan ingin agar “komunitas-komunitas religius sedapat mungkin mengabdikan kemampuan dan sarana yang ada pada mereka bagi karya khusus katekese” (CT art. 65). Sumbangan khusus bagi katekese dari biarawan-biarawati dan anggota serikat-serikat hidup apostolik muncul dari keadaan mereka yang khusus. Kaul menurut nasehat Injil, yang menandai hidup religius, merupakan suatu hadiah bagi segenap komunitas kristiani. Dalam kegiatan kateketik Keuskupan, sumbangan mereka yang asli dan khusus tidak pernah bisa diganti oleh para imam atau kaum awam. Sumbangan orisinal lahir dari kesaksian publik akan persembahan mereka yang membuat mereka menjadi suatu tanda yang hidup realitas Kerajaan: “justru kaul nasehat-nasehat ini, dalam satu gaya hidup yang permanen yang diakui Gerejalah, yang menandai hidup yang dibaktikan kepada Allah” (bdk. LG art. 44). Walaupun nasehat-nasehat Injil harus dihayati oleh setiap orang Kristiani, mereka dalam hidup bakti “mewujudkan Gereja dalam keinginan mereka untuk menyerahkan diri kepada radikalisme Sabda Bahagia” (EN art. 69). Kesaksian kaum religius yang disatukan dengan kaum awam memperlihatkan satu wajah Gereja yang adalah suatu  tanda Kerajaan Allah.<br />
“Banyak terekat religius pria dan wanita didirikan untuk menyelenggarakan pen-didikan Kristiani kepada anak-anak dan kaum muda, khususnya mereka yang paling terlantar” (CT art. 65).  Karisma yang sama para pendiri  begitu rupa sehingga ba-nyak kaum religius dewasa ini bekerja sama dalam katekese Keuskupan bagi orang dewasa. Sepanjang sejarah banyak biarawan dan biarawati telah membaktikan diri bagi karya kateketik. Karisma-karisma awal bukanlah suatu pertimbangan marginal bila kaum religius menerima tugas-tugas kateketik. Sambil tetap mempertahankan keutuhan sifat katekese itu sendiri, karisma sebagai komunitas religius mengungkap-kan tugas bersama ini namun dengan penekanannya sendiri, sering mendalam se-cara religius, sosial, dan pedagogis. Sejarah katekese menunjukkan daya hidup yang telah dihasilkan oleh karisma-karisma bagi kegiatan pendidikan Gereja.<br />
4.	Para Imam<br />
Tanggungjawab katekese bagi para Imam, dalam petunjuk umum katekese 1997 tertuang dalam artikel 224-225. Fungsi yang sesuai dengan imamat dalam tugas kateketik muncul dari Sakramen Imamat yang telah mereka terima. “Melalui sacra-men itu, para imam karena pengurapan Roh Kudus, ditandai dengan suatu karakter khusus, dan dengan demikian diserupakan dengan Kristus Imam, sehingga mereka sanggup bertindak dalam pribadi Kristus Kepala” (bdk. PO art.8;6;12a). Karena dise-rupakan dengan Kristus, pelayanan para imam adalah suatu pelayanan yang mem-bentuk komunitas Kristiani, mengatur, dan meneguhkan kharisma-kharisma serta pelayanan yang lain. Dalam katekese, Sakramen Imamat membentuk para Pastor (imam) menjadi “pendidik iman” (PO art.6b). Oleh karena itu,  mereka berkarya agar melihat bahwa umat beriman dibentuk dengan tepat, dan mencapai kedewasaan Kristiani yang sejati. Di lain pihak, sadar bahwa “imamat pelayanan” (LG art.10) me-reka ada pada pelayanan “imamat umum umat beriman,” (LG art.10) para imam memajukan panggilan dan karya para katekis dan membantu mereka melaksanakan tugas yang muncul dari Sakramen Permandian dan diwujudkan karena perutusan yang dipercayakan kepada mereka oleh Gereja. Maka para imam mewujudkan per-mohonan yang dibuat oleh Konsili Vatikan II bagi mereka: “mengakui dan mema-jukan martabat kaum awam dan peranan mereka yang khusus dalam perutusan Gereja” (PO art. 9b). Tugas-tugas kateketik yang sesuai dengan imamat khususnya dengan pastor paroki adalah:<br />
	Membina rasa tanggungjawab bersama bagi katekese dalam komunitas Kristiani, sebuah tugas yang melibatkan semua orang, pengakuan dan penghargaan bagi para katekis dan perutusan mereka.<br />
	Memperhatikan orientasi dasar katekese dan perencanaannya dengan membe-rikan penekanan pada partisipasi aktif para katekis dan menegaskan agar “ka-tekese ditata dan dia-rahkan dengan baik.”<br />
	Memajukan dan membedakan panggilan-panggilan bagi pelayanan katekese, dan sebagai katekis dari para katekis, memperhatikan pembinaannya dengan mem-berikan perhatian pa-ling besar pada tugas ini.<br />
	Mengintegrasi kegiatan kateketik dalam program “evangelisasi komunitas” dan memelihara hubungan antara katekese, sakramen, dan liturgi.<br />
	Menjamin ikatan antara katekese komunitasnya dengan program pastoral keus-kupan dengan menolong para katekis menjadi mitra kerja yang aktif dalam program keuskupan yang sama.<br />
	Pengalaman menunjukkan bahwa mutu katekese dalam sebuah komunitas sangat bergantung pada kehadiran dan kegiatan imam.<br />
5.	Para Uskup<br />
Tanggungjawab katekese bagi para Uskup, dalam petunjuk umum katekese 1997 tertuang dalam art. 222-223. Konsili Vatikan II menekankan pentingnya pewartaan dan penerusan Injil dalam pelayanan keuskupan. “Di antara tugas-tugas mendasar para Uskup, pewartaan Injil menduduki tempat utama” (LG art. 25). Dalam memikul tugas ini, di atas segalanya, para Uskup adalah ”bentara iman” (LG art. 25), yang mencari murid-murid baru bagi Yesus Kristus, dan “guru-guru autentik” (LG art. 25), yang meneruskan iman kepada mereka yang dipercayakan dalam pemeliharaan mereka agar dirangkul dan dihayati. Pemakluman misioner dan katekese merupakan dua aspek dalam kesatuan yang erat dari pelayanan kenabian para Uskup. Untuk melaksanakan tugas ini, para Uskup menerima “kharisma kebenaran” (DV art. 8). “Melebihi yang lainnya, para Uskup adalah yang pertama-tama bertanggung jawab bagi katekese dan para katekis” (CT art. 63b). Dalam sejarah Gereja, pengaruh besar para Uskup yang agung dan kudus jelas nyata. Tulisan-tulisan dan prakarsa mereka menandai periode katekumenat yang paling kaya. Mereka melihat katekese sebagai tugas pelayanan mereka yang paling mendasar (bdk. CT art. 12a). Perhatian pada kegiatan kateketik ini akan membawa Uskup untuk memberikan “pengarahan kate-kese menyeluruh” (CT art. 63c) dalam Gereja Keuskupan, yang antara lain menca-kup:<br />
	Ia menjamin prioritas efektif bagi katekese yang aktif dan menghasilkan buah bagi Gerejanya “dengan mengerahkan orang-orang penting untuk pelaksanaan, sarana dan alat-alat, serta sumber keuangannya” (CT art.63c).<br />
	Ia memiliki perhatian pada katekese dengan campur tangan langsung dalam penerusan Injil kepada kaum beriman, dan bahwa dia hendaknya waspada, se-hubungan dengan keaslian iman serta mutu teks-teks yang digunakan dalam ka-tekese (bdk. CT art. 63c);<br />
	“Ia menghasilkan dan mempertahankan suatu semangat yang sejati bagi kateke-se, semangat yang dimaksudkan ke dalam suatu organisasi yang efektif dan yang berkaitan dengan itu” (CT art. 63c), keluar dari jati diri yang mendalam akan pentingnya katekese bagi kehidupan Kristiani keuskupan;<br />
	Ia menjamin “agar para katekis dipersiapkan secara memadai untuk tugas mere-ka, karena telah dengan baik menerima pengetahuan teoritis maupun praktis tentang hukum psikologi dan metode pendidikan” (CD art. 14b);<br />
	Ia membuat “program yang jelas dan menyeluruh” dalam Keuskupan untuk men-jawab kebutuhan nyata jemaat (umat) beriman: yang harus dimasukkan dalam rencana pastoral Keuskupan dan diatur bersama dengan program-program Kon-perensi Wali Gereja.<br />
B.	Tata kerja (pengorganisasian) karya katekese<br />
Dalam rangka usaha memahami tata kerja (pengorganisasian) karya katekese, berikut digunakan Petunjuk Umum Katekese 1997 khususnya artikel 265-271.<br />
1.	Pelayanan kateketik Keuskupan<br />
Organisasi pembinaan pastoral kateketik bertitik acuan pada Uskup dan Keus-kupan. Komisi Kateketik Keuskupan adalah “sarana yang digunakan oleh Uskup seba-gai kepala komunitas dan guru doktrin untuk mengarahkan dan mengatur segala ke-giatan kateketik keuskupan” (PUK-1997 art. 126).<br />
Kompetensi dasar Komisi Kateketik Keuskupan adalah seba-gai berikut:<br />
a)	Menganalisis keadaan keuskupan sehubungan dengan pendidikan iman: analisis demikian harus menentukan, antara banyak hal lain, kebutuhan nyata keuskupan sejauh berkenaan dengan praksis kateketik;<br />
b)	Mengembangkan suatu rencana kegiatan dengan menyusun tujuan-tujuan yang jelas, mengusulkan saran-saran yang pasti dan memperlihatkan hasil-hasil yang konkret;<br />
c)	Mengemban tugas pembinaan katekis; serta pusat-pusat yang sesuai haruslah didirikan;<br />
d)	Mempersiapkan atau sekurang-kurangnya menunjukkan kepada paroki-paroki dan katekis-katekis, sarana-sarana yang perlu bagi katekese: katekismus, buku-buku petunjuk, program untuk usia-usia yang berbeda, tuntunan bagi katekis, bahan-bahan untuk mereka yang menerima katekese, alat peraga audio-visual, dll.;<br />
e)	Membantu perkembangan institusi kateketik keuskupan yang khusus (kateku-menat, katekese paroki,  dan kelompok-kelompok yang bertanggung jawab bagi katekese): ini semua merupakan “sel-sel basis” kegiatan-kegiatan kateketik;<br />
f)	Meningkatkan mutu personel dan sumber daya material pada tingkat keuskupan dan pada tingkat paroki serta vikariat (bdk. CT art. 63);<br />
g)	Berkaitan dengan pentingnya liturgi bagi katekese, bekerja sama dengan Komisi Liturgi; khususnya untuk katekese awal dan katekumenat.<br />
Untuk mewujudkan tanggungjawab-tanggungjawab ini, hendaknya Komisi Kate-ketik Keuskupan “mempunyai staf orang-orang yang kompeten. Keluasan dan ber-bagai masalah yang harus ditangani meminta agar tanggungjawab dibagi antara sejumlah orang yang sungguh ahli dan mampu.” Sisanya, pelayanan keuskupan ini dilaksanakan oleh imam, rohaniwan-rohaniwati, dan kaum awam. Katekese demikian mendasar bagi kehidupan setiap keuskupan, sehingga “tidak ada keuskupan yang bisa ada tanpa Komisi Kateketiknya sendiri”.<br />
2.	Pelayanan kerja sama antar Keuskupan<br />
Kerja sama ini sangat berhasil pada jaman ini. Upaya-upaya kateketik bersama dianjurkan bukan hanya karena jarak geografis yang dekat, melainkan juga karena kesamaan bentuk kebudayaan. “Adalah bermanfaat bagi sejumlah keuskupan untuk menggabungkan karya-karya mereka agar pengalaman-pengalaman, usaha-usaha, biro dan sarana-sarananya bermanfaat bagi semua orang; keuskupan-keuskupan yang lebih sejahtera bisa menolong keuskupan yang lain, dan agar program kegiatan bersama dipersiapkan bagi daerah sebagai suatu keseluruhan” (PUK-1997 art. 268).<br />
3.	Pelayanan Majelis para Uskup<br />
Majelis para Uskup dapat mendirikan Komisi Kateketik, yang tujuan utamanya ialah untuk menolong masing-masing Keuskupan dalam soal-soal kateketik. Kemung-kinan ini, yang telah ditentukan oleh peraturan Kanon, adalah suatu realita dalam banyak Majelis Para Uskup. Komisi Kateketik, atau Pusat Kateketik Nasional dari Ma-jelis Para Uskup mempunyai fungsi ganda (PUK-1997 art. 269):<br />
	Melayani kebutuhan kateketik semua keuskupan dalam teritorial tertentu; me-mantau publikasi yang berelevansi nasional, konggres-konggres nasional, hu-bungan-hubungan dengan media masa, dan secara umum tugas dan tanggung-jawab yang melampaui sarana daerah dan keuskupan.<br />
	Melayani keuskupan-keuskupan dan daerah-daerah dengan membagikan infor-masi dan proyek-proyek kateketik, supaya mengatur kegiatan-kegiatan dan memberikan bantuan kepada keuskupan-keuskupan yang kurang dilengkapi dengan bahan-bahan kateketik.<br />
Bila satu keuskupan menentukan demikian, adalah wewenang Komisi Kateketik atau Pusat Kateketik Nasional untuk menyusun kegiatan-kegiatan  bersama dengan institusi-institusi kateketik lainnya, atau bekerja sama dengan kegiatan-kegiatan kateketik pada taraf internasional. Semuanya ini dilaksanakan sebagai suatu sarana membantu para Uskup.<br />
4.	Pelayanan Takhta Suci<br />
Dalam Petunjuk Umum Katekese 1997 art. 270-271 digariskan bahwa “Perintah Kristus untuk mewartakan Injil kepada semua makhluk langsung dan pertama-tama berlaku bagi mereka (para Uskup) bersama Petrus, tunduk kepada Petrus” (AG art. 38a). Pelayanan pengganti Petrus dalam perintah kolegial Yesus yang berhubungan dengan pewartaan dan penerusan Injil ini, mengandaikan tanggungjawab dasar. Pe-layanan itu harus dipandang, bukan hanya sebagai pelayan global yang mencapai semua Gereja dari luar, melainkan dari dalam sebagai suatu yang telah menjadi sifat keberadaan setiap Gereja partikular. Pelayanan Petrus dalam katekese dilaksanakan dengan cara yang istimewa melalui ajaran-ajarannya. Paus, sehubungan dengan ka-tekese, bertindak secara langsung dan khusus, melalui Konggregasi untuk Klerus, yang menolong Uskup Roma melaksanakan penggembalaannya yang tertinggi. Maka Konggregasi untuk Klerus berfungsi:<br />
	Memajukan pendidikan religius umat beriman dari setiap zaman, situasi, dan kondisi.<br />
	Mengeluarkan norma-norma tepat pada waktunya sehingga pelajaran-pelajaran kateketik dapat dijelaskan sesuai dengan program yang tepat.<br />
	Mempertahankan dengan saksama cara penyampaian instruksi kateketik yang sesuai.<br />
	Dengan persetujuan Konggregasi untuk Ajaran Iman, memberikan persetujuan tertulis dari Takhta Suci untuk katekismus dan tulisan-tulisan lain yang berkaitan dengan instruksi kateketik.<br />
	Terbuka bagi komisi-komisi kateketik dan prakarsa-prakarsa internasional me-ngenai pendidikan religius, mengatur kegiatan mereka, dan bila perlu, membe-rikan bantuan.<br />
Rangkuman<br />
Berkat sakramen inisiasi yang diterimanya, pada dasarnya seluruh warga Gereja mengemban tugas dan tanggungjawab untuk mewartakan Injil, Kabar Gembira kese-lamatan Allah kepada semua orang. Demikian halnya katekese, sebagai kegiatan pelayanan Sabda Gereja untuk mengembangkan iman umat, juga merupakan tugas dan tanggungjawab seluruh warga Gereja. Tugas dan tanggungjawab itu, diwujud-kan sesuai panggilan, peran dan fungsi mereka masing-masing dalam Gereja yakni; Jemaat (sebagai komunitas Kristiani), para Katekis awam, para Biarawan-Biarawati, para Imam, dan para Uskup.<br />
Dalam rangka upaya pelayanan dan pengembangan karya katekese agar dapat menolong pengembangan dan pematangan iman umat, maka perlu tata kerja (pe-ngorganisasian) katekese secara memadai. Pengorganisasian karya katekese itu meliputi; Pelayanan dari Takhta Suci (internasional), Konperensi Para Uskup (na-sional), Antar Keuskupan (regional), dan Keuskupan (lokal). Semuanya demi terlak-sananya pelayanan Sabda Gereja guna mewujudkan tugas perutusan yang diemban, yang berasal dari amanat agung Yesus Kristus sendiri.</p>
<p>Komisi Kateketik<br />
Keuskupan Purwokerto<br />
Y. Suroso</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=52&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/peranan-katekese-dalam-karya-pastoral-gereja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SATU  HATI  BERZIARAH BERSAMA</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/satu-hati-berziarah-bersama/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/satu-hati-berziarah-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 04:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[“SATU HATI BERZIARAH BERSAMA” Gebyar-gebyar merah menyala warna kaos yang dikenakan para Pembina dan anak-anak Bina Iman memenuhi lapangan parkir gereja St Thomas Rasul. Sejak dini hari sudah banyak yang datang, bahkan para pembinapun datang lebih awal, mereka siap jam 05.00, meskipun malam sebelumnya mereka rapat dan dilanjutkan persiapan acara untuk esok harinya, hingga larut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=50&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“SATU  HATI  BERZIARAH  BERSAMA”</p>
<p>Gebyar-gebyar  merah  menyala  warna  kaos  yang  dikenakan  para  Pembina  dan  anak-anak  Bina  Iman  memenuhi  lapangan  parkir  gereja St  Thomas  Rasul. Sejak  dini  hari  sudah  banyak  yang  datang, bahkan para  pembinapun  datang  lebih  awal,  mereka  siap  jam  05.00, meskipun  malam  sebelumnya  mereka  rapat  dan  dilanjutkan  persiapan  acara untuk  esok  harinya, hingga  larut  malam, meski  demikian  pagi  itu  para  Pembina  kelihatan  segar  enegik  serta  lincah  dalam   mengatur  anak  anak  saat  regristasi. Apa  yang  menggerakkan  mereka?.  Tak  lain  adalah  Cinta  Kristus, yang  mempersatukan  semua  untuk  satu  hati, satu  semangat untuk  membawa  dan  membina anak-anak  untuk  mengadakan  perziarahan  bersama.<br />
 Mereka  bukan  akan  berkampaye  memperingati 100 Hari  Kebangkitan  Nasional  yang  memang  diperingati  pada  hari  itu,  namun  jauh  dari  itu  mereka  hendak  merayakan  hari  kesadaran  iman  akan  Cinta  Kristus  pada  Umat- Nya  sehingga  rela  wafat  dikayu  salib, menebus  jiwa  kita  dengan  Darah-Nya  yang  Maha  Kudus.  Kesadaran  akan  pertumbuhan dan  perkembangan  iman  Anak  itulah  yang  menjadi  tanggung  jawab  para  Pembina  dan  Orang  tua  untuk  mendekatkan  hati  bocah-bocah  kecil  untuk  sejak  dini mengenal  &amp; menyadari  Cinta  Kristus  yang  begitu  besar, serta  siap  sedia  terlibat  akan  kegiatan  menggereja.<br />
Oleh  karena  itu  Peziarahan  ini  diadakan  dengan  tujuan   “ Membina  anak-anak  untuk  semakin  mengenal  Tuhan  Yesus.  Dengan  lebih  mengkhususkan  pada  tujuan  umum  bersama  yang  hendak  dicapai  yakni<br />
1.	Iman  anak  semakin  dikuatkan<br />
2.	Anak-anak  semakin mengenal  anak-anakk  separoki untuk  saling  menguatkan.<br />
3.	Anak –anak  semakin  bersemangat untuk  melakukan pelayanan  terhadap  sesama.<br />
4.	Mengenalkan kepada  anak-anak dan  mendalami  kisah  sengsara  Tuhan  Yesus.<br />
5.	Menanamkan  nilai  Ekaristi  sejak  dini  kepada  anak-anak.<br />
Nah  tujuan  itulah  yang    dikemas  oleh  Para  Pembina  untuk  mengajak  anak &#8211; anak  berziarek  di  “ Lembah  Karmel “  Cikanyere.<br />
Tanggapan  anak-anak  sungguh  luar  biasa  150 anak  dari  berbagai  wilayah  ikut  dalam  ziarek  ini, memang  sih  kalau  dituruti  tentu  anak  yang  mendaftar  bisa  2 atau 3  kali  lipat  dari  jumlah  itu  tapi  untuk  saat  ini  baru  150  anakyang  ditanggi  oleh  50  pembina  yang  terdiri  dari  para Pembina  Bia &amp;  Bir, 2  Suster  SND, Frater, Romo  Treka.<br />
Acara  ini  diketuai  oleh  saudari  Christin  dan  didampingi  oleh  Ibu  Metty  yang  selalu  setia  mendorong, membimbing, memberi    spirit  dan  menjadi  mami  bagi  para  Pembina BIA &amp;BIR di  Paroki  St  Thomas  rasul  selama  ini.<br />
Pukul  6.30  pagi  7  bus  melaju  dari  lapangan  parker greja  St  Thomas  Rasul  menuju  lembah  Karmel. Selama  dalam  perjalan  diisi  dengan  doa  Rosario  berrsama, setelah  itu  dilanjutkan  dengan  menyanyi  lagu-lagu  rohani  dan  permainan  yang  menggembirakan  hati  bocah-bocah  kecil. Meskipun  bus  5  mengalami  kendala  ban  kempes, tepat  setelah  mereka  mendoakan  Rosario sehingga  dating  terlambat, meski  demikian  segala  halangan  yang  terjadi  dimaknai  sebagai  sesuatu  yang  berarti  untuk  direnungkan  dan  dicari  maknanya.<br />
Sampai  di  Lembah  Karmel  rombongan  setia  menunggu  di  Kapela  kecil  untuk  menanti  rombongan  bus  5  yang  dalam  perjalanan.  Sambil  berlatih  lagu-lagu  yang  akan dinyanyikan  dalam  Ekaristi  Kudus.Setelah  Rombongan  Bus  5  datang, acara  dilanjutkan  dengan  Misa  yang  dipimpin  oleh  Rm Theodora  Treka  Permonosidi  Pr.dalam  kotbahnya, romo  memuji  sikap  anak-anak  yang  tenang  dan  penuh  perhatian mengikuti  Misa hal  ini  sungguh  menggumkan, romo. Rm Treka   juga  menekankan  pembinaan  iman  anak  sejak  dini, semua  itu  menjadi  tanggung  jawab  orang  tua &amp;  Para  Pendamping  Bina  Iman  anak.<br />
Seusai  Misa,  sedianya  akan  dilanjutkan  “JALAN  SALIB” namun  hujan  turun , acara  dilanjutkan berbagai permainan  Dinamika  Kelompok  di  indoor,  anak-anakpun  bersemangat  mengikutinya, disinilah  kesempatan  mereka  untuk  saling  kenal  dan  menjalin persaudaraan  antar  Bina  Iman  separoki.Rupanya  Tuhan  tidak  ingin  membiarkan  anak-anak tidak  memaknai  Cinta  &amp;  Penderitaan Kristus  dalam  karya  penebusan, hujanpun  reda sehingga  jalan  salib  dapat  dilaksanakan  sampai  tuntas, jalan  yang  berliku-liku, turun  naik, tidak  mematahkan  para  peserta  untuk  menyusuri  dan  merenungkan  Cinta Yesus  Kristus  dalam  karya  penebusan-Nya ,dalam  perjalanan  salib, para  Frater  CICM  mendramatisasikannya dalam  fragmen  kecil  yang  memberi  nuansa  kehidupan  nyata  sehingga  jalan  salib  lebih  hidup &amp; semakin  bermakna.  Jalan  Salib terlaksana  sampai  tuntas, dimakam  kosong  Yesus. Yesus  telah  bangkit  untuk  mempersiapkan  diri  bagi  kita dan  Roh  Kudus  yang  dijanjikan  membimbing  kita  semua  gereja  yang  berjuang untuk  meniti  peziarahan  hidup  menuju  “Pelukan  Cinta  Allah  Bapa    </p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=50&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/satu-hati-berziarah-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>seputar Adorasi</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/seputar-adorasi/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/seputar-adorasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 04:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Adorasi dan Simbolisme Ikut memberi perhatian maraknya devosi, adorasi dan berbagai kumpulan dan kegiatan rohani, maka kami mengulas salah satu segi yang berhubungan dengan itu, yaitu Adorasi atau penyembahan yang kami soroti dari segi simbolisme. Adorasi pada umumnya ditujukan kepada Allah dengan berbagai cara, sesuai dengan adat, budaya serta agama dan kepercayaan. Hal itu tentunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=48&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adorasi dan Simbolisme</p>
<p>Ikut memberi perhatian maraknya devosi, adorasi dan berbagai kumpulan dan kegiatan rohani, maka kami mengulas salah satu segi yang berhubungan dengan itu, yaitu Adorasi atau penyembahan yang kami soroti dari segi simbolisme. Adorasi pada umumnya ditujukan kepada Allah dengan berbagai cara, sesuai dengan adat, budaya serta agama dan kepercayaan. Hal itu tentunya sudah ada sejak jaman purba. Secara khusus bagi gereja Katolik dilakukan dalam hubungannya dengan Sakramen Maha Kudus atau Ekaristi. Dalam ibadat adorasi dilakukan pada kebaktian Pujian atau Astuti, penghormatan dan penyebahan dengan menggunakan monstran; juga ada pada tuguran Kamis Putih. Ada biara kontemplatif yang secara khusus memberi warna devosinya kepada Ekaristi, misalnya Biara Abdi Roh Kudus (SSpS). Dan kini kerasulan awam menyadari luhurnya kebakian ini, lalu mempromosikan adorasi ini. Saya coba untuk menggali asal-usulnya dalam budaya.</p>
<p>I. TEMPAT PENYEMBAHAN DALAM HIDUP<br />
Pada jaman purba kiranya orang belum tentu mengenal Allah sebagaimana kita pada jaman sekarang ini yang sudah terbiasa dengan agama-agama besar dan kepercayaan monotheisme. Pada waktu itu banyaknya orang, suku dan bangsa masih bersifat politheisme, animisme, deisme, henotheisme dll. Namun disitu sudah tersirat adanya kepercayaan kepada penguasa yang tinggi, melebihi semuanya. Hal itu boleh disebut wahyu umum, dimana dengan hati-sanubarinya manusia cakap mengenal Allah, walaupun masih dalam bentuk berbagai tokoh yang berkekuatan amat tinggi. Tokoh yang amat tinggi itu pada umumnya dipercaya berpengaruh dan berkuasa atas semuanya, termasuk mencipta, memelihara, melindungi, mengancam, mengganjar dan menghukum, memberi kemujuran dan kemalangan. (Para) Tokoh itu cukup transenden (adikodrati), jauh diatas; dan pada umumnya kurang akrap dengan kita, sehingga wibawanya cukup menakutkan, menggetarkan. Tokoh-tokoh itu dilambangkan dan digambarkan dengan berbagai nama dan dewa dengan perannya yang dipatungkan. Tokoh-tokoh itu juga dipercaya dalam bentuk atau bersembunyi dalam benda-benda besar: matahari, bulan dan bintang, danau, laut, batu dan pepohonan. Perintah penyembahan Allah itu pada Perjanjian Lama,Kitab Keluaran 20:2-17; dikuatkan oleh Yesus dalam Matius 4:40.</p>
<p>Tampilannya, minim kendaraannya secara negatif sering dihubungkan dengan gejala alam yang dahsyat, seperti kilat, guntur, gempa, banjir, taufan, wabah,<br />
paceklik dll. Secara positif dengan adanya keadaan yang tenteram dan damai’adil dan makmur, cuaca dan musim yang baik, panen yang berlimpah, rejeki yang lancar dll. Maka terjadinya gejala alam itu langsung dihubungkan dengan campur tangannya tokoh yang Maha Tinggi itu. Jika merasa teracam mereka takut dan mawas diri, kiranya telah terjadi kesalahan dan dosa dari manusia, sehingga membuat marah sang penguasa. Sebaliknya jika merasa untung, mereka bersyukur bahwa Sang Penguasa telah memberkati mereka. Untuk menanggapi semua itu mereka mengadakan upacara yang disini biasa disebut selamatan, baik yang besifat syukuran mapun tobatan, atau campuran keduanya. Dalam upacara itulah terdapat bagian tertinggi dari upacara yaitu penyembahan kepada Sang Penguasa. Penyembahan itu dilakukan dengan simbol dan kenyataan, dan perpaduan keduanya. Tempatnya dipilihkan tempat tertinggi, yaitu diatas gunung, lambang menuju surga, tahta Allah. Kemudian sesuai dengan jaman, dimodofikasi dengan tumpukan batu atau kayu, lalu disebut altar artinya tempat tinggi. Dimodifikasi lagi menjadi tempeng atau buceng. </p>
<p>II. SIMBoL, BENTUK DAN CARA<br />
Penyembahan itu diwujutkan atau disimbolkan baik dengan kata-kata, sikap dan prasarana dan suasana.<br />
1. Kata-kata dalam bentuk doa: menyembah, menghormati dan menjunjung tinggi Yang Maha Kuasa; misalnya “YaAllah Yang Maha Tinggi”; “Yang Dewa Sang Penguasa”; “Aku bersujut kepadaMu Yang Maha Tinggi” dll. Selebihnya yang berwujud prasarana, sikap dan suasana menggunakan hal-hal yang bersifat simbol atau lambang. Baik yang merupakan kata-kata, prasarana dll. itu penyembahan mendapat sifat magis (mantra yang mendikte) dan yang memohon. (impetratoris). Maka kita harus waspada jangan terpancing pengaruh yang sangat menjanjikan, karena bisa bersifat magis, yaitu mantra yang memaksa atau mendikte roh yang lebih tinggi untuk memenuhi tuntutannya. Kita harus tetap rendah hati, supaya hanya kehendak Allah yang terjadi. Dalah hal ini gereja mrumuskan bentuk doa dalam 4 tingkat:<br />
(a) Latreutis (penyembahan); misal: “YaAllah Yang Maha Tinggi”.<br />
(b) Eukaristia: ucapan syukur.<br />
(c) Propitiatoris (mohon ampun).<br />
(d) Impetratoris : permohonan (dengan rendah hati) </p>
<p>2. Prasarana, misalnya kurban bakaran; kemenyan, dupa, yosua sepertinya adalah simbol dan miniatur dari kurban bakar pada jaman kuno, dimana asapnya yang sedap dan wangi membubung keatas, supaya berkenan kepada Yang Maha Tinggi. Bentuk ini merupakan persembahan tertinggi yang dilambangkan dengan pengorbanan dari hasil karya terbaik. Karena pada jaman dulu mereka merupakan masyarakat agraris (tani), minim nomad (pengembara), maka persembahan itu berupa hasil tani dan ternak utama dan terbaik; misalnya disini: nasi dalam bentuk tumpeng dan dan panggang ayam; di Timur Tengah berupa roti dan panggang domba. Maka Yesus disebut Anak Domba Allah. Bila korban bakaran masih dirasa terlalu kecil untuk ukuran Yang Maha Tinggi, maka manusia memaksimalkan kurbannya: yaitu manusia sendiri yang harus dikurbankan. Itu tercermin dari sikap Abraham yang mengorbankan Iska, anaknya. Dalam Alkitab hal itu diralat oleh sikap Illahi, yang menggantikan dengan domba. Tetapi anehnya Yesus sendiri kemudian kembali mengorbankan manusia kepada Allah. Bedanya: pada jaman lama: yang dikorbankan ialah orang lain, pada jaman Yesus yang dikurbankan adalah diri sendiri. Inilah segi keiklasan pengorbanan: bukan mengorbankan milik orang lain, tetapi milik dan jerih payanya sendiri; patut direnungkan.</p>
<p>a. Prasarana ini dilakukan dalam upacara resmi. Dalam upacara persembahan itu diunjukkan oleh wakil umat atau imam yang bertugas mendoakan dan menyucikan, yaitu menghunjukkan menyerahkan kepada Allah. Sisa atau bagian dari kurban bakar itu dianggap dan dipercaya telah menjadi berkat Yang Maha Tinggi, yang diterimakan kepada umat. Jadi umat yang memperoleh dan memakan sesaji itu sama dengan memperoleh dan makan berkat dari Yang Maha Tinggi. Bentuk persembahan dan penyembahan ini terjadi pada rangkaian upacara selamatan itu, sehingga pemahamannya menjadi lengkap. </p>
<p>b. Bila sisanya disimpan dan dipuja, sama dengan menyimpan, menghormati memuja Yang Maha Tinggi. Dan penghormatan serta sembah sujut kita (adorasi) masih bisa dilakukan diluar konteks upacara resmi (sakramental) yaitu dengan memuja Allah secara pribadi, keluarga atau kelompok, baik lewat sejaji yang telah disucikan itu (misal: ekaristi) dan benda-benda yang dianggap suci lainnya (patung, jimat, pusaka dll) atau langsung kepada hadirat Yang Maha Tinggi. Maka terkadang seseorang bersemedi dalam kamar, ditempat gelap, keramat sambil membakar kemenyan; terkadang dihadapan patung, salib dengan hiasannya: lilin, bunga dll. Gereja mempunyai upacara khusus yang dulu pernah populer yaitu: Penyembahan kepada Ekaristi Kudus dengan upacara “Pujian”, “Astuti” . </p>
<p>Dan secara pribadi maupun kelompok umat berdoa khusuk didepan tabernakel. Bentuk adorasi ini lebih bersifat devosi daripada sakramental. Mendalamnya devosi dapat mencerminkan mendalamnya kerohanian seseorang. Memang masih harus mempertimbangkan banyak hal, karena manusia mempunyai banyak dimensi. Secara negatif: adorosi tidak sekedar perbuatan; masih ada keiklasan, kemasyarakatan, kuwajiban umum / sakramental. Jadi kepuasan orang untuk beradorasi bisa membuat terlena lupa kepada kuwajiban resminya (sakramental). Secara positif: sebaliknya kesadaran pribadi yang tinggi malah akan menstimulir kerajinan dan kemantapan untuk mengikuti ibadat resmi yang sakramental.. Kedua mampu mengakomodasikan kemampuanya dan kesempatannya yang minim untuk masih khusuk menyembah Allah. Memang kesemuanya membutuhkan keseimbangan. Maka pada masyarakat yang mampu, berusaha mempersembahkan semua itu yang terbaik, termahal, terindah, supaya tercermin, minim secara kasat mata; dan seyogyanya juga secara keiklasan pengorbanan dll. Sebaliknya bagi yang kurang mampu mutu ibadatnya lebih tercermin dari keiklasannya. Tuhan Yesus memuji ini dengan melambangkan persembahan seorang janda yang hanya satu dua peser.</p>
<p>III. SIKAP<br />
1. Sikap lahiriah: menyembah adalah sikap hormat paling tinggi, berarti sikap merendah paling dalam, merasa kecil dan tak berharga dihadapan yang maha Tinggi. Maka pada umumnya orang merendahkan badannya: berlutut, bersila, menunduk, sikap tangan menyembah; merebahkan diri dll. Dalam hal ini adat-budaya dan kebiasaan setempat sangat mempengaruhi. Manusia adalah perpaduan roh dan raga, sehingga penyembahan itu juga merupakan perpaduan sikap jiwa-raga, tak terpisahkan. Namun supaya kita waspada, tidak menjadi hipokrif atau munafik, jangan terlalu menekankan yang lahiriah saja, harus seimbang.</p>
<p>2. Sikap batiriah. Tercermin disikap lahiriah, namun masih lebih dalam lagi. Sikap lahiriah masih mencerminkan tindakan formil, kelayakan ragawi. Sikap batiniah jauh lebih mendalam, dan bila perlu dapat dilakukan tanpa sikap lahiriah seperti di atas. Sembah sujutnya dilakukan dalam hati, dalam roh. Sikap ini penting dan akan mempengaruhi sikap lahiriah juga. Misalnya, ketika seorang beriman bertugas mengirim komuni orang sakit, atau memindahkan ekaristi ketampat lain, ia tidak sekedar membawa, dalam tas, dompet, saku dll, dengan sikap seenaknya. Ia akan mengalungkan dileher / dada, tanda hormatnya. Wadah itu juga terhormat, karena untuk menyimpan kehadiran illahi. Pernah terjadi bahwa piksis wadah ekaristi itu sepulang dari tugas digunakan untuk wadah uang receh. Ini aneh sekali.</p>
<p>IV. SUASANA<br />
Pada umumnya suasana penyembahan adalah sakral, tenang, sunyi. Hal itu merupakan lambang dan cerminan, bahwa yang disembah adalah Roh yang tak kelihatan, Maha Tahu dan Maha Sempurna. Maka untuk menghubungkan roh dan batin kita kepadaNya kita harus meninggalkan dunia ramai, masuk alam gaib, alam rohani dan illahi. Maka suasana sangat mempengaruhi. Maka ruangan yang bersuasana sakral sangat membantu: besar, tinggi, teduh, memusat; dilengkapi dengan prasarana rohani: lilin, patung, bunga dll. Susasana yang mendukung mampu membuat betah para penyembah untuk bertahan lama dan bermeditasi khusuk. Bila ada lagu dan musik, kiranya yang tenang melarutkan, mendukung sikap batiniahnya. Maka pada malam tirakatan kamis putih (dan sejenis itu), lebih khusuk dan mengena, bila ada ketenangan kesunyian, supaya batin dan roh masing-masing dapat lebih konsentrasi. Maka bila kesempatan itu lalu diberi bentuk doa bersama, nyanyi bersama dll, menjadi berkurang seperti pada upacara formil kiranya mendjadi berkurang kedalamannya. Memang bila hal itu sesekali dilakukan untuk menyelingi dan menghilangkan kejenuhan dan kantuk, baik saja. Adorasi yang dilakukan perorangan mempunyai nilai tersendiri. Beberapa para Kudus, rajin dan betah beradorasi di dalam gereja didepan tabernakel. Kecakapan mendalam ini ada pada bakat manusia biasa juga. Dalam keadaan kepepet atau mempunyai cita-cita yang amat luhur, ada orang yang mampu dan iklas untuk berlama-lama mengadakan adorasi kerakyatan, didalam kamar, gua, tempat sunyi dll, baik menggunakan prasarana seperti lilin, bunga dan dupa didepan salib, patung Yesus dll. untuk menyembahAllah secara mendalam. Dan Tuhan Maha Tahu dan maka Kasih tak lama lagi memberikan Roh KudusNya kepada mereka dalam bentuk yang sesui dengan tuntutan hidupnya pribadinya. Tentu tindakan ini secara iman katolik ada yang mleset atau salah, karena mereka, sejauh pengetahuan dan pemahaman mereka menujukan sembah sujutnya itu kepada roh (roh-roh), yang lebih bersifat animistis dll. bahkan dengan bahasa yang magis. Semoga kita tidak keliru lagi. </p>
<p>MEMANDANG YESUS DALAM MoNSTRANS</p>
<p>BAGAIMANAKAH praktek doa adorasi Ekaristi itu? Pertanyaan sederhana dari umat yang belum pernah masuk ruang adorasi dan berdoa bersama Yesus selama satu jam di sana, kiranya dapat kita jawab dengan satu bentuk aktivitas doa yang sederhana, yakni “Memandang Yesus” yang ditakhtakan di monstrans. Memang kita bisa memilih aneka buku doa untuk Adorasi Ekaristi, namun perlulah kita memahami pula makna “Adorasi” itu sendiri seperti kita baca dalam tulisan Romo Dicky Rukmanto, Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya. Tulisan “Merawat Rasa Misteri” oleh penulis yang sama akan memperdalam pemahaman dan praktek berliturgi dan berdevosi Ekaristi di Keuskupan kita.Cerita pengalaman umat di kota Surabaya setidaknya sempat menjadi sorotan dua frater projo dari Seminari Tinggi Interdiocesan Giovanny Malang yang sedang nyantrik di komisi-komisi Keuskupan pada awal bulan Juli 2008. Tulisan mereka dapat kit abaca dalam “Adorasi Ekaristi di Keuskupan Surabaya” (oleh Fr. Yanuar) dan cerita tentang “Tubuh Kristus” (oleh Fr. Dwi).Seperti biasanya, setiap penerbitan Media Liturgi kami siapkan rubrik Inkulturasi Budaya yang diempu oleh Romo Donatus Suwaji CM. Dalam edisi ini beliau menyoroti “Adorasi dan Simbolisme” yang direfleksikan dalam konteks budaya Jawa.<br />
Kegiatan Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya pada bulan April sd Juli 2008 dapat Anda simak dalam laporan yang dihimpun oleh Ibu Maria C. Romeo dalam bentuk kronik. Aneka foto kegiatan kami dapat Anda lihat dalam halaman tengah berwarna. Tak lupa kami suguhkan pula “Beberapa Catatan Bina Petugas Liturgi di Paroki-Paroki” dalam bentuk Tanya Jawab. Semoga bermanfaat.Akhirnya, kembali kepada pengalaman berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus sebagai bentuk Devosi Ekaristi, marilah kita mengikuti ajakan Santa Theresia dariAvila untuk tidak hanya “berpikir banyak, melainkan mencinta banyak” dalam praktek Adorasi Ekaristi ini. Marilah dengan setia dan tekun memandang Yesus yang ditaahtakaan di monstran dengan penuh cinta:<br />
Memandang-Mu terus-menerus, Yesus Membuat diriku berubah Hal ini membuatku dapat mengikuti-Mu dengan mudah…</p>
<p>praktek adorasi<br />
Perlulah di sini dihadirkan pembahasan mengenai adorasi terutama menyangkut target pemahaman dalam tiga poin berikut. Misteri apa yang tersimpan dan hendak disingkap dalam dan oleh praktek adorasi? Apa isi batin adorasi? Ekspresi atau bahasa liturgis macam mana yang seharusnya lahir dari batin pelakunya?<br />
Tanpa maksud menyajikan proses pelacakan historis, biblis dan teologis secara tersendiri, kami berharap bahwa dengan mengarahkan pemahaman kepada makna, visi dan semangat dasar adorasi, sebagai implikasinya, umat dapat mempraktekkan adorasi dengan sujud menyembah Tuhan “dalam roh dan kebenaran” (Yoh 4:24).</p>
<p>A. KILAS HISToRIS<br />
Menemukan jejaknya pada abad ke-2, praktek adorasi populer dalam abad pertengahan. Ketetapan Konsili Trente (1551) tentang dogma transubtantia, yakni bahwa konsekrasi dalam Ekaristi yang dilakukan imam ex opere operato, dalam dan atas nama Kristus, sungguh mengubah kodrat roti dan anggur menjadi sungguh tubuh dan darah Kristus, telah berperan penting dalam meneguhkan dan memperluas praktek devosi kepada Sakramen Mahakudus. Ketetapan Magisterium Gereja tsb. sangat digerakkan iman akan sabda Kristus sendiri dalam perjamuan malam terakhirNya, “Ambillah, makanlah, inilah tubuhKu” dan kemudian, “Minumlah kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darahKu” (Mat 26:26-28; Mark 14:22-24; Luk 22:19-20; lihat juga 1 Kor 14:23-26; bdk Yoh 6:35 tentang “Akulah roti hidup”). Paulus IV dan Yohanes Paulus II adalah dua paus dari era reformasi Vatikan II yang dikenal sangat menganjurkan praktek penghormatan kepada Sakramen Mahakudus, , terutama melalui ensiklik keduanya, Mysterium Fidei (1965) dan Dominicae Cenae (1980). Katekismus Gereja Katolik (art. 1330) bahkan menyebutnya sebagai the Sacrament of sacraments. Sangat tepatlah karena itu mendiang Paus Yohanes Paulus II, dalam kotbahnya pada Kongres Internasional Ekaristi di Sevilla, Spanyol, Juni 1993, berkata, “Saya berharap bahwa buah dari Kongres ini menghasilkan pengadaan Adorasi Ekaristi Abadi di semua paroki dan komunitas kristiani sampai ke seluruh dunia.”</p>
<p>B. MEMBANGUN CITA RASA ADoRASI<br />
Agar dapat mencerna pemahaman dasar dan menikmati cita rasa adorasi, beberapa kutipan biblis berikut perlu dibaca berulang. Biarkan roh bacaan suci menyelinap di relung pengertian. Rasakan emosi pemazmur. Nikmatilah aroma kebesaran TUHAN Allah. Satukan hati bersama pemazmur dalam fokus gagasan sujud menyembah.</p>
<p>1) Mazmur 95:1-7 Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN,bersorak-sorai bagi gunung batu keselamatan kita.Biarlah kita menghadap wajahNya dengan nyanyian syukurbersorak-sorai bagiNya dengan nyanyian mazmur.Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah.Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tanganNya,puncak gunung-gunung pun kepunyaanNya.KepunyaanNya laut, Dialah yang menjadikannya,dan darat, tanganNyalah yang membentuknya.Masuklah, marilah kita sujud menyembah,berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaanNya dan kawanan domba tuntunan tanganNya.</p>
<p>2) Mazmur 96:9 Sujudlah menyembah kepada TUHANdengan berhiaskan kekudusan,gemetarlah di hadapanNya,hai segenap bumi.</p>
<p>3) Mazmur 99:5 Tinggikanlah TUHAN, Allah kita,dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kakiNya! Kuduslah Ia! Coba, simak pula kekuatan iman akan Tuhan yang tersamar dan hadir dalam roti sakramen mahakudus, seperti disampaikan St. Thomas Aquinas dalam himne Adoro te devote, Aku sembah sujud di hadapan-Mu Tuhan yang tersamar hadir di sini Hanya rupa roti tertampak kini Namun aku yakin akan sabda-Mu Pancainderaku tak menangkapnya Namun aku yakin akan sabda-Mu Sebab hanya Sabda Allah Putera Kebenaran mutlak tak tersangkalkan</p>
<p>Benar, pengertian adorasi sebagai ibadah sembah sujud berakar pada sikap iman mengakui kebenaran Allah yang mahabesar. Adorasi digerakkan oleh sikap batin merasa kecil dan kepatutan untuk tunduk di hadapan Tuhan. Ekspresinya nampak dalam sikap tubuh sujud menyembah Allah yang mahakuasa. </p>
<p>C. PENGERTIAN ADoRASI<br />
Sesuai dengan makna yang hendak ditunjukkan oleh asal kata Latin adorare (adore, Inggris) yang diberlakukan kepada Tuhan, adorasi merupakan perbuatan ibadah, menyembah dan memuja. Secara teologis, adorasi ditujukan hanya kepadaAllah semata (Luk 4:8), dilakukan dengan rasa takut akan TUHAN (Kel 6:13) dan dalam kesadaran diri kecil di hadapanNya. Sepantasnyalah adorasi dihayati dalam afeksi hormat dan cinta. Pada level kedalamannya, adorasi hanyalah sujud menyembah semata, tanpa kata.Adorasi dengan demikian merupakan ungkapan dan sekaligus buah dari adanya pengakuan akan eksistensi Allah dengan segala prestasi karya-karyaNya yang baik.<br />
Dalam praktek sekarang, adorasi merujuk pada ibadah penghormatan kepada Tuhan yang sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus, diselenggarakan dalam atau di luar perayaan Ekaristi. Di luar perayaan Ekaristi, ibadah serupa itu dapat dilakukan secara pribadi maupun komunal.</p>
<p>D. VISI ADORASI<br />
Pemahaman yang benar akan adorasi menuntut adanya kesadaran tentang tiga konstituen pokok yang turut membangun visi adorasi: misteri iman yang tersimpan dan hendak disingkap, isi batin pelaku devosi, dan ekspresi atau bahasa liturgis yang menyertainya.</p>
<p>1. MISTERI IMAN DALAM ADoRASI<br />
Dalam adorasi tersimpan misteri iman yang hendak disingkap dan ditunjukkan (ingat monstrans, bermakna dasar yang menunjukkan), yakni Kristus Sakramen Allah yang sempurna, Putra tunggal Bapa yang sehakikat dengan Dia dan Roh Kudus, Verbum caro factum est, Sabda yang telah menjadi manusia (misteri inkarnasi) dan tinggal di antara manusia sebagai Emanuel, Mesias yang diutus Allah untuk mewartakan kabar keselamatan bagi dunia, Sang Anak Domba Allah yang bertindak serentak sebagai Imam Agung Perjanjian Baru dan kurban bagi penebusan dosa manusia, Gembala Agung yang mengorbankan tubuh dan darahNya di atas salib, Sakramen kasih Allah.</p>
<p>2. ISI DAN SEMANGAT BATIN (PELAKU) ADORASI<br />
Isi batin dari pelaku adorasi merujuk pada sikap nurani yang mengakui, tunduk-sujud-menyembah eksistensi Alah dalam segala kekuasaan dan kebaikanNya.</p>
<p>PENGAKUAN AKAN EKSISTENSI DAN KEBESARAN TUHAN adalah isi batin utama dari setiap tata laku adorasi. Pengakuan menyatakan perbuatan iman (credo) bahwa Allah benar ada, dan manusia, seperti ungkapan Thomas, mengakuiNya secara personal sebagai benar-benar “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28). Pengakuan itu mengingatkan perjanjian Israel dengan Yahwe, bahwa Israel mengakui dirinya sebagai umatNya danYahwe adalahAllah mereka. Sebagai ciptaanNya, dan dalam kesadaran telah disatukan dengan Kristus dan GerejaNya dalam Baptis, orang kristiani mengakui diri sebagai anak-anak Allah dan milik Kristus mempelai Gereja. </p>
<p>Adorasi menyatakan penyerahan diri (surrender) dan ketundukan manusia kepada Allah. Allah dihayati terutama dalam kemahabesaranNya, baik dalam realitas eksistensiNya maupun dalam karya-karyaNya yang tersebar dalam jejak jaman dan hidup. Ia adalah pencipta dan penyelenggara agung alam semesta dan manusia adalah makhluk ciptaanNya.</p>
<p>Setiap pengakuan akan kemahabesaran Tuhan disertai sekaligus dengan penyadaran diri bahwa manusia kecil di hadapan Tuhan yang mahabesar. Karena itu, adorasi mengajak selalu untuk mempraktekkan pengosongan diri agar Allah semakin meresapi kita dan meraja dalam diri kita. Dalam adorasi, terasa aroma kyrie, kita disadarkan akan kerapuhan manusia akibat dosa.Adorasi menyadarkan bahwa agar dapat melepaskan diri dari kuasa dosa dan maut, dibutuhkan pertobatan dan bantuan rahmat Allah, dan &#8230; dengan terus bertekun berjaga (vigilia). Adorasi mendorong tumbuhnya cinta dalam memandang Dia (kontemplasi) dan mendengarkan SabdaNya.Adorasi, untuk selanjutnya, mendorong pelakunya berkeinginan kuat untuk melaksanakannya, tinggal selalu di dalam persatuan dengan Tuhan, hidup semakin menyerupai Dia. </p>
<p>Adorasi mengandung keyakinan bahwa kehidupan, keselamatan dan kebahagiaan sejati tersembunyi di dalam realitas Sakramen Mahakudus. Ia yang ditampakkan secara samar olehnya sungguh diakui merupakan jalan, kebenaran dan hidup. Adorasi meyakinkan bahwa kita yang berasal dari kesatuan dengan Allah akan kembali juga ke hadiratNya dalam keabadian. ii SEMBAH SUJUD merupakan ekspresi dan buah dari pengakuan iman akan eksistensi dan kebesaran Tuhan. Dalam bahasa fisik, sujud menyembah ditampakkan oleh perbuatan bersujud dengan meletakkan kepala hingga ke tanah.<br />
Sikap tubuh ini ditampakkanAbraham (Kej 18:20) ketika menyambut tiga malaikat utusan Yahwe, Ketika ia [Abraham] mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya.Sesudah dilihatnya mereka,ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka,lalu sujudlah ia sampai ke tanah</p>
<p>Bahasa fisik menunjukkan sebenarnya maksud hati dan tujuan kehendak untuk tunduk hanya kepada Tuhan sebagai hamba, milik dan insanNya. Sembah sujud merupakan perwujudan paling tampak dari bahasa hati dan batin, dan sudah seharusnya dinyatakan dengan segenap afeksi dan sepenuh jiwa. Di sana ada ungkapan hormat, terbalut dalam ketenangan jiwa dan berpendar dalam aroma khusuk. Bahasa tubuh serupa itu menjadi ekspresi seharusnya dari sikap batin yang ingin menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:24).</p>
<p>PENINGGIAN merupakan bentuk ekspresi terbalik dan tak terpisahkan dari sikap sembah sujud. Peninggian, meskipun tidak akan menambahkan apa pun pada Allah – karena dalam diriNya Ia sudah sempurna, merupakan bentuk pengagungan iman (anamnese), suatu luapan kegembiraan atas Allah(exultet), suatu madah atas karya-karya agung Tuhan dalam jaman dan hidup manusia (magnificat) yang mengalirkan semangat jiwa untuk memuji (salve) dan memuliakan Tuhan dalam energi gloria yang penuh. </p>
<p>3. BAHASA LITURGI<br />
Bahasa Liturgi dalam adorasi pada dasarnya mengungkapkan baik misteri iman yang tersimpan maupun isi dan maksud batin pelaku. Berikut ini ada sejumlah perbuatan liturgis yang biasa dipakai dalam tata pokok devosi pada Sakramen Mahakudus. </p>
<p>i. Prosesi<br />
Prosesi mengungkapkan misteri Allah ADA. Ia hadir dalam peredaran waktu dan jaman. Ia menyejarah dan menyapa manusia. Penyelenggaraan ilahi terjadi dalam konteks jaman. Saat prosesi, sikap batin yang sepantasnya dibangun ada-lah mengakui dalam roh dan kebenaran. Sikap tubuh yang layak adalah tunduk, hormat.</p>
<p>ii. Pentahtaan<br />
Pentahtaan adalah momen pewahyuan ilahi, saat Allah membuka lebih luas siapa diriNya kepada manusia dan menyediakan diriNya untuk dijumpai umat-Nya. Ini merupakan saat Tuhan mengundang manusia agar memandang dengan cinta, mendengarkan dengan gairah, mencerna dengan budi dan merasakan-Nya dalam batin. Bahkan, bagi manusia, pentahtaan merupakan saat yang benar untuk menikmati misteriNya. Sikap batin yang seharusnya dibangun para pelaku adorasi adalah rindu mengenal Dia, haus dan lapar akan Dia, peka dan terbuka, keheningan kontemplatif. Sikap tubuh yang pantas adalah duduk tenang sambil berdoa batin. Bagi umat, ini adalah waktu terbaik untuk berbincang pribadi dengan Tuhan dalam keheningan nurani. </p>
<p>iii. Pujian<br />
Pujian dengan ritus kata menyatakan maksud batin meninggikan, memuliakan dan memuja Allah dalam eksistensiNya dan dalam kebesaran perbuatan-perbuatanNya yang besar. Pada kesempatan ini, yakni pada adorasi komunal, doa Salve biasa didaraskan dengan sikap tubuh berlutut. Dalam adorasi pribadi<br />
Magnificat Maria (Luk 2:46-55) bisa digunakan, bahkan dapat menjadi inspirasi untuk menyusun doa batin pribadi sesuai konteks hidup pribadi. Sikap tubuh yang baik adalah duduk atau berlutut dengan mengangkat kedua tangan terbuka, siku paling tidak sejajar dengan bahu. </p>
<p>iv. Berkat<br />
Berkat menyatakan kuasa dan kebaikan Allah yang berkenan memberikan rahmat dan karuniaNya kepada manusia. Berkat diberikan melalui pelayanan imam. Sikap batin yang seharusnya dikembangkan dalam menerima berkat adalah bersyukur penuh kegembiraan. Sikap tubuh yang pantas adalah berlutut dengan tubuh membungkuk,kepala menunduk dan kedua telapak tangan bersatu di depan dada. Dalam adorasi pribadi, sikap ini dapat digantikan dengan tunduk menyembah sempurna hingga kepala dan kedua tangan menyentuh lantai; dapat dilakukan sebagai salam hormat untuk membuka atau pun hormat syukur untuk menutup adorasi pribadi.</p>
<p>Sedikit penjelasan di atas diharapkan dapat memberi inspirasi umat dalam meluangkan waktu berharganya untuk beradorasi pribadi secara benar dan dalam semangat roh memuji kebesaran dan kebaikan Allah dalam hidup sehari-hari. Karena itu, tidak ada waktu yang lebih berharga daripada menemui Dia di sana:  dalam penyembahan, dalam kontemplasi dengan penuh iman, dan siap untuk memberi silih bagi kesalahan besar dan ketidakadilan yang ada di dunia<br />
(Yohanes Paulus II, surat Dominicae Cenae, art. 3).</p>
<p>Gereja kita dikenal memiliki banyak cara untuk mengungkapkan iman dalam kehidupan rohani. Salah satu dari yang banyak itu adalah Adorasi Ekaristi. Sebagian umat mungkin masih bertanya-tanya tentang bentuk devosi ini. Apa itu Adorasi Ekaristi? Adakah bentuk-bentuk lain devosi Ekaristi selain adorasi? Lalu, apa komentar mereka yang setia dengan Adorasi Ekaristi ini? Apa manfaat yang mereka peroleh?</p>
<p>MEMAHAMI ADORASI EKARISTI<br />
Gereja kita rupanya cukup kaya akan bentuk-bentuk devosi berkaitan den-gan Ekaristi. Bentuk-bentuk devosi tersebut dapat dilaksanakan secara komunal maupun pribadi, misalnya kunjungan kepada Sakramen Mahakudus (visitation sanctissimi), perarakan Sakramen Mahakudus, danAdorasi Ekaristi. Segala bentuk devosi tersebut sebenarnya hendak mengungkapkan iman umat beriman kepada Yesus Kristus yang dalam Ekaristi dalam rupa roti dan anggur. Dengan demikian, Ekaristi tetap menjadi puncak dan sumber kehidupan Gereja (SC 10).<br />
Adorasi Ekaristi sendiri merupakan kegiatan umat beriman berupa suatu doa atau ibadat di hadapan Sakramen Mahakudus. Ada pula yang menyebut Adorasi Ekaristi ini dengan salve atau astuti. Istilah-istilah tersebut merujuk pada suatu kegiatan pujian atau kebaktian kepada Sakramen Mahakudus. Unsur yang penting dalam Adorasi adalah sembah sujud karena dalam doa ini kita sujud menyembah Kristus.<br />
MunculnyaAdorasi Ekaristi tentu saja tak bisa lepas dari keseluruhan sejarah munculnya aneka bentuk devosi Ekaristi. KemunculanAdorasi Ekaristi bermula dari kerinduan umat untuk memandang Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Praktik doa ini berkembang sejak abad XIV-XVI di Negara-negara Eropa. </p>
<p>ADORASI EKARISTI ABADI<br />
Adorasi Ekaristi Abadi merupakan kegiatan berdoa di hadapan sakramen Mahakudus secara terus menerus. 24 jam sehari, selama 7 hari dalam seminggu dan seterusnya. Praktik Adorasi Ekaristi Abadi ini dalam Gereja Katolik dikenal sebagai gerakan kaum awam. Merekalah yang terlibat langsung untuk melaksanakan dan mengurus devosi ini meskipun Adorasi Ekaristi Abadi juga diperuntukkan bagi siapa saja.<br />
Munculnya Adorasi Ekaristi Abadi seolah mau menjawab kerinduan umat beriman untuk sepanjang waktu melakukan sembah sujud dan menyatukan hati dengan Tuhan Yesus Kristus. Selain itu, kiranya praktik Adorasi Ekaristi Abadi yang berkembang dalam dua dekade terakhir ini juga memenuhi harapan Paus Yohanes Paulus II dan Paus Benediktus XVI akan munculnya Adorasi Ekaristi Abadi di berbagai tempat di seluruh dunia. ADoRASI EKARISTI DI KEUSKUPAN SURABAYA<br />
Banyak paroki di Keuskupan Surabaya yang secara rutin mengadakan Adorasi Ekaristi. Bahkan, sudah dua tahun ini Adorasi Ekaristi Abadi berlangsung di Keuskupan Surabaya, tepatnya di kota Surabaya. Bermula dari Rekoleksi Adorasi yang dipimpin oleh Father Douglas Harris PP tanggal 13 Mei 2006, benih-benih kerinduan untuk melaksanakan Adorasi Ekaristi abadi yang ada di hati umat di Surabaya seakan mendapat siraman air segar dan dukungan untuk tumbuh dan berkembang. </p>
<p>Dari peristiwa itu kemudian bermunculan tempat-tempat Adorasi Ekaristi abadi di wilayah Surabaya. Pada mulanya Adorasi Ekaristi abadi bertempat di Kapel Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya. Kemudian, ketika ketika rumah adorasi telah siap, dibukalah Pusat Spiritualitas (PUSPITA) Keuskupan Surabaya di Jl. Dharmahusada Permai XII/5 blok N-403 Surabaya. Antusiasme umat untuk berpartisipasi dan berkomitmen setia dalam menjalankan Adorasi Ekaristi abadi di kedua tempat tersebut ternyata cukup tinggi. Ratusan umat menyatakan kesanggupannya untuk melakukan Adorasi Ekaristi sesuai waktu yang dikehendaki dan disepakati. Mereka meluangkan satu jam dari kehidupan mereka untuk berjumpa dengan Tuhan melalui Adorasi Ekaristi. Selain kedua tempat tersebut, masih ada lagi tempat lain untuk menjalankan Adorasi Ekaristi, yaitu di Paroki Redemptor Mundi Surabaya dan Paroki Sakramen Mahakudus Surabaya.</p>
<p>Kesetiaan untuk melakukanAdorasi Ekaristi tampak dari penuturanAgustina Mainah, karyawati RKZ, yang mengungkapkan bahwa dengan meluangkan waktu setiap hari untuk berjumpa dengan Tuhan dalam Sakramen Mahakudus ia memperoleh ketenteraman rohani. “Setiap kali melakukan adorasi saya merasa sangat dekat dengan Tuhan. Di situ saya senantiasa memohon agar Tuhan membantu saya menyelesaikan persoalan dan beban hidup keluarga saya,” tuturnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Caecilia dari Paroki Redemptor Mundi Surabaya. Ia sungguh merasakan keakraban dengan Tuhan ketika melakukan Adorasi Ekaristi. Ia juga merasakan bahwa Tuhan banyak berkarya dalam hidupnya semenjak ia bertekun dalamAdorasi Ekaristi ini. Menurut pengakuannya, Adorasi Ekaristi kini telah menjadi suatu kerinduan dalam dirinya. </p>
<p>Kisah yang cukup menarik disampaikan oleh Novita, petugas jaga di Kapel RKZ Surabaya. Ia mengungkapkan bahwa peminatAdorasi Ekaristi ternyata bukan hanya umat Katolik saja.Ada beberapa jemaat gereja lain yang mengikutiAdorasi Ekaristi karena mereka tidak menemukannya di gereja mereka. Selain itu, ia juga sempat mendengarkan kisah dari beberapa orang yang mengalami kesembuhan dari berbagai penyakit setelah berdoa atau didoakan melalui Adorasi Ekaristi. “Ketika liburan, kadang kala saya merasakan kerinduan untuk kembali bertemu dengan Tuhan dalam sakramen Mahakudus melalui adorasi,” ungkap perempuan yang berasal dari Klepu, Ponorogo ini.</p>
<p>Memang ada banyak komentar dan tanggapan di antara umat beriman mengenai Adorasi Ekaristi ini. Banyak dari antara mereka yang telah merasakan manfaatnya. Namun, terlepas dari itu semua kita ingat lagi undangan dari Tuhan sendiri, “ Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu dengan Aku?” (Mat 26:40).<br />
Sanggupkah kita memenuhi undangan-Nya?</p>
<br />Posted in Renungan Harian Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=48&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/seputar-adorasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tinjauan Kritis atas Pelbagai  Selebaran “Berkat-Kutuk”</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/tinjauan-kritis-atas-pelbagai-selebaran-%e2%80%9cberkat-kutuk%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/tinjauan-kritis-atas-pelbagai-selebaran-%e2%80%9cberkat-kutuk%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 04:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Bersama Yesus, Siapa Takut? Tinjauan Kritis atas Pelbagai Selebaran “Berkat-Kutuk” Sumber: F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr, BERIMAN KATOLIK DARI ALTAR SAMPAI PASAR (Pustaka Nusatama, 2006), hlm. 178-183. Selebaran Gelap Sampai hari ini banyak di antara kita yang masih menerima atau menjumpai “selebaran rohani” berisi iming-iming janji berkat bagi yang mengindahkan isinya dan ancaman kutukan bagi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=46&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bersama Yesus, Siapa Takut?<br />
Tinjauan Kritis atas Pelbagai  Selebaran “Berkat-Kutuk”</p>
<p>Sumber: F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr,<br />
BERIMAN KATOLIK DARI ALTAR SAMPAI PASAR (Pustaka Nusatama, 2006), hlm. 178-183.</p>
<p>Selebaran Gelap<br />
	Sampai hari ini banyak di antara kita yang masih menerima atau menjumpai “selebaran rohani” berisi iming-iming janji berkat bagi yang mengindahkan isinya dan ancaman kutukan bagi yang mengabaikan. Biasanya kita diminta memfotokopi dan menyebarluaskannya. Atau, bila pesan dalam email, kita diminta untuk memforwardnya.<br />
	Entah lantaran tergiur iming-iming berkatnya atau takut akan ancaman kutukannya, banyak orang menurutinya. Begitu juga dengan teks novena, misal novena kepada Yudas Tadeus, ditambahkan syarat pengabulannya: “Novena ini didoakan 6 kali sehari selama 9 hari berturut-turut dan tinggalkan 9 lembar salinan doa ini di gereja tiap hari. Buatkan 81 salinan dan tinggalkan 9 lembar salinannya di gereja selama 9 hari berturut-turut, Anda akan menerima intensi doa sebelum hari ke-9 berlalu.” Pernah juga dulu ada selebaran tentang penglihatan Tuhan Yesus kepada paus yang berisi tentang bencana dan hari kiamat. Anehnya, mereka yang mau menyebarluaskan selebaran itu akan selamat dari malapetaka.<br />
Semua “selebaran rohani” itu sebenarnya adalah sebebaran gelap. Sebab pengirimnya tidak jelas, kalaupun nama dan alamat pengirimnya dicantumkan, biasanya fiktif belaka. Berkaitan dengan doa-doa yang akan disebarluaskan dalam Gereja Katolik selalu dibutuhkan imprimatur (izin terbit) dari Uskup/wakilnya dan nihil obstat yang menyatakan bahwa isinya tidak bertentangan dengan susila dan iman Katolik. Jadi, tak perlu kita terkecoh dan terhasut oleh provokasi dari selebaran gelap itu.<br />
Bisa jadi, selebaran gelap tersebut dibuat untuk membingungkan dan menggoyahkan keyakinan iman kita sebagai pengikut Kristus. Mari kita melihat “iming-iming berkat” dan “ancaman kutuk” tersebut dalam perspektif iman Katolik.</p>
<p>Hal Pengabulan Doa<br />
Yang menarik untuk disimak dari selebaran tersebut adalah adanya kesan kuat bahwa penggandaan dan penyebarluasan selebaran dan teks doa itu menjadi syarat terkabulnya doa. Asalkan kugandakan dan kusebarluaskan, niscaya doa permohonanku terkabul. Di sinilah terjadinya bahaya takhayul. Seakan-akan Tuhan wajib mengabulkan doa kita, sebab kita telah “membayar” dengan menggandakan dan menyebarluaskan teks tersebut. Padahal untuk pengabulan doa, Tuhan tidak butuh suapan. Bahkan korban bakaran dan persembahan Israel kerap ditolak Tuhan, sebab Tuhan tidak memerlukan hal itu. “Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya” (Mzm 50:12).<br />
Dalam Injil dinyatakan dengan jelas, pelbagai syarat pengabulan doa:<br />
Pertama, dipanjatkan dengan penuh iman. Banyak penderita sakit dan kelemahan mengalami kesembuhan berkat imannya akan kuasa dan kasih Yesus Kristus. Kepada ibu yang sudah dua belas tahun sakit pendarahan dan menjamah jumbai jubah-Nya, Yesus berkata, “Imanmu telah menyelamatkan engkau!” (Mat 9:22). Iman ini juga nampak dalam ketekunan dan kesetiaan kita dalam doa, seperti janda yang tiada bosan mengetuk pintu hakim yang tidak benar (Luk 18:1).<br />
Kedua, sejauh kita mau tinggal dalam dan bersama Kristus, artinya hidup dalam kasih. “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:7). Bila kita kurang berbuat kasih, niscaya sulit juga doa kita dikabulkan. Sebab dosa-dosa kita bisa menghalangi suara kita sampai di tempat yang mahatinggi (lih. Yes 59:2). Maka saat berdoa novena pun, kita dianjurkan juga menerima Sakramen Tobat. Tuhan juga tak akan mengabulkan permohonan manakala hal itu hendak kita habiskan untuk memuaskan hawa nafsu kita (Yak 4:3).<br />
Ketiga, pentingnya dukungan doa dari orang lain. Sebab firman Tuhan, “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga” (Mat 18:2). Begitu juga melihat iman mereka, iman si lumpuh dan iman keempat teman yang menggotongnya, Yesus tergerak hati untuk menyembuhkan (Mrk 5:2).<br />
Iming-iming janji berkat dengan cara instan “doa + fotokopi” mengingatkan kita akan godaan si Jahat yang menyuruh Yesus secara instan mengubah batu menjadi roti (Luk 4:3). Permohonan yang meminta Tuhan membuat mukjijat selekas mungkin ini, tidak menunjukkan bahwa kita beriman pada Tuhan, sebaliknya justru mencobai Tuhan. Seru penjahat yang disalibkan bersama Yesus, “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami” (Luk 23:29).<br />
Memang Tuhan itu mahakuasa dan sanggup mengerjakan karya ajaib tanpa kita. Kendati demikian, Tuhan senantiasa mengajak kita untuk berusaha dan bekerjasama dengan rahmat-Nya. Kita ingat kisah mukjizat dalam perkawinan di Kana, di sana manusia harus mengisi tempayan dengan air terlebih dahulu (Yoh 2:7). Begitu juga dengan kisah pergandaan roti untuk menyenyangkan lima ribu orang, dibutuhkan lima roti dan dua ikan (Mrk 6:38) sebagai simbol modal dan usaha kita. Modal dan usaha yang kita persembahkan kepada Tuhan, niscaya akan diberkati Tuhan sehingga berlipat ganda. </p>
<p>Jangan Takut!<br />
Yang mengherankan adalah selebaran gelap tersebut, berani mengancam siapa saja yang mengabaikan isinya, apalagi mereka yang sampai berani membuangnya. Tak sedikit pembaca yang kemudian mempercayainya, atau setidak-tidaknya berjaga-jaga jangan sampai celaka menimpa mereka lantaran mengabaikan selebaran itu. Bukankah ancaman demikian, tak jauh beda dengan pelbagai ancaman yang menghantui kita manakala mengabaikan perhitungan hari baik &#8211; hari buruk dan ancaman “Bathara Kala” bila kita tidak diruwat.<br />
Jika hal itu yang terjadi, sebenarnya kita masih dibelenggu oleh ketakutan. Kepada kita yang telah dibaptis, St. Paulus mengingatkan, “Kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu Anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, “ya Abba, ya Bapa!” (Rm 8:15). Yesus Kristus adalah Injil, kabar gembira dari Allah. Sewaktu Dia lahir,  malaikat berseru kepada Maria (Luk 1:30) dan para gembala  (Luk 2:10), “Jangan takut!” Kata yang sama disampaikan Yesus waktu Dia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan setelah kebangkitan (Mat 28:10). Memang kita tak perlu takut, sebab Allah itu kasih (1 Yoh 4:8) , Dia tak akan menghukum dan mencelakai kita. Dialah Immanuel (Mat 1:23), Allah beserta kita, yang senantiasa melindungi kita (Mat 28:20). Bersama Yesus, siapa takut (Rm 8:35)?</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=46&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/tinjauan-kritis-atas-pelbagai-selebaran-%e2%80%9cberkat-kutuk%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kitab suci di Handphone</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/kitab-suci-di-handphone/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/kitab-suci-di-handphone/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 04:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[bagi yg ingin mendownload Kitab suci (73 kitab) / Kitab Suci Katolik silahkan klik link berikut Kitab Suci Katolik Instruksi Penginstalan : 1. DOWNLOAD File, setelah di download file hasil download di extract, sekitar 1.8MB (klik kanan -&#62; pilih extract). 2. Setelah di extract, copy salah satu file (yang sdh di extract) ke hp kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=43&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bagi yg ingin mendownload Kitab suci (73 kitab) / Kitab Suci Katolik silahkan klik link berikut</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/1777700/GOBible.zip.html"><strong>Kitab Suci Katolik</strong></a></p>
<p>Instruksi Penginstalan :</p>
<p>   1. DOWNLOAD File, setelah di download file hasil download di extract, sekitar 1.8MB (klik kanan -&gt; pilih extract).<br />
   2. Setelah di extract, copy salah satu file (yang sdh di extract) ke hp kamu yang berextension (*.jar) atau( *.jad).<br />
   3. Setelah di copy nyalakan hp dan kemudian paste ke Hp setelah itu di instal. </p>
<br />Posted in Renungan Harian Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=43&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/27/kitab-suci-di-handphone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syahadat Iman Katolik</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/06/syahadat-iman-katolik/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/06/syahadat-iman-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 18:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Syahadat pendek / Syahadat para Rasul Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan Bumi Dan akan Yesus Kristus, PutraNya yang tunggal, Tuhan kita Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perwan Maria. Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan, Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=38&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Syahadat pendek / Syahadat para Rasul</strong></p>
<p>    Aku percaya akan Allah,<br />
    Bapa yang Mahakuasa,<br />
    pencipta langit dan Bumi<br />
    Dan akan Yesus Kristus,<br />
    PutraNya yang tunggal, Tuhan kita<br />
    Yang dikandung dari Roh Kudus,<br />
    dilahirkan oleh perwan Maria.<br />
    Yang menderita sengsara<br />
    dalam pemerintahan Ponsius Pilatus,<br />
    disalibkan wafat dan dimakamkan,<br />
    Yang turun ketempat penantian,<br />
    pada hari ketiga bangkit<br />
    dari antara orang mati<br />
    Yang naik kesurga,<br />
    duduk disebelah kanan<br />
    Allah bapa yang Mahakuasa.<br />
    Dari situ ia kan datang<br />
    mengadili orang hidup dan mati.<br />
    Aku percaya akan Roh Kudus,<br />
    Gereja katolik yang Kudus,<br />
    persekutuan para kudus<br />
    Pengampunan Dosa,<br />
    Kebangkitan badan,<br />
    Kehidupan kekal.<br />
    Amin.<br />
<strong><br />
Syahadat Panjang / Syahadat Nicea-Konstantinopel</strong></p>
<p>    Aku percaya akan satu Allah,<br />
    Bapa yang mahakuasa,<br />
    pencipta langit dan bumi,<br />
    dan segala sesuatu yang kelihatan<br />
    dan tak kelihatan;<br />
    dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br />
    Putra Allah yang tunggal.<br />
    Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad,<br />
    Allah dari Allah,<br />
    Terang dari Terang,<br />
    Allah benar dari Allah benar.<br />
    Ia dilahirkan, bukan dijadikan,<br />
    sehakikat dengan Bapa;<br />
    segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.<br />
    Ia turun dari surga untuk kita manusia<br />
    dan untuk keselamatan kita.<br />
    Ia dikandung dari Roh Kudus,<br />
    Dilahirkan oleh Perawan Maria, dan menjadi manusia.<br />
    Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus;<br />
    Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan.<br />
    Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci.<br />
    Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa.<br />
    Ia akan kembali dengan mulia,<br />
    mengadili orang yang hidup dan yang mati;<br />
    kerajaan-Nya takkan berakhir.<br />
    aku percaya akan Roh Kudus,<br />
    Ia Tuhan yang menghidupkan;<br />
    Ia berasal dari Bapa dan Putra,<br />
    yang serta Bapa dan Putra,<br />
    disembah dan dimuliakan;<br />
    Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.<br />
    aku percaya akan Gereja<br />
    yang satu, kudus, katolik dan apostolik.<br />
    aku mengakui satu pembaptisan<br />
    akan penghapusan dosa.<br />
    aku menantikan kebangkitan orang mati<br />
    dan hidup di akhirat.<br />
    amin.</p>
<p><strong>    Syahadat Katolik.</strong></p>
<p>    Credo atau &#8220;Aku Pecaya&#8221; adalah syahadat iman yang memuat pokok-pokok iman kapercayaan orang kristen.</p>
<p>    Syahadat iman ini dirumuskan oleh Gereja, lewat konsili-konsili pada waktu itu (abad I-V).</p>
<p>    Syahadat Para Rasul atau syahadat singkat sudah ada sejak abad ke II. Syahadat Singkat/Syahadat para rasul ini kita ucapkan pada saat perayaan Ekaristi pada hari Minggu/hari raya dan dalam Doa Rosario.</p>
<p>    Kita juga mengenal syahadat panjang, Syahadat ini resminya disebut Syahadat Nicea-Konstatinopel.</p>
<p><strong>    Sejarah Syahadat</strong></p>
<p>    Saat Yesus wafat, bangkit dan naik ke Surga, Yesus tidak meninggalkan satu dokument apapun mengenai syahadat yang dijadikan pegangan para rasul, tetapi Yesus tidak membiarkan para rasul bingung, Ia mengutus Roh Kudusnya (Kis 2:1-13). Roh Kudus inilah yang mengajarkan segala sesuatu kepada para rasul dan mengingatkan mereka semua apa yang telah Yesus Katakan kepada mereka (Yoh 14:26). Dengan daya Roh Allah/Roh Kudus inilah para rasul berani mewartakan Kristus, sehigga jumalah orang yang dibaptis semakin banyak (Kis 2:41.47;6:7)</p>
<p>    Ajaran kristen berkembang pesat sesudah kaisar Konstantinus mengijinkan orang Kristen beribadat dengan bebas, tanpa ketakutan akan ancaman masuk penjara dan dibunuh. Seiring dengan perkembangan itulah, muncul orang-orang Kristen yang mempunyai pandangan-pandangan sendiri, yang berbeda, bahkan ada yang bertentangan dengan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Akibat dari itulah diperlukan satu ajaran yang orotodoks dan resmi untuk melawan ajaran-ajaran sesat tersebut.</p>
<p>    Perjalanan karya Roh Kudus kepada Gereja untuk melawan ajaran-ajaran sesat (bidaah).</p>
<p>    Ajaran sesat Arian (arianisme)</p>
<p>    Arius, adalah seorang imam Aleksandria. Ia mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan Allah Sejati. ia menyangkal keilahian Yesus. Untuk melawan ajaran sesat ini diadakan konsili ekumenis pertama, yaitu konsili Nicea I tahun 325.</p>
<p>    Syahadat Kaesarea</p>
<p>    Syahadat ini dianjurkan oleh Eusebius dari Kaesarea dalam konsili Nicea I, karena syahadat iman ini juga dipakai dalam Gerejanya berikut isi syahadat dari Kaesarea :</p>
<p>    &#8220;kami percaya akan satu Allah,<br />
    Bapa yang mahakuasa,<br />
    Pencipta hal-hal yang kelihatan dan tak kelihatan:</p>
<p>    Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br />
    Sang Sabda dari Allah,<br />
    terang dari terang,<br />
    hidup dari hidup,<br />
    Putera Allah yang Tunggal,<br />
    yang pertama lahir dari ciptaan,<br />
    dilahirkan dari Bapa,<br />
    sebelum segala abad,<br />
    segala sesuatu dijadikan oleh-NYA,<br />
    Ia menjadi daging untuk keselamatan kita,<br />
    dan hidup di antara manusia,<br />
    dan menderita,<br />
    dan bangkit lagi pada hari ketiga,<br />
    dan naik kepada Bapa,<br />
    dan datang lagi dalam kemuliaan,<br />
    untuk mengadili orang hidup dan mati;<br />
    kami percaya pula akan satu Roh Kudus.&#8221;</p>
<p>    Syahadat Eusebius kalau kita lihat memang ortodoks, sesuai dengan ajaran Gereja , Tetapi Syahadat ini tidak secara eksplisit melawan bidah Arianisme (ajaran Arius). Oleh karena itu, konsili memakai syahadat Eusebius sebagai dasar pembicaraan saja, lalau mengusulkan perbaikan, dengan penambahan-penambahan pada syahadat dari Kaesarea. berikut bunyi dari rumusan Konsili Nicea I ini yang tampak dalam rumusannya tentang Yesus Kristus :</p>
<p>    &#8220;Kami percaya akan satu Allah,<br />
    Bapa yang Mahakuasa,<br />
    pencipta segala Sesuatu,<br />
    yang kelihatan dan tak kelihatan,</p>
<p>    Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br />
    Putra Allah,<br />
    dilahirkan dari Bapa,<br />
    satu-satunya yang dilahirkan,<br />
    dari hakikat Bapa,<br />
    Allah dari Allah,<br />
    Terang dari terang,<br />
    Allah benar dari Allah benar,<br />
    dilahirkan, bukan dijadikan,<br />
    sehakikat degan Bapa,<br />
    segala sesuatu dijadikan Oleh-NYA,<br />
    segala sesuatu di surga dan segala sesuatu di bumi,<br />
    turun (dari sorga) untuk kita manusia,<br />
    dan untuk keselamatan kita,<br />
    dan menjadi daging,<br />
    menjadi manusia,<br />
    menderita,<br />
    dan bangkit pada hari ketiga,<br />
    naik ke surga,<br />
    dan untuk mengadili orang hidup dan mati.</p>
<p>    dan akan Roh Kudus.</p>
<p>    dan mereka yang berkata &#8220;ada saat Dia tidak ada&#8221;&#8216;,<br />
    dan&#8221;sebelum dilahirkan Dia tidak ada&#8221;,<br />
    bahwa&#8221; Ia menjadi ada dari yang tidak ada&#8221;,<br />
    atau mereka yg mengatakan bahwa Anak Allah adalah<br />
    &#8220;dari substansi atau esensi lain&#8221;,<br />
    atau &#8220;diciptakan&#8221;,<br />
    atau &#8220;dapat berganti&#8221;&#8216;,<br />
    atau &#8220;dapat berubah&#8221;&#8216;,<br />
    merekalah yang dikutuk oleh gereja katolik dan Apostolik.&#8221;</p>
<p>    syadat perbaikan tersebut diatas selanjutnya disebut Syahdat dari Nicea.</p>
<p>    Ajaran sesat Macedonius</p>
<p>    Ajaran Macedonius melawan menyangkal keilahian Roh Kudus, sehingga diperlukan pertian khusus, terutama dibahas pada konsili Konstantinoel, tahun 381, diselenggarakan untuk melawan Bidaah Macedonius ini, berikut bunyi keputusan sidang di konsili Konstantinopel tentang syahadat.</p>
<p>    &#8220;Kami percaya akan satu Allah,<br />
    Bapa yang Mahakuasa,<br />
    pencipta langit dan bumi,<br />
    dan segalasesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;</p>
<p>    Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br />
    Putra Allah yang Tunggal,<br />
    dilahirkan dari Bapa,<br />
    sebelum segala abad,<br />
    Terang dari terang<br />
    Allah benar dari Allah benar,<br />
    dilahirkan,<br />
    bukan dijadikan,<br />
    sehakikat dengan Bapa,<br />
    segala sesautu dijadikan oleh-Nya,<br />
    yang turun dari sorga untuk kita manusia,<br />
    dan untuk keselamatan kita,<br />
    dan menjadi daging oleh Roh Kudus,<br />
    dari Perawan Maria,<br />
    dan menjadi manusia,<br />
    dan disalibkan waktu ponsius Pilatus,<br />
    dan sengsara,<br />
    dan dimakamkan,<br />
    dan bangkit pada hari ketiga menurut kitab suci,<br />
    naik ke surga,<br />
    dan duduk disisi kanan Bapa,<br />
    dan akan datang kembali dengan mulia,<br />
    dan untuk mengadili orang hidup dan mati,<br />
    Kerajaan-Nya tak akan berakhir;</p>
<p>    Dan akan Roh Kudus,<br />
    Tuhan dan pemberi Hidup,<br />
    Yang berasal dari Bapa,<br />
    Yang bersama Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan,<br />
    Yang bersabda dengan perantaraan para nabi:<br />
    Akan gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolic;</p>
<p>    Kami mengakui satu pembaptisan,<br />
    akan pengampunan dosa,<br />
    Kami menantikan kebangkitan orang mati,<br />
    Dan hidup di akhirat.</p>
<p>    Ajaran Sesat Nestorius</p>
<p>    Nestorius adalah seorang uskup dari Konstantinopel. beliau mengajarkan bahwa Yesus memiliki 2 kodrat dan 2 pribadi, yaitu Allah dan manusia. Ajaran nestorius ini ditentang keras oleh Cyrilius seorang uskup dari Aleksandria. Konsili Efesus berhasil menyelesaikan perselisihan paham ini, dan mengutuk ajaran Nestorius dan membenarkan ajaran Cyrilius. Konsili Efesus ini menenkankan kesatuan Pribadi Yesus dan juga konsili ini menyetujui apa yang telah dirumuskan dalam konsili-konsili sebelumnya.</p>
<p>    Ajaran Sesat Eutyches</p>
<p>    Eutyches mengajarkan bahwa ke dua Kodrat Yesus itu, Allah dan manusia tercampur dan tek terbedakan. Untuk melawan ajaran Eutyches ini maka diadakanlah konsili Kalcedon, tahun 451. Konsili ini mengambil keputusan tegas untuk meyingkirkan semua ajaran sesat dan menegaskan kembali iman yang benar. Dimana konsili ini menegaskan bahwa kodrat keallahan dan kemanusiaan Yesus tetap terbedakan. Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia. Dalam konsili Kalcedon inilah secara resmi disahkannya syahadat iman, yang terkenal dengan Syahadat Niceani atau lebih dikenal dengan Syahadat Nicea-Konstantinopel (syahadat panjang). tapi nama resminya adalah syahadat Niceani</p>
<p>    &#8220;Kami (Aku) percaya akan satu Allah,<br />
    Bapa yang Mahakuasa,<br />
    pencipta langit dan bumi,<br />
    dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;</p>
<p>    Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br />
    Putra Allah yang Tunggal<br />
    Ia lahir dari Bapa,<br />
    sebelum segala abad,<br />
    Allah dari Allah,<br />
    Terang dari terang<br />
    Allah benar dari Allah benar,<br />
    Ia dilahirkan, bukan dijadikan,<br />
    sehakikat dengan Bapa,<br />
    segala sesuatu dijadikan oleh-Nya,<br />
    Ia turun dari sorga,<br />
    untuk kita manusia,<br />
    dan untuk keselamatan kita,<br />
    dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus,<br />
    dari Perawan Maria,<br />
    dan menjadi manusia,<br />
    Ia pun disalibkan untuk kita<br />
    waktu Ponsius Pilatus.<br />
    Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan,<br />
    pada hari ketiga Ia bangkit,<br />
    menurut kitab suci.<br />
    Ia naik ke surga,<br />
    duduk disisi kanan Bapa,<br />
    Ia akan datang kembali dengan mulia,<br />
    mengadili orang hidup dan yang mati,<br />
    Kerajaan-Nya tak akan berakhir;</p>
<p>    Kami (Aku) percaya akan Roh Kudus<br />
    Ia Tuhan yang menghidupkan<br />
    Ia berasal dari Bapa dan Putera,<br />
    Yang serta Bapa dan Putera,<br />
    disembah dan dimuliakan.<br />
    Ia bersabda dengan perantaraan para nabi,</p>
<p>    Kami (Aku) percaya akan gereja,<br />
    yang satu, kudus, katolik dan apostolic.<br />
    Kami (Aku) mengakui satu pembaptisan,<br />
    akan pengampunan dosa.<br />
    Kami (Aku) menantikan kebangkitan orang mati<br />
    dan hidup di akhirat<br />
    amien</p>
<p>    Ada penambahan pada rumusan &#8220;Allah dari Allah&#8221; sebelum terang dari terang (diambil dari konsili Nicea) dan penambahan &#8220;Putra&#8221; pada rumusan &#8220;Ia berasal dari Bapa&#8221; pada bagian rumusan tentang roh Kudus, terjadi sejak Konsili Toledo tahun 589, berikut hasil akhir dari Syadat Panjang</p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=38&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/09/06/syahadat-iman-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kanonisasi &amp; Santo-Santa/Beato-Beata</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/06/26/24/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/06/26/24/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 18:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[agama katolik]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran bapa gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran katolik]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[apai penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa-doa katolik]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[hukum gereja]]></category>
		<category><![CDATA[ibadat]]></category>
		<category><![CDATA[iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[kitabsuci online]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[maria]]></category>
		<category><![CDATA[media katolik]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[orang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[purgatorium]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[santo-santa]]></category>
		<category><![CDATA[sembahyang]]></category>
		<category><![CDATA[vatican]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Orang-Orang Kudus Santo-Santa Kita semua dipanggil Kristus kepada kekudusan dan kesempurnaan, kepada persatuan mesra dengan Allah Bapa, melaui Kristus dalam persekutuan dengan Roh Kudus: Karena itu Harusalah kamu sempurna, sama seperti Bapa di Surga adalah sempurna (Mat 5:48); &#8220;Kuduskanlah kamu, sebab, Aku, Tuhan, Allahmu, kudus” (Im 19:2) Tradisi iman Katolik mewariskan kepada kita sejumlah besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=24&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p align="center"><strong>Orang-Orang Kudus</strong></p>
<p align="center"><strong>Santo-Santa</strong></p>
<blockquote>
<p align="justify"><span>Kita semua dipanggil Kristus kepada kekudusan dan kesempurnaan, kepada persatuan mesra dengan Allah Bapa, melaui Kristus dalam persekutuan dengan Roh Kudus: Karena itu Harusalah kamu sempurna, sama seperti Bapa di Surga adalah sempurna </span>(Mat 5:48); <span>&#8220;Kuduskanlah kamu, sebab, Aku, Tuhan,  Allahmu, kudus”</span> (Im 19:2)</p>
<p align="justify">Tradisi iman Katolik mewariskan kepada kita sejumlah besar tokoh pejuang dan pembela nilai dan paham hidup yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Itulah”Orang-Orang Kudus”. Orang-orang Kudus, terdiri dari tua-muda, rohaniawan/wati, bapa-ibu, perawan-janda, raja-rakyat jelata, cendekiawan-orang tidak berpendidikan, yang berasal dari berbagai suku bangsa, ras dan budaya.</p>
<p align="justify">Bunda Gereja yang kudus dibawah bimbingan Roh Kudus secara resmi menyebut dan menyatakan mereka “Orang-Orang Kudus”, baik sebagai ‘Beato-Beata’ atau ‘Santo-Santa’. Pernyataan resmi Gereja itu diawali dengan suatu proses penelitian yang panjang dan teliti, yang disebut Beatifikasi dan kanonisasi hingga akhirnya disetujui oleh Takhta Suci.</p>
<p align="justify">Prosedur untuk menetapkan calon santo-santa di mulai tahun 1234, di prakarsai oleh Paus Gregorius IX dan Kongregasi Ritus yang diberi wewenang untuk mengawasi keseluruh prosesnya (Kongregasi Ritus dan terbentuk mulai tahun 1588, oleh Paus Sixtus V), Prosedurnya sebagai berikut :<br />
Apabila seorang yang telah meninggal dunia dan  “dianggap martir” atau “dianggap kudus” maka biasanya Uskup Diosesan yang memprakarsai proses penyelidikan. Dimana salah satu unsur penyelidikan adalah apakah suatu permohonan khusus atau mukjizat telah terjadi melalui perantaraan calon santo-santa yang bersangkutan. Gereja juga akan menyelidiki tulisan-tulisan calon santo-santa guna melihat apakah mereka setia pada “ajaran yang murni,” pada intinya tidak didapati adanya suatu kesesatan atau suatu yang bertentangan dengan iman Katolik. Segala informasi ini dikumpulkan, dan kemudian suatu transumptum, yaitu salinan yang sebenarnya, yang disahkan dan dimeterai, diserahkan kepada Kongregasi Ritus.</p>
<p align="justify">Begitu transumptum telah diterima oleh Kongregasi, penyelidikan lebih lanjut dilaksanakan. Jika calon santo-santa adalah seorang martir, Kongregasi menentukan apakah ia wafat karena iman dan sungguh mempersembahkan hidupnya sebagai kurban cinta kepada Kristus dan Gereja. Dalam perkara-perkara lainnya, Kongregasi memeriksa apakah calon digerakkan oleh belas kasih yang istimewa kepada sesama dan mengamalkan keutamaan-keutamaan dalam tindakan yang menunjukkan keteladanan dan kegagahan.</p>
<p align="justify">Sepanjang proses penyelidikan ini, “promotor iman”, mengajukan keberatan-keberatan dan ketidakpercayaan yang harus berhasil disanggah oleh Kongregasi. Begitu seorang calon dimaklumkan sebagai hidup dengan mengamalkan keutamaan-keutamaan yang gagah berani, maka calon dimaklumkan sebagai Venerabilis.</p>
<p align="justify">Proses selanjutnya adalah BEATIFIKASI. Seorang martir dapat dibeatifikasi dan dimaklumkan sebagai “Beato-Beata” dengan keutamaan kemartiran itu sendiri. Di luar kemartiran, calon harus diperlengkapi dengan suatu mukjizat yang terjadi dengan perantaraannya. Dalam memastikan kebenaran mukjizat, Gereja melihat apakah Tuhan sungguh melakukan mukjizat lewat perantaraan calon Beato/Beata. Begitu dibeatifikasi, calon santa-santo boleh dihormati, tetapi terbatas pada suatu kota, keuskupan, wilayah atau kelompok religius tertentu. Selanjutnya, Paus akan mengesahkan suatu doa khusus, atau Misa atau Ofisi Ilahi yang pantas demi menghormati Beato-Beata yang bersangkutan. Setelah beatifikasi, suatu mukjizat lain masih diperlukan untuk kanonisasi dan memaklumkan secara resmi seseorang sebagai seorang santo-santa. Proses resmi untuk memaklumkan seseorang sebagai seorang santo- santa disebut KANONISASI.</p>
<p align="justify">Para orang-orang kudus, bukan berarti selama hidupnya tidak mempunyai cela/kesalahan. Sebagai manusia mereka memiliki juga kecenderungan berdosa, kelemahan dan kekuaragan selama masa hidupnya, ada juga orang kudus yang selama hidupnya dikenal sebagai pendosa berat, namun oleh sentuhan rahmat Allah, mereka bertobat dan memulai menata hidupnya secara baru mengikuti kehendak Allah.</p>
<p align="justify">Kita, dibawah bimbingan Tuhan dan Gereja-Nya, meneladani cara hidup mereka (Santo-Santa/beato-Beata), menjadikan mereka pelindung kita dan perantara doa-doa kita.</p>
<p align="justify">Yang terutama, dalam memilih nama Baptis atau Krisma, kita harus melihat dari <strong>Kekhasan </strong>Santo-santa tersebut, misalnya kalau diri kita ingin menjadi yang militan dalam menghayati kekristenan, pilih St. Ingatius Loyola, kalau menjadi seorang yang sangat kristis, bisa memilih nama Baptis/Krisma St. Thomas, kalau berpribadi tenang bisa pilih St. Philipus, dan sebagainya. jadi sebaiknya bukan karena disesuaikan dengan pesta/perayaan atau tanggal dari kelahiran kita. Terang doa dan dalam bimbingan Roh Kudus akan membantu dalam pemilihan nama pelindung kita baik dalam Baptis maupun Krisma.</p>
<p align="justify">
</blockquote>
</div>
<div><strong>Santo/Beato</strong></div>
<div><a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Okt.html">Santo Remigius, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Okt.html">Santo Romanus dari Italia, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Mei.html">Santo Yusuf Pekerja, Pelindung  para Karyawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Mei.html">Santo Peregrinus Laziosi, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Mar.html">Santo Felix III (II), Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Mar.html">Santo David, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jun.html">Santo Yustinus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jun.html">Santo Simeon, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jun.html">Santo Johannes Storey, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jun.html">Santo Pamphilus dari Sasarea, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jun.html">Santo Ahmed, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jul.html">Beato Oliver Plunkett, Uskup Agung dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jul.html">Santo Teodorikus, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jul.html">Santo Pambo, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jul.html">Santo Simeon Salos, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jan.html">Santo Almakios atau  Telemakus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Feb.html">Santo Severus, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Des.html">Beato Dionisius, Martir Indonesia</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Des.html">Beato Redemptus a Cruce, Martir Indonesia</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Des.html">Santo Eligius, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Des.html">Santo Adrianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Sep.html">Santo Pedro Armengol</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Okt.html">Santo Daniel, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Okt.html">Santo Paulinus dari York, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Okt.html">Santo Gregorios Penerang</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Nov.html">Santo Andreas Avelino, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Nov.html">Santo Leo I atau Leo Agung, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Mei.html">Santo Antonius, Uskup dan Pengaku  Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Mei.html">Santo Gordianus,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Mei.html">Santo Epimakus,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Mar.html">Santo Yohanes, Biarawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jun.html">Santo Henrikus Balzano, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jul.html">Santo Erik IX, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jul.html">Santo Kanut IV,Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jul.html">Santo Olaf II, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jan.html">Santo Gregorius X, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jan.html">Santo Agatho, Paus dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jan.html">Santo Petrus Orseola, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Feb.html">Santo Zenon, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Apr.html">Santo Miltiades, Paus dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Apr.html">Santo Vinsensius dari Lerins, Imam Biarawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Agu.html">Santo Laurensius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Sep.html">Santo Theodardus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Okt.html">Santo Leger atau Lutgar, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Mei.html">Santo Athanasius Agung, Uskup dan  Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Mei.html">Santo Boris, Raja dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Mei.html">Santo Sigismund, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Mar.html">Santo Simplisius, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jun.html">Santo Potinus Uskup Lyon, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jun.html">Santo  Blandina, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jun.html">Santo  Pontikus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jun.html">Santo Maturus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jun.html">Santo Erasmus, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jun.html">Santo Marselinus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jun.html">Santo  Petrus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jun.html">Santo Nicephorus dari Konstantinopel, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jul.html">Santo Bernardinus Realino, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jul.html">Santo Fransiskus di Girolamo, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jul.html">Santo Yohanes Fransiskus Regis, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jan.html">Santo Basilius Agung, Uskup, Pengaku Iman &amp;amp; Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Jan.html">Santo Gregorius dr Nazianze, Uskup, Pengaku Iman &amp;amp; P. Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Feb.html">Beato Theofanus Venard, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Apr.html">Santo Fransiskus dari Paula, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Agu.html">Santo Eusebius Vercelli, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Agu.html">Beato Petrus Faber, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Okt.html">Santo Fransiskus Borgia, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Okt.html">Santo Ewaldus Bersaudara, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Nov.html">Santo Martinus de Porrez, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Nov.html">Santo Hubertus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Nov.html">Santo Malakios dari Armagh, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Mei.html">Santo   Yakobus Muda, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Mei.html">Santo Filipus, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Mar.html">Santo Marinus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Mar.html">Santo Nikolo d&amp;quot;Albergati, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Jun.html">Santo Karolus Lwanga, Martir Uganda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Jun.html">Santo Kevin, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jul.html">Santo Thomas, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jul.html">Santo Helidorus, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jul.html">Santo Horst atau Horestes, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Jan.html">Santo Anterus, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Jan.html">Santo Fulgensius, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Feb.html">Santo Blasius, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Feb.html">Santo Ansgarius, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Feb.html">Santo Gilbertus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Des.html">Santo Fransiskus Xaverius, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Apr.html">Santo Richard dari Chicherster, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Apr.html">Santo Yosef, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Apr.html">Santo Sixtus I, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Agu.html">Santo Stefanus I, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Sep.html">Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Okt.html">Santo Fransiskus Asisi, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Okt.html">Santo Kuintinus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Nov.html">Santo Karolus Boromeus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Nov.html">Santo Emerik, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Mar.html">Santo Kasimirus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Mar.html">Santo Lusius, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Jun.html">Santo Kuirinus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Jun.html">Santo Fransiskus Caracciolo, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Jul.html">Santo Ulrich atau Ulrikus, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Feb.html">Santo Yohanes de Britto, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Feb.html">Santo Isodorus dari Mesir, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Des.html">Santo Kristian, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Des.html">Santo Osmund, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Apr.html">Santo Isodorus dari Sevilla, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Apr.html">Santo Benediktus Moor, Biarawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Apr.html">Santo Platon, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Agu.html">Santo Yohanes Maria Vianney, Pangaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Mei.html">Santo Hilarius dari Arles, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Mar.html">Santo Hesikos, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Mar.html">Santo Fridolin, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Mar.html">Santo Marsianus dari Konstantinopel, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Jun.html">Santo Bonifasius, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Jun.html">Santo Ferdinandus Constante, Marti</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Jul.html">Santo Antonius Maria Zakaria, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Jan.html">Santo Simeon Stylites Tua, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Jan.html">Beato Yohanes Nepomuk Neumann, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Des.html">Santo Sabas, Abbas dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Des.html">Santo Reinardus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Apr.html">Santo Vinsensius Ferreri, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Sep.html">Santo Laurensius Guistiniani, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Okt.html">Santo Bruno, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Nov.html">Santo Nuno Pereira, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Nov.html">Santo Leonardus dari Noblac, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Mei.html">Santo Dominikus Savio, Pengaku  Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Mar.html">Santo Hesikios,  Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Mar.html">Santa Fridolin,  Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Mar.html">Santo Marsianus  dari Konstantinopel, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Jun.html">Santo Norbertus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Jun.html">Santo Filipus, Diakon dan Penginjil</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Feb.html">Santo Paulus Miki,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Des.html">Santo Nikolas dari Myra, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Apr.html">Santo Selestinus, Paus dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Apr.html">Santo Notker Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Agu.html">Santo Herman(us), Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Sep.html">Beato Thomas Tzugi, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Nov.html">Santo Willibrordus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Nov.html">Santo Ernestus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Nov.html">Santo Herkulanus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Jul.html">Santo Odo, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Jan.html">Santo Raymundus Penafort, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Jan.html">Santo Lusianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Feb.html">Santo Rikardus, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Des.html">Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Apr.html">Santo Yohanes de la Salle, Pangaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Apr.html">Beato Henry Walpole, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Agu.html">Santo Sixtus II, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Agu.html">Santo Kayetanus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Okt.html">Santo Sergius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Okt.html">Santo  Bakhus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Mei.html">Santo Bonifasius, Paus  dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Mei.html">Santo Aloysius Rabata, Martir dan Biarawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Mar.html">Santo Yohanes de Deo, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Mar.html">Santo Filemon dan Apolonios, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Mar.html">Santo Yulianus dari Toledo, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Jun.html">Santo William, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Nov.html">Santo Klaudius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Mei.html">Santo Benediktus II, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Jul.html">Santo Adrianus III, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Jul.html">Santo Prokopius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Jan.html">Santo Severinus, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Jan.html">Santo  Lusianus Beauvais, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Jan.html">Santo Apollinaris, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Feb.html">Santo Hieronimus Emilianus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Feb.html">Santo Yohanes dari Matha, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Apr.html">Santo Redemptus de Ferento, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Apr.html">Santo Edesius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Agu.html">Santo Dominikus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Agu.html">Santo Siriakus, Largus dan Smaragdus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Agu.html">Santo Hormisdas, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Okt.html">Santo Yohanes Leonardi, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Okt.html">Santo Louis Bertrand, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Okt.html">Santo Denis, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Okt.html">Santo Rustikus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Okt.html">Santo Eleutrius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Nov.html">Santo Teodorus Tiro, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Mei.html">Santo Sirilus dari  Sasarea, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Mar.html">Santo Gregorius dari Nyssa, Uskup dan Bapa Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jun.html">Santo Primus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jun.html">Santo Felicianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jun.html">Santo Efrem, Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jul.html">Santo Adrian Fortoscue, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jan.html">Santo Andreas Korsini, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Feb.html">Santo Paulinus Aquileia, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Des.html">Santo Fransiskus Antonius, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Des.html">Santo Petrus Fourier, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Apr.html">Santo Thomas OFM Dementrius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Apr.html">Santo Petrus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Apr.html">Santo Yakobus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Agu.html">Santo Oswaldus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Sep.html">Santo Petrus Klever, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Okt.html">Santo Daniel, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Okt.html">Santo Paulinus dari York, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Okt.html">Santo Gregorios Penerang</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Nov.html">Santo Andreas Avelino, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Nov.html">Santo Leo I atau Leo Agung, Paus</a></div>
<div>
<div><a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Mei.html">Santo Antonius, Uskup dan Pengaku  Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jan.html">Santo Gregorius X, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jan.html">Santo Agatho, Paus dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jan.html">Santo Petrus Orseola, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Feb.html">Santo Zenon, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Apr.html">Santo Miltiades, Paus dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Apr.html">Santo Vinsensius dari Lerins, Imam Biarawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Agu.html">Santo Laurensius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Sep.html">Santo Theodardus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Nov.html">Santo Feliks dari Valois, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Nov.html">Santo Edmund, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Mei.html">Santo Bernardius dari Siena, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Mei.html">Santo Ivo, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Mar.html">Santo Fransiskus Maria dari Camporosso, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Jun.html">Santo Silverius, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Jul.html">Santo Vinsent Kaun, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Jan.html">Santo Fabianus, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Jan.html">Santo Euitimos Agung, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Feb.html">Santo Nemesius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Feb.html">Santo Eleuterius, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Des.html">Santo Filigon, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Apr.html">Santo Teodorus Trichinas, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Agu.html">Santo Bernardus, Abbas dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Sep.html">Santo Eustakius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Nov.html">Santo Martinus dari Tours, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Nov.html">Santo Mennas, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Nov.html">Santo Teodoros Konstantinopel</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Nov.html">Santo Theodoros Studite, Abbas dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Mei.html">Santo Ignatius Peis dari Lakoni,  Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Mar.html">Santo Eulogius dan Leokrita, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Mar.html">Santo Sofronius, Pangaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Mar.html">Santo Pionius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Jun.html">Santo Barnabas, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Jul.html">Santo Benediktus, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Jan.html">Santo Aleksander, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Jan.html">Santo Teodosius Cenobiarch, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Jan.html">Santo Petrus Balsamus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Feb.html">Santo Gregorius II, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Feb.html">Santo Saturninus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Des.html">Santo Damasus, Paus dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Apr.html">Santo Stanislaus, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Apr.html">Santo George Gersave OSB, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Sep.html">Santo Protus,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Sep.html">Santo Hyasintus,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Sep.html">Beato Yohanes Gabriel Perboyre,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Sep.html">Santo Guido Anderlecht, Pengaku  Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Okt.html">Santo Wilfridus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Nov.html">Santo Yosafat Kunzewich, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Nov.html">Santo Nilus dari Sinai, Rahib dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jun.html">Santo Theobaldus, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mei.html">Santo Nereus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mei.html">Santo Pankrasius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mei.html">Santo Epifanius, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mei.html">Santo Germanos, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mar.html">Santo Theofanus, Biarawan dan Sejarahwan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mar.html">Santo Gregorius I, Paus dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mar.html">Santo Maximilianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jun.html">Santo Yohanes Fakundus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jul.html">Santo Yohanes Gualbertus, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jul.html">Santo Nabor, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jul.html">Santo Felix, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jul.html">Santo Feodor, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jul.html">Santo Joan, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jul.html">Santo Uguzo atau Lusio, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jan.html">Santo Modestus, Uskup dan Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Feb.html">Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Feb.html">Santo Benediktus dari Anaine, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Des.html">Santo Hoa, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Apr.html">Santo Yulius I, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Apr.html">Santo Sabas dari Goth, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jan.html">Santo Elred/Aelredus OSA, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Okt.html">Santo Eduardus, Raja Inggris dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Nov.html">Santo Stanislaus Kostka, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Nov.html">Santo Didakus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Mei.html">Santo Andreas Fournet, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Jun.html">Santo Antonius dari Padua,  Imam dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Jul.html">Santo Heindrich II, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Jul.html">Santo Eugenius, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Jan.html">Santo Hilarius, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Feb.html">Santo Yulianus dari Antiokhia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Apr.html">Santo Martinus I, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Agu.html">Santo Hippolitus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Agu.html">Beato Innosensius XI, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Agu.html">Santo Pontianus, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Agu.html">Santo Maximus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Sep.html">Santo Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Okt.html">Santo Lukas, Pengarang Injil</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Nov.html">Santo Romanus dari Antiokia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Mei.html">Santo Yohanes I, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Mei.html">Santo Feliks OFMCap, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Mei.html">Santo Venantius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Mar.html">Santo Syrillus dari Yerusalem, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Mar.html">Santo Anselmus dari Lucca, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Mar.html">Santo Salvator OFM, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Jun.html">Santo Leontius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Jun.html">Santo Hipatios, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Jun.html">Santo Teodulus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Jul.html">Santo Frederik dari Utrecht, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Feb.html">Santo Flavianus, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Apr.html">Santo Eleutherius, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Sep.html">Santo Yosef Cupertino, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Okt.html">Santo Ignasius dari Antiokia, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Nov.html">Santo Gregorius Thaumaturgos, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Nov.html">Santo Gregorius dari Tours, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Nov.html">Santo Dionisius Agung, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Mei.html">Santo Paskalis Baylon, Pengaku  Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Mar.html">Santo Patrisius, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Jun.html">Santo Gregorius Barbarigo, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Jul.html">Santo Alexis, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Jan.html">Santo Antonius, Abas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Jan.html">Santo Sulpisius, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Feb.html">Santo Teodulus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Feb.html">Santo Bonfilio, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Feb.html">Santo Silvinus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Feb.html">Santo Nisephorus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Des.html">Santa Olympias, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Apr.html">Santo Anisetus, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Agu.html">Santo Hyasintus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Sep.html">Santo Robertus Bellarminus, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Okt.html">Santo Gerardus dari Mayella</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Okt.html">Santo Gallus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Nov.html">Santo Rochus Gonzales, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Mei.html">Santo Ubaldus, Uskup dan Pengaku  Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Mei.html">Santo Yohanes Nepomuk, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Mei.html">Santo Andreas Bobola SJ, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Jun.html">Santo Cyriacus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Jan.html">Santo Marsellus I, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Jan.html">Santo Honoratus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Feb.html">Santo Porforios, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Des.html">Santo Sturmius, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Apr.html">Santo Paternus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Agu.html">Santo Benediktus Yoseph Labre, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Agu.html">Santo Stefenus, Raja Hungaria</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Sep.html">Santo Kornelius, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Sep.html">Beato Viktor III, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Nov.html">Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Mei.html">Santo Pakomius, Rahib  dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Mei.html">Santo Isodor(us), Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Mar.html">Santo Klemens Maria Hofbauer, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jun.html">Santo Vitus, Modestus dan Santa Kresensia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jun.html">Santo Vladimir, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jul.html">Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jul.html">Santo Yakobus dari Nisiba, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jan.html">Beato Arnold Janssen, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jan.html">Santo Maurus dan Plasidus dkk, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jan.html">Santo Paulus, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jan.html">Santo Makarius, pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Feb.html">Santo Klaudius de la Colombiere</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Feb.html">Santo Sigfridus, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Apr.html">Beato Pedro Gonzalez, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Apr.html">Beato Damian de Veuster, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Agu.html">Santo Tarsisius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Sep.html">Santo Nikomedes, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Okt.html">Santo Kallistus, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Nov.html">Santo Yosef Maria Pignatelli, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Mei.html">Santo Matias, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Mei.html">Santo Mikhael Garicoits, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Jun.html">Santo Metodius, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Jul.html">Santo Fransiskus Solanus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Jul.html">Santo Kamilus de Lellis, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Feb.html">Santo Valentinus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Feb.html">Santo Maro, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Feb.html">Santo Syrilius dan Metodius, Uskup dan Rahib</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Feb.html">Beato Yohanes dari Aldomovar, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Des.html">Santo Yohanes dari Salib</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Des.html">Santo Venantius Fortunatus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Des.html">Santo Spiridion, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Des.html">Santo Tiburtius, Valerianus, Maximus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Agu.html">Santo Maximilian Kolbe, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Sep.html">Santo Yohanes Gabriel Dufresse,  Martin</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Sep.html">Santo Yanuarius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Sep.html">Santo Theodorus, Uskup dan  Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Okt.html">Santo Paulus dari Salib, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Okt.html">Santo Petrus dari Alkantara, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Mei.html">Santo Petrus Salestinus, Paus dan  Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Mei.html">Santo Dunstan, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Mar.html">Santo Yusuf, Suami Maria</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Jun.html">Santo Gervasius dan Protasius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Jun.html">Santo Romualdus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Jul.html">Santo Arsenius Agung, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Jan.html">Santo Marius, martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Jan.html">Santo Gottfried atau Geoffrey, pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Feb.html">Santo Marselus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Feb.html">Santo Konradus dari Lombardia, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Des.html">Santo Nemesio, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Apr.html">Santo Leo IX, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Apr.html">Santo Elfege OSB, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Apr.html">Santo Werner, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Agu.html">Santo Yohanes Eudes, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jul.html">Santo Petrus Krisologus, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jul.html">Santo Yustinus de Yakobis, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jul.html">Santo Abdon dan Senen, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jan.html">Santo Gerardus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jan.html">Santa Batildis, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jan.html">Beato Sebastianus, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Des.html">Santo Sabinus, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Apr.html">Santo Pius V, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Apr.html">Santo Marianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Apr.html">Santo Yakobus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Apr.html">Santo Yosef-Benedik Cottolengo, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Agu.html">Beato Ghabra Mikael, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Agu.html">Santo Heribertus, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jun.html">Santo Bertrandus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Okt.html">Santo Marcellus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Nov.html">Santo Andreas, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Mei.html">Santo Feliks I, Paus,  Martir dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Mei.html">Santo Baptista Varani OSC Cap, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Mei.html">Santo Ferdinandus dari Kastilia, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Mar.html">Santo Yohanes Klimakus, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Sep.html">Santo Haeronimus, Imam dan  Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Mei.html">Santo Max(iminus), Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Mar.html">Santo Bertold, Rahib</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Mar.html">Santo Yonah dan Berijesu, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Jun.html">Santo Petrus dan Paulus, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Jan.html">Santo Gildas Yang Bijaksana, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Jan.html">Beato Joseph Freinademetz, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Feb.html">Santo Romanus, Rahib</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Des.html">Santo Thomas Becket dari Canterbury, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Des.html">Santo Kaspar Del Bufalo, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Apr.html">Santo Petrus dari Verona, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Apr.html">Santo Hugo/ Hugo Agung, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Sep.html">Santo Sirakus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Okt.html">Santo Simon, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Okt.html">Santo Yudas, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Mei.html">Santo Wilhelmus, Biarawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Mei.html">Santo Bernardus dari Montjoux, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Mei.html">Santo Germanus dari Paris, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Mar.html">Santo Doroteus dari Gaza, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jun.html">Santo Ireneus dari Lyons,  Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jul.html">Santo Nasarius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jul.html">Santo Selsus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jul.html">Santo Viktor, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jul.html">Santo Innosensius, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jan.html">Santo Thomas dari Aquino, Imam dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jan.html">Santo Karolus Agung, Raja dan Pengaku Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jan.html">Santo Petrus Nolaskus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Feb.html">Santo Hilarius, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Apr.html">Santo Louis Marie Grignon de Monfort, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Apr.html">Santo Petrus Louis Chanel, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Agu.html">Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Agu.html">Santo Hermes, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Agu.html">Santo Musa Hitam, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Sep.html">Santo Wenseslaus, Raja Bohemia,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Okt.html">Santo Frumensius, Uskup &amp;amp; Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Nov.html">Santo Yakobus dari Persia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Nov.html">Santo Virgilius, Uskup &amp;amp; Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mei.html">Santo Agustinus dari Canterbury, Uskup &amp;amp; Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mei.html">Santo Yulius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mar.html">Santo Rupertus, Uskup &amp;amp; Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mar.html">Santo Nikodemus, Pengajar Israel</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Jun.html">Santo Cyrillus dari Alexandria,  Uskup &amp;amp; Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Jul.html">Santo Panteleon, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Jul.html">Santo Aurelius dan Santa Natalia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Feb.html">Santo Gabriel Possenti, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Feb.html">Santo Leander, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Des.html">Santo Yohanes, Rasul &amp;amp; Pengarang Injil</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Apr.html">Santo Petrus Kanisius, Imam dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Sep.html">Santo Vinsensius a Paulo, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Okt.html">Santo Lucianus dan Marcianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Nov.html">Santo Yohanes Berchmans, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Nov.html">Santo Silvester Gozzolini, Abbas dan Pengaku iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Nov.html">Santo Leonardus Porto Morizio, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Nov.html">Santo Sarbel Maklouf, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Mei.html">Santo Philipus Neri,  Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Mar.html">Santo Ludgerus, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Mar.html">Santo Ireneus dari Sirmium, Martir</a></div>
<div><a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jul.html">Santo Nasarius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jul.html">Santo Selsus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jul.html">Santo Viktor, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jul.html">Santo Innosensius, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jan.html">Santo Thomas dari Aquino, Imam dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jan.html">Santo Karolus Agung, Raja dan Pengaku Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Jan.html">Santo Petrus Nolaskus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Feb.html">Santo Hilarius, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Apr.html">Santo Louis Marie Grignon de Monfort, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Apr.html">Santo Petrus Louis Chanel, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Agu.html">Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Agu.html">Santo Hermes, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Agu.html">Santo Musa Hitam, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Sep.html">Santo Wenseslaus, Raja Bohemia,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Okt.html">Santo Frumensius, Uskup &amp;amp; Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Nov.html">Santo Yakobus dari Persia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Nov.html">Santo Virgilius, Uskup &amp;amp; Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mei.html">Santo Agustinus dari Canterbury, Uskup &amp;amp; Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mei.html">Santo Yulius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mar.html">Santo Rupertus, Uskup &amp;amp; Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mar.html">Santo Nikodemus, Pengajar Israel</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Jun.html">Santo Cyrillus dari Alexandria,  Uskup &amp;amp; Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Jul.html">Santo Panteleon, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Jul.html">Santo Aurelius dan Santa Natalia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Feb.html">Santo Gabriel Possenti, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Feb.html">Santo Leander, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Des.html">Santo Yohanes, Rasul &amp;amp; Pengarang Injil</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Apr.html">Santo Petrus Kanisius, Imam dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Sep.html">Santo Vinsensius a Paulo, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Okt.html">Santo Lucianus dan Marcianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Nov.html">Santo Yohanes Berchmans, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Nov.html">Santo Silvester Gozzolini, Abbas dan Pengaku iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Nov.html">Santo Leonardus Porto Morizio, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Nov.html">Santo Sarbel Maklouf, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Mei.html">Santo Philipus Neri,  Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Mar.html">Santo Ludgerus, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Mar.html">Santo Ireneus dari Sirmium, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jun.html">Santo Yohanes, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jun.html">Santo Paulus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jul.html">Santo Yoakim, Orangtua Santa Perawan Maria</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jan.html">Santo Timotius, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jan.html">Santo Titus, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jan.html">Santo Stefanus Harding, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jan.html">Santo Robertus Molesmes, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jan.html">Santo Alberik, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jan.html">Santo Stephan Harding, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Feb.html">Santo Alexandros, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Feb.html">Santo Didakus Carvalho, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Des.html">Santo Stefanus, Martir Pertama</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Apr.html">Santo Kletus, Paus &amp;amp; Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Apr.html">Santo Marselinus, Paus &amp;amp; Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Agu.html">Santo Zepherinus, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Sep.html">Santo Kosmas, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Sep.html">Santo Damianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Sep.html">Santo Siprianus,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Sep.html">Santo Yustina,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Okt.html">Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Okt.html">Santo Krisantus dan Daria, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Mei.html">Santo Gregorius VII, Paus dan  Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Mei.html">Santo Beda, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Jun.html">Santo Gulielmus, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Jul.html">Santo Yakobus Tua, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Feb.html">Santo Walburga, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Apr.html">Santo Markus, Pengarang Injil</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Agu.html">Santo Louis Lodevik IX, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Agu.html">Santo Yosef Kalasansius, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Sep.html">Santo Nikolas dari Flue, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Sep.html">Santo Sergius dari Radonezh,  Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Okt.html">Santo Antonius Maria Claret, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Nov.html">Santo Krisogonus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Jul.html">Santo Kristoforus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Jan.html">Santo Felisianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Jan.html">Santo Primus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Jan.html">Santo Fransiskus dari Sales, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Feb.html">Santo Montanus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Feb.html">Santo Lucius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Apr.html">Santo Fidelis dari Sigmaringen, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Agu.html">Santo Bartolomeus, Rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Sep.html">Santo Gerardus dari Hungaria,  Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Sep.html">Santo Pasifikus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Sep.html">Santo Vinsensius Maria Strambi, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Okt.html">Santo Yohanes Kapistrano, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Nov.html">Santo Klemens I, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Nov.html">Santo Kolumban, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Mei.html">Santo Desiderius, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Mei.html">Santo Yohanes Baptista di Rossi, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Mar.html">Santo Alfonsus Toribio dari Mongroveyo, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Mar.html">Santo Dismas, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Jun.html">Santo Yosef Kafasso, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Jul.html">Santo Apolinaris, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Jan.html">Santo Ildephonsus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Jan.html">Beato Henrikus Suso OP, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Feb.html">Santo Polykarpus, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Feb.html">Santo Willigis, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Des.html">Santo Yohanes Kansius, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Des.html">Santo Servulus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Apr.html">Santo Adelbertus, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Apr.html">Santo Gregorius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Agu.html">Santo Filipus Benizi, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Sep.html">Santo Linus, Paus dan Martir&lt;</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Okt.html">Santo Contardo Ferrini, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Nov.html">Santo Filemon, Rekan Sekerja Santo Paulus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Mei.html">Beato Yohanes Baptista Makado</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Mei.html">Beato Leo Tanaka, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Mar.html">Santo Zakarias, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Jun.html">Santo Paulinus dari Nola, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Jun.html">Santo Thomas Moore, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Jun.html">Santo Yohanes Fischer, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Jun.html">Santo Albanus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Nov.html">Santo Teofilus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Jan.html">Santo Vinsensius Palloti, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Jan.html">Santo Anastasius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Apr.html">Santo Soter dan Kayus, Paus dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Apr.html">Santo Teodoros, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Apr.html">Santo Yosef Moscati, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Agu.html">Santo Simforianus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Sep.html">Santo Thomas dari Vilkanova,  Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Sep.html">Santo Mauritius, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Okt.html">Santo Hilarion dari Gaza, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Nov.html">Santo Nikolo Giustiniani</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Mei.html">Beato Krispinus dari Viterbo,  Biarawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Mei.html">Santo Eugenius de Mazenod OMI, Uskup</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Mei.html">Santo Godrikus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Mei.html">Beato Herman Yosef, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Mar.html">Santo Noel Pinot, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Agu.html">Santo Alfonsus Marie de Ligouri, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Mar.html">Santo Serapion, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Jun.html">Santo Aloysius Gonzaga, Biarawan dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Jul.html">Santo Laurensius Brindisi, Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Jul.html">Santo Viktor dari Marseilles, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Jan.html">Santo Fruktuosus, martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Jan.html">Santo Augurius, martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Jan.html">Santo Eulogius, martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Feb.html">Santo Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Des.html">Santo Petrus Kanisius, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Apr.html">Santo Anselmus, Uskup dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Apr.html">Santo Simon bar Sabbae, Uskup dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Agu.html">Santo Paus Pius X, Paus dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Sep.html">Santo Mateus, Rasul dan Pengarang  Injil</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Mar.html">Santo Benyamin, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jul.html">Santo Ignasius Loyola, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jul.html">Beato Yohanes Columbini, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jul.html">Santo Germanus, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jan.html">Santo Yohanes Bosko, Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jan.html">Santo Aidan, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Des.html">Santo Silvester, Paus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Agu.html">Santo Raymundus Nonnatus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Okt.html">Santo Bruder Alfonsus Rodriguez, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Jan.html">Santo Feliks dari Nola,</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Jan.html">Santo Sava, Uskup dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Nov.html">Santo  Zakarias</a></div>
</div>
<div><strong>Santa/Beata</strong></div>
<div>
<div><a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Okt.html">Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pelindung Karya Misi</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Jan.html">Santa Maria,  Bunda Allah (Hari Raya Santa Perawan Maria)</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Feb.html">Santa Brigida, Biarawati</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Des.html">Santa Natalia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/1Sep.html">Santa Verena</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jul.html">Santa Felisitas, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jul.html">Santa Rufina, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jul.html">Santa Secunda, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Jul.html">Santa Veronika Yuliani, Biarawati</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Feb.html">Santa Skolastika, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Feb.html">Beata Eugenia de Smet, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Feb.html">Santa Yoana Lestonac, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Des.html">Santa Bibiana, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Apr.html">Santa Teodosia, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/2Apr.html">Santa Maria dari Mesir, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Mar.html">Santa Kunigunde, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/3Jun.html">Santa Klotilda, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Mei.html">Santa Gemma Galgani, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Mei.html">Santa Rachel, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Jul.html">Santa Elisabeth dari Portugal, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Jan.html">Beata Elisabeth Bayley Anna Seton, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Feb.html">Santa Katarina Dei Ricci, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Feb.html">Santa Yoana Valois, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Des.html">Santa Barbara, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/4Sep.html">Santa Rosa dari  Viterbo, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Okt.html">Santa Anna Maria Gallo, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Nov.html">Santa dan Santo Elisabeth dan Zakarias</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Mei.html">Santa Yutta, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Feb.html">Santa Agata, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Apr.html">Santa Yuliana dari Kornillon, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Agu.html">Santa Ia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/5Agu.html">Santa Nonna, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Jul.html">Santa Maria Goretti, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Jul.html">Santa Godeliva, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Feb.html">Santa Dorothea, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Feb.html">Santa Theopilus, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/6Apr.html">Santa Kresensia Hoess, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Mei.html">Beata Rose Venerini, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Mei.html">Santa Gisela, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Mar.html">Santa Perpetua, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Mar.html">Santa Filisitas, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Jun.html">Santa Anne dari Santo Bartolomeus, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Feb.html">Santa Koleta, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Agu.html">Santa Afra, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/7Sep.html">Santa Regina, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Nov.html">Santa Teoktista, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/8Jun.html">Santa Maria Droste zu Vishering, Biarawati</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Mar.html">Santa Fransiska Romana, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jun.html">Beata Diana, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jun.html">Beata Sesilia, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jun.html">Beata Amata, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jun.html">Beata Anna Maria Taigi, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jul.html">Santa Veronika dari Binasko, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Jan.html">Santa Marsiana, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Feb.html">Santa Apolonia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/9Apr.html">Santa Kasilda, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/10Feb.html">Santa Skolastika, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Okt.html">Santa Maria Bertilla Boscardin, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Okt.html">Santa Irene dari Portugal, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Jul.html">Santa Margaretha dari Antiokia, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Apr.html">Santa Oda, Biarawati</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Sep.html">Santa Kolumba, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/20Sep.html">Santa Pamposa, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Mei.html">Santa Bertha, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Jul.html">Santa Olga, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Agu.html">Santa Klara dari Asisi, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/11Agu.html">Santa Susana, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mei.html">Santa Flavia Domitila, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Mar.html">Beata Yustina dari Arezzo, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Jan.html">Santa Hilda, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Agu.html">Santa Radegundis dari Turingia, Pengaku Imam</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Feb.html">Santa Maria, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/12Des.html">Santa Yohanna Fransiska Fremio de Chantal, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Okt.html">Santa Eustokia OSB, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Nov.html">Santa Fransiska Xaveria Cabrini, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Mei.html">Santa Petronela, Martir dan  Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Mei.html">Santa Imelda Lambertini, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Mar.html">Santa Eufrasia / Eupraxia, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Feb.html">Santa Kristina dari Spoleto, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Des.html">Santa Lusia, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Des.html">Santa Odilia atau Ottilia, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/13Apr.html">Santa Margaretha dari Metola, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Nov.html">Santa Rosa Filipin Duchene, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Jul.html">Santa Simforosa bersama Putra-putranya, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Jan.html">Santa Priska, Perawan dan martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Jan.html">Santa Margaretha dari Hunggaria, pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Des.html">Santa Makrina Muda, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Apr.html">Beata Maria dari Inkarnasi, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/18Agu.html">Santa Helena, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Nov.html">Santa Elisabeth dari Hungaria, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Mar.html">Santa Gertrudis dari Nivelles, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Jan.html">Beata Rosaline Villeneuve, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/17Apr.html">Santa Klara Gambacorta OP, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Okt.html">Santa Hedwiq, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Okt.html">Santa Margaretha Maria Alacoque, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Nov.html">Santa Gertrudis dari Hefta, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Jun.html">Santa Ludgardis, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Jun.html">Santa Yulita, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Jul.html">Santa Reinildis, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Jan.html">Santa Priscila</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Des.html">Santa Teofanu</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Apr.html">Santa Bernadetha Soubirous, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/16Sep.html">Santa Eufemia, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Okt.html">Santa Teresia dari Avilla, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Mei.html">Santa Bertha, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Mei.html">Santa Dymphna, Martir dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Mar.html">Santa Louisa de Marillac, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jun.html">Santa Germana Cousin, Perawan Kudus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jun.html">Beata Paola Gambara Costa, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Des.html">Santa Kristiana, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Sep.html">Santa Katarina Fieschi dari Genoa, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Mei.html">Santa Maria Dominika  Mazzarello, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Mar.html">Santa Matilda, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Des.html">Santa Lidwina, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Sep.html">Santa Emilia de Rodat, Pengaku  Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Jun.html">Santa Yuliana Falconieri, Biarawati</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Jul.html">Santa Aurea, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/19Apr.html">Santa Tarbula, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jul.html">Santa Yulita dari Kaesarea, Martir dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jan.html">Santa Maria Ward, Pangaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Jun.html">Santa Giacinta Marescotti, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Mei.html">Santa Jeanne d&amp;rsquo;Arc, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/30Mar.html">Santa Roswita, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Mei.html">Santa Teodosia dari  Konstantinopel, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Jul.html">Santa Marta, Perawan dan Sahabat Yesus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Feb.html">Beata Anna Line, Janda dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Apr.html">Santa Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Agu.html">Santa Sabina, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/29Sep.html">Santa Theodota dari  Philippopolis, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Nov.html">Santa Katarina Laboure, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Mei.html">Beata Margaretha Pole,  Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Feb.html">Santa Antonia, Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Des.html">Santa Fabiola, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/28Sep.html">Santa Eustakia, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Mar.html">Santa Lucy Filipini, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Jun.html">Santa Emma, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Jan.html">Santa Angela Merici, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Apr.html">Santa Zita, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Apr.html">Santa Lydia Longley, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/27Agu.html">Santa Monika, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Mei.html">Santa Mariana dari Quito, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jun.html">Santa Maria Magdalena Fontaine, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jul.html">Santa Anna, Orangtua Santa Perawan Maria</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Jan.html">Santa Paula, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/26Agu.html">Santa Teresia Yornet, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Okt.html">Santa Margaretha, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Nov.html">Santa Katarina dari Aleksandria, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Mei.html">Santa Magdalena Sofia Barat, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Mei.html">Santa Maria Magdalena de Pazzi, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Jun.html">Santa Febronia, Pengaku Iman dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/25Des.html">Santa Anastasia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Nov.html">Santa Flora dan Maria, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Mei.html">Santa Yoana,  Pendamping Rasul-rasul</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Mar.html">Santa Katarina dari Swedia, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Jul.html">Santa Kristina, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Apr.html">Santa Rosa Virginia Pelletier, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/24Agu.html">Santa Emilia de Vialar, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Mei.html">Santa Eufrosiana, Pertapa</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Mar.html">Santa Sibilina Biscossi OP, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Jun.html">Santa Etheldreda, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Jul.html">Santa Brigitta, Janda</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Jan.html">Santa Emerensiana, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Jan.html">Santa Martina, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Agu.html">Santa Rosa da Lima, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/23Sep.html">Santa Tekla, Perawan</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Okt.html">Santa Salome, Wanita Pelayan Yesus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Nov.html">Santa Sesilia, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Mei.html">Santa Rita dari Cascia, Biarawati</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Mei.html">Santa Rosa(na), Abbas</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Mei.html">Santa Yoakima de Vedruna, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Mei.html">Santa Renate, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Mar.html">Santa Lea, Janda dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Jun.html">Beata Yulia Billiart, Biarawati</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Jul.html">Santa Maria Magdalena, Pelayan Yesus</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/22Feb.html">Santa Margaretha dari Cortona, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Okt.html">Santa Ursula, Perawan dan Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Jan.html">Santa Agnes, Perawan dan martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/21Feb.html">Santa Irene, Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jul.html">Santa Eilin, Janda dan Pengaku Iman</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Jan.html">Santa Marcella, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/31Des.html">Santa Melania, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/15Jun.html">Santa Kresensia, Martir</a><br />
<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender/14Jan.html">Santa Makrina Tua, Pengaku Iman</a></div>
</div>
<br />Posted in Artikel Tagged: agama katolik, ajaran bapa gereja, ajaran katolik, alkitab, apai penyucian, doa, doa-doa katolik, ekaristi, gereja katolik, hukum gereja, ibadat, iman katolik, katekismus gereja katolik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitabsuci, kitabsuci online, konsili vatikan II, liturgi, maria, media katolik, misa, orang kudus, purgatorium, purgatory, sakramen, santo-santa, sembahyang, vatican, vatikan, yesus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=24&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/06/26/24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemahaman Doa Bapa Kami</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/04/03/pemahaman-doa-bapa-kami/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/04/03/pemahaman-doa-bapa-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 16:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[akitab hukum kanonik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Matius terdapat dalam Mat 6:5-15, di mana Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya para murid berdoa. Dalam pengajaran tersebut, Yesus menasihatkan dua hal penting sehubungan dengan doa. Pertama, Ia menasihati para muridNya, agar mereka &#8220;jangan berdoa seperti orang munafik&#8221;, yang suka memamerkan doanya di hadapan orang banyak (bdk ay 5). Untuk mencegah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=22&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Matius terdapat dalam Mat 6:5-15, di mana Yesus mengajarkan bagaimana seharusnya para murid berdoa. Dalam pengajaran tersebut, Yesus menasihatkan dua hal penting sehubungan dengan doa. Pertama,  Ia menasihati para muridNya, agar mereka &#8220;jangan berdoa seperti orang munafik&#8221;, yang suka memamerkan doanya di hadapan orang banyak (bdk ay 5). Untuk mencegah kemunafikan, baiklah para murid berdoa di tempat tersembunyi, yang jauh dari keramaian (bdk ay 6). Kedua, Yesus menasihati para muridNya, supaya dalam berdoa, mereka &#8220;jangan bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah&#8221; (bdk ay 7). Daripada bertele-tele, jauh lebih baik mereka langsung menyampaikan apa yang mereka perlukan; sebab sebelum mereka minta, sesungguhnya Allah telah mengetahuinya (bdk ay 8). Sesudah Yesus menasehatkan dua hal penting tersebut, Ia kemudian mengajarkan doa &#8220;Bapa Kami&#8221; berikut ini:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Bapa kami yang ada di surga:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dikuduskanlah namaMu,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">datanglah kerajaanMu,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dan ampunilah kami akan kesalahan kami,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanva. Amin.)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Doa singkat ini dibuka dengan menyapa Allah sebagai &#8220;Bapa&#8221;.</strong> Selanjutnya disampaikan <strong>enam permohonan </strong>yang tersusun secara paralel. Tiga permohonan dimaksudkan bagi &#8220;kepentingan Allah&#8221; dan tiga permohonan dimaksudkan bagi &#8220;keperluan manu-<br />
sia&#8221;, Bagi kepentingan Allah, dimohonkan agar nama-Nya dikuduskan, kerajaanNya datang, dan kehendak-Nya terjadi <sup>(bdk ay 9-10).</sup> Sedangkan bagi keperluan manusia, dimohonkan agar diberi makanan secukup-nya, diampuni kesalahannya, dan dilepaskan dari yang<br />
jahat <sup>(bdk ay 11-13)</sup>. Supaya isi doa ini dapat dipahami dengan baik, berikut ini akan dijelaskan dengan ringkas makna dari setiap permohonan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>(a) &#8220;Bapa kami yang di surga&#8221; </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam pengajaranNya kepada para murid, Yesus memang sering kali menyebut Allah sebagai &#8220;Bapamu yang di surga&#8221; <sup>(bdk Mat 5:16.45.48; 6:14.26.32; 7:11; 18:14)</sup> atau &#8220;BapaKu yang di surga&#8221; <sup>(bdk Mat 7:21; 10:32.33; 12:50; 18:10.19.35)</sup>, sebab &#8220;Bapa&#8221; para murid dan &#8220;Bapa&#8221; Yesus adalah sama <sup>(bdk Yoh 20:17)</sup>. Mereka tidak boleh menyebut siapapun &#8220;bapa di bumi ini&#8221;, karena mereka hanya mempunyai satu &#8220;Bapa&#8221;, yaitu &#8220;Dia yang di surga&#8221; <sup>(bdk Mat 23:9).</sup> Dengan menyebut Allah sebagai &#8220;Bapa&#8221;, relasi manusia dengan Allah telah ditingkatkan dari relasi antara &#8220;cipiaan&#8221; dan &#8220;Pencipia&#8221; menjadi relasi antara &#8220;anak&#8221; dan &#8220;Bapa&#8221; <sup>(bdk Mrk 14:36; Rom 8:15; Gal 4:6). </sup>Lain dari relasi &#8220;ciptaan&#8221; dan &#8220;Pencipta&#8221; yang sangat renggang <sup>(bdk Yes 55:9),</sup> relasi &#8220;anak&#8221; dan &#8220;Bapa&#8221; sangat intim, sehingga mereka saling mengenal baik satu sarna lain <sup>(bdk Mat 11:27)</sup>. Para murid dapat mengenal &#8220;Bapa&#8221; dengan baik, karena Yesus telah memperkenalkanNya kepada mereka <sup>(bdk Yoh 1:18; 14:6-11).</sup> Sebagai sahabat-sahabat Yesus <sup>(bdk Yoh 15:15)</sup>, para murid telah menyatu dengan Yesus <sup>(bdk Yoh 6:56; 17:23),</sup> sehingga bersama Dia mereka boleh berseru: &#8220;Ya Abba, ya Bapa <sup>(bdk Rom 8:15; Gal 4:6)</sup>. Jadi dengan berseru: &#8220;Bapa kami yang di surga&#8221; <sup>(bdk Mat 6:9),</sup> para murid membangun relasi yang akrab dengan Allah, sehingga mereka dapat berdoa dengan santai, tanpa takut untuk menyampaikan permohonan mereka kepada Allah.<br />
Untuk menumbuhkan semangat kebersamaan di antara para murid, secara khusus dipakai kata &#8220;kami&#8221;, bukan kata &#8220;aku&#8221;, Sebab Allah memang bukan Bapa untuk satu orang atau sekelompok orang saja, melainkan Bapa bagi semua orang <sup>(bdk Mat 5:45).</sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>(b) &#8220;Dikuduskanlah namaMu&#8221; </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagi bangsa Israel, nama bukan hanya sekedar sebutan, panggilan atau tanda pengenal; tetapi menyatakan sifat, karakter atau kepribadian yang memilikinya <sup>(bdk 1 Sam 25:25).</sup> Jadi &#8220;menguduskan nama Allah&#8221; berarti memuliakan, membesarkan atau meninggikan jatidiri Allah. Para nabi memang sering mengungkapkan keinginan Allah untuk &#8220;menguduskan<br />
namaNya&#8221; di tengah bangsa-bangsa <sup>(bdk Yeh 36:23),</sup> khususnya di kalangan bangsa Israel <sup>(bdk Yes 29:23).</sup> Sehubungan dengan keinginan Allah tersebut, bangsa Israel harus berusaha untuk memelihara &#8220;kekudusan nama Allah&#8221; <sup>(bdk Im 18:21; 19:12; 21:6),</sup> dengan hidup. kudus sesuai dengan perintah Allah <sup>(bdk Im 18:1-5; 19:1-2; 20:7.26).</sup> Dalam konteks itulah, Yesus mengajak para muridNya untuk &#8220;menguduskan nama Allah&#8221;, yakni dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik di tengah-tengah orang banyak, supaya dengan melihat perbuatan-perbuatan baik tersebut, mereka pun akhirnya &#8220;memuliakan Bapa yang di surga&#8221; <sup>(bdk Mat 5:16).</sup> Jadi nama Allah dikuduskan pertama-tama dengan &#8220;perbuatan baik&#8221;, bukan dengan &#8220;ucapan bibir&#8221; <sup>(bdk Yes 29:13; Mat 15:8; Mrk 7:6).</sup> Tidak cukup dengan berseru: &#8220;Kudus, kudus, kuduslah Tuhan!&#8221; <sup>(bdk Yes 6:3; Why 4:8),</sup> melainkan dengan berbuat baik dalam hidup sehari-hari <sup>(bdk Mat 7:21; 2 Tes 3:13; Yak 2:14).</sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>(c) &#8220;Datanglah kerajaanMu” </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menurut keyakinan bangsa Israel, &#8220;Tuhan adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanua&#8221; <sup>(bdk Mzm 10:16; 29:10; 146:10).</sup> Bukan hanya Raja atas bangsa Israel, melainkan Raja atas seluruh bumi <sup>(bdk Mzm 47:3.8; Za 14:9).</sup> Berbeda dengan raja-raja lain, Tuhan adalah &#8220;Raja Kemuliaan<sup>&#8221; (bdk Mzm 24:7-10)</sup> alias &#8220;Raja segala raja&#8221; <sup>(bdk Dan 8:25),</sup> yang harus disembah oleh semua orang dari segala bangsa, termasuk para raja <sup>(bdk Za 14:16).</sup> Jadi memohon agar &#8220;kerajaan Allah datang&#8221; berarti meminta supaya Allah segera menjadi Raja atas seluruh bumi, sehingga semua orang sujud menyembah Dia sebagai Raja semesta alam dengan berhiaskan kekudusan hidup <sup>(bdk 1 Taw 16:29-31; Mzm 96:8-10). </sup>Jika Allah sudah meraja di atas bumi, permusuhan dan peperangan tidak akan ada lagi <sup>(bdk Yes 9:4; 11:6-8). </sup>Seluruh bumi akan dipenuhi dengan damai sejahtera yang abadi dan tidak berkesudahan, <sup>(bdk Yes 9:6a).</sup> Sebagai &#8220;Raja Damai&#8221; <sup>(bdk Yes 9:5),</sup> Allah akan memerintah dengan keadilan, kebenaran, kejujuran dan kesetiaan <sup>(bdk Yes 9:6b; 11:4-5);</sup> sehingga<br />
tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk&#8221; sebab &#8220;selurun bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan&#8221; <sup>(bdk Yes 11:9).</sup> Dengan kedatangan Yesus untuk<br />
menyatakan Allah di bumi ini <sup>(bdk Yoh 1:18),</sup> sesungguhnya &#8220;kerajaan Surga (Allah) sudah dekat&#8221; <sup>(bdk Mat 4:17; Mrk 1:15).</sup> Nubuat nabi Yesaya ten tang tahun rahmat Tuhan <sup>(bdk Yes 61:1-2)</sup> telah mulai terpenuhi <sup>(bdk Luk 4:17-21).</sup> Sebab di dalam Yesus, mulai terbit kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh kudus <sup>(bdk Rom 14:17).</sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>(d) &#8220;Jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga&#8221; </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagai Pencipta langit dan bumi dengan segala isinya, Allah memang patut dihormati oleh semua ciptaan baik di bumi maupun di langit (surga), dengan hidup sesuai dengan kehendakNya <sup>(bdk Mzm 40:9; 143:10).</sup> Dalam hal ini, Yesus telah memberikan contoh, bagaimana seharusnya manusia hidup, yaitu dengan senantiasa melakukan kehendak Allah <sup>(bdk Y oh 4:34; Ibr 10:7.9).</sup> Yang menjadi pedoman hidup bukan lagi kehendak sendiri, melainkan kehendak Allah: &#8220;Bukan-lah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi&#8221; <sup>(bdk Luk 22:42; Mat 26:39; Mrk 14:36).</sup> Menurut Yesus, pelaksanaan kehendak Allah merupakan pintu masuk ke dalam Kerajaan Allah <sup>(bdk Mat 7:21)</sup>, dan menjadi tolok ukur persaudaraan dengan Yesus <sup>(bdk Mat 12:50; Mrk 3:35; Luk 8:21)</sup>. Karena itu, Paulus menasihatkan agar orang Kristen berusaha untuk mengetahui kehendak Allah dan hidup sesuai dengannya <sup>(bdk Rom 12:2; Ef 5:17).</sup> Barangsiapa mengakui Tuhan sebagai Raja semesta alam <sup>(bdk Mzm 47:3.8; Za 14:9),</sup> ia pasti akan bersikap dan berlaku seperti Maria, yaitu menyadari statusnya sebagai hamba Tuhan, sehingga selalu siap sedia untuk melaksanakan kehendakNya: &#8220;Sesungguh-nya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu&#8221; <sup>(bdk Luk 1:38; 17:10).</sup> Meskipun kehendak Allah sulit dipahami <sup>(bdk Luk 1:34),</sup> ia berani menanggung resiko, sebab ia yakin bahwa Allah menghendaki keselamatan, bukan kebinasaan <sup>(bdk Yeh 18:23.32; 1 Tim 2:4; 2 Ptr 3:9).</sup> Jadi memohon agar &#8220;kehendak Allah terjadi di bumi dan di surga&#8221; berarti meminta supaya kehormatan Allah, sebagai Pencipta langit dan bumi <sup>(bdk Kej 14:19),</sup> dipulihkan kembali <sup>(bdk Mal 1:6)</sup>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>(e) &#8220;Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya&#8221; </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Makanan dan pakaian adalah dua kebutuhan dasariah manusia <sup>(bdk VI 10:18; 1 Tim 6:8).</sup> Meskipun demikian, manusia tidak perlu kuatir akan apa yang hendak ia makan dan apa yang hendak ia pakai <sup>(bdk Mat 6:25.31),</sup> sebab Allah mengetahui apa yang diperlukan manusia <sup>(bdk Mat 6:32).</sup> Jika Allah tahu memperhatikan keperluan binatang dan tumbuhan dengan baik, tentu Ia juga akan memperhatikan keperluan manusia yang jauh lebih berharga daripada binatang dan tumbuhan <sup>(bdk Mat 6:26-30).</sup> Bukankah sejak semula, Allah telah memberikan makanan dan pakaian kepada manusia <sup>(bdk Kej 1:29; 3:21)</sup> Asal manusia mau berusaha, ia tentu akan mendapatkan makanan yang diperlukan, (sebab Allah tidak pernah lalai untuk memperhatikan ciptaanNya. Allah selalu memberi makanan kepada semua makhluk hidup, masing-masing pada waktunya <sup>(bdk Mzm 104:27).</sup> Supaya dapat hidup, manusia hanya membutuhkan makanan secukupnya setiap hari, tidak perlu berlebihan. Sebab hidup manusia tidak bergantung pada kelimpahan makanan, tetapi pada kekuasaan Allah <sup>(bdk Luk 12:16-21)</sup>. Karena itu, baik Yesus maupun Paulus menasihatkan agar orang beriman waspada terhadap segala ketamakan <sup>(bdk Luk 12:15; 1 Tim 6:9-10).</sup> Orang beriman harus hidup dengan rasa cukup atas anugerah Allah setiap hari <sup>(bdk Mat 6:34; 1 Tim 6:6-7)</sup>. &#8220;Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah&#8221;, kata Paulus <sup>(bdk 1 Tim 6:8)</sup>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>(f)&#8221;Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami&#8221; </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menurut kepercayaan bangsa Israel, Tuhan adalah Allah yang mahapengasih dan mahapenyayang, sehingga suka mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa manusia <sup>(bdk Kel 34:6-7; Bil 14:18; Neh 9:17; Mzm 78:38; 86:5; 103:3; Mi 7:18).</sup> Sekalipun dosa manusia sangat besar dan berat, tetapi jika ia memohon pengampunan, Allah pasti sudi mengampuninya <sup>(bdk Kej 18:16-33).</sup> Sebagai anak-anak Allah, para murid dituntut untuk menjadi sempurna sama seperti Allah: &#8220;Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna&#8221; <sup>(bdk Mat 5:48).</sup> Mereka juga: harus murah hati sarna seperti Allah: &#8220;Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati!&#8221; <sup>(bdk Luk 6:36). </sup>Tidak hanya terhadap teman, melainkan juga terhadap musuh <sup>(bdk Mat 5:44; Luk 6:27-28.35).</sup> Dalam hal pengampunan, mereka harus bersikap seperti Allah yang senantiasa sudi mengampuni terus-menerus, tanpa memakai perhitungan <sup>(bdk Mat 18:21-22; Luk 17:3-4).</sup> Apabila Allah rela mengampuni dosa mereka, maka seharusnya mereka juga rela mengampuni dosa orang lain <sup>(bdk Mat 18:23-35)</sup>. Kerelaan untuk mengampuni dosa sesama akan membuat Allah juga rela mengampuni dosa mereka: &#8220;Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu!&#8221; <sup>(bdk Mat 6:14-15; Mrk 11:25-26; Luk 6:37-38).</sup> Karena itu, sebelum berdoa untuk memohon<br />
pengampunan atas dosa mereka sendiri, para murid harus terlebih dahulu sudi mengampuni orang yang berdosa terhadap mereka <sup>(bdk Mat 5:23-24; Mrk&#8217;11:25),</sup> sekaligus memohonkan pengampunan Allah bagi dia <sup>(bdk Luk 23:34)</sup>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>(g) &#8220;Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat&#8221; </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pencobaan adalah suatu ujian terhadap iman seseorang <sup>(bdk Yak 1:2-3.12).</sup> Pelaku pencobaan bisa Allah sendiri <sup>(bdk Kej 22:1-19),</sup> tetapi bisa juga Iblis dengan seizin Allah <sup>(bdk Ayb 1:1-2:13).</sup> Meskipun demikian, sesungguhnya pencobaan tidak datang dari Allah atau Iblis, melainkan dari keinginan manusia sendiri <sup>(bdk Yak 1:13-14).</sup> Dalam sejarah keimanan manusia, tidak banyak orang yang lulus ujian iman, seperti Abraham <sup>(bdk Kej 22:1-19),</sup> Ayub<sup>(bdk Ayb 1:1- 2:13)</sup>, Eleazar <sup>(2 Mak 6:18-31)</sup> dan Yesus <sup>(bdk Mat 4:1-11; Mrk 1:12-;1.3; Luk 4:1-13).</sup> Kebanyakan manusia sama dengan Adam dan Hawa, yaitu cenderung tergoda dan jatuh ke dalam dosa <sup>(bdk Kej 3:1-7).</sup> Apabila berhadapan dengan tipu daya kenikmatan duniawi, mereka mudah jatuh ke dalam pencobaan <sup>(bdk Mat 13:22; Mt:k 4:19; Luk 8:14; 1Tim 6:9-10).</sup> Demikian pula, jika mengalarni penindasan dan penganiayaan karena iman, mereka dengan gampang murtad.<sup>(bdk Mat 13:21; Mrk 4:17; Luk 8:13). </sup>Sadar akan kelemahan manusiawi tersebut, Yesus menasihati para muridNya untuk berjaga-jaga dan berdoa, supaya mereka jangan jatuh ke dalam pencobaan: &#8220;Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah!&#8221; <sup>(bdk Mat 6:41; Mrk 14:38; Luk 22:40,46)</sup>. Untuk mencegah kejatuhan tersebut. mereka perlu memohon kepada Allah: agar dikuatkan dalam pencobaan dan dilepaskan dari kejahatan <sup>(bdk Mat 6:13; Luk,11:4)</sup>. Allah, yang mengetahui kelemahan manusia, tidak akan membiarkan manusia &#8216;dicobai melampaui kekuatannya. Pada waktu mamusia dicobai, Allah akan memberikan kepada manusia jalan keluar, sehingga manusia dapat menanggungnya <sup>(bdk 1 Kor 10:13).</sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(h) &#8220;Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-Iamanya. Amin.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Doksologi (seruan pujian) kepada Allah ini tidak terdapat dalarn manuskrip (naskah) tertua Injil Matius, dan sama sekali tidak terdapat dalam semua manuskrip Injil Lukas. Doksologi ini pertama kali terdapat dalam Didakhe atau Ajaran Keduabelas Rasul, yang juga berasal dari abad pertama Masehi, yakni sekitar tahun 50-70 Masehi. Dalam &#8216;doksologi&#8217; versi Didakhe, tidak disebutkan &#8220;kerajaan&#8221;, hanya &#8220;kuasa&#8221; dan &#8220;kemulia-an&#8221; <sup>(bdk Did 8:2).</sup> Kata &#8220;kerajaan&#8221; baru ditambahkan kemudian oleh Konstitusi Apostolik <sup>(bdk KA 7,24,1).</sup><br />
Menurut kebiasaan orang Yahudi, doa harus ditutup dengan suatu doksologi. Jadi dapat dipahami, jika doa &#8220;Bapa Kami&#8221; juga ditutup dengan suatu doksologi. Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, Allah memang sering dipuji sebagai yang empunya kerajaan <sup>(bdk 1<br />
Taw 29:11; Mzm 22:29; Ob 21),</sup> kuasa <sup>(bdk Mzm 62:12; 68:35; Ayb 25:2)</sup> dan kemuliaan <sup>(bdkl Taw 29:12; Mzm 29:1; 96:7)</sup> untuk selama-lamanya. Jadi dengan mengucapkan doksologi tersebut, para murid menegaskan kembali harapannya agar kedaulatan Allah segera dipulihkan <sup>(bdkWhy 11:6; ,4:11; 5f~13)</sup>. Doksologi sesudah doa &#8220;Bapa &#8216;Kami&#8221; ini senada dengan doksologi yang diucapkan Daud: &#8220;TerpujilahEngkau, ya Tuhan, Allahnya bapa kami Irael, dari selama-Iamanya sampai selama-lamanya. Ya Tuhan, punyamulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya Tuhan, punyamulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tanganMulah kekuatan dan kejayaan; dalam tanganMulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya&#8221; <sup>(bdk 1 Taw 29:10-12).</sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:large;"><span style="color:#cc0000;">DOA &#8220;BAPA KAMI VERSI INJIL LUKAS</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Lukas terdapat dalam Luk 11:1-13, yang berisikan sejumlah ajaran mengenai doa. Pertama-tama, ditegaskan bahwa &#8220;Yesus sedang berdoa di salah satu tempat&#8221; (bdk ay 1a). Setelah selesai berdoa, salah seorang murid meminta kepadaNya, agar Yesus mengajar mereka berdoa, sama seperti Yohanes mengajar murid-muridnya (bdk ay 1b). Maka menanggapi permintaan tersebut, Yesus mengajarkan doa &#8220;Bapa Kami&#8221; kepada mereka (bdk ay 2-4). Selanjutnya Yesus mengutarakan suatu perumpamaan yang menasihatkan agar orang tidak jemu-jemu untuk berdoa, meskipun doanya tidak langsung dikabulkan (bdk ay 5-8). Sehubungan dengan itu, Yesus menganjurkan para muridNya untuk berusaha keras memperjuangkan pengabulan doa mereka (bdk ay 9-10). Sebab jika orang jahat saja tahu memberi pemberian yang baik kepada orang yang memintanya, apalagi Allah yang mahabaik (bdk ay 11-13).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dibandingkan dengan doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Matius, doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Lukas lebih pendek sedikit. Jika doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Matius terdiri dari 6 (enam) permohonan, maka doa &#8220;<strong>Bapa Kami&#8221; versi Injil Lukas hanya terdiri dari 5 (lima)</strong> permohonan. Selain itu, ada juga sejumlah perbedaan dalam hal penggunaan kata dan perumusan kalimat. Dalam bahasa Indonesia, doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Lukas berbunyi sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Bapa,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dikuduskanlah namaMu;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">datanglah kerajaanMu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dan ampunilan kami akan dosa kami,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Supaya dapat dipahami dengan baik, doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Lukas ini perlu dijelaskan sedikit. Penjelasan akan dipusatkan pada penggunaan kata dan perumusan kalimat yang berbeda dengan versi Injil Matius. Dalam hal ini, rujukan ke bahasa asli Injil (Yunani) dapat sangat membantu pemahaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#3333ff;">(a) &#8220;Bapa </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berbeda dengan doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Matius yang menyapa Allah dengan kata-kata &#8220;Bapa kami yang <span> </span>di surga&#8221; <sup>(bdk Mat 6:9), </sup>doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Lukas menyapa Allah hanya dengan kata &#8220;Bapa&#8221; saja, tanpa keterangan lebih lanjut <sup>(bdk Luk 11:2).</sup> Dalam keempat Injil, khususnya Injil Yohanes, Yesus memang banyak kali menyebut Allah sebagai &#8220;Bapa&#8221;, sehingga kata &#8220;Bapa&#8221; sudah menjadi kata ganti untuk &#8220;Allah&#8221; <sup>(bdk Mat 11:25-27; 24:36; 28:19; Mrk 13:32; 14:36; Luk 10:21-22; 23:34.46; Yoh 3:35; 4:23; 5:19-23; 6:65; 10:15.30; 12:26-28.49; 14:6.9-13; 15:16; 16:3.23.32; 20:17.21).</sup> Karena sebutan &#8220;Bapa&#8221; sudah jelas merujuk kepada Allah <sup>(bdk Yoh 20:17),</sup> maka keterangan lebih lanjut tidak diperlukan lagi. Keterangan &#8220;yang di surga&#8221;hanya dibutuhkan, sejauh ingin dibedakan dengan bapa-bapa &#8220;yang di bumi&#8221; <sup>(bdk Mat 23:9),</sup> seperti Abraham dan sebagainya <sup>(bdk Mat 3:9; Luk 3:8).</sup> Jadi jika para murid berdoa, cukup menyapa Allah dengan kata &#8220;Bapa&#8221; saja <sup>(bdk Luk 11:2).</sup> Sebab sebagai &#8220;anak- anak Allah&#8221; <sup>(bdk Rom 8:16),</sup> mereka sudah boleh berseru seperti Yesus: &#8220;ya Abba, ya Bapa&#8221; <sup>(bdk Mrk 14:36; Rom 8 :15; Gal 4:6).</sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#3333ff;">(b), &#8220;Dikuduskanlah namaMu; datanglah kerajaanMu&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Matius, permohonan demi kepentingan Allah ada 3 (tiga), yaitu agar namaNya dikuduskan, kerajaanNya datang dan kehendakNya terjadi <sup>(bdk Mat 6:9-10).</sup> Sedangkan dalam doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Injil Lukas, permohonan demi kepentingan Allah hanya 2 (dua) saja, yakni supaya namaNya dikuduskan dan kerajaanNya datang (bdk Luk 11:2). Kedua permohonan demi kepentingan Allah tersebut meniru doa &#8220;Kaddish&#8221; (Kudus), yang biasa didoakan pada akhir ibadat di sinagoga (rumah ibadat orang Yahudi): &#8220;Dimuliakan dan dikuduskanlah namaNya yang agung di dunia yang Ia ciptakan menurut kehendakNya. Semaga Ia membiarkan kerajaanNya memerintah seumur hidupmu dan sepanjang harimu, serta seumur hidup segenap keluarga Israel, dengan cepat dan segera. Amin. Doa &#8220;Kaddish&#8221; ini. mendambakan pemulihan kembali kekudusan nama Allah dan kedaulatan kerajaanNya, seperti dinubuatkan oleh nabi Yehezkiel <sup>(bdk Yeh 36:23-24).</sup> Dengan menguduskan namaNya di atas bumi, Allah menegakkan kembali kedaulatan kerajaanNya atas segala bangsa, sehingga mereka semua akan hidup menurut kehendakNya <sup>(bdk Yeh 36:25-28). </sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#3333ff;">(c) &#8220;Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dibandingkan dengan permohonan makanan versi Injil Matius, permohonan makanan versi Injil Lukas ini memiliki keistimewaan. Jika menurut versi Injil Matius, makanan dimohonkan &#8220;pada hari ini&#8221; <sup>(bdk Mat 6:11);</sup> maka menurut versi Injil Lukas, makanan<br />
dimohonkan &#8220;setiap hari&#8221; <sup>(bdk Luk 11:3)</sup>. Injil Matius menggunakan ungkapan Yunani &#8220;<strong><em>dos hemin semeron</em></strong>&#8220;, yang berarti &#8220;berilah. kami pada hari ini&#8221; (Inggris: &#8220;give us this day&#8221;). Sedangkan Injil Lukas menggunakan ungkapan Yunani &#8220;<strong><em>didou hemin to kath hemeran</em></strong>&#8220;, yang berarti &#8220;terus berilah kami setiap hari&#8221; (Inggris: &#8220;keep on giving us each day&#8221;). Jadi Injil Matius menekankan &#8220;pemenuhan kebutuhan sehari saja&#8221;, sementara Injil Lukas menekankan &#8220;pemenuhan kebutuhan setiap hari&#8221;, Penekanan Injil Matius atas &#8220;pemenuhan kebutuhan<br />
sehari&#8221; sesuai dengan nasihat yang diberikan oleh Yesus, yaitu: &#8220;Janganlan kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari&#8221; <sup>(bdk Mat 6:34).</sup> Nasihat Yesus tersebut tidak terdapat dalam Injil Lukas<br />
yang menekankan &#8220;pemenuhan kebutuhan setiap hari&#8221; <sup>(bdk Luk 12:22-31).</sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#3333ff;">(d) &#8220;Ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Permohonan pengampunan versi Injil Lukas ini juga berbeda dengan permohonan pengampunan versi Injil Matius. Pertama, menurut versi Injil Lukas, pengampunan dirnohonkan atas &#8220;dosa&#8221; <sup>(bdk Luk 11:4);</sup> sedangkan rnenurut versi Injil Matius, pengarnpunan dimohonkan atas &#8220;kesalahan&#8221; <sup>(bdk Mat 6:12).</sup> Versi Injil Lukas memakai kata Yunani &#8220;<strong><em>tas hamartias hemon</em></strong>&#8221; yang berarti &#8220;dosa kami&#8221;, sementara versi Injil Matius<br />
mernakai kata Yunani &#8220;<strong><em>ta opheilemata hemon</em></strong>&#8221; yang berarti &#8220;kesalahan kami&#8221;, Kedua, menurut versi Injil Lukas, alasan permohonan pengampunan ialah &#8220;sebab &#8216;kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepadakami&#8221; <sup>(bdk Luk 11:4);</sup> sedangkan rnenurut versi Injil Matius, dasar permohonan pengampunan adalah &#8220;seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami&#8221; <sup>(bdk Mat 6:12).</sup> Versi Injil Lukas rnenggunakan ungkapan Yunani &#8220;<strong><em>kai gar autoi aphiomen panti opheilonti hemin</em></strong>&#8220;, yang dalarn bahasa Inggris berarti &#8220;for we ourselves forgive every one who is indebted to us&#8221;; sementara versi Injil Matius<br />
rnenggunakan ungkapan Yunani &#8220;<strong><em>hos kai heme is aphekamen tois opheiletais hemon</em></strong> &#8220;, yang dalarn bahasa Inggris berarti &#8220;as we also have forgiven our debtors&#8221;. Jadi berbeda dengan versi Injil Matius yang menekankan tindakan pengampunan sesaat (kata kerja memakai<span> </span>waktu lampau) untuk &#8220;orang tertentu&#8221;, versi Injil Lukas menekankan sikap pengampunan rutin (kata kerja rnemakai waktu sekarang!) bagi &#8220;semua orang&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000099;">(e) &#8220;Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Permohonan terakhir ini sarna persis untuk kedua versi doa &#8220;Bapa Kami&#8221; yang terdapat dalam Injil. Baik versi Injil Matius rnaupun versi Injil Lukas, sama-sama menggunakan ungkapan Yunani &#8220;<strong><em>kai me eisenegkes hemas eis peirasmon</em></strong>&#8221; yang berarti &#8220;janganlah membawa kami ke dalam pencobaan&#8221; <sup>(bdk Mat 6:13; Luk 11:4)</sup>. Satu- satunya perbedaan ialah dalam versi Injil Matius, ada tambahan kalimat &#8220;tetapi lepaskanlan kami dari pada yang<br />
jahat&#8221;, yang dalam bahasa Yunani berbunyi &#8220;<strong><em>alla rusai hemas apo tou ponerou</em></strong>&#8220;. Permohonan agar tidak dibawa ke dalam pencobaan ini sangat senada dengan doa malam orang Yahudi, yakni: &#8220;janganlah mengantar kakiku ke dalam kekuasaan dosa, dan janganlah membawa saya ke dalam kekuasaan ketidakadilan, ke dalam kekuasaan pencobaan, dan ke dalam kekuasaan apa saja yang memalukan&#8221; Dengan doa malam ini, orang Yahudi memohon pedindungan dari segala jenis kejahatan, agar mereka tidak dikuasai oleh kejahatan tersebut. jadi permohonan &#8220;janganlah membawa kami ke dalam pencobaan&#8221; tidak meminta supaya dihindarkan dari pencobaan, tetapi supaya dilindungi dalam pencobaan , <sup>(bdk Mat 26:41; Mrk 14:38; Luk 22:40.46).</sup></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:x-large;"><span style="color:#cc0000;">DOA &#8220;BAPA KAMI&#8221; VERSI GEREJA KATOlIK </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Gereja Katolik terdapat dalam buku-buku doa resmi, seperti Breviarium Romanum, Orate, Adoro Te, Doa-Doa Harian, Madah Bakti, Puji Syukur dan sebagainya. Dalam bahasa Latin, doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Gereja Katolik itu berbunyi<br />
demikian:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pater noster, qui es in caelis,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sanctificetur nomen tuum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Adoeniai regnum tuum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Fiat oolunias tua,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sicut in caelo et in terra.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Panem nostrum quotidianum da nobis h6die.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Et dimitte nobis debita nostra,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sicut et nos dimittimus debit6ribus nostris.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Et ne nos inducas in tentati6nem:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sed li bera nos a malo.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Amen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Doa &#8220;Bapa Kami&#8221; dalam bahasa Latin tersebut berasal dari Kitab Suci Vulgata (Terjemahan Latin),karya Santo Hironimus (347-420 M). Dalam bahasa Indonesia, doa &#8220;Bapa Kami&#8221; tersebut diterjemahkan sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bapa kami yang ada di surga,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dimuliakanlah namaMu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Datanglah kerajaanMu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jadilali kehendakMu,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">di atas bumi seperti di dalam surga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berilah kami rezeki pada hari ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan ampuniIah kesalahan kami,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">seperti kami pun mengampuni Yang bersalah kepada kami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Amin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Agar doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Gereja Katolik ini dapat dipahami dengan baik, berikut ini akan dijelaskan makna dari setiap kalimat. Secara khusus penjelasan akan difokuskan pada perbedaan kalimat doa &#8220;Bapa Kami&#8221; versi Gereja Katolik dan doa &#8220;Bapa Kami&#8221;<br />
versi Injil. Dalam hal ini, pengetahuan bahasa Yunani dan Latin dapat sangat membantu pemahaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">(a) &#8220;Bapa kami yang ada di surga&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sapaan &#8220;Bapa kami yang ada di surga&#8221; merupakan terjemahan Indonesia dari sapaan Latin &#8220;Pater noster qui es in caelis&#8221;. Dalam bahasa <strong><span style="font-family:Arial;">Yunani</span></strong>, sapaan tersebut berbunyi &#8220;<strong><em>Pater hemon ho (ei) en tois ouranois </em></strong>&#8220;, yang berarti &#8220;Bapa kami yang (ada) di Surga&#8221;, tanpa kata &#8220;ei&#8221; atau &#8220;ada&#8221;. Jika sapaan Indonesia memakai kata &#8220;ada&#8221; (mengikuti sapaan Latin yang memakai kata &#8220;es&#8221;), sapaan Yunani tidak memakai kata &#8220;ei&#8221;, Jadi satu-satunya perbedaan terdapat pada kata &#8220;ada&#8221; atau &#8220;es&#8221; atau &#8220;ei&#8221; tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">(b) &#8220;Dimuliakanlah namamu&#8221;</span> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Permohonan &#8220;Dimuliakanlah namaMu&#8221; merupakan terjemahan Indonesia&#8217; dari permohonan Latin &#8220;Sanctijicetur nomen tuum &#8220;, Dalam bahasa <strong><span style="font-family:Arial;">Yunani</span></strong>, permohonan tersebut berbunyi .&#8221; <strong><em>Hagiastheto to onoma sou</em></strong>&#8220;, yang berarti &#8220;Dikuduskanlan namaMu&#8221;. Baik kata Latin &#8220;eanciificetur&#8221; maupun kata Yunani &#8220;hagiastheto&#8221; pertama-tama berarti &#8220;dikuduskanlah&#8221;, Meskipun demikian, terjemahan &#8220;dimuliakanlah&#8221; atau &#8220;dihormatilah&#8221; juga dapat dipakai dalam konteks pengudusan nama Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">(</span><strong><span style="color:#ff0000;">c) &#8220;Datanglah kerajaanMu&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Permohonan &#8220;Datanglah kerajaanMu&#8221; merupakan terjemahan Indonesia dari permohonan Latin &#8220;Adveniat regnum tuum&#8221;. Dalam bahasa <strong><span style="font-family:Arial;">Yunani</span></strong>, permohonan tersebut berbunyi &#8220;<strong><em>Eliheio he basileiasou</em></strong>&#8220;, yang berarti &#8220;Datanglah kerajaanMu&#8221;. Jadi mengenai permohonan<br />
ini, sama sekali tidak ada perbedaan makna di antara ungkapan Indonesia, ungkapan Latin dan ungkapan Yunani.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">(d) &#8220;Jadilah kehendakMu. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Di atas bumi seperti di dalam surga&#8221; Permohonan &#8220;Jadilah kehendakMu, di atas bumi<br />
seperti di dalam surga&#8221; merupakan terjemahan Indonesia dari permohonan Latin &#8220;Fiat voluntas tua, sicut in caelo et in terra&#8221;, yang secara harafiah berarti &#8220;Jadilah kehendakMu, seperti di dalam surga juga di atas bumi&#8221;, Dalam bahasa <strong><span style="font-family:Arial;">Yunani</span></strong>, permohonan tersebut berbunyi &#8220;<strong><em>Genetheio to thelema sou, hos en ourano kai epi ges</em></strong>&#8220;, yang secara harafiah berarti pula &#8220;Jadilan kehendakMu, seperti di dalam surga juga di atas bumi&#8221;, jadi terjemahan Indonesia ini hanya merubah urutan kata dengan menyebutkan bumi lebih dahulu, baru kemudian surga, Meskipun demikian, maknanya tetap sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">(e) &#8220;Berilah kami rezeki pada hari ini&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Permohonan &#8220;Berilan kami rezeki pada hari ini&#8221; merupakan terjemahan Indonesia dari permohonan Latin &#8220;Panem nostrum quotidianum da nobis hodie&#8221;, yang secara harafiah berarti &#8220;Roti kami sehari-hari berilah kami hari ini&#8221;, Dalam bahasa <strong><span style="font-family:Arial;">Yunani</span></strong>, permohonan tersebut berbunyi &#8220;<strong><em>Ton arton hemon ton epiousion dos hemin semeron</em></strong>&#8220;, yang secara harafiah juga berarti &#8220;Roti kami sehari-hari berilah kami hari ini&#8221;, Jadi terjemahan &#8220;Berilah kami rezeki pada hari ini&#8221; menempatkan predikat terlebih dahulu, baru kemudian obyek. Selain itu terjemahan ini mengganti kata &#8220;roti sehari-hari&#8221; dengan kata Arab &#8220;rezeki&#8221;, yang berarti &#8220;makanan sehari-hari &#8221; , Dengan pergantian kata ini, isi permohonan menjadi lebih terbuka. Tidak hanya terbatas pada &#8220;roti&#8221; yang menjadi makanan pokok orang Yahudi, tetapi juga &#8220;makanan&#8221; lain, sesuai dengan adat istiadat masing-masing orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">(f) &#8220;Ampunilah kesalahan kami, </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami&#8221; Permohonan &#8220;Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami&#8221; merupakan terjemahan Indonesia dari permohonan Latin &#8220;Dimiiie nobis debita nostra, sicut et nos dimittimus debitoribus nostris&#8221;, yang secara harafiah berarti &#8220;Hapuskanlali bagi kami utang kami, seperti juga kami menghapuskan bagi mereka yang berhutang kepada kami&#8221;, Dalam bahasa <strong><span style="font-family:Arial;">Yunani</span></strong>, permohonan tersebut berbunyi &#8220;<strong><em>Aphes hemin ta opheilemata hemon, hos kai heme is aphekamen to is opheiletais hemon</em></strong>&#8220;, yang secara harafiah berarti &#8220;Hapuskanlali bagi kami utang kami, seperti juga kami telah menghapuskan bagi pengutang-pengutang kami&#8221;. Jadi terjemahan Indonesia &#8220;Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami&#8221; sudah merupakan suatu terjemahan bebas, berdasarkan pengertian bahasa Aram, yang menyamakan &#8220;utang&#8217; dengan &#8220;dosa&#8221; atau &#8220;kesalahan&#8221;,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ff0000;">(g) &#8220;Janganlah masukkan kami ke dalam percobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat&#8221; </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Permohonan &#8220;Janganlah masukkan kami ke dalam percobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat&#8221; merupakan terjemahan Indonesia dari permohonan Latin &#8220;Ne nos inducas in tentationem, sed libera nos a malo&#8221;, yang secara harafiah berarti &#8220;Janganlah kami Kaubawa ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari keiahatan&#8221;, Dalam bahasa <strong><span style="font-family:Arial;">Yunani</span></strong>,permohonan tersebut berbunyi &#8220;<strong><em>Me eisenegkes hemas eis peirasmon, alla rusai hemas apo tou ponerou </em></strong>&#8220;. yang secara harafiah berarti &#8220;Janganlah Kaubawa kami ke dalam pencobaan, tetapi selamatkanlah kami dari kejahatan&#8221;. Jadi terjemahan &#8220;Janganlah masukkan kami ke dalam percobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat&#8221; sudah merupakan suatu terjemahan bebas berdasarkan konteks, namun tidak merubah isi dari permohonan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Menurut informasi dari Didakhe (Ajaran Kedua belas Rasul), sejak abad pertama doa &#8220;Bapa Kami&#8221; sudah dianggap sebagai doa khusus bagi orang yang sudah menjadi anggota penuh Gereja. Orang yang belum dibaptis tidak diizinkan untuk mendoakan doa &#8220;Bapa Kami&#8221;. Mereka baru pertama kali diperbolehkan mendoakan doa tersebut sesudah mereka menerima.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sakramen Pembaptisan, yakni pada saat mereka hendak menerima Komuni Pertama. Sebab itu dalam masa katekumenat (persiapan pembaptisan), para calon baptis diwajibkan untuk menghafal doa &#8220;Bapa Kami&#8221;, supaya pada waktu pembaptisan mereka sudah dapat mendoakan doa tersebut. Dengan menerima Sakramen Pernbaptisan dan Komuni Pertama, mereka sudah menjadi anggota penuh Gereja, sehingga boleh mendoakan doa &#8220;Bapa Kami&#8221; setiap hari. Karena terbatas hanya untuk anggota penuh Gereja, doa &#8220;Bapa Kami&#8221; lalu disebut &#8220;doa orang beriman&#8221;.Betapa tinggi penghargaan dan penghormatan Gereja terhadap doa &#8220;Bapa Kami&#8221; ini, tercermin dalam ajakan untuk mendoakan doa tersebut: &#8220;Atas petunjuk<br />
Penyelamat kita, dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa: &#8230; &#8221; (bdk TPE).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sebagai manusia biasa, kita sesungguhnya tidak layak untuk mendoakan doa agung ini. Tetapi karena diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri, maka kita memberanikan diri untuk mendoakannya. Menurut Rasul Paulus, sebagai manusia lemah yang penuh dosa, kita sarna sekali tidak tahu bagaimana sebenamya kita harus berdoa (bdk Rom 8:26). Syukur<br />
kepada Allah, bahwa melalui Yesus Kristus, Roh Kudus telah menjadikan kita anak-anak Allah, sehingga kita boleh berseru: &#8220;Ya Abba, ya Bapa!&#8221; (bdk Rom 8:15; Gal 4:6).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Karena terlalu sering didoakan &#8220;di luar kepala&#8221;, keagungan dan keindahan doa &#8220;Bapa Kami&#8221; mungkin sudah &#8220;dilupakan&#8221; oleh sebagian besar anggota Gereja. Memang doa &#8220;Bapa Kami&#8221; masih suka diucapkan &#8220;dengan bibir&#8221;, tetapi tidak dihayati lagi &#8220;di dalam haii&#8221; (bdk Yes 29:13; Mat 15:8; Mrk 7:6). Dengan demikian, doa &#8220;Bapa Kami&#8221; yang sangat agung dan indah ini menjadi tak bermakna sarna sekali (bdk Yes 1:15). Pendalaman doa &#8220;Bapa Kami&#8221; ini bertujuan untuk menyadarkan kembali mereka yang sudah melupakan keagungan dan keindahan doa &#8220;Bapa Kami&#8221;. Dengan membaca buku kecil ini, para pembaca diharapkan<br />
dapat menyelami makna setiap permohonan dalam doa &#8220;Bapa Kami&#8221;, sehingga kemudian dapat mendoakannya dengan penuh penghayatan iman. Sebab doa yang baik adalah doa yang diucapkan bukan hanya dengan &#8220;bahasa roh&#8221;, tetapi juga dengan &#8220;akal budi&#8221; (bdk 1 Kor 14:15). Dan doa yang lahir dari iman dan dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya (bdk Yak 5:15-16). Jika demikian, mengapa doa &#8220;Bapa Kami&#8221; yang diajarkan sendiri oleh Sang Juruselamat disia-siakan? <span style="font-size:large;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Adakah doa yang lebih agung dan indah daripada doa &#8220;Bapa Kami&#8221;?!</span></strong></span></p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, akitab hukum kanonik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=22&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/04/03/pemahaman-doa-bapa-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Share Kalender Liturgi Harian Iman Katolik</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/02/19/share-kalender-liturgi-harian-iman-katolik/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/02/19/share-kalender-liturgi-harian-iman-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 16:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[kalender liturgi harian]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[share kalender liturgi khusus woodpress template berikut codenya: KLIK CODE HTML WOODPRESS bentuk tampilannya sbb : imankatolik.or.id Kalender bulan ini Posted in kalender liturgi harian Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=19&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>share kalender liturgi khusus woodpress template  berikut codenya:</p>
<p><a title="Kalender Liturgi Harian" href="http://www.imankatolik.or.id/share_kalender_code_WP.html" target="_blank">KLIK CODE HTML WOODPRESS</a></p>
<p>bentuk tampilannya sbb :</p>
<table style="height:200px;" border="1" cellspacing="0" width="150" bgcolor="#ffffcc">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><strong><a href="http://www.imankatolik.or.id"> imankatolik.or.id</a></strong></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><a href="http://www.imankatolik.or.id/kal_tgl_link.php" target="_blank"> <img src="http://www.imankatolik.or.id/kal_tgl_img.php" border="0" alt="" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td align="center"><a href="http://www.imankatolik.or.id/kal_tgl_link.php" target="_blank"> <img src="http://www.imankatolik.or.id/kal_perayaan_img.php" border="0" alt="" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><a href="http://www.imankatolik.or.id/kal_alkitab_link.php" target="_blank"> <img src="http://www.imankatolik.or.id/kal_alkitab_img.php" border="0" alt="" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><img src="http://www.imankatolik.or.id/kal_warna_img.php" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><a href="http://www.imankatolik.or.id/kalender.php" target="_blank"> Kalender bulan ini</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />Posted in kalender liturgi harian Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, Artikel, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=19&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/02/19/share-kalender-liturgi-harian-iman-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.imankatolik.or.id/kal_tgl_img.php" medium="image" />

		<media:content url="http://www.imankatolik.or.id/kal_perayaan_img.php" medium="image" />

		<media:content url="http://www.imankatolik.or.id/kal_alkitab_img.php" medium="image" />

		<media:content url="http://www.imankatolik.or.id/kal_warna_img.php" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Iman Katolik dalam Agama &amp; Gereja Katolik</title>
		<link>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/02/03/iman-katolik-dalam-agama-gereja-katolik/</link>
		<comments>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/02/03/iman-katolik-dalam-agama-gereja-katolik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 19:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thomasrudy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[devosi]]></category>
		<category><![CDATA[katekese]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[kitab hukum kanonik]]></category>
		<category><![CDATA[konsili vatikan II]]></category>
		<category><![CDATA[vatikan]]></category>
		<category><![CDATA[purgatory]]></category>
		<category><![CDATA[misa]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen]]></category>
		<category><![CDATA[ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>
		<category><![CDATA[api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian kata katekismus gereja katolik]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[pendalaman alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[katekismus]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa]]></category>
		<category><![CDATA[kanon alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[deuterokanonika]]></category>
		<category><![CDATA[alkitab online]]></category>
		<category><![CDATA[kitab suci katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agamakatolik]]></category>
		<category><![CDATA[pantang]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[novena]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[yesus kristus]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<category><![CDATA[bapa suci]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[audio kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian baru]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian lama]]></category>
		<category><![CDATA[tempat bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[peta kitabsuci]]></category>
		<category><![CDATA[peta alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[puji]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[protestan]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[omk]]></category>
		<category><![CDATA[orang muda katolik]]></category>
		<category><![CDATA[mudika]]></category>
		<category><![CDATA[kki]]></category>
		<category><![CDATA[santo]]></category>
		<category><![CDATA[santa]]></category>
		<category><![CDATA[santo dan santa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio ntt]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio nusa tenggara timur]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio kalimantan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa regio papua]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan agung]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal misa keuskupan surfagan]]></category>
		<category><![CDATA[kaj]]></category>
		<category><![CDATA[kas]]></category>
		<category><![CDATA[romo]]></category>
		<category><![CDATA[uskup]]></category>
		<category><![CDATA[rosario]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman iman]]></category>
		<category><![CDATA[biarawan]]></category>
		<category><![CDATA[biarawati]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[minggu palma]]></category>
		<category><![CDATA[paskah]]></category>
		<category><![CDATA[adven]]></category>
		<category><![CDATA[rabu abu]]></category>
		<category><![CDATA[pentekosta]]></category>
		<category><![CDATA[sabtu suci]]></category>
		<category><![CDATA[kamis putih]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[mukjizat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[api]]></category>
		<category><![CDATA[penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik]]></category>
		<category><![CDATA[apologetik bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik kitab suci]]></category>
		<category><![CDATA[aplogetik api penyucian]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen krisma]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen baptis]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen imamat]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen perminyakan]]></category>
		<category><![CDATA[sakramen tobat]]></category>
		<category><![CDATA[liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[calendar liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tpe 2005]]></category>
		<category><![CDATA[tpe]]></category>
		<category><![CDATA[tata perayaan ekaristi]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa ringan]]></category>
		<category><![CDATA[dosa berat]]></category>
		<category><![CDATA[silsilah yesus]]></category>
		<category><![CDATA[pengenalan akan allah]]></category>
		<category><![CDATA[allah tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[satu]]></category>
		<category><![CDATA[apostolik]]></category>
		<category><![CDATA[artai kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[tata kata liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[busana liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[piranti liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[katekese umat]]></category>
		<category><![CDATA[katekese lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman anak]]></category>
		<category><![CDATA[bina iman remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kwi]]></category>
		<category><![CDATA[pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[musik liturgi]]></category>
		<category><![CDATA[doktrin]]></category>
		<category><![CDATA[dogma]]></category>
		<category><![CDATA[katholik]]></category>
		<category><![CDATA[ortodoks]]></category>
		<category><![CDATA[catholic]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christ]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[mary]]></category>
		<category><![CDATA[church]]></category>
		<category><![CDATA[eucharist]]></category>
		<category><![CDATA[evangelisasi]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[bapa]]></category>
		<category><![CDATA[putra]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[yubileum]]></category>
		<category><![CDATA[martir]]></category>
		<category><![CDATA[roma]]></category>
		<category><![CDATA[beata]]></category>
		<category><![CDATA[beato]]></category>
		<category><![CDATA[sacrament]]></category>
		<category><![CDATA[music liturgy]]></category>
		<category><![CDATA[apology]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical Calendar]]></category>
		<category><![CDATA[Liturgical]]></category>
		<category><![CDATA[pope]]></category>
		<category><![CDATA[hierarki]]></category>
		<category><![CDATA[dasar iman katolik]]></category>
		<category><![CDATA[credo]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[syahadat nicea konstantinople]]></category>
		<category><![CDATA[konsili ekumenis]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklik]]></category>
		<category><![CDATA[esniklik pope]]></category>
		<category><![CDATA[latter pope]]></category>
		<category><![CDATA[orangkudus]]></category>
		<category><![CDATA[sadar lirutgi]]></category>
		<category><![CDATA[kalender liturgi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamakatolik.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Iman Katolik dalam Agama &#38; Gereja Katolik Misi dari Iman katolik sebagai media informasi lewat dunia maya, untuk pengenalan awal bagi mereka yang merasa terpanggil (bdk Yoh 15:16) untuk mengenal lebih dekat akan ajaran Yesus Kristus dalam Gereja Katolik, sebagai langkah awal mengenal kepenuhan keselamatan yang hanya terdapat dalam Gereja Katolik, serta sebagai sarana berkatekese [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=3&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title" style="text-align:center;"><a href="http://imankatolikgerejakatolikagamakatolik.blogspot.com/2009/02/iman-katolik-dalam-agama-gereja-katolik.html">Iman Katolik dalam Agama &amp; Gereja Katolik</a></h3>
<div style="text-align:center;"><span class="style15"><span class="style139"><span class="style28"><img src="http://www.imankatolik.or.id/pic3_indeks.gif" alt="gambara" width="100" height="109" /></span></span></span></div>
<p><span class="style25 style141"><span class="style160">Misi</span> dari Iman katolik sebagai media informasi lewat dunia maya, untuk pengenalan awal bagi mereka yang merasa terpanggil (bdk <a href="http://ekaristi.org/bible/bq.php?q=Yoh15:16;" target="_blank">Yoh 15:16</a>) untuk mengenal lebih dekat akan ajaran Yesus Kristus dalam Gereja Katolik, sebagai langkah awal mengenal kepenuhan keselamatan yang hanya terdapat dalam Gereja Katolik, serta sebagai sarana berkatekese bagi para awam dalam mewujudkan komunitasumat basis secara konkret dalam masyarakat.</span></p>
<p class="style31 style34 style35 style146" align="left">Berikut  link Artikel <span class="style34 style35 style146 style31">terkait</span> dalam proses Pembelajaran iman Katolik :</p>
<p class="style22 style31 style34 style36" align="justify"><span style="font-size:85%;">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/katekese.html">Home katekese</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/pengantar.html">Pengantar Awal</a>]  [<a href="http://www.imankatolik.or.id/menjadikatolik.html">Menjadi Katolik</a>] <span class="style22">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/pengenalanallah.html">Pengenalan akan Allah</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/hierarki.html">Hierarkis Gereja</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/dasariman.html">Home Dasar Iman Katolik</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/magisterium.html">Magisterium</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/tradisi.html">Tradisi Suci</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/kitabsuci.html">Kitab Suci</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/gerejakatolik.html">Home Gereja Katolik</a>] <span class="style28">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/sejarahgereja.html">Sejarah Gereja Katolik</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/satu.html">Satu</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/kudus.html">Kudus</a>] </span></span><span class="style22">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/katolik.html">Katolik</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/apostolik.html">Apostolik</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/allahtritunggal.html">Allah Tritunggal</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/bapa.html">Bapa]</a> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/putra.html">Putra</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/rohkudus.html">Roh Kudus</a>]  [<a href="http://www.imankatolik.or.id/hukumgereja.html">Home Hukum Gereja</a>] </span> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/10perintah.html">Sepuluh Perintah Allah</a>] <span class="style22">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/5perintah.html">Lima Perintah Gereja</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/kgk.html">Katekismus Gereja Katolik</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/khk.html">Kitab Hukum Kanonik</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/syahadat.html">Sejarah Syahadat</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/credotrente.html">Syahadat iman/Syahadat Panjang</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/credopararasul.html">Syahadat Para Rasul/Syahadat Pendek</a>]  [<a href="http://www.imankatolik.or.id/syahadatpendekpenjelasan.html">Penjelasan Syahadat Pendek</a>] </span> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/liturgi.html">Home Liturgi</a>] <span class="style22">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/tpeumat.html">TPE Umat 2005</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/tpeiman.html">TPE Imam 2005</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/simbolliturgi.html">Simbol-simbol Liturgi</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/kalenderliturgi.html">Kalender Liturgi</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/perlengkapanliturgi.html">Perlengkapan Liturgi</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/artiliturgi.html">Arti kata liturgi</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/teologi_liturgi.html">Teologi Liturgis</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/PELAYANAN-PERANGKAI-BUNGA-LITURGIS.html">Pelayanan Perangkai Bunga Liturgis</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/Bagaimana_menyanyikan_misa.html">Bagaimana Menyanyikan misa</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/Bunga_dalam_tata_ruang_%20liturgis.html">Bunga dalam tata ruang liturgis</a>] </span><a href="http://www.imankatolik.or.id/Liturgi_dekorasi_bunga.html">Liturgi, dekorasi, bunga</a>] <span class="style22">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/tata_gerak_sikap_tubuh_dalam_Liturgi.html">Tata Gerak Sikap Tubuh</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/tata-kata-liturgis.html">Tata Kata Liturgis</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sakramen.html">Home Sakramen</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sakramenbaptis.html">Sakramen Baptis </a> ] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sakramenekaristi.html">Sakramen Ekaristi</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sakramentobat.html">Sakramen Tobat </a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sakramenkrisma.html">Sakramen Krisma</a>] </span> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sakramenperkawinan.html">Sakramen Perkwainan</a>] <span class="style22">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/sakramenperminyakan.html">Sakramen Perminyakan</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sakramenimamat.html">Sakramen Imamat</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doadasar.html">Doa-doa Dasar Katolik</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/tandasalib.html">Tanda Salib</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/bapakami.html">Bapa Kami</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/salammaria.html">Salam Maria</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/kemuliaan.html">Kemualiaan</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doatobat.html">Doa Tobat</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doaiman.html">Doa Iman</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/terpujilah.html">Terpujilah</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doalutigis">Doa-doa Liturgis</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/ibadatpagi.html">Ibadat Pagi</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/ibadatsore.html">Ibadat sore</a>] </span><span class="style22"> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/ibadatmalam.html">Ibadat malam</a>] </span> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doamasaadvent.html">Doa masa Advent</a>] <span class="style22">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/doamasanatal.html">Doa Masa Natal</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doamasaprapaskah.html">Doa Masa Prapaskah</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doapaskah.html">Doa Masa Paskah</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doanovenarohkudus.html">Doa Novena Roh Kudus</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doarohkudus.html">Doa Roh Kudus</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doapribadi.html">Home Doa-doa Pribadi</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doapribadi1.html">Doa Pribadi</a>]   [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doakeluarga.html">Doa Keluarga</a>]</span> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doajemaat.html">Doa Jemaat</a>]   [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doamasyarakat.html">Doa Masyarakt Umum</a>]  [<a href="http://www.imankatolik.or.id/devosi.html">Devosi &amp; Ziarah</a>]   [<a href="http://www.imankatolik.or.id/jalansalib.html">Jalan Salib</a>]   [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doasilih.html">Doa Silih</a>] <a href="http://www.imankatolik.or.id/litanihatiyesus.html">[Litani Hati Yesus</a>]   [<a href="http://www.imankatolik.or.id/doarosario.html">Doa Rosario</a>]   [<a href="http://www.imankatolik.or.id/litanisp.html">Litani St. Perawan Maria</a>]                  [<a href="http://www.imankatolik.or.id/3salammaria.html">Novena Tiga Salam Maria</a>] <span class="style22">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/dosa.html">Dosa</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/dosaberat.html">Dosa Berat</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/dosaringan.html">Dosa Ringan</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/bundamaria.html">Bunda Maria</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/purgatory.html">Api Penyucian</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/orangkudus.html">Orang-Orang Kudus</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/mistagogi.html">Mistagogi</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sifatalah.html">Sifat-Sifat Allah</a>] </span> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/yesuskristus.html">Yesus Kristus</a>]                         [<a href="http://www.imankatolik.or.id/pewartaan.html">Gereja &amp; Pewartaannya</a>]   [<a href="http://www.imankatolik.or.id/penghayatan.html">Penghayatan Sakramen</a>]                         [<a href="http://www.imankatolik.or.id/hidupmenjemaat.html">Hidup Menjemaat</a>]                         [<a href="http://www.imankatolik.or.id/silsilah.html">Silsilah Yesus Kristus</a>]</span></p>
<p class="style22 style31 style34 style36" align="justify"><span style="font-size:85%;"><span class="style30">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/katekeseumat.html">Home Katekese Umat</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/apa-itu-katekis.html">Apa itu Katekis</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/ku.html">Katekese Umat</a>]  [<a href="http://www.imankatolik.or.id/sejarahpkki.html">Sejarah PKKI</a>] <a class="style30" href="http://www.imankatolik.or.id/penanaman%20nilai%20kekatolikan%20didalam%20keluarga%20dengan%20basis%20lingkungan.html">[Penanaman Nilai-Nilai Kekatolikan didlm Keluarga dengan Basis Lingkungan]</a> [<a href="http://www.imankatolik.or.id/perananku.html">Peranan katekese</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/kl.html">Katekese Lingkungan</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/bia.html">Bina Iman Anak</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/bir.html">Bina  Iman Remaja</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/tantangan.html">Katekese &amp; Tantangan Multitask</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/kebijakan.html">Katekese &amp; Kebijakan Publik</a>]  [<a href="http://www.imankatolik.or.id/avant.html">Katekese &amp; Avant Gardis</a>]</span></span></p>
<p class="style22 style31 style34 style36" align="justify"><span class="style141"><span class="style142">halaman yang berhubungan dengan Santo-Santa </span><br />
<span style="font-size:85%;">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/ok.html">Home Orang Kudus</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/1.html">Januari</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/2.html">Februari</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/3.html">Maret</a>] <a href="http://www.imankatolik.or.id/4.html">[April</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/5.html">Mei</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/6.html">Juni</a>]<br />
[<a href="http://www.imankatolik.or.id/7.html">Juli</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/8.html">Agustus</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/9.html">September</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/10.html">Oktober</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/11.html">November</a>] [<a href="http://www.imankatolik.or.id/12.html">Desember</a>] </span></span><span style="font-size:85%;">[<a href="http://www.imankatolik.or.id/orangkudus.html"><span class="style141">Orang Kudus</span></a>]</span></p>
<p class="style22 style31 style34 style36" align="justify"><span style="font-size:85%;"><br />
</span></p>
<br />Posted in Artikel Tagged: adven, agama, agamakatolik, alkitab, alkitab online, allah, allah tritunggal, api, api penyucian, aplogetik, aplogetik api penyucian, aplogetik kitab suci, apologetik bunda maria, apology, apostolik, artai kata liturgi, audio kitab suci, bapa, bapa suci, beata, beato, biarawan, biarawati, bina iman anak, bina iman remaja, bunda maria, bunga liturgi, busana liturgi, calendar liturgi, catholic, christ, christian, church, credo, dasar iman katolik, deuterokanonika, devosi, doa, dogma, doktrin, dokumen, dosa, dosa berat, dosa ringan, ekaristi, ensiklik, esniklik pope, eucharist, evangelisasi, gereja katolik, hari, hati, hierarki, ibadah, iman, injil, jadwal misa, jadwal misa keuskupan, jadwal misa keuskupan agung, jadwal misa keuskupan surfagan, jadwal misa regio jawa, jadwal misa regio kalimantan, jadwal misa regio ntt, jadwal misa regio nusa tenggara timur, jadwal misa regio papua, jadwal misa regio sulawesi, jadwal misa regio sumatera, jesus, kaj, kalender liturgi, kamis putih, kanon alkitab, kas, kasih, katekese, katekese lingkungan, katekese umat, katekismus, katholik, katolik, kitab hukum kanonik, kitab suci, kitab suci katolik, kki, konsili ekumenis, konsili vatikan II, kristiani, kudus, kwi, latter pope, Liturgical, Liturgical Calendar, liturgy, malaikat, martir, mary, minggu palma, misa, mudika, mukjizat, music liturgy, musik liturgi, natal, novena, omk, orang muda katolik, orangkudus, ortodoks, pantang, paskah, paus, pencarian kata katekismus gereja katolik, pendalaman alkitab, pengalaman iman, pengantar kitab suci, pengenalan akan allah, pengharapan, pentekosta, penyucian, perjanjian baru, perjanjian lama, peta alkitab, peta kitabsuci, piranti liturgi, pope, protestan, puasa, puji, purgatory, putra, rabu abu, roh kudus, roma, romo, rosario, sabtu suci, sacrament, sadar lirutgi, sakramen, sakramen baptis, sakramen ekaristi, sakramen imamat, sakramen krisma, sakramen perkawinan, sakramen perminyakan, sakramen tobat, santa, santo, santo dan santa, satu, silsilah yesus, surga, syahadat, syahadat nicea konstantinople, syahadat para rasul, syukur, tata kata liturgi, tata perayaan ekaristi, tempat bersejarah, tpe, tpe 2005, trinitas, tuhan, uskup, vatikan, yesus, yesus kristus, yubileum <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamakatolik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamakatolik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamakatolik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamakatolik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamakatolik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamakatolik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamakatolik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamakatolik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamakatolik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamakatolik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamakatolik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamakatolik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamakatolik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamakatolik.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamakatolik.wordpress.com&amp;blog=6437856&amp;post=3&amp;subd=agamakatolik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamakatolik.wordpress.com/2009/02/03/iman-katolik-dalam-agama-gereja-katolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e9b86367ea0a31297690ecee6659b985?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Katolik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.imankatolik.or.id/pic3_indeks.gif" medium="image">
			<media:title type="html">gambara</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
